
Klan Gu
Kubah es menutupi Gu Lang dan melindunginya dari serangan yang berasal dari Formasi ciptaan Xia Yue'er.
Tring! Tring! Tring!
Kubah tersebut sama sekali tidak bisa di tembus oleh Formasi milik Xia Yue'er karena tentu pengguna teknik pertahanan tersebut yang merupakan Tetua Gu Rong adalah kultivator kuat. Untuk Xia Yue'er, ia belum memiliki cukup kekuatan untuk melawannya. Jangankan untuk Tetua Gu Rong, untuk melawan Gu Lang saja mungkin ia belum mampu.
Para anggota klan Gu melihat pertahanan yang melindungi Gu Lang. Mereka semua tidak menyangka bahwa Gu Lang akan mampu menggunakan teknik pertahanan sekuat itu.
“Apa maksudnya ini, Tetua Gu Rong?” Tanya Patriak lewat telepati kepada Tetua Gu Rong.
“Apa maksud Anda Patriak? Apakah Anda ingin anggota klan Anda tewas?” Tetua Gu Rong mengirim telepati kembali.
“Jika begitu, Gu Lang dinyatakan kalah!” Patriak klan Gu membalas kembali melalui telepati.
“Tidak! Biarkan dia mencoba lagi! Aku tidak akan ikut campur! Jika aku ikut campur sekali lagi, aku akan mundur dari jabatan Tetua.” Tetua Gu Rong mengirim telepati kembali dan mempertaruhkan posisinya di klan Gu. Ini juga karena dikarenakan ia yakin putranya memang.
Sedari awal yang ia perhatikan, Gu Lang ditekan karena terlalu meremehkan lawan. Itu terlihat dari serangan Xia Yue'er dan Lin Yan yang hanya memberi sedikit luka pada Gu Lang. Hal Itulah yang membuat Tetua Gu Rong percaya diri atas kemenangan putranya.
Patriak klan Gu berpikir sejenak dengan permintaan Tetua Gu Rong, ia pun menatap kembali ke arah pertarungan dan ia sudah yakin bahwa Lin Yan akan menang. Ia tidak ingin kehilangan salah satu Tetua yang kuat karena ia sadar, bahwa setelah pertarungan ini, kemungkinan Tetua Gu Rong akan keluar dari klan Gu.
“Bagaimana menurutmu saudaraku?” Tanya Patriak klan Gu melalui telepati ke Tetua Agung klan Gu dan Gu Shen.
Keduanya tentu saja mendengar pembicaraan yang dilakukan oleh Patriak klan Gu dengan Tetua Gu Lang karena Patriak klan Gu menghubungkannya langsung sedari awal.
“Berikan izin, jika Tetua Gu Rong mencari masalah nantinya, kita hanya perlu menyingkirkannya. Kita tidak butuh anggota klan yang suka membuat masalah di dalam klan sendiri. Sedari awal kita sudah sering memberi keringanan kepada keluarga Tetua Gu Rong termasuk untuk Gu Lang. Kali ini, posisi kita sedang tidak stabil di Kerajaan Bulan, kita harus bersikap tegas terhadap anggota klan kita!” Balas Tetua Agung klan Gu melalui telepati.
Patriak klan Gu mengangguk kecil dan langsung memberitahu Tetua Gu Rong bahwa permintaannya diterima.
Tetua Gu Rong tersenyum kecil sambil menatap ke arah pertarungan. Ia tentu memiliki rencananya sendiri. Setelah kemenangan putranya, namanya pasti akan naik di klan Gu. Itu adalah tahap awal rencana yang ia susun ketika kepulangan Gu Yin.
Ketika Formasi yang dibuat Xia Yue'er menghilang, kubah es yang melindungi Gu Lang pun runtuh. Ia melirik ke arah ayahnya sekilas dan para Petinggi klan Gu. Karena tidak ada yang berbicara, ia pun menyeringai karena tampaknya ayahnya telah memberikan kesempatan untuknya sekali lagi.
Gu Lang paham bahwa ia sangat ceroboh beberapa saat yang lalu. Kali ini, ia tidak akan memberikan celah sedikitpun kepada Lin Yan yang hanya menatapnya dari jauh.
“Lumayan! Kombinasi kalian berdua memang hebat! Namun, kali ini aku akan serius!” ucap Gu Lang mencoba untuk membuktikan bahwa dirinya lah yang menggunakan teknik tersebut sebelumnya.
“Oh? Benarkah? Kau sungguh pandai berbicara.” Balas Lin Yan dengan senyum kecil. Ia juga melirik ke arah Tetua Gu Rong sekilas dengan tatapan sangat merendahkan.
Tetua Gu Rong yang berada di kejauhan, tertegun karena Lin Yan menatapnya seperti itu. “Dia mengetahuinya?” Batinnya terkejut. Ia sekali lagi meremehkan Lin Yan dan senyum kecil Lin Yan membuatnya merasa bahwa hal buruk akan segera terjadi. Tetapi ia tetap menenangkan dirinya karena merasa tidak mungkin Lin Yan menang walaupun dibantu oleh Roh.
Gu Lang tercengang dengan kata-kata Lin Yan. Ia pun tau bahwa Lin Yan menyadari bukan dirinya sebelumnya yang menggunakan teknik tersebut.
“Yue'er, akan kuperlihatkan bagaimana cara bertarung yang benar! Jangan alihkan perhatianmu!” Lin Yan mengirim telepati dengan nada yang sangat serius yang membuat Xia Yue'er langsung mengangguk. Ia sedikit mengerti bagaimana sifat Lin Yan yang sebenarnya sehingga ia langsung setuju.
Brak!
Lin Yan mengayunkan lengannya ke samping dan Tombak Pembunuh Naga muncul sekaligus langsung diselimuti oleh Petir Hitam.
“Kau dianggap jenius di klan Gu, bukan? Akan kuperlihatkan apa maksud dari jenius yang sebenarnya.”
“Jiwa Pelahap Raja Naga!”
Di atas Lin Yan, Naga Hitam tercipta yang membuat Gu Lang langsung waspada.
“Armor Naga Hitam!”
Naga Hitam tersebut pun langsung pudar kembali dan menyelimuti Lin Yan. Armor berwarna hitam menyelimuti Lin Yan dari ujung kaki ke sampai ke lehernya. Ia sengaja melakukan itu agar perubahan bentuknya tidak di deteksi oleh siapapun sehingga semua yang menonton mengira bahwa itu ada tekniknya.
“Teknik apa itu?”
“Apakah qi bisa digunakan seperti itu?”
“Auranya meningkat tajam!”
Diskusi para anggota klan Gu pun pecah ketika melihat penampilan Lin Yan yang dibungkus oleh Armor yang tampak sangat kuat.
Melihat tombak yang mengarah kepada wajahnya, Gu Lang buru-buru mengangkat pedangnya.
Tring!
Brrrttt!
Percikan petir menyebar ke segala arah. Ketika ia menatap ke arah Lin Yan, jantungnya berdebar kencang karena sekilas melihat mata Lin Yan yang tampak berubah. Ia merasakan intimidasi besar seperti seekor binatang purba yang bisa melahapnya kapan saja.
“Sangat cepat!” Batin seluruh penonton termasuk para Tetua. Mereka semua terkejut dengan pergerakan Lin Yan saat menggunakan qi untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.
“Ledakan Qi Petir Hitam!”
Zrrrt!
Dari ujung tombak Lin Yan, qi memadat perlahan lalu langsung bersinar terang dan siapapun tau bahwa itu akan meledak.
“Tung-..”
Blar!
Sebelum Gu Lang berbicara, qi Petir Hitam langsung meledak lalu membawanya ke tempat yang sangat jauh.
Tidak sampai di situ, Lin Yan pun menusuk tombaknya ke dalam tanah lalu menyalurkan qi Petir Hitam kembali.
“Teknik Pembunuh Naga..”
“Hujan Kematian!”
Zhung!
Dari dalam tanah, tombak-tombak pun meluncur ke arah langit dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lin Yan sama sekali tidak menahan kekuatannya saat ini.
Di salah satu tombak, terlihat Gu Lang yang terbawa ke arah atas dengan kondisi sedikit memprihatinkan.
Blug!
Gu Lang jatuh ke bawah lebih dulu karena Lin Yan menghilangkan tombak yang membawa Gu Lang.
“Sialan!” Gu Lang berteriak marah karena ia bahkan tidak mampu melancarkan tekniknya.
Lin Yan tersenyum lebar melihat Gu Lang. Ia pun langsung mengayunkan lengannya yang ia angkat mengendalikan semua tombak di langit menuju ke arah Gu Lang. Ia tentu tidak akan memberikan kesempatan kepada Gu Lang untuk melancarkan serangan.
Ketika Gu Lang ingin membuat gerakan dari kejauhan, ia membeku di tempat ketika melihat tombak dalam jumlah yang besar menuju ke arahnya.
“Kubah Es!”
Teriak Gu Lang dan sekitarnya pun muncul kubah es untuk melindunginya.
Bom! Bom! Bom! Bom!
Ledakan beruntun terjadi yang membuat tempat tersebut ditutupi oleh uap hitam dari teknik milik Lin Yan.
Tetua Gu Rong yang menatap itu mengepalkan tangannya. Ia melirik ke arah Patriak klan Gu yang meliriknya sepanjang waktu. Ia tau bahwa jika ia bergerak, konsekuensi yang ia terima akan lebih berat.
Tetapi ia terkejut ketika melihat Lin Yan yang tiba-tiba bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Gu Lang yang bertahan.
Ketika teknik sebelumnya belum usai sepenuhnya, Lin Yan sudah tiba di depan Gu Lang yang tidak lagi dilindungi oleh kubah es karena dihancurkan oleh tekniknya.
Gu Lang yang menatap Lin Yan tiba dihadapannya pun terkejut seketika.
“Inilah yang namanya menggunakan kekuatan dengan kecerdasan, bukan jenius!” ucap Lin Yan saat mengayunkan telapak tangannya yang berbentuk cakar ke arah perut Gu Lang.
Bam!