Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 190 - Mengambil Buah



Sosok misterius tersebut terus menatap kearah kultivator yang sedang berkumpul. Lalu tatapannya pun terhenti di Lin Yan.


“Hm? Siapa dia? Kenapa aku merasa auranya familiar?” Gumam sosok tersebut. Ia berpikir keras tetapi tidak mengingatnya sama sekali.


“Lupakan, mungkin hanya perasaanku saja.” Gumam sosok tersebut dan ia pun tersenyum kembali.


“Waktunya memulai permainan.”


Sosok tersebut pun perlahan melayang dan menyentuh pohon yang mengeluarkan sedikit cahaya.


Drrrrtttt!


Daerah tersebut pun perlahan berguncang. Danau Safir ditutupi oleh cahaya terang yang membuat semua kultivator langsung memasang wajah serius karena waktu yang mereka tunggu telah datang.


Lin Yan dan Gu Yin pun berdiri karena tau bahwa sesuatu akan muncul.


Lin Yan dengan Mata Raja menatap semua daerah di Danau Safir dengan seksama. Ia ingin membongkar semua hal yang ada di Danau tersebut.


Lingkaran Formasi tercipta di Danau Safir dan cahaya pun perlahan menghilang.


“Itu..” Lin Yan mengerutkan keningnya karena mengetahui asal Formasi tersebut adalah pohon yang berada di tengah Danau Safir.


Saat lingkaran Formasi mulai hilang, satu benda muncul di atas Danau Safir yang membuat para kultivator menjadi bersemangat.


Zhep! Zhep! Zhep!


Puluhan kultivator pun melesat dengan kecepatan penuh ke tengah Danau Safir untuk mengambil benda yang masih tertutup oleh Cahaya misterius.


Sementara Lin Yan dan Gu Yin masih tetap diam.


“Apakah kita tidak akan merebut benda itu?” Tanya Gu Yin menatap ke arah Lin Yan.


Lin Yan tidak langsung menjawab dan menoleh dari arah pohon ke benda yang muncul tiba-tiba menggunakan Formasi khusus.


“Sebuah senjata?” Lin Yan heran saat menatap benda yang masih diselimuti oleh cahaya. Ia bertanya-tanya dari mana asal senjata tersebut. Tetapi ia sama sekali tidak terlalu tertarik dengan senjata yang memang lumayan tangguh tersebut karena berada di tingkat ke enam.


“Tidak, kita tidak perlu untuk mengambil senjata-senjata itu. Mungkin akan ada benda berharga lainnya tetapi aku ingin memeriksa beberapa hal terlebih dahulu. Yin'er, tidak perlu untuk mengambil benda-benda yang muncul berikutnya.” ucap Lin Yan.


“Apa yang ingin kau periksa?” Tanya Gu Yin bingung.


“Asal dari semua benda-benda yang bermunculan secara misterius di Danau Safir. Siapapun tidak akan dapat memperhatikannya karena itu muncul dengan sebuah Formasi yang tidak terlihat. Jika ada kultivator tingkat Alam Langit di sini, sudah pasti mereka akan mengetahuinya. Tetapi semua orang-orang di sini tidak ada yang memiliki kultivasi setinggi itu,” ujar Lin Yan.


“Maksudmu, jika kita menemukan asal dari benda-benda itu..” Gu Yin menghentikan kata-katanya dan tersenyum kecil.


“Ya. Kita tidak perlu untuk berebut dengan para kultivator lainnya. Aku tau mungkin ini sulit, tetapi layak untuk dicoba.” Balas Lin Yan.


“Tunggulah di sini. Aku akan pergi.” Lin Yan pun langsung bergerak menuju Danau Safir tempat para kultivator saling berebut sebuah senjata saat ini.


Gu Yin hanya menurut dan menatap semua hal yang terjadi di Danau Safir. Banyak juga kultivator yang masih berdiam diri seperti para kultivator tingkat tinggi karena sadar bahwa benda pertama tidak akan terlalu menarik untuk diperebutkan.


Lin Yan terus bergerak dan mencapai posisi para kultivator yang sedang bertarung di atas permukaan air karena salah satu dari mereka berhasil mengambil senjata.


Zhep!


Dengan kecepatan tinggi, Lin Yan pun melewati mereka semua tanpa peduli dengan pertarungan mereka. Tujuannya tentu saja menjadi pohon yang ada di tengah Danau Safir.


“Apa yang dilakukan oleh orang itu?”


“Apakah otaknya sudah beres?”


“Apakah dia tidak tau bahwa pohon itu lebih berbahaya dari pada air Danau Safir?”


Diskusi para kultivator yang tidak ikut berebut senjata pun terdengar. Semuanya merasa bahwa Lin Yan adalah seorang idiot saat ini karena mereka semua telah menerima informasi dari para atasan mereka jika pohon yang berada di tengah Danau Safir sangatlah berbahaya karena itulah asal dari qi mengerikan yang ada di dalam Danau Safir.


Ketika mendekat, Lin Yan pun langsung melompat ke arah atas pohon lalu meraih satu buah yang ada di pohon.


Tangan Lin Yan diselimuti oleh qi Petir Hitam karena ia juga tau bahwa seluruh pohon diselimuti oleh qi yang sangat berbahaya.


Sementara itu, satu sosok yang bergerak ke sana ke mari di dekat pohon pun langsung terdiam ketika melihat Lin Yan mendekat. Ia menatapnya dengan seksama karena ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Lin Yan.


Tap!


Lin Yan menangkap satu buah dan matanya sedikit melebar karena merasakan sesuatu yang sangat mengerikan. Itu seperti sesuatu hendak menyerap semua yang ada pada dirinya dan itu berfokus pada jiwanya.


Busshhh!


Ledakan aura tak kasat mata melesat ke segala arah ketika Lin Yan menyentuh satu buah.


Para kultivator pun langsung menjadi serius karena tau bahwa qi yang menyebar ke segala arah sangatlah berbahaya karena persis sama dengan yang ada di dalam Danau Safir.


“Orang itu sudah gila!”


“Pasti dia akan mati tidak lama lagi!”


Beberapa kultivator langsung berbicara dengan nada mencemooh saat menatap Lin Yan yang menyentuh satu buah.


Sementara itu, Lin Yan tetap tenang. Ia memperhatikan qi aneh yang mencoba melahap semua yang ada pada dirinya.


“Oh? Qi ini memang sesuatu yang lain dan aku pernah melihat sesuatu yang mirip.” Batin Lin Yan dan menaikkan sudut bibirnya.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Sssshh!


Tubuh Lin Yan perlahan ditutupi oleh qi-nya sendiri. Itu membungkusnya seluruhnya tetapi ia tidak memadatkannya menjadi seperti Naga Hitam terakhir kali. Itu hanya terlihat seperti ia diselimuti oleh qi yang sangat padat.


Qi yang mencoba untuk melahap Lin Yan pun tidak bisa melakukan apa-apa karena perlawanan qi Lin Yan sangatlah kuat dan itu tampak seperti sedang saling melahap saat ini.


“Jika aku berlama-lama, qi milikku akan cepat terkuras.” Batin Lin Yan.


Sosok yang selalu mengelilingi pohon tersebut pun melebarkan matanya karena terkejut dengan pergantian peristiwa. Ia tidak menyangka bahwa akan ada seorang manusia yang bisa melawan qi yang berasal dari pohon tersebut.


“Siapa dia? Auranya semakin familiar saja. Kapan aku pernah merasakannya?” Sosok tersebut bertanya-tanya terus-menerus karena semakin penasaran siapa Lin Yan sebenarnya.


Trek!


Pohon yang diraih oleh Lin Yan pun langsung terlepas dari dahan pohon tersebut.


Ketika buah tersebut tidak lagi diselimuti oleh cahaya, Lin Yan langsung memeriksanya dengan Mata Raja. Ia pun tersenyum kecil karena tau apa fungsi dari buah tersebut.


“Dia berhasil?”


“Tidak pernah terjadi sebelumnya bahwa seseorang berhasil memetik buah itu!”


“Siapa dia?”


Para kultivator terkejut luar biasa dan memasang wajah rakus. Mereka tentu ingin merebut buah yang ada di tangan Lin Yan. Tetapi, kejadian berikutnya membuat para kultivator di tempat itu memasang wajah gelap.


Srut!


Lin Yan langsung menggigit buah tersebut dan menelannya. Setelah itu, ia langsung memasukkan sisa buah itu ke dalam mulutnya.


Sssshh!


Tubuh Lin Yan langsung diselimuti oleh cahaya putih yang mirip dengan yang ada di pohon.


Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun meraih satu dahan dan mendarat di dahan lainnya yang membuat semua yang ada di sana tercengang karena tau bahwa buah tersebut memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari energi yang mencoba membunuh siapapun.