Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 122 - Kembali



Karena telah membunuh semua anggota kelompok Kalajengking Merah di tempat itu, Lin Yan pun langsung memeriksa semua barang jarahan yang ada. Setelah memeriksa semua cincin ruang yang ia jarah, ia sangat kecewa karena hampir tidak ada benda yang berguna bisa digunakan. Itu juga disebabkan oleh banyaknya benda berharga di dalam cincin ruang miliknya sehingga benda-benda biasa tidak akan menarik minatnya lagi.


Hanya batu spiritual yang membuat Lin Yan tertarik saat ini. Ia menemukan hampir 3.000 batu spiritual dari keseluruhan cincin ruang yang ia ambil. Saat ini, Lin Yan memiliki 18.000 batu spiritual. Jumlah itu tentu sangat besar bagi kultivator tingkat Alam Roh.


Setelah itu, Lin Yan pun memeriksa ruangan tempat meramu racun yang digunakan oleh tiga komandan di tempat itu. Semua racun itu memang hebat tetapi tidak untuk dirinya.


Namun, Lin Yan mengambil semua penawar racun karena mungkin akan dibutuhkan dikemudian hari.


“Tampaknya tidak ada yang bisa dilakukan di tempat ini lagi,” Gumam Lin Yan dan langsung berjalan keluar dari basis cabang kelompok Kalajengking Merah.


Ketika keluar dari tempat itu, Lin Yan pun memeriksa peta kembali dan informasi tentang kelompok Kalajengking Merah. Setelah memeriksanya, ia pun tersenyum kecil dan langsung bergerak ke arah tempat selanjutnya untuk membereskan para Kalajengking Merah. Ia paham bahwa tidak mungkin membereskan mereka semua dengan tingkat kultivasinya saat ini. Tetapi, ia tidak akan membiarkan kelompok Kalajengking Merah pergi tanpa kerugian sama sekali. Dan suatu hari nanti, ia akan membereskan mereka semua dengan tangannya sendiri.


**


Keesokan harinya, beberapa individu tiba di lokasi cabang kelompok Kalajengking Merah. Semua individu yang tiba di tempat itu terkejut karena ketika memeriksa lokasi, hanya ada mayat yang terlihat. Tempat itu tidak memiliki kehidupan sama sekali yang membuat anggota kelompok Kalajengking Merah merasa sangat marah.


Salah satu komandan yang kuat juga datang ke tempat itu untuk mengambil racun yang telah dipesan untuk digunakan oleh anggota kelompok Kalajengking Merah. Namun, tujuannya kali ini tidak mungkin dicapai karena Lin Yan telah memusnahkan semua racun dan mengambil penawarannya.


Salah satu komandan yang tiba memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi. Bisa dipastikan, jika Lin Yan ditemukan olehnya, Lin Yan tidak mungkin bisa memang menghadapinya.


“Komandan, semuanya telah tewas dan tidak ada pasokan racun yang tersisa. Seseorang telah menemukan basis ini. Apa yang akan kita lakukan?” Tanya salah satu anggota kelompok Kalajengking Merah kepada seorang pria paruh baya yang memasang wajah gelap dari waktu ke waktu.


Komandan yang memimpin pasukan itu adalah seorang kultivator tingkat Alam Roh tahap kesembilan. Awalnya ia hanya berencana untuk mengambil racun dan pergi sementara pasukan yang ia pimpin akan pergi ke tempat lain untuk memburu seseorang, yaitu Lin Yan.


“Apakah kalian tidak menemukan jejak siapa yang melakukan semua ini?” Tanya pria paruh baya tersebut yang bernama Dong Fang.


“Tidak komandan. Namun, setelah memeriksa semua mayat, semuanya mati dalam waktu yang sangat dekat. Pelaku pasti hanya seorang diri tetapi dia sangat kuat sehingga mampu melakukan hal itu. Hanya itu jejak yang kami temukan sewaktu memeriksa mayat satu per satu bahwa mereka semua mati dalam selisih hampir 1 menit,” ujar anggota kelompok Kalajengking Merah dengan nada hormat.


“Sialan! Jika kita tiba lebih dulu, semuanya tidak akan terjadi! Tutup semua informasi tentang hal ini. Jangan biarkan ada yang mengetahuinya!” Perintah Dong Fang.


“Baik!”


Dong Fang memasang wajah semakin muram saat ini. Ia tau bahwa pemimpin mereka dan para petinggi kelompok Kalajengking Merah pasti akan murka karena basis tersebut salah satu yang paling penting mereka miliki. Dan tiga ahli racun juga tewas di tempat itu.


Alasan mengapa kelompok Kalajengking Merah tidak menempatkan seseorang yang kuat di tempat itu tentu saja karena rasa percaya diri mereka. Dahulu pernah mereka menempatkan salah satu petinggi tetapi tidak pernah ada kejadian seperti itu yang membuat pemimpin dan petinggi kelompok Kalajengking Merah merasa bahwa tidak akan ada yang mengancam basis tersebut. Lagi pula, tempat itu sangat sulit untuk dimasuki karena banyaknya racun yang beredar yang bahkan membuat binatang roh tidak mau mendekat.


“Ketika pemimpin mengetahui hal ini, dia pasti akan mengerahkan para komandan tingkat tinggi untuk mencari pelakunya!” Batin Dong Fang. Ia pun tidak membuang waktu dan langsung bergerak ke pusat basis utama kelompok Kalajengking Merah.


**


Lin Yan tidak peduli tentang hal itu sama sekali. Yang tidak diketahui oleh Dong Fang, Lin Yan saat ini sedang membersihkan basis cabang kelompok Kalajengking Merah satu per satu.


Saat ini, sudah satu bulan dua minggu Lin Yan pergi dari sekte Naga Langit dan usianya pun telah mencapai 15 tahun.


Lin Yan saat ini sedang terus bergerak ke arah sekte Naga Langit karena merasa sudah cukup untuk saat ini memporak-porandakan kelompok Kalajengking Merah.


“Sudah waktunya bagiku untuk menerobos juga. Aku tidak menyangka bahwa saat membersihkan mereka semua, aku mendapatkan total keseluruhan 12.000 batu spiritual. Saat ini aku memilih 27.000 batu spiritual. Jumlah ini akan menjadi cadangan jika diperlukan untuk menembus kultivasi.” Batin Lin Yan saat terus bergerak ke arah sekte Naga Langit.


Tidak sampai sehari kemudian, Lin Yan pun tiba di gerbang sekte Naga Langit. Sebelum kembali ke kediamannya, ia melaporkan hasil kegagalan misi karena tujuan awalnya bukanlah untuk menjalankan misi.


Lalu Lin Yan pun pergi ke kediamannya untuk memeriksa keadaan kakaknya, Huan Caiyi.


Sesampainya di kediamannya, Lin Yan langsung masuk. Ia telah memeriksa dengan energi spiritualnya bahwa Huan Caiyi berada di dalam ruangannya.


“Hm? Tampaknya Gu Yuena dan Gu Yin sedang tidak ada di sini.” Lin Yan tidak terlalu peduli dengan hal itu karena yang paling penting baginya adalah kakaknya.


“Kakak, aku kembali!” Teriak Lin Yan sambil mendorong pintu ruangan Huan Caiyi tanpa mengetuk.


Huan Caiyi yang saat ini sedang bermeditasi pun membuka matanya dan menatap Lin Yan dengan senyum hangat seperti biasa.


“Bagaimana perjalananmu?” Tanya Huan Caiyi dan langsung berdiri. Kondisinya sudah lebih baik saat ini walaupun mungkin butuh waktu hampir 2 minggu lagi agar kembali ke kondisi semula.


“Lumayan membuahkan hasil.” Balas Lin Yan dengan senyum hangat.


“Hm? Kau telah mencapai tingkat Alam Roh?” Lin Yan yang memeriksa kultivasi Huan Caiyi, sedikit terkejut karena kakaknya telah menyusulnya lagi.


Huan Caiyi menunjukkan giginya yang putih lalu berbicara, “Ya. Aku menembus tingkat Alam Roh beberapa hari yang lalu. Ini juga karena metode yang kau berikan. Metode itu sangatlah berguna, jika ada yang mengetahuinya, mungkin tidak akan sulit bagi para kultivator untuk mencapai tingkat Alam Roh.”


“Aku sudah menduga hal itu. Ke mana perginya Gu Yuena dan Gu Yin?” Tanya Lin Yan karena tiba-tiba ingat dengan kedua wanita itu.


“Seminggu yang lalu, keduanya pergi mengambil misi di hutan wilayah kedua. Mungkin tidak lama lagi mereka akan tiba.” Jawab Huan Caiyi.


“Dan ada hal penting yang harus kau ketahui saat ini. Ada peristiwa besar yang terjadi yang membuat semua murid berlatih dengan giat.” Lanjut Huan Caiyi.


“Hm? Apa itu?” Tanya Lin Yan bingung.


“Tidak lama lagi, kompetisi antara sekte-sekte kuat akan segera diselenggarakan. Dan banyak hadiah besar jika menjadi juara kompetisi itu,” jawab Huan Caiyi.


“Oh? Menarik..” Lin Yan pun tersenyum kecil dan tentu saja ia akan ikut untuk membandingkan dirinya dengan murid-murid sekte lainnya.