
Memperbaiki sebuah pecahan pedang agar itu tidak mudah rusak kembali bukanlah hal yang mudah. Tetapi untuk Canglan yang sudah pernah memperbaiki pedang dengan kualitas tinggi sebelumnya tentu akan bisa memperbaiki pecahan pedang milik Lin Yan.
Saat ini batu yang dilebur telah berubah cair sepenuhnya. Canglan terlihat seperti mandi hanya karena keringat yang dihasilkan oleh tubuhnya.
“Huft... Butuh waktu lebih dari dua hari. Benda ini memang luar biasa.” Canglan menyeka keringat di dahinya sambil menatap ke arah ciaran yang tampak seperti lahar dengan wajah bersemangat. Ia memiliki hobi untuk menciptakan senjata, Wayang dan sebagainya sehingga ia akan menunjukkan wajahnya yang seolah-olah melihat mainan baru.
“Baiklah, proses berikutnya adalah menggabungkan pedang serta memisahkan kotoran dari bahan utama.” Gumam Canglan saat mengeluarkan besi tempat memukul serta sebuah palu kecil berwarna putih.
“Berapa lama waktu untuk menggabungkan Pecahan pedang dengan bahan utama ini?” Tanya Lin Yan saat menatap ke arah cairan panas yang kadang-kadang mengeluarkan gelembung dan ketika meledak mengeluarkan uap panas.
“Aku tidak terlalu tau, Tuan Muda. Aku hanya perlu mencobanya karena bahan ini juga merupakan bahan dengan kualitas tertinggi yang pernah aku lihat. Aku tidak tau berapa lama waktu yang dibutuhkan.” jawab Canglan.
Lin Yan tidak memaksa sama sekali dan menatap ke arah pecahan pedang yang telah ditaruh di wadah tertentu berbentuk pedang. Bagian-bagian yang hilang akan diisi oleh bahan utama yang telah dileburkan.
Canglan pun duduk bersila untuk beberapa saat lalu membuka matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan tatapan matanya kini menjadi sangat serius. Ia pun mengangkat cairan panas menggunakan qi-nya lalu menuangkannya ke wadah tempat pecahan pedang untuk membentuk pedang.
Saat cairan dituangkan, Canglan diam untuk beberapa saat menunggu pecahan pedang menyatu dengan bahan. Setelah itu, ia pun mengangkat pedang dengan tangan kiri lalu menggunakan tangan kanannya untuk memukul.
Trang! Trang! Trang!
Kecepatan Canglan memukul palu sangatlah cepat. Dalam waktu satu detik, ia telah mengayunkan palu sebanyak empat sampai lima kali.
Lin Yan dan Xiao Ziya hanya menatap Canglan yang terus-menerus memukul dengan seksama. Terutama untuk Lin Yan karena ia menggunakan Mata Raja dan tentu ia terkejut dengan keahlian Canglan dalam menempa.
Waktu terus berlalu, karena keributan dari benturan palu dengan pedang, Xia Yue'er yang berada di dalam pakaian Lin Yan pun tersadar. Ia memasang wajah cemberut tidak puas karena masih merasa kelelahan.
Ketika Xia Yue'er ingin protes, ia terkejut ketika menatap Canglan yang sedang menempa. “Woaaa, aku tidak menyangka bahwa pria jelek ini akan sangat pandai menempa senjata.”
Lin Yan yang sedang fokus pun tidak bisa berkata-kata dengan kata-kata yang keluar dari mulut mungil Xia Yue'er.
“Yue’er... Beristirahatlah untuk beberapa waktu. Tidak lama lagi kita akan keluar dan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan. Jika kondisimu tidak kembali seperti semula, mungkin kau akan tertinggal di Ruang Jiwa.” ucap Lin Yan sambil menatap Xia Yue'er agar tidak mengganggu konsentrasi Canglan.
Dan itu sangatlah efektif. Xia Yue'er sedikit panik lalu mengangguk dengan cepat. Ia pun membuat Formasi pada dirinya sendiri agar suara bising yang dibuat oleh Canglan tidak terdengar olehnya. Setelah itu, ia pun kembali tidur dengan nyaman dan menunggu pergi ke tempat yang dikatakan oleh Lin Yan.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar sudah sehari lebih saat Canglan terus mengayunkan palunya.
Xiao Ziya tidak merasa heran sama sekali jika Canglan membutuhkan waktu yang lama untuk menyatukan pedang. Bisa dikatakan, dengan keahlian Canglan dalam menempa, itu bisa mempercepat waktu penempaan dengan selisih yang sangat besar.
Trang!
Pukulan terakhir pun terdengar. Di saat itu juga, Canglan menhangkat pedang yang ada di tangannya dan menatapnya dengan seksama. Ia pun mengangguk kecil karena kotoran dari bahan utama telah dibuang sepenuhnya. Ini adalah cara penempaan yang diciptakan sendiri olehnya.
Dalam membuang kotoran dari bahan, ia juga sekaligus memadatkan pedang dan sekaligus mempertajam bilahnya.
Karena sudah selesai, Canglan pun memasukkan pedang ke dalam sebuah wadah berisi cairan tertentu yang diciptakan oleh Canglan secara pribadi.
Sssshh!
Saat pedang perlahan mendingin, ia pun mengangkatnya kembali dan warna yang ia tempa juga sama dengan warna pedang asli. Dan juga, cairan untuk mendinginkan pedang juga memiliki fungsi lainnya.
“Selesai..” Gumam Canglan dan menatap ke arah Lin Yan, “Tuan Muda, mungkin ada kekurangan tertentu karena pedang ini mungkin lebih berat sebelum pedang ini patah. Tetapi aku telah menyesuaikannya agar pedang ini seimbang.” ucapnya saat menatap cairan yang ia ciptakan secara pribadi yang memiliki fungsi yang tidak masuk akal yaitu membuat cairan meresap kedalam pedang lalu itu mengisi kekosongan tertentu agar tidak ada kekurangan pada pedang.
“Tidak masalah sama sekali.” ucap Lin Yan saat menerima pedang yang telah diperbaiki oleh Canglan. Ia menatap dengan seksama ke arah pedang berwana ungu bercampur putih. Ia mencoba untuk menyalurkan qi-nya ke dalam pedang tetapi ada penolakan yang sangat kuat.
Canglan yang menatap itu tentu tidak berbicara sama sekali karena ia tau bahwa pedang kuat pasti akan butuh waktu untuk menundukkannya. Ia juga pernah mengalami hal itu sebelumnya. Apa lagi untuk kasus pedang yang di pegang oleh Lin Yan saat ini. Pedang itu baru saja kembali dari kematian, tentu akan sangat sulit untuk menaklukkannya.
“Kenapa ini tidak menerima qi milikku? Sebelumnya ketika berada di pelelangan, ada reaksi tertentu.” Batin Lin Yan penasaran.
Xiao Ziya di sisi lain menatap ke arah pedang dengan seksama. Ia harus mengakui bahwa pedang yang dipegang oleh Lin Yan memiliki kualitas yang luar biasa bahkan mungkin di atas Sabit Kematian miliknya. Saat inipun, ia bertanya-tanya bagaimana bisa pedang sekuat itu dipatahkan.
“Siapapun yang merusak pedang ini pasti memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan.” Batin Xiao Ziya.
Karena Lin Yan tidak bisa menggunakan pedang itu untuk saat ini. Ia pun menyimpannya ke dalam cincin ruangnya. Ia akan mencoba untuk mengendalikan pedang tersebut suatu hari nanti karena selalu merasakan keakraban padanya.
“Lalu, apa yang akan kita lakukan saat ini?” Tanya Canglan setelah merapikan semua benda-benda penempaan miliknya.
“Aku akan memulihkan kondisiku terlebih dahulu ke puncaknya. Setelah itu kita akan pergi ke Tanah Tengkorak!” Jawab Lin Yan dengan nada yang sangat serius.
Mendengar itu, Canglan juga menjadi serius. “Baik Tuan Muda. Saat ini aku juga ingin berkultivasi selama beberapa hari karena aku ingin menerobos tingkat Alam Sage tahap pertama.”
Mendengar kata-kata Canglan, Lin Yan pun mengangguk kecil karena bertambahnya kekuatan Canglan, itu akan menjadi bantuan luar biasa juga nantinya.
Tidak hanya itu, karena Fusi Ganda yang dilakukan oleh Lin Yan sebelumnya, ia pun berencana untuk menerobos kultivasinya juga. Ini bisa dikatakan sebagai keberuntungan dari kecerobohan karena ketika ia melakukan Fusi, Akar Spiritual miliknya tampak berkembang dan dapat menampung qi dalam jumlah yang lebih besar.