Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 131 - Bertemu Tetua Pertama



Kelompok Lin Yan pergi ke Arena besar yang menjadi tempat penyisihan berada. Ketika mencapai tempat itu, terlihat banyak murid yang ikut mendaftar juga.


Lin Yan mengaktifkan Mata Raja miliknya dan melihat semua peserta yang saat ini sedang mendatar. Banyak dari mereka yang kuat yang membuatnya sedikit bersemangat.


Keempatnya pun mengikuti antrian di salah satu tempat pendaftaran khusus untuk tingkat Alam Roh.


“Sungguh banyak murid yang mendaftar,” ucap Lin Yan dengan senyum kecil.


“Tentu saja akan banyak karena ini adalah kompetisi yang ditunggu setiap lima tahun sekali. Para murid-murid yang kebetulan memiliki kultivasi dan waktu yang tepat masuk ke sekte Naga Langit, tidak akan melewatkan kesempatan ini,” ucap Gu Yuena.


“Apa kau yakin melawan para kultivator tingkat Alam Roh ini, Yan'er?” Tanya Huan Caiyi.


“Aku belum tau kalau tidak mencoba,” balas Lin Yan sambil melirik ke arah tertentu dan menemukan satu murid yang memilki kultivasi tingkat Alam Roh tahap kesembilan.


Dia adalah seorang pemuda tampan dengan pedang besar di punggungnya. Saat Lin Yan meliriknya, ia pun menoleh karena ia tidak berada di dalam barisan. Ia telah mendaftar lebih dulu.


“Siapa?” Batin pemuda itu karena merasakan ada binatang buas yang akan menyergapnya. Ia pun melihat semua murid tetapi tidak melihat ke arah Lin Yan. Ia bingung sejenak dan langsung mengabaikan perasaan aneh beberapa saat lalu. Ia pun langsung pergi dari tempat itu untuk menunggu penyisihan yang akan dilaksanakan dalam waktu dua hari kemudian.


“Oh? Dia bahkan menyadarinya?” Batin Lin Yan dan tau bahwa kultivator tersebut termasuk dalam kategori tingkat tinggi diantara tingkat kultivasi yang sama.


Hanya dengan satu murid itu, Lin Yan semakin bersemangat karena pasti murid-murid dari sekte lainnya pasti ada yang setara dengan murid tersebut atau bahkan lebih kuat.


Dalam waktu hampir 15 menit, akhirnya giliran Lin Yan lah yang mendaftar.


“Nama..” Tetua yang menjaga tempat pendaftaran pun bertanya dengan nada acuh tak acuh.


“Lin Yan.”


Kerutan muncul di wajah Tetua tersebut dan menatap Lin Yan dari atas ke bawah. Ia tentu sudah mendengar mama Lin Yan dari waktu ke waktu dari beberapa Tetua lainnya.


“Anak ini sudah mencapai tingkat Alam Roh tahap keenam? Sungguh tidak terduga!” Batin Tetua tersebut dan langsung mencatat nama Lin Yan serta memberinya sebuah token berwarna perunggu.


“Nomor 4 grup 8.”


Lin Yan menerima token perunggu dan mengangguk lalu pergi ke samping. Ia hanya bisa berdoa agar Huan Caiyi, Gu Yuena dan Gu Yin tidak satu blok dengannya.


Tidak lama kemudian, Huan Caiyi pun selesai mendaftar karena ia berada di belakang Lin Yan.


“Apakah kita akan bertemu di penyisihan? Aku berada di grup 8,” ucap Lin Yan.


“Tidak, aku berada di grup 7.” Huan Caiyi menunjukkan tokennya yang memiliki nomor 19.


Lin Yan pun menghela nafas karena jika mereka bertemu, sudah pasti hanya satu yang akan menjadi peserta kompetisi antar sekte.


Setelah itu, Gu Yuena juga selesai mendaftar dan berada di grup pertama. Lin Yan langsung membuat spekulasi bahwa token yang diambil oleh Tetua tersebut dari dalam wadah pastilah acak.


Kemudian, Gu Yin juga telah selesai mendaftar.


“Aku berada di grup 8 nomor 39,” ucap Gu Yin dengan senyum yang membuat Lin Yan, Huan Caiyi dan Gu Yuena terdiam.


Huan Caiyi dan Gu Yuena tidak menjawab dan melihat ke arah Lin Yan.


“Kita berada di grup yang sama,” ucap Lin Yan sambil menunjukkan token perunggu di tangannya dengan angka 4 yang tertulis di token.


“Benarkah?” Mata Gu Yin berbinar karena satu grup dengan Lin Yan tidak sesuai dengan harapan mereka bertiga.


Ketiganya hanya menggelengkan kepala mereka karena tidak bisa lagi berkata-kata dengan reaksi Gu Yin.


“Baiklah, ayo kita kembali. Aku akan memasak hidangan untuk kalian kali ini. Kita akan beristirahat selama dua hari ini sebelum mengikuti penyisihan,” ucap Lin Yan dan langsung berbalik dan berjalan ke arah kediamannya.


“Itu lebih baik, tubuh juga membutuhkan istirahat sesekali.” Huan Caiyi mengangguk setuju begitu juga dengan Gu Yuena dan Gu Yin.


Lalu keempatnya pun kembali ke kediaman mereka untuk bersantai selama dua hari ini.


Ketika hampir mencapai kediaman mereka, seseorang telah menunggu di tempat itu. Keempatnya terkejut dengan siapa yang telah menunggu di luar formasi yang Lin Yan ciptakan.


Ketika mendekat, Lin Yan pun langsung bertanya, “Apa yang anda inginkan, Tetua Pertama?”


Benar, individu yang menunggu di luar formasi adalah Tetua Pertama. Ia menatap Lin Yan dengan seksama dan tidak bisa berkata-kata dengan tingkat kultivasi bocah bau yang ia kenal dengan jelas dan ia anggap sebagai pembawa sial.


“Sebelum aku bertanya tujuan utamaku, aku ingin bertanya tentang hal ini.” Tetua Pertama menunjuk ke arah penghalang yang tampak sangat biasa dan tipis.


“Itu adalah sesuatu yang diajarkan oleh nenekku,” jawab Lin Yan acuh tak acuh.


Ketika mendengar kata nenek, wajah Tetua Pertama agak kaku. Ia langsung ingat tentang wanita tua mengerikan yang pernah menendangnya dengan parah.


Tetua Pertama menghela nafas lalu langsung bertanyalah tentang tujuan utamanya karena tampaknya Lin Yan sama sekali tidak ingin mengundangnya masuk ke dalam kediamannya. “Ini tentang bisnismu dengan Asosiasi Alkemis. Master sekte ingin mengambil beberapa senjata juga darimu. Walaupun Asosiasi Alkemis menyembunyikannya, itu tidak akan bisa lepas dari telinga kami dan juga untuk keluarga Kerajaan.”


“Maaf, tidak ada senjata yang tersisa karena semuanya telah dibeli oleh Asosiasi Alkemis.” Lin Yan membalas dengan nada datar yang membuat amarah Tetua Pertama naik sedikit.


“Baik! Master sekte berpesan bahwa ketika kau mengatakan itu, ia memintamu untuk datang ke tempatnya untuk membahas sesuatu.” Tambah Tetua Pertama.


Lin Yan menatap Tetua Pertama dengan tatapan kosong karena selama ini, ia hanya melihat bahwa tugas Tetua Pertama adalah sebagai ajudan pengantar pesan atau pengirim barang bagi Master sekte Naga Langit.


“Tolong sampaikan pesanku kepada Master sekte bahwa kita pasti akan bertemu ketika kompetisi antar sekte sudah dimulai.”


Gu Yuena dan Gu Yin tercengang dengan jawaban Lin Yan karena tidak menyangka akan menolak begitu saja. Dan kata-kata Lin Yan sebelumnya terlihat seperti Lin Yan menyuruh Master sekte Naga Langit menunggunya ketika ia bebas.


Wajah Tetua Pertama muram seketika. Ia ingin meledak marah tetapi ketika mengingat tentang Lin Ming dan Lin Xi, ia menekan amarahnya sebisa mungkin.


Tanpa berbicara, Tetua Pertama pun menghilang dari tempat itu karena kehilangan wajah di depan Gu Yuena dan Gu Yin serta tidak berani mencoba menyeret Lin Yan. Ia tampak seperti seorang pengecut saat ini hanya karena ketakutannya dengan kakek dan nenek Lin Yan.


Gu Yuena dan Gu Yin membuka tutup mulut mereka beberapa kali karena tidak tau harus merespon seperti apa.


Sementara Huan Caiyi hanya menatap itu datar. Semenjak ia bertemu dengan Master sekte Naga Langit bersama Lin Yan, ia sangat paham bahwa semua ahli sekte Naga Langit sangat takut dengan kakek dan nenek mereka. Tentu saja Huan Caiyi akan menganggap Lin Ming dan Lin Xi sebagai kakek dan neneknya juga.


“Ayo..” Lin Yan tidak peduli sama sekali tentang apakah Master sekte Naga Langit marah padanya atau tidak. Kali ini, ia sudah memiliki pendukung kuat yang kemungkin besar akan membantunya ketika kesulitan, yaitu Asosiasi Alkemis.