Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 436 - Dimensi Naga



Dimensi Naga


Dimensi yang dimasuki oleh para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi di bawah tingkat Alam Sage adalah sebuah dimensi hidup yang telah lama ada tetapi belum pernah ditemukan oleh siapapun.


Tempat tersebut sangatlah luas yang memiliki luas satu benua walaupun tidak mencapai luas Benua Saint.


Di banyak tempat, portal berwana abu-abu pun terlihat karena semua kultivator yang masuk ke dalam di lempar secara acak.


Kondisi dalam dimensi juga sangat bagus, tetapi ada pembatas yang menghalangi makhluk makhluk yang ada di dalam sana untuk menerobos tingkat Alam Sage. Ini adalah segel yang ditanam oleh seseorang yang dijuluki sebagai Kaisar Manusia.


Bukit Naga Kembar


Suasana di tempat tersebut tampak sedikit damai, di sebuah bukit tinggi yang hampir mencapai tinggi sebuah gunung, portal abu-abu pun muncul dan dari dalam portal tersebut, dua sosok dilempar keluar.


Wusssh!


Blug!


Dua sosok tersebut pun mendarat dengan mulus di permukaan tanah tepat di kaki Bukit Naga Kembar.


Kedua sosok tersebut tidak lain adalah Lin Yan dan Gu Yin yang masuk ke dalam Dimensi Naga.


“Di mana ini?” Gu Yin pun memperhatikan sekelilingnya dan menatap ke arah depan dengan tatapan heran karena ada sebuah bukit yang memiliki bentuk seperti seekor naga yang tertidur.


Di sisi lain, Lin Yan yang menatap itu tetap memasang wajah muram karena sesuatu, dan itu karena Xia Yue'er dan Xiao Ziya dilempar ke suatu tempat.


“Apa yang terjadi? Kenapa bahkan Xiao Ziya juga ikut dipaksa keluar dari Ruang Jiwa? Apakah tempat ini tidak mengijinkan Roh untuk masuk?” Batin Lin Yan dan memikirkan kemungkinan lainnya.


Namun, ketika Lin Yan menatap ke arah bukit yang menyerupai bentuk naga, ia sedikit membeku.


Ketika Lin Yan dan Gu Yin tampak berpikir, beberapa aura pun mendekat ke arah mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Wussh! Wusssh! Wusssh!


Enam sosok pun tampak terbang ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


Lin Yan dan Gu Yin yang menatap itupun terkejut karena tidak menyangka bahwa akan ada makhluk seperti itu yang masih hidup.


Di langit, enam naga yang memiliki ukuran setinggi enam sampai tujuh meter pun mendekat ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


“Lin Yan! Apakah makhluk seperti itu masih ada?” Tanya Gu Yin sedikit gemetaran.


Wajah Lin Yan juga tampak dingin ketika menatap penampilan enam naga yang mendekat ke arah mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi dari Bukit Naga Kembar.


“Naga Angin!” Gumam Lin Yan tanpa sadar saat melihat bentuk naga yang memiliki sayap sangat lebar dengan ujung runcing.


Enam naga yang berwarna hijau kebiruan itu perlahan turun. Sayap-sayap mereka pun langsung membelah pepohonan yang membuat Lin Yan semakin menyipitkan matanya karena melihat sayap keenam naga tersebut sangatlah tajam.


Bom! Bom! Bom!


Keenam naga itupun mendarat di jarak dua puluh meter dari tempat Lin Yan dan Gu Yin berada.


“Grrrrr....”


Keenam naga itu tampak mengeram ke arah Lin Yan dan Gu Yin.


Lin Yan dan Gu Yin pun langsung waspada karena tau bahwa jika keenam naga itu mencoba memangsa mereka, mereka berdua akan kesulitan.


Tidak lama kemudian, sesuatu yang membuat Lin Yan dan Gu Yin terkejut luar biasa adalah, keenam naga itu perlahan menyusut lalu mengambil bentuk manusia.


Mata Lin Yan melebar karena ingat tentang hal tertentu dari buku catatan yang ia baca di Lembah Naga.


“Apa yang membawamu ke tempat ini manusia!” Salah satu dari naga itupun berbicara dengan bahasa yang sama persis dengan bahasa yang digunakan di Benua Saint.


Mata Lin Yan dan Gu Yin pun menyipit seketika karena tau bahwa para naga sepertinya tidak asing terhadap manusia. Keduanya tidak menjawab karena tentu akan sulit bagi para naga itu percaya dengan kata-kata orang asing.


Namun, Lin Yan yang lupa tentang tempramen seekor naga pun membuat keenam naga itu sedikit jengkel.


“Aku mencium bau darah naga yang tidak lengkap darimu! Kau pastilah Demi-Human! Oleh karena itu, kau harus ikut dengan kami! Para manusia tidak layak memegang darah naga!” ucap salah satu dari naga saat dia memasuki mode setengah naga.


Wusssh!


Salah satu dari naga itupun tidak menunggu Lin Yan dan Gu Yin berbicara dan langsung menerjang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Mata Lin Yan semakin dingin ketika melihat naga tersebut menerjang ke arahnya. Ia pun langsung masuk ke dalam mode setengah naga lalu mengayunkan lengannya yang membentuk cakar.


“Cakar Naga!”


Crang!


Bussssh!


Ketika kedua cakar bertemu, ledakan qi pun memyebar ke segala arah.


Naga tersebut terkejut melihat bahwa Lin Yan mampu memasuki bentuk setengah naga seperti para anggota Balapan Naga. Hal ini membuatnya semakin marah, tidak hanya itu, ia dapat merasakan bahwa kekuatan tubuh Lin Yan hampir dua kali lebih kuat darinya karena saat ini ia di dorong mundur, cakarnya juga meneteskan darah karena tidak mampu bersaing dengan Lin Yan.


“Paku Es Hitam!”


Gu Yin yang tidak senang suaminya diserang, langsung menyentuh permukaan tanah lalu mengalirkan qi-nya dalam jumlah yang sangat besar karena ia sangat mengerti bahwa naga tersebut memiliki kekuatan tingkat Alam Kaisar tahap Ketiga, sama seperti Lin Yan dan dirinya.


Jleb!


Mata naga tersebut pun melebar saat dirinya ditusuk dan di bawa ke langit oleh sebuah es hitam membentuk pilar dengan ujung runcing setinggi sepuluh meter. Namun serangan itu tidak membunuhnya walaupun tubuhnya di tusuk lumayan dalam.


“Sialan!”


Kelima naga lainnya pun langsung menerjang karena tampaknya Lin Yan dan Gu Yin mencoba melawan. Dan tentu sebagai penguasa tempat tersebut, mereka akan menghabisi siapa saja yang masuk karena bukan cuma kali ini para manusia masuk ke Dimensi Naga.


“Kalian semua mencari kematian!” ucap Lin Yan dingin.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Bussssh!


Aura hitam keluar dari tubuh Lin Yan dan membentuk sosok naga hitam. Naga hitam itupun langsung menyerbu ke arah lima naga yang mencoba mendekat.


Kelimanya tentu saja terkejut bahwa Lin Yan memiliki teknik seperti itu. Kelimanya dapat merasakan penindasan yang sangat kuat dari qi Lin Yan yang membentuk naga. Dari hal inipun, kelimanya sadar bahwa garis darah naga di dalam tubuh Lin Yan sangatlah kuat.


Naga hitam yang menyerbu kelima naga pun mengayunkan tombaknya sekuat tenaga.


“Petir Surgawi!”


Blar!


Ketika naga hitam mengayunkan tombaknya, itu langsung meledak ketika membentur permukaan tanah yang membuat kelima naga terhempas ke tempat yang lumayan jauh. Kelimanya saat ini mengalami sedikit luka karena tentu saja mereka akan mudah terluka oleh serangan dari seseorang yang memiliki garis darah naga yang lebih tinggi.


Naga yang ditusuk oleh Gu Yin pun langsung mematahkan es hitam lalu menghilang dalam sekejap di jarak hampir sepuluh meter dari Lin Yan. Matanya yang memiliki bentuk mata naga pun menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan semakin dingin.


“Aku tidak menyangka bahwa kau akan memiliki garis darah naga yang sangat tinggi di nadimu. Aku sangat paham bahwa ini adalah ulah manusia, kalian para manusia mengambil esensi darah kami di masa lalu kemudian menyuntikkannya ke tubuh kalian dan akhirnya para Demi-Human telah lahir! Oleh karena itu, sebagai pejuang Balapan Naga, kami memiliki hak untuk melucuti garis darah naga dari dalam tubuhmu!” ucap naga tersebut saat tubuhnya perlahan membesar karena saat ini ia sangat bertekad untuk membunuh Lin Yan.


Garis darah memang sesuatu yang sangat dihormati oleh para pejuang Balapan Naga. Tetapi mereka tidak akan pernah tunduk terhadap Demi-Human, itulah yang membuat mereka langsung menyerang Lin Yan dan Gu Yin.