Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 342 - Tidak Berdaya



Kota Neraka


Empat Buddha Raksasa mengayunkan telapak tangannya ke arah bawah yang membuat banyak kultivator berkeringat dingin. Tanpa bertanya pun, semuanya tau hanya dari pancaran qi serta energi spiritual bahwa serangan tersebut sangatlah kuat.


“Bertahan!”


Salah satu kultivator berteriak dan semua kultivator yang ada di sana mengayunkan senjata mereka ke arah langit untuk menghancurkan Buddha Raksasa.


Sraing! Sraing!


Segala serangan pun melesat ke arah telapak tangan Buddha Raksasa tersebut.


Zhep! Zhep!


“Apa?”


Para kultivator berteriak terkejut karena teknik mereka semua tampak seperti ditepis ke arah samping dan itu memang disebabkan oleh qi Cahaya yang hampir berubah menjadi gelombang kejut.


“Kita sudah tamat!” ucap salah satu kultivator saat menatap telapak tangan raksasa sudah berjarak beberapa meter dari dirinya.


Bom! Bom! Bom! Bom!


Empat ledakan besar pun terjadi seketika saat telapak tangan Buddha Raksasa menghantam permukaan tanah.


Gelombang kejut yang berisi qi Cahaya pun menghempaskan segala sesuatu yang ada dan membuat tempat tersebut hancur berantakan.


Para kultivator yang sebelumnya menonton pengeroyokan dua Klan terkuat terhadap Lin Yan pun ikut terhempas karena kuatnya serangan telapak tangan Buddha Raksasa tersebut.


Bahkan untuk Chu Di dan Chi Yang pun melapisi tubuh mereka dengan qi agar tidak ikut terhempas.


Sementara itu, Pengelana Misterius yang menggunakan topi bambu hanya tetap diam di atas sebuah senjata yang ia kendarai. Walaupun gelombang kejut menerjang ke arahnya, ia tampak sama sekali tidak peduli.


Wusssh!


Gelombang kejut tersebut pun menghancurkan hampir 1/10 Kota Neraka.


Ketika ledakan mereda, terlihat semua tempat telah rata dengan tanah dalam radius puluhan km.


Chu Di dan Chu Yang memasang wajah gelap ketika melihat tempat kekuasaan mereka memiliki banyak kerusakan.


“Sialan! Aku harusnya membunuh bocah itu dengan tanganku sendiri!” Chu Di yang tidak tahan melihat kehancuran serta Kematian banyak anggota Klan-nya pun meledak marah.


“Sedari awal aku sudah mengatakan hal itu sialan!” Lanjut Chi Yang lebih marah lagi. Sebelumnya ia menyarankan agar menghabisi secara pribadi Lin Yan tetapi Chu Di mengatakan tidak perlu.


Chu Di menarik nafasnya dalam-dalam lalu menatap ke arah kejauhan dengan tatapan membunuh. Ia melihat seorang pemuda tampan yang melayang di udara memasang wajah seringai kejam. Hal itu membuatnya semakin marah karena merasa dirinya dihina


“Bocah sialan! Aku akan membunuhmu secara pribadi!” Chu Di pun melesat ke arah tempat Lin Yan berada dengan kecepatan penuhnya.


Chi Yang juga tidak ketinggalan dan langsung bergerak ke arah Lin Yan. Ia tentu tidak akan membiarkan Lin Yan lolos setelah membunuh sangat banyak elit Klan-nya.


Sementara itu, Pengelana Misterius perlahan melayang mendekat walaupun ia terus menjaga jarak. Jika jaraknya dengan Chu Di dan Chi Yang terlalu dekat, ia juga pasti di deteksi walaupun ia sama sekali tidak takut dengan keduanya.


Di atas reruntuhan, terlihat Lin Yan yang sedang melayang. Ia masih melakukan Fusi dengan Xia Yue'er tetapi terlihat ia sedikit kelelahan karena menggunakan terlalu banyak qi dan energi spiritual untuk melancarkan serangan sekuat itu.


“Lin Yan! Dua kultivator yang sangat kuat mendekat!”


Teriakan Xia Yue'er terdengar di kepala Lin Yan yang membuatnya memasang wajah gelap. Ia menatap ke arah tertentu dan melihat dua sosok dengan Mata Raja miliknya bahwa dua kultivator yang memiliki kekuatan luar biasa besar mendekat dengan kecepatan tinggi.


Tanpa membuang waktu Lin Yan pun langsung bergerak menjauh menggunakan kecepatan tertingginya. Ia tentu tau bahwa tidak mungkin untuk menghadapi kedua kultivator tersebut dengan kekuatannya saat ini walaupun ia melakukan Fusi dengan Xia Yue'er. Ia tidak menduga bahwa akan ada kultivator sekuat itu di Kota Neraka.


“Kau ingin kabur? Tidak semudah itu bocah!” Teriak Chu Di saat menciptakan sebuah pedang angin lalu langsung mengendalikannya untuk menyerang Lin Yan.


Wusssh!


Pedang dengan kecepatan yang sangat tinggi pun melesat ke arah Lin Yan.


Dengan instingnya, Lin Yan dapat merasakan serangan yang sangat berbahaya mendekat ke arahnya.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Naga hitam muncul di belakang Lin Yan dan langsung mengayunkan tombaknya sekuat tenaga ke arah pedang qi yang mencoba menyerang Lin Yan.


Bom!


Ketika benturan terjadi, naga hitam langsung hancur dalam sekejap. Tetapi pedang qi tersebut terus melesat ke arah Lin Yan meskipun daya hancurnya telah berkurang sangat banyak.


Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi memutar tubuhnya sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga di tangan kanannya.


Blar!


Pedang qi tersebut hancur seketika dan Lin Yan di paksa mundur. Ia pun langsung berbalik kembali dan bergerak secepat yang ia bisa. Dari serangan itupun, Lin Yan sangat paham bahwa ia pasti akan terbunuh jika kedua kultivator tersebut berhasil mengejarnya.


Chu Di dan Chi Yang terus mengejar Lin Yan dan jarak mereka pun semakin dekat dengan Lin Yan.


“Kau tidak akan bisa melarikan diri!” Chi Yang berteriak dengan wajah jahat karena tidak sabar untuk melenyapkan Lin Yan.


“Sial!” Batin Lin Yan karena merasa bahwa tidak mungkin kabur lagi. Ia pun langsung berhenti lalu membuat gerakan menggunakan kedua telapak tangannya.


Dung!


Lingkaran Formasi raksasa tercipta di pinggiran Kota Neraka. Getaran hebat pun terjadi, tidak sampai satu detik kemudian, tumbuhan merambat pun keluar dari permukaan tanah lalu menerjang ke arah Chu Di dan Chi Yang.


Chu Di dan Chi Yang mendengus lalu mengeluarkan pedang mereka masing-masing.


Sraing! Sraing!


Dua bilah raksasa pun melesat ke arah semua tumbuhan merambat tersebut.


Blar! Blar!


Ledakan besar terjadi dalam sekejap dan langsung menghapus semua tumbuhan merambat serta Formasi yang diciptakan oleh Lin Yan menggunakan qi yang sangat banyak.


Mata Lin Yan melebar karena tidak menyangka bahwa salah satu Formasi terkuat yang Xia Yue'er miliki akan hancur dengan sangat mudah.


Lin Yan pun menggenggam Tombak Pembunuh Naga di tangannya kanannya dan bersiap-siap untuk bertarung.


Chu Di dan Chi Yang pun berhenti tepat di hadapan Lin Yan dan memasang wajah senyum jahat.


“Kau sungguh membuat kami marah bocah!” ucap Chu Di dingin.


“Tetapi kali ini kau akan mati karena telah membunuh banyak anggota Klan kami!” Lanjut Chi Yang


Lin Yan menggertakkan giginya dengan kuat dan langsung mengayunkan tombaknya sekuat tenaga.


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”


Blar!


Petir pun menyambar ke arah Chu Di tetapi ia hanya mendengus lalu mengibaskan lengannya.


Wusssh!


Teknik Lin Yan pun langsung ditiadakan dalam sekejap yang membuat Lin Yan memasang wajah semakin gelap.


“Kultivator tingkat Alam Raja tahap ketiga sepertimu yang melakukan Fusi dengan Roh Kontrak tidak akan pernah bisa melawan seseorang dengan tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kesembilan!” ucap Chu Di saat mengangkat kedua tangannya ke udara.


Drrrrtttt!


Angin tornado raksasa pun muncul di segala arah dan perlahan mengecil lalu terbang di atas tangan Chu Di. Chi Yang juga melakukan hal yang sama yang membuat Lin Yan merasakan tekanan luar biasa kuat dari qi yang dikumpulkan oleh kedua kultivator tersebut.


Lin Yan sadar bahwa dirinya tidak akan mungkin bisa kabur. Jadi, ia pun menggunakan semua kekuatannya saat ini.


“Armor Naga Hitam!”


“Formasi Pertahanan!”


“Formasi Cahaya, Cahaya Penguatan!”


“Formasi Cahaya, Kecepatan Cahaya!”


Dung! Dung! Dung!


Lingkaran Formasi mengelilingi Lin Yan saat ia mencoba untuk menyerang.


Chu Di dan Chi Yang telah memadatkan semua tornado tepat diatas keduanya. Itu adalah serangan gabungan yang pasti luar biasa kuat.


Terlihat saat ini di atas mereka berdua, bola qi yang memiliki diameter sekitar lima meter yang memiliki tornado kecil yang terus berputar-putar sangat cepat.


Lin Yan menjaga jarak sedikit lalu mengayunkan tombaknya sekuat tenaga ke arah Chu Di dan Chi Yang.


“Teknik Pembunuh Naga!”


“Raungan Naga!”


Bussssh!


Naga hitam raksasa pun melesat ke arah Chu Di dan Chi Yang. Raungan naga yang begitu keras terdengar saat naga hitam membuka mulutnya lebar-lebar dan mencoba melahap keduanya.


Chu Di dan Chi Yang hanya santai lalu melempar bola qi yang ada di atas mereka ke arah naga hitam.


Duar!


Naga hitam tersebut pun meledak dalam sekejap yang membuat mata Lin Yan melebar. Ia pun langsung menyilangkan tombaknya dan mencoba untuk bertahan.


Bom!


“Aaaaaa!”


Lin Yan berteriak keras saat bola berisi tornado tersebut menghantamnya lalu membawanya ke tempat yang sangat jauh.


“Sampailah ke ujung dunia dan matilah di sana!” ucap Chu Di dan Chi Yang bersamaan dan yakin bahwa Lin Yan pasti akan tewas. Tidak akan ada kultivator tingkat Alam Raja yang mampu selamat dari serangan seperti itu bahkan untuk kultivator tingkat Alam Kaisar sekalipun.