
Sungai Abadi
“Berapa lama lagi perkiraan untuk Buah Abadi muncul?” Tanya Lin Yan saat menatap ke arah aliran qi Sungai Abadi.
“Kemungkinan tidak akan sampai dalam satu hari. Dan Buah Abadi selalu jatuh di tempat ini tidak pernah di tempat lain aliran qi Sungai Abadi.” Balas Dai Mubai.
Lin Yan sedikit heran kenapa Buah Abadi selalu muncul di tempat yang sama.
“Lalu, apakah tidak ada bahaya ketika mencoba mengambil Buah Abadi itu?” Tanya Lin Yan sekali lagi karena ia memang tidak memiliki informasi apa-apa tentang Sungai Abadi.
“Tentu saja ada. Ketika seseorang yang tidak cukup kuat dalam hal tekad, mereka akan langsung disedot oleh aura yang ada di sekitar Buah Abadi.” Dai Mubai memperjelas.
Wajah Lin Yan serius seketika mendengarnya.
Sementara untuk Xiao Ziya tentu paham apa maksud Dai Mubai. Tetapi ia hanya tetap diam saja.
“Lalu, siapa orang-orang kuat itu selain dari anggota Sekte Wayang?” Tanya Lin Yan saat melirik ke arah anggota Sekte Mayat terutama.
“Selain dari Sekte Wayang, Kelompok terkuat adalah Sekte Mayat. Mereka adalah Sekte sesat yang menjadi penggali kuburan dan mencuri mayat mayat orang kuat untuk dijadikan sebagai senjata.” Dai Mubai pun menjelaskan tentang Kelompok Sekte Mayat.
Mata Han Zhiya menyipit ketika mendengarnya. “Di alam Fana ini ada Sekte Mayat? Sungguh tidak terduga. Jika seperti itu, tampaknya banyak warisan dari Alam Abadi yang tertinggal di sini ataupun mereka kemungkin adalah cabang yang ditinggalkan oleh Sekte Mayat yang ada di Alam Abadi.” Batinnya.
“Selain dari mereka, ada juga banyak kultivator tingkat Alam Raja tahap Kedelapan di tempat ini. Mereka tentu tidak akan mau menyerah dalam perebutan Buah Abadi walaupun mungkin harus menantang dua Sekte besar.” Dai Mubai melanjutkan.
Lin Yan mengangguk kecil mendengar apa yang Dai Mubai katakan. Tetapi masih ada yang janggal menurutnya saat ini.
“Lalu, kenapa sangat jarang ada kultivator tingkat Alam Kaisar yang datang ke tempat ini. Jika buah itu memang sangat berharga, sudah pasti akan diincar oleh para kultivator kuat,” ucap Lin Yan.
“Kau benar. Tetapi, Buah Abadi ini tidak memiliki efek apa-apa pada tubuh para kultivator tingkat Alam Kaisar.” Dai Mubai menjelaskan.
Lin Yan merasa sedikit aneh mendengar informasi tersebut.
Hanya Xiao Ziya yang tidak merasa heran sama sekali karena setiap dari Buah Abadi memang memiliki efek yang berbeda. Yang artinya, Buah Abadi yang dilemparkan oleh seseorang ke Sungai Abadi di dunia tempatnya berada hanyalah level biasa yang tidak terlalu bagus.
Setelah itu, karena tidak ada yang dibahas lagi, semua kultivator yang ada di sana pun hanya menunggu kemunculan Buah Abadi.
Semakin lama, semakin banyak kultivator yang datang untuk menyaksikan apakah kali ini ada seseorang yang mampu untuk mengambil Buah Abadi.
Tentu Lin Yan dan Dai Mubai akan melihat semua kultivator yang datang ke tempat itu karena semua yang ada di sana adalah musuh.
Setelah hampir sepuluh jam berlalu, aliran Qi di Sungai Abadi tampak memiliki riak tertentu yang tampak sedikit aneh.
“Lin Yan! Buahnya akan segera datang!” ucap Dai Mubai saat menatap hal tersebut. Ia tentu tau mengenai informasi tentang bagaimana kemunculan Buah Abadi terjadi.
Di sisi lain, Xiao Ziya hanya menatap riak aneh di Sungai Abadi. Ia tentu tau bahwa itu adalah riak qi seseorang yang mencoba menghubungkan tempat tertentu ke Sungai Abadi.
“Tunggu, riak qi ini sepertinya pernah kurasakan.” Batin Xiao Ziya saat memikirkan tentang aura tersebut yang berada di Alam Abadi.
Dai Mubai juga melakukan hal yang sama karena memang seperti itulah cara untuk mengambil Buah Abadi. Yaitu, membaut benang qi yang memiliki ujung tajam agar mereka dapat menariknya keluar. Tetapi disitulah letak bahaya sesungguhnya, para kultivator yang mencoba menarik Buah Abadi akan mengalami sesuatu yang dapat membuat mereka mati rasa ataupun putus asa.
Lin Yan di sisi lain juga ingin bersiap-siap tetapi dia dihentikan oleh Xiao Ziya.
“Hentikan Lin Yan! Biarkan mereka lebih dulu mencoba untuk mengambil Buah Abadi.” ucap Xiao Ziya melalui telepati.
Lin Yan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung sejenak.
“Hei wanita menyeramkan! Kenapa kau mengehentikan Lin Yan? Jika dia tidak mencoba mengambilnya, para kultivator lain akan lebih dulu mendapatkannya.” Xia Yue'er yang mendengar telepati dari Xiao Ziya pun merasa tidak puas. Tentu mereka bertiga memiliki koneksi jika salah satu dari mereka menggunakan telepati kepada yang lainnya.
Perkataan Xia Yue'er hanya diabaikan oleh Xiao Ziya. Ia pun langsung berbicara kembali melalui telepati sekali lagi. “Tidak akan semudah itu untuk mengambil Buah Abadi. Aku yakin bahwa ketika para kultivator mencoba menyalurkan qi mereka melalui benang qi ke Buah Abadi, banyak dari mereka yang akan..”
“Tewas!”
Mata Lin Yan melebar mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Ia pun menatap ke arah Dai Mubai yang telah bersiap-siap karena ia tentu akan mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
“Dai Mubai! Hentikan, jangan gunakan benang qi ke Buah Abadi! Aku merasakan bahaya darinya.” Lin Yan langsung mengirim telepati kepada Dai Mubai.
Dai Mubai yang telah bersiap-siap untuk membentuk benang qi pun terhenti dan menatap ke arah Lin Yan dengan wajah serius karena ia tentu akan mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Lin Yan karena sebelumnya, Lin Yan tampak memiliki pemikiran aneh yang membuat semuanya tampak mungkin. Itu terlihat dari ketika Lin Yan dapat memancing banyak Ikan Qi di aliran qi hitam Sungai Abadi.
Tanpa bertanya, Dai Mubai tidak jadi membentuk benang qi dan menatap ke arah pusaran aneh yang merupakan tempat Buah Abadi muncul.
Setelah pusaran qi di Sungai Abadi perlahan-lahan terhenti, terlihat buah yang memiliki ukuran kepala manusia berwarna merah muncul. Buah tersebut memiliki pola-pola spiral disetiap permukaannya yang membuatnya tampak sedikit unik dan misterius.
Mata Xiao Ziya melebar dan spekulasi yang dibuat olehnya ternyata benar.
Bahkan untuk Dai Mubai yang menatap buah itupun memasang ekspresi heran. “Kenapa buahnya berwarna merah? Ini tidak seperti tahun lalu, sebelumnya, Buah Abadi yang muncul itu berwarna Biru.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Dai Mubai, Lin Yan paham kenapa Xiao Ziya memperingatinya karena mungkin bahaya yang ada pada Buah Abadi kali ini jauh lebih besar.
Tetapi para kultivator yang ada di tempat itu tidak peduli sama sekali. Pemikiran mereka saat ini adalah, Buah Abadi yang muncul kali ini sangat spesial dan kemungkin memiliki keunikannya sendiri atau lebih tepatnya buah yang muncul kali ini adalah Buah Abadi yang lebih bagus dari sebelumnya.
Wusssh!
Para kultivator di tempat tersebut pun langsung melempar benang qi mereka ke arah Buah Abadi secara bersamaan. Hanya beberapa dari mereka yang tidak melakukannya karena memiliki pemikiran tertentu juga tentang Buah Abadi yang muncul kali ini.
Ketika benang qi para kultivator menusuk Buah Abadi dan mereka mencoba untuk menariknya, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
“Arrrgggh!”
Teriakan para kultivator terdengar dalam sekejap, para kultivator yang menyambungkan benang qi dengan Buah Abadi pun terlihat kesakitan dan aura berwana merah menyelimuti mereka semua.
Lin Yan pun mengaktifkan Mata Raja miliknya dan menatap ke arah para kultivator dengan mata melebar. Sebab, aura merah yang menyelimuti para kultivator tersebut melahap daya hidup para kultivator dengan kecepatan yang sangat tinggi.