
Sosok Wayang yang tampak sangat tangguh pun muncul. Canglan terlihat berdiri di pundak Wayang miliknya dan menatap ke arah Hong Li dengan tatapan dingin.
“Akhirnya kau mengeluarkannya! Wayang yang sangat diinginkan oleh Master Sekte!” ucap Hong Li dengan mata berbinar ketika menatap Wayang berbentuk binatang roh Serigala.
Wayang milik Canglan adalah binatang roh Serigala berwarna hitam yang terlihat tampak bisa berdiri dengan kedua kakinya.
Serigala Hitam tersebut memiliki tinggi hampir enam meter dengan pakaian perang di kedua bahunya. Dari pinggang sampai ke lutut, terlihat kain sobek sederhana berwana hitam. Di pinggang Serigala Hitam tersebut, terlihat sebuah sarung pedang berwana ungu. Di tangan kanannya, sebuah pedang panjang berwarna merah pekat terus memancarkan uap yang membuat udara tampak berdenyut-denyut.
Serigala Hitam tersebut memiliki sembilan ekor yang terus-menerus berayun-ayun. Tidak hanya itu, di tangan kiri Serigala tersebut, ketika dia mengangkat sedikit tangannya, kabut hitam perlahan muncul.
Ini adalah Wayang yang diciptakan oleh Canglan dengan susah payah. Ia dianggap sebagai jenius nomor satu dalam menciptakan Wayang. Bahkan untuk dirinya pun yang telah melampaui semua pendahulunya di Sekte Wayang, membutuhkan waktu ratusan tahun agar berhasil membuat Wayang tersebut.
Bahan dasar dari Wayang tersebut adalah binatang roh yang tidak pernah terlihat sama sekali dalam kurun waktu yang sangat lama. Canglan menemukan tubuh Serigala Hitam berekor sembilan tersebut di kedalaman jurang paling berbahaya di Benua Saint. Kondisi Serigala tersebut tampak masih sangat awet meskipun Canglan telah memprediksi bahwa Serigala tersebut telah tewas selama puluhan ribu tahun lamanya.
Canglan sebagai jenius pembuat Wayang telah menemukan cara agar binatang roh yang dibuat menjadi Wayang dapat menggunakan kekuatan aslinya ketika binatang roh tersebut masih hidup.
Meskipun Canglan tidak mampu mengeluarkan potensi penuh dari kekuatan asli Wayang, tetap saja penemuan Canglan membuatnya menjadi pembuat Wayang terbaik yang pernah ada dan karya Canglan yang teramat kuat itupun disebut sebagai Wayang Bencana. Sebab, ketika Wayang tersebut muncul, suatu daerah akan tenggelam ke dalam rawa kegelapan yang tidak memiliki dasar sama sekali.
Tidak hanya tubuh Wayang tersebut sangat kuat, dengan bahan-bahan yang dikumpulkan oleh Canglan selama dua ratus tahun lebih lamanya, itu membuat Wayang miliknya bahkan tidak bisa dihancurkan oleh para kultivator puncak di Benua Saint.
Para kultivator kuat yang memasuki jajaran 200 Master Bela Diri menganggap Canglan suatu hari nanti akan memasuki jajaran mereka ketika mencapai tingkat kultivasi tertentu. Tetapi sayangnya Sekte Wayang memburu Canglan karena suatu sebab. Yaitu, Canglan tidak setuju dengan pembuatan Wayang menggunakan tubuh manusia serta digabungkan dengan teknik miliknya dalam membuat Wayang yang bisa mengeluarkan kekuatan asli Wayang sama seperti ketika manusia tersebut hidup.
Seluruh petinggi Sekte Wayang tidak terkecuali Master Sekte Wayang pun bergandengan tangan memburu Canglan yang berakhir dengan lumpuhnya sebagain besar Akar Spiritual Canglan.
“Hong Li, walaupun mungkin Wayang yang digunakan tergantung pada qi milik pengendalinya, kau pasti tau bahwa Wayang yang aku ciptakan sangat berbeda!” ucap Canglan saat ia perlahan melayang dan mengendalikan Wayang miliknya.
“Ya, aku tau! Tetapi tetap saja ada pengaruh besar! Jika saja kau memiliki setidaknya Kultivasi tingkat Alam Raja tahap kelima, aku mungkin tidak akan mau bertarung denganmu! Tetapi..” Ketika Hong Li menghentikan kata-katanya, dua Wayang pun muncul di depannya.
“Tetapi kau tidak akan bisa mengalahkanku!” Lanjut Hong Li dengan senyum kejam.
Menatap kedua Wayang yang muncul di depan Hong Li, wajah Canglan semakin dingin karena tidak menyangka bahwa beberapa Tetua yang memiliki pemikiran sejalan dengannya akan dijadikan Wayang juga oleh Sekte Wayang.
“Kalian Sekte Wayang memang telah melakukan hal membuatku semakin muak!” Canglan pun yang marah tetap menenangkan dirinya. Ia pun langsung mengendalikan Wayang miliknya untuk bertarung melawan Hong Li.
Di tempat jauh, Lin Yan yang menatap pertarungan telah berlangsung pun sedikit terkejut saat melihat Wayang milik Canglan.
“Lin Yan! Apa kau tau binatang roh apa itu yang digunakan oleh pria jelek tersebut?” Tanya Xia Yue'er ketika menatap ke arah Serigala Hitam Berekor Sembilan milik Canglan.
“Aku tidak tau Yue'er. Tidak ada catatan tentang binatang roh tersebut di semua buku yang telah aku baca. Ayo pergi, kita harus bergegas untuk mengambil semua benda berharga di Cabang Pertama Sekte Wayang.” Lin Yan pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya. Ia mengambil jalan memutar agar dirinya tidak dilacak oleh Hong Li.
Trang! Trang! Trang!
Canglan sama sekali tidak bergerak di udara karena fokus mengendalikan Wayang. Tidak seperti Hong Li yang bertarung bersama dengan kedua Wayang miliknya.
Hong Li tentu tidak bodoh, ia pasti akan mengincar Canglan yang saat ini dalam kondisi lemah.
Tring!
Dua Wayang Hong Li pun bentrok kembali dengan Wayang Canglan.
Hong Li yang menatap itupun mengambil kesempatan dan melesat ke arah Canglan. Ia tentu akan mengincar Canglan dan ketika ia berhasil, pertarungan pasti selesai. Tidak akan ada kesempatan bagi Canglan jika Hong Li mencapai sisinya.
“Hong Li, akan kuperlihatkan kenapa Wayang milikku disebut sebagai Wayang Bencana!” ucap Canglan saat mengendalikan Wayang miliknya.
“Rawa Kegelapan!”
Dari tubuh Wayang milik Canglan, qi dalam jumlah yang sangat besar pun meledak. Kedua Wayang Hong Li tidak mampu menahan ledakan qi tersebut dan langsung terpental sangat jauh.
Bahkan Hong Li yang awalnya ingin menyerang Canglan pun langsung menjaga jarak karena masih ingat dengan bencana Sekte Wayang di masa lalu.
Wayang milik Canglan pun mengangkat pedangnya ke arah langit lalu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi sampai-sampai tidak terlihat oleh kultivator setingkat Hong Li menuju ke arah permukaan tanah.
Jleb!
Ketika pedang Wayang milik Canglan menusuk permukaan tanah, daerah dalam radius puluhan km pun berubah dalam sekejap.
Bahkan untuk Lin Yan yang sedang bergerak ke arah lokasi Cabang Pertama Sekte Wayang pun terhenti di udara dalam sekejap.
“Lin Yan, apa itu?” Tanya Xia Yue'er saat menatap ke arah permukaan tanah. Aura hitam yang menyerupai api pun menutupi seluruh daerah tersebut dalam radius puluhan km.
Bahkan untuk Lin Yan pun tidak menyangka bahwa Wayang Canglan akan mampu mengeluarkan kemampuan seperti itu. Ia saat ini bertanya-tanya, binatang roh apa sebenarnya Wayang milik Canglan tersebut.
**
Ruang Roh Lin Yan
Di segel yang ada di Ruang Roh Lin Yan , saat ini terlihat wanita cantik yang sedang menatap ke arah luar, ia tidak lain adalah Roh Dewi Kematian.
Matanya kini terlihat menyipit saat menatap ke arah rawa yang terus mengeluarkan uap hitam.
“Tidak salah lagi! Aku tidak menyangka bahwa dia juga telah jatuh, salah satu dari binatang roh Mistis, spesies terakhir dari jenisnya, disebut sebagai binatang roh malapetaka yang merupakan bagian dari suku Kitsune, Serigala Iblis Kegelapan!”