Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 69 - Kemampuan Tulisan Prasasti



Setelah memperkenalkan beberapa tempat tinggal kepada Lin Yan, ada satu tempat menurut Lin Yan yang cocok walaupun kepadatan qi di tempat itu bisa dikatakan hanya sedikit lebih unggul daripada tempat tinggal lainnya yang bisa dikategorikan sebagai tempat tinggal kelas menengah dijajaran para murid.


“Berapa harga menyewa tempat tinggal ini?” Tanya Lin Yan saat melihat gambar lukisan sebuah bangunan yang memiliki halaman dan itu berada di tempat yang lumayan sepi karena hanya ada beberapa bangunan yang tidak jauh juga dari tempat tinggal itu.


“Sudah kuduga bahwa kau akan mengambil tempat ini!” Ucap Tetua itu datar tetapi ada makna tersirat di dalamnya. Tetua itu pun melanjutkan kembali, “Tempat tinggal ini disewa dengan harga 10.000 koin emas setiap bulan atau 1.000 poin merit, harga sudah ditetapkan dan tidak ada negosiasi.”


Mulut Lin Yan sedikit berkedut mendengar harganya karena itu memang sangatlah mahal. Tetapi, memikirkan kembali tentang tempat tinggal nyaman yang sangat jarang untuk para murid, tentu saja harganya pasti mahal.


“Kenapa ini sangat mahal? Apa sekte Naga Langit berencana merampok setiap murid?” Tanya Huan Caiyi tidak puas karena harganya.


Tetua itu menatap ke arah Huan Caiyi dengan tatapan bau yang menyiratkan. ‘Jika kau tidak mau, maka lebih baik tinggal di tempat umum. Apa kau berpikir tanah sekte Naga Langit disubsidi oleh Kerajaan Bintang untuk para murid?’


Huan Caiyi semakin kesal melihat Tetua itu yang tampak menghina mereka sedari tadi.


“Baiklah, aku akan mengambil tempat tinggal ini. Aku akan membayar dengan koin emas.” Lin Yan langsung mengeluarkan sebuah cincin ruang yang berisi 60.000 koin emas untuk enam bulan kedepan. Ia tidak akan merasa rugi karena ia memiliki banyak koin emas. Juga, banyak benda yang bisa dijual juga menjadi koin emas di dalam cincin ruangnya.


Melihat Lin Yan menyewa tempat tinggal itu, Huan Caiyi hanya bisa diam. Ia tentu tau bahwa Lin Yan sangatlah kaya semenjak membawanya keluar dari Paviliun Long.


“Baiklah. Ini adalah kunci prasasti agar kau bisa masuk ke dalam bangunan itu. Setiap bangunan akan memiliki tulisan prasasti disekitarnya agar tidak ada murid lainnya yang mencoba untuk masuk ke dalam. Hati-hati dan jangan sembarangan memberikan tulisan prasasti ini kepada murid lain.” Ucap Tetua tersebut sambil menyerahkan sebuah kertas kecil bersisi formula untuk memasuki penghalang yang terbuat dari prasasti.


“Oh?” Lin Yan sedikit tertarik saat menerima kata kunci itu. Dan tentu saja Lin Yan tidak bodoh, ia pasti akan merombak tulisan prasasti di sana karena tidak terlalu mempercayai sekte Naga Langit. Jika sekte Naga Langit yang membuat kunci, tentu mereka menyimpan salinannya.


“Baik.” Lin Yan yang tampak merenung dalam waktu dua detik langsung pulih seperti semula.


“Letak bangunan ini berada di..” Tetua itu menjelaskan letak tempat tinggal yang disewakan oleh Lin Yan.


Setelah selesai, Lin Yan dan Huan Caiyi langsung pergi dari Aula Informasi. Tetua tersebut menatap kepergian keduanya dengan tatapan aneh yang tidak ada yang tau apa artinya. Setelah merenung sesaat, Tetua itu pun melanjutkan aktifitasnya yang membosankan seperti biasa.


Setelah itu, Lin Yan dan Huan Caiyi langsung bergerak ke arah bangunan yang mereka sewa. Ketika sudah mendekat, keduanya merasakan ada penghalang tertentu di dekat taman bangunan itu.


“Tulisan prasasti ini sangatlah lemah. Akan mudah menerobosnya ketika seseorang memiliki tingkat tertentu.” Batin Lin Yan. Ia sedikit tidak puas dengan penghalang yang kemungkinan diciptakan oleh ahli prasasti sekte Naga Langit.


“Kakak, kemarilah.” Lin Yan langsung berbicara sambil meraih lengan Huan Caiyi.


Lin Yan pun mengambil sebuah kuas lalu menggambar tulisan tertentu di telapak tangan Huan Caiyi.


“Ini adalah formula untuk menembus penghalang. Tetapi kemungkinan aku akan mengubahnya nanti.” Ucap Lin Yan dengan senyum kecil.


Huan Caiyi terbengong sesaat dan mengingat kembali tentang batu yang dijual oleh Lin Yan kepada Long Zu dan Long Ti. Tentu ia sadar bahwa sebenarnya adik kecilnya itu adalah ahli prasasti juga walaupun ia tidak tau level apa yang telah dicapai oleh Lin Yan.


“Baiklah, ayo masuk. Aku juga akan mulai menulis ulang tulisan prasasti di kediaman baru kita. Tentu saja aku tidak akan percaya kepada mereka yang membuat penghalang ini. Kunci untuk masuk ke dalam sudah pasti mereka ketahui.” Lin Yan berkata dengan senyum kecil di wajahnya saat berjalan melewati penghalang tak kasat mata.


“Aku sudah tau bahwa Yan'er memang luar biasa!” Batin Huan Caiyi dan menatap Lin Yan sebagai satu-satunya alasannya untuk hidup.


Kediaman yang disewa oleh Lin Yan memiliki dua lantai. Lantai pertama adalah ruang tamu dan ada dapur, kamar mandi dan tempat berkultivasi juga. Walaupun tidak lebar, itu sudah cukup untuk tempat tinggal untuk lima orang. Sementara lantai dua adalah kamar untuk berisitirahat dan ada juga tempat berkultivasi di dalamnya.


Saat memasuki penghalang, Lin Yan merasakan kepadatan qi yang lebih besar dari sebelumnya. Ia pun cemberut seketika karena langsung menyadari hal penting yaitu, tulisan prasasti yang dibuat pasti menggunakan formasi khusus untuk menyerap qi dari langit dan bumi.


“Sekte Naga Langit ini memang sedang merampok para murid dengan keahlian kecil.” Batin Lin Yan. Ia tentu mengetahui cara membuat formasi seperti itu menggunakan tulisan prasasti. Ia bahkan tau tentang formasi yang jauh lebih kuat walaupun ia belum pernah membuatnya.


“Aku akan menulis ulang prasasti ditempat ini.” Lin Yan langsung mengeluarkan kuas khusus dan beberapa botol cairan aneh. Ada juga beberapa batu aneh yang mengeluarkan sinar tertentu dan semua itu adalah bahan untuk membuat sebuah formasi dan penghalang menggunakan tulisan prasasti.


Huan Caiyi hanya diam dan menatap Lin Yan yang sedang mencoba melakukan sesuatu.


Lin Yan pun langsung menulis di batu aneh itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kuas yang ia gunakan memiliki besar sepuluh jarum yang disatukan.


Kecepatan Lin Yan menulis formula untuk membuat penghalang serta formasi sangatlah cepat karena ia telah terbiasa sedari dulu. Walaupun ia tidak tau tentang arti kata-kata yang tertulis, ia telah menghafal semuanya tentang fungsi-fungsi setiap tulisan yang diajarkan oleh neneknya di masa lalu.


Dalam waktu hampir tiga jam, akhirnya Lin Yan berhasil menyelesaikan tulisan untuk membuat penghalang yang sangat kuat. Ia yakin dengan penghalang itu, bahkan Tetua terkuat sekalipun tidak akan bisa menerobos secara paksa.


“Huft.. akhirnya selesai..” Lin Yan tersenyum lalu langsung pergi ke dalam bangunan untuk menukar batu tulisan prasasti dengan yang baru.


Setelah melakukannya, penghalang yang sebelumnya sedikit terlihat kini tak lagi kasat mata. Namun, tentu saja penghalang itu sangatlah kuat.


Lalu Lin Yan pun kembali keluar dan mengeluarkan beberapa bahan lainnya. Dan kali ini, ia ingin membuat formasi untuk menyerap qi di langit dan bumi dengan kecepatan yang sangat mengerikan.