
Sekte Wayang
“Kekuatan ini.. Celaka! Aku harus menghentikan mereka!” Teriak Master Sekte Wayang dan menyesal tidak datang secara pribadi untuk menghabisi para penyusup.
Padahal sebelumnya ada berita tentang pemanggilan banyak Tetua karena musuh kuat tiba. Tetapi ia tidak terlalu menghiraukannya karena empat Tetua terkuat telah bergerak secara pribadi untuk menghabisi penyerang.
Di gerbang Sekte Wayang, terlihat Xiao Ziya yang tampak tersenyum saat menyatukan kedua telapak tangannya.
“Formasi Kematian, Domain Kematian!”
Dung!
Lingkaran Formasi yang bahkan hampir menutupi seluruh Sekte Wayang pun muncul. Daerah itu tampak berubah dalam sekejap, walaupun bangunan-bangunan di tempat itu masih ada di sana, semua tanah yang ada di Sekte Wayang tampak berubah menjadi genangan darah yang berisi tulang-benulang.
Tekanan yang sangat mengerikan pun mencoba untuk menekan semua kultivator yang merupakan anggota Sekte Wayang.
Dai Mubai yang perlahan melayang di langit terkejut dengan Formasi yang diciptakan oleh Xiao Ziya. Ia sama sekali tidak pernah mendengar bahwa ada Roh yang mampu menciptakan Formasi seperti itu.
Bahkan untuk Xie Shuyan juga terkejut luar biasa. Dari apa yang ia dengar, hanya Roh dengan kelas tertinggi lah yang dapat melakukan hal seperti itu. Contohnya adalah Raja Roh Peri dan semua Patriak Klan Roh di Dunia Roh Peri. Ia juga yakin bahwa Xia Yue'er juga mampu melakukan sesuatu seperti itu suatu hari nanti. Tetapi ia tidak mengharapakan bahwa Roh yang ia perhatikan sejak awal memiliki kekuatan seperti itu dalam bidang Formasi.
Tetua Pertama, Tetua Kedua, Tetua An dan Tetua En memasang wajah muram karena tekanan yang mereka terima sangat besar walaupun mereka masih mampu untuk bergerak. Tetapi itu tidak untuk semua murid-murid dan Tetua lainnya yang lebih lemah di Sekte Wayang.
“Ternyata ada Roh yang menggunakan Formasi penyembunyian dan kita tidak dapat melacaknya sebelumnya. Dia ada di sana, habisi Roh itu terlebih dahulu!” Teriak Tetua Pertama Sekte Wayang saat bergerak ke arah Xiao Ziya diikuti oleh Tetua Kedua, Tetua An dan Tetua En.
Tetapi ketika mereka sedang bergerak, kekuatan dahsyat muncul jauh di langit.
Tap!
Xia Yue'er dengan senyum yang menampilkan gigi-giginya yang putih pun langsung membuat Formasi.
“Formasi Cahaya, Telapak Tangan Cahaya Buddha!”
Wossh!
Buddha Raksasa yang jauh lebih besar dari terakhir kali yang dibuat oleh Xia Yue'er pun muncul dan mengayunkan telapak tangannya ke arah bawah.
Di sisi lain, Lin Yan pun mengarahkan lengan kanannya ke tempat Formasi yang diciptakan oleh Xia Yue'er karena ia sudah memikirkan hal ini sedari awal.
Zrrrrt! Zrrrrt! Zrrrrt!
Buddha Cahaya Raksasa yang sedang mengayunkan telapak tangannya tampak berubah menjadi ganas karena diselimuti oleh Petir Hitam yang sangat liar.
Melihat Buddha Cahaya Raksasa yang kini berubah menjadi Buddha Raksasa menakutkan pun membuat para murid Sekte Wayang berkeringat. Rasa putus asa pun mereka rasakan karena serangan dahsyat seperti itu pasti akan menghancurkan Sekte Wayang hanya dengan satu ayunan telapak tangan.
“Kita terlambat!” ucap Tetua Pertama dan tau bahwa dia hanya perlu melindungi dirinya sendiri agar tidak terluka oleh serangan dahsyat tersebut.
Hal itu juga dipikirkan oleh Tetua Kedua, Tetua An dan Tetua En.
Keempatnya langsung mengendalikan Wayang lalu membuat perisai Penghalang untuk melindungi diri mereka sendiri. Karena adanya tekanan dari Xiao Ziya, mereka tau bahwa sulit untuk menyerang atau mencoba menghancurkan serangan gabungan dari Lin Yan dan Xia Yue'er.
“Ini dia.. serangan telapak tangan cahaya Buddha yang hanya bisa digunakan oleh keluarga Kerajaan!” Xie Shuyan di sisi lain bersemangat ketika melihat Xia Yue'er mengeluarkan teknik Formasi seperti itu.
Dai Mubai di sisi lain pun hanya menatap serangan tersebut dan ingin tau seperti apa efek yang dihasilkan walaupun ia membuat spekulasi bahwa Sekte Wayang akan rata dengan tanah ketika telapak tangan raksasa tersebut membentur permukaan tanah.
Di kejauhan, Master Sekte Wayang muncul dalam sekejap dan menatap telapak tangan Buddha Raksasa yang telah hampir tiba di permukaan tanah. Wajahnya muram karena tau bahwa ia tidak mungkin lagi untuk menghentikan serangan tersebut.
Duar!
Ledakan dahsyat disertai oleh gelombang kejut bercampur petir yang menyambar pun menyebar ke segala arah.
Wusssh!
Gelombang kejut tersebut langsung menyapu semua bangunan yang ada di Sekte Wayang tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Xiao Ziya hanya diam di atas gerbang. Ketika gerbang tersebut tersapu juga, pelindung tak kasat mata terlihat yang membuat gelombang kejut tersebut tidak mencapai tubuhnya.
Untuk Xie Shuyan, ia juga melakukan hal yang sama. Itu adalah perisai energi spiritual atau lebih sering disebut sebagai Perisai Roh. Untuk Roh kelas tinggi, mereka akan memiliki teknik seperti itu yang akan aktif secara otomatis jika itu bukan serangan kuat yang mereka terima.
Debu yang sangat tebal pun menyelimuti seluruh Sekte Wayang dan menghalangi pemandangan.
“Lin Yan, tampaknya serangan gabungan itu sangat kuat. Apakah kita harus memberinya nama Teknik Amarah Sang Buddha?” Tanya Xia Yue'er dan langsung memberi nama pada teknik gabungan mereka.
Lin Yan hanya melirik ke arah Xia Yue'er sekilas karena bahkan Roh Peri mungil itu masih sempat mengagumi serangan mereka sendiri dan bahkan memberi nama untuk teknik tersebut.
Ketika debu perlahan menghilang, Lin Yan menyipitkan matanya karena merasakan bahaya besar yang datang tiba-tiba dari samping.
Dengan insting Lin Yan yang sangat kuat, ia pun mengangkat Tombak Pembunuh Naga ke arah samping sedikit ke arah atas seperti sedang mencoba menahan sesuatu.
Trang!
Drrrrtttt!
Tekanan yang sangat besar Lin Yan dapat rasakan saat ia mencoba menahan tebasan mendadak dari seseorang. Tidak itu bukan seseorang karena Lin Yan tidak dapat merasakan auranya sama sekali. Itu adalah sebuah Wayang yang sangat kuat.
Xia Yue'er yang menatap itupun langsung bereaski dan langsung mengayunkan lengannya yang mungil ke arah Wayang yang muncul entah dari mana mencoba membelah Lin Yan kesayangannya.
“Formasi Cahaya, Ledakan Cahaya!”
Duar!
Dari lengan mungil Xia Yue'er yang memunculkan lingkaran Formasi, ledakan qi Cahaya pun meledak dan langsung menelan Wayang tersebut membawanya ke tempat yang lumayan jauh.
Xia Yue'er pun langsung terbang ke sisi Lin Yan dan memasang wajah jengkel saat ini. “Siapa yang mencoba menyerang secara diam-diam? Keluarkan! Aku akan menghabisimu!”
Zhep!
Satu sosok muncul di dekat Wayang yang kini melayang di langit. Sosok pria paruh baya yang muncul menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan membunuh yang sangat besar. Sosok tersebut tidak lain adalah Master Sekte Wayang yang sedang diselimuti oleh amarah karena Sekte Wayang kini telah berubah menjadi puing-puing reruntuhan.
“Oh? Akhirnya kau muncul juga! Tampaknya kau ingin mati di tangan Putri ini.” ucap Xia Yue'er dengan marah saat kedua lengannya yang mungil dikelilingi oleh Lingkaran Formasi.
Master Sekte Wayang mengabaikan kata-kata Xia Yue'er dan menatap ke arah bawah dengan wajah muram karena Sekte Wayang tidak ada lagi dan ia sadar bahwa hampir semua murid pun kini telah tewas hanya dengan satu serangan yang dilancarkan dari udara.
Tetua Pertama, Tetua Kedua, Tetua An dan Tetua En tentu selamat karena berlindung dari serangan tersebut.
Zhep!
Dai Mubai, Xie Shuyan dan Xiao Ziya pun muncul di sebelah Lin Yan dan menatap ke arah Master Sekte Wayang.
Di samping Master Sekte Wayang, keempat Tetua terkuat itupun muncul dengan wajah yang sangat gelap.
“Master...” Tetua Pertama Sekte Wayang ingin berbicara tetapi Master Sekte Wayang mengangkat lengannya untuk menyuruh Tetua Pertama berhenti berbicara.
“Siapa kalian? Kenapa kalian menyerang Sekte kami?” Tanya Master Sekte Wayang sangat marah dan niat membunuhnya merembes keluar.
“Kau tidak perlu tau siapa kami! Yang pasti, kami menyerang karena anggota Sekte Wayang lah yang memulai.” Balas Lin Yan acuh tak acuh.
“Lin Yan, biarkan aku membereskan Master Sekte Wayang.” ucap Dai Mubai saat perlahan melayang ke arah depan.
Lin Yan melirik ke arah Dai Mubai lalu mengangguk karena ia tentu akan memberikan kesempatan kepada Dai Mubai untuk membalas dendam.
“Jangan sombong bocah!” Tetua Pertama ingin menerjang ke arah Dai Mubai tetapi langsung dihadang oleh Lin Yan.
Sementara itu, Xiao Ziya muncul di depan Tetua Kedua. Xia Yue'er juga langsung mengambil musuh untuk dirinya sendiri yaitu Tetua En dan Xie Shuyan menghadang Tetua An.
Tetapi, Lin Yan dan kelompoknya tidak tau bahwa di tempat yang lumayan jauh terlihat satu sosok pria tua yang melayang di udara. Ia tidak lain adalah sosok terkuat di Sekte Wayang, Tetua Agung Sekte Wayang.