
Waktu terus berlalu, Lin Yan belum bangun meski kondisi tubuhnya telah stabil seperti semula.
Huan Caiyi akan terus memeriksa kondisi Lin Yan dari waktu ke waktu. Alasan ia belum membawa Lin Yan pergi dari tempat itu juga karena kejadian itu. Juga, altar kecil yang merupakan sebuah tiang batu setinggi dua meter pun membuat Huan Caiyi memikirkan bahwa ada sesuatu yang akan didapatkan oleh adiknya dari hal tersebut.
Di tempat lain, Liubo, Gozu dan Dongzha terus menunggu kedatangan Lin Yan dan Huan Caiyi tetapi penantian mereka bertiga tidak membuahkan hasil sama sekali.
“Bagaimana ini? Sudah lebih dari dua bulan tetapi kedua anak itu tidak terlihat sama sekali.” Gozu tidak sabar lagi menunggu.
“Ya. Tampaknya mereka telah mati atau berada di dalam jurang sana. Mungkin terluka karena fenomena aneh sebelumnya.” Sambung Dongzha.
Liubo berpikir apa yang harus dilakukan. Mereka tidak mungkin kembali tanpa membawa mayat target. Lagi pula, mereka telah lama memburu Lin Yan dan Huan Caiyi. Sebagai elit dari anggota kelompok Kalajengking Merah, mereka tidak akan mungkin kembali tanpa menyelesaikan misi.
Lagi pula, penyelesaian misi harus membawa target sebagai jaminan keberhasilan misi. Para Petinggi anggota kelompok Kalajengking Merah tidak mau reputasi mereka tercemar hanya karena hal itu sehingga menekan semua anggota mereka untuk menyelesaikan misi secara sempura dan menunjukkan hasil kepada klien.
“Ayo kita lihat ke dalam jurang itu. Kita tidak bisa kembali tanpa hasil karena telah menjalankan misi ini dalam waktu yang lama,” ucap Liubo sambil menatap kedua rekannya.
“Apakah kau yakin? Mungkin mereka tidak ada di sana lagi,” ucap Gozu.
“Tidak. Pasti hanya ada satu jalan. Mereka sebelumnya melewati tempat ini. Ayo kita cari jalan untuk turun ke bawah. Tidak mungkin keduanya akan pergi menyusuri jurang tersebut karena tampak jurang itu tidak memiliki ujung sama sekali.” Balas Liubo.
Gozu dan Dongzha pun berpikir sejenak dan merasa itu masuk akal. Karena ketiganya telah sepakat, mereka pun mencari jalan untuk turun ke bawah.
**
Di sisi lain, Patriak klan Zhu dan para Tetua juga sudah mendekat ke arah jurang. Dalam perjalanan, mereka selalu bertarung dengan binatang roh bermutasi. Tetapi, karena fenomena yang terjadi akibat perbuatan Lin Yan, semua dari binatang roh itu tampak semakin kuat yang membuat perjalan para anggota klan Zhu mengalami hambatan yang sangat besar.
“Patriak, apa kita harus terus masuk ke sana? Semakin jauh kita bergerak, semakin banyak binatang roh yang sangat kuat menghadang!” Salah satu Tetua yang merupakan orang tua Zhu Bo pun bertanya dengan nada ragu dan sedikit tinggi karena banyak Tetua yang telah tewas selama perjalanan.
Tetua lainnya pun berpikiran sama karena harga untuk masuk ke pusat Lembah Naga sangatlah besar. Mereka saat ini tampaknya lebih menghargai nyawa dari pada apa yang dicatat oleh para Patriak klan Zhu di masa lalu.
Wajah Patriak klan Zhu gelap mendengarnya. Ia menatap ke arah tiga Tetua yang tersisa. Ketiganya merupakan Tetua terkuat yang ada di klan Zhu. Hanya sebelas Tetua yang ikut sebelumnya, tetapi delapan dari mereka jatuh selama pertempuran melawan binatang roh.
Untuk para Tetua yang lemah, Patriak klan Zhu sengaja meninggalkan mereka di klan untuk mengurus kepentingan klan untuk beberapa waktu.
Namun kini, Patriak klan Zhu sangat marah melihat tiga anggota klan-nya dan juga orang kepercayaannya berniat untuk mundur. Ia telah terobsesi dengan warisan klan Zhu utama karena merasa jika ia mendapatkannya, klan Zhu akan naik ke tingkat yang berbeda.
“Apakah kalian ingin mundur? Tidak lama lagi kita akan mencapai pusat Lembah Naga!” Patriak klan Zhu berkata dengan nada sedikit dingin.
“Patriak, lupakan soal itu. Hanya di tempat ini saja, sudah delapan Tetua yang jatuh, apa kau berniat mengorbankan semua Tetua yang menjadi pilar klan Zhu?” Tetua lainnya membalas dengan nada dingin kali ini.
“Apa kau tau apa warisan itu? Demi warisan yang tidak diketahui, kau mengorbankan semua anggota penting klan Zhu?” Tetua lainnya juga marah karena Patriak terlihat sangat keras kepala saat ini.
Patriak klan Zhu terdiam dan menatap Tetua terakhir yang belum berbicara. “Apakah menurutmu semua yang aku lakukan percuma? Apakah catatan yang di tinggalkan oleh Patriak beberapa generasi sebelumnya tidak penting?”
“Nyawa anggota klan Zhu lebih penting dari itu!” Balas Tetua terakhir dengan nada dingin juga.
“Tampaknya kalian bertiga tidak ingin bekerja sama, kalian telah melewatkan kesempatan untuk melihat klan Zhu naik ke puncak di dunia ini! Karena kalian telah menghianati kepercayaan ku dan semua Patriak generasi sebelumnya, maka lebih baik untuk kalian mati di sini sekarang juga!” Patriak klan Zhu tidak membuang waktu dan langsung bergerak untuk menghabisi ketiga Tetua tersebut. Ia merasa bahwa pesan Patriak sebelumnya adalah kebenaran tetapi para Tetua tampak tidak ingin melihat klan Zhu meningkat. Itulah sebabnya ia menyatakan ketiganya sebagai penghianat.
Ketiga Tetua terkejut seketika dan mau tidak mau langsung membela diri melawan Patriak klan Zhu. Ini adalah hal yang tidak mereka harapkan sama sekali bahwa Patriak akan mencoba membunuh mereka bertiga karena tidak sependapat. Dan dalam pikiran mereka bertiga, mereka merasa bahwa Patriak klan Zhu telah gila.
Tentu hal seperti itu akan terjadi, qi yang sudah berlipat-lipat ganda di Lembah Naga dari pada semula tentu akan mempengaruhi sifat seseorang yang menyerap qi terus-menerus.
Emosi Patriak klan Zhu saat ini sangat tidak stabil yang membuatnya tidak lagi berpikir rasional dan menghabisi anggota klan-nya sendiri.
**
Untuk ketiga anggota kelompok Kalajengking Merah, karena mereka terus sependapat, tentu kejadian seperti yang dialami oleh kelompok klan Zhu tidak terjadi walaupun ketiganya menyerap qi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari pada Patriak klan Zhu.
Ketiganya terus mencari cara untuk masuk ke dalam jurang tersebut. Tetapi, walaupun jalan masuknya sangat besar, tetap saja itu sangat tersembunyi, jika tidak mengetahui letaknya seperti yang di catat di batu-batu yang di baca oleh Lin Yan, seseorang akan membutuhkan waktu untuk menemukannya.
**
Waktu terus berlalu, dan tanpa sadar, sudah lebih tiga bulan semenjak Lin Yan dan Huan Caiyi meninggalkan sekte Naga Langit.
Huan Caiyi saat ini sudah berusia 16 tahun dan Lin Yan tidak akan lama lagi akan berumur 15 tahun.
Di jurang yang terletak di Lembah Naga, terlihat saat ini Huan Caiyi yang masih terus berkultivasi.
Bom!
Ledakan terjadi sekali lagi dari tubuh Huan Caiyi dan iapun membuka matanya.
“Tingkat Xiantian tahap kedelapan!” Gumam Huan Caiyi. Ia tidak menyangka dalam waktu tiga bulan, ia akan menerobos tiga tahap. Memang benar apa yang dikatakan oleh Lin Yan bahwa Lembah Naga adalah surga berkultivasi untuknya.
Lalu Huan Caiyi melihat ke arah adiknya yang tidak jauh darinya, sampai saat ini pun Lin Yan belum sadarkan diri. “Yan'er..”