Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 51 - Memulai Gerakan



Setelah selesai meningkatkan kekuatannya, Lin Yan pun memberikan pil Darah kepada Huan Caiyi.


Huan Caiyi merasa sangat senang kali ini. Lin Yan selalu memperlakukannya dengan baik dan ini adalah hal yang tidak pernah ia dapatkan ketika menjadi tahanan Paviliun Long. Tanpa membuang waktu, ia menelan pil dan mulai berkultivasi.


Tetapi seperti yang di prediksi oleh Lin Yan, Huan Caiyi juga merasakan hal yang sama bahwa khasiat akan lebih cepat di cerna ketika tubuh di rangsang saat sedang melakukan pertarungan.


“Yan'er.. tampaknya memang benar bahwa khasiat pil Darah akan lebih cepat tercerna dan memiliki efek lebih bagus saat sedang melakukan pertarungan.” Huan Caiyi yang membuka matanya, berkata dengan sambil menatap Lin Yan yang memperhatikannya sedari tadi.


“Ya. Itu memang benar. Biasanya binatang roh Naga meningkatkan kekuatan mereka melalui pertarungan. Saat mencerna benda tertentu, Naga akan bertarung kembali agar proses pencernaan lebih cepat. Tampaknya kau mengambil karateristik umum untuk spesies Naga.” Lin Yan mengangguk kecil dan menjelaskan sedikit tentang Naga yang ia ketahui dari buku.


“Lalu, apakah kita akan pergi untuk melawan binatang roh Raja Kera Emas?” tanya Huan Caiyi.


“Tidak perlu terburu-buru.” ucap Lin Yan saat menoleh ke arah tempat pertarungan yang sedang terjadi walaupun suara bentrokan tidak terdengar sama sekali. “Kita akan mendekat di jarak yang cukup jauh. Jika para kultivator Xiantian melihat keberadaan kita, sudah pasti mereka tidak akan mau bergerak untuk bertarung karena kehadiran mu.” lanjut Lin Yan.


“Jika begitu, ayo kita pergi. Aku akan mencoba menekan kultivasiku sedalam mungkin agar tidak terlacak oleh murid lainnya.” ucap Huan Caiyi.


Lin Yan mengangguk kecil dan mereka berdua pun langsung bergerak ke tempat pertarungan yang sedang terjadi.


Beberapa waktu kemudian, mereka berdua tiba di jarak lebih dari 100 meter dari lokasi pertarungan. Sudah lebih dari setengah hari semenjak Lin Yan dan Huan Caiyi pergi meningkatkan kekuatan. Saat ini keduanya sedang berdiri di puncak pohon sambil menatap kejauhan.


“Tampaknya semakin banyak murid yang tewas.” Huan Caiyi berkata sambil menatap pemandangan pertarungan di tempat yang jauh. Pohon-pohon di area bentrokan terjadi telah rata dan meski mereka menatap dari kejauhan, pertarungan masih jelas terlihat.


“Ya. Para murid biasa memang tidak menyadari sama sekali tujuan sebenarnya dari misi ini. Akhirnya mereka hanya menjadi umpan meriam untuk para murid kuat yang meraih keuntungan dengan sedikit usaha.” ujar Lin Yan.


Tatapan Lin Yan terus tertuju pada pertarungan. Namun ia melihat sosok yang ia kenal menggunakan Mata Raja miliknya. Bukannya ia mengetahui identitas individu tersebut, tetapi karena mereka berasal dari angkatan yang sama.


“Anak itu!” pupil mata Lin Yan menyusut sedikit. Ia tentu tidak akan lupa dengan pria maskulin yang memiliki bakat setara dengan Gu Yuena.


Juga, Lin Yan tidak menyangka bahwa anak muda maskulin tersebut ternyata mengambil misi kelas B. Dan yang lebih kuat biasa lagi, tingkat kultivasinya telah mencapai Houtian tahap kesembilan.


“Bagaimana bisa dia mencapai tingkat itu dalam waktu dua bulan berada di sekte? Apa karena bakatnya yang tinggi? Jika tidak salah, dia juga memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan Gu Yuena waktu itu.” batin Lin Yan. Ia sedikit tertarik saat ini karena ia tau hampir tidak ada murid yang seangkatan dengannya yang bisa melawannya. Tetapi Lin Yan merasa bahwa ia masih terlalu meremehkan bakat tinggi seperti itu.


“Jika dia telah mencapai tingkat Houtian tahap kesembilan? Bagaimana dengan Gu Yuena? Apakah dia memiliki tingkat kultivasi yang sama?” batin Lin Yan. Ia menyampingkan pemikirannya saat ini dan menoleh ke arah Huan Caiyi.


“Kakak, tunggulah di sini, bersembunyi sebaik mungkin dan ambil kesempatan untuk membunuh Raja Kera Emas yang terkuat. Sepertinya para kultivator Xiantian sudah berniat untuk bergerak.” ucap Lin Yan.


“Apakah kau yakin Yan'er? Aku memang tidak ragu dengan kekuatanmu yang sudah pasti bisa mengalahkan salah satu Raja Kera Emas tingkat Xiantian tahap kedua itu. Tetapi.. ketika kau berhasil, apakah semua kultivator itu akan membiarkanmu mengambil jarahan?” Huan Caiyi berkata dengan nada serius karena tentu saja ia tidak ingin Lin Yan terluka.


“Tenang kakak, lagi pula, kau pasti akan datang bukan, jika mereka semua mencoba untuk membunuhku.” Lin Yan tersenyum kecil di wajahnya.


Huan Caiyi sedikit cemberut. Selama sebulan lebih bersama di dalam hutan, mereka berdua telah sangat akrab. Keduanya memang sudah tampak seperti adik dan kakak kandung.


“Tentu saja kakakmu di sini akan membantu! Aku akan memotong leher mereka semua jika berani menyentuh Yan'er ku!” Huan Caiyi berkata dengan bangga sambil melipat kedua tangannya dengan penampilan sedikit arogan.


Lin Yan terkekeh mendengarnya. Ia tentu merasa sangat senang dengan perkembangan hubungannya dengan Huan Caiyi. Sedari dulu ia memang ingin memiliki saudara atau saudari dan kali ini ia telah mendapatkannya walaupun sifat Huan Caiyi yang terlalu protektif sedikit mengganggu.


“Baiklah, aku akan pergi. Bersiap-siaplah untuk menyerang.” Lin Yan langsung pergi dari hadapan Huan Caiyi dan mendekat ke arah tempat pertarungan terjadi.


Lin Yan kali ini berhenti di jarak sekitar 30 meter dan menatap ke arah pertarungan yang sedang berlangsung. Mayat-mayat murid telah mencapai angka ratusan. Mungkin hanya sekitar 300 murid lebih yang tersisa tetapi mereka semua adalah elit sebenarnya.


Ketika Lin Yan mencoba melihat semua murid tingkat Xiantian yang masih menunggu, ia pun melihat dua sosok yang dikenal olehnya.


“Bukankah itu Meng Yang dan Meng Song? Aku tidak menyangka bahwa mereka berdua akan mencapai tingkat Xiantian juga. Tidak buruk sama sekali, tetapi, jika kedua anak sombong itu mencoba menggangguku, aku akan membunuhnya!” batin Lin Yan lalu mengalihkan pandangannya ke arah kultivator lainnya.


Meng Yang merasakan seseorang sedang mengawasinya sebelumnya. Ia melihat ke sekeliling tetapi bingung dengan perasaan diawasi beberapa saat yang lalu. “Apa hanya perasaanku saja?” batin Meng Yang.


“Saudaraku.. lihat, tampaknya anggota klan Yi dan Ye telah bergerak. Empat dari mereka adalah kultivator tingkat Xiantian!” Meng Song berkata dengan wajah serius saat melihat empat kultivator Xiantian telah bergerak.


“Tampaknya pesta sebenarnya akan di mulai. Bersiaplah saudaraku, ketika ketiga Raja Kera Emas itu tewas, pertarungan sebenarnya akan segara terjadi!” balas Meng Yang serius setelah mengabaikan perasaan diawasi sebelumnya.


Lin Yan yang menatap pergerakan keempat kultivator Xiantian pun, tidak membuang waktu dan langsung bergerak. Ia juga paham bahwa pesta sebenarnya akan di mulai saat para murid tingkat Xiantian telah bergerak.