
Kedua benda yang di keluarkan oleh Long Zu tentu membuat Lin Yan sangat terkejut. Ia telah memeriksa dengan Mata Raja pada pil Qi Langit pertama. Ia paham bahwa kultivasinya akan meningkat drastis ketika mengkonsumsinya walaupun ia tidak yakin tubuhnya akan mampu mengatasi jumlah energi tersebut. Namun, ketika ia mencapai tingkat Xiantian, ia yakin untuk mengambil pil itu.
Tatapan Lin Yan beralih ke Bunga Kristal Abadi berusia 10.000 tahun. Apa yang Long Zu katakan memang benar tentang usianya. Juga, ia paham apa fungsi dari Bunga Kristal Abadi. Itu memiliki efek memudakan tubuh, meremajakan sel-sel dan membuat kulit lebih halus. Biasanya para wanita akan sangat menyukai herbal dengan efek seperti itu. Tetapi, bukan itu yang istimewa tentang herbal Bunga Kristal Abadi. Fungsi sebenarnya adalah meningkatkan qi dalam jumlah yang sangat besar sehingga herbal tersebut mendapatkan gelar Abadi.
Itu dikarenakan jumlah qi yang ada di tubuh akan berlipat ganda di tingkat tertentu. Untuk kultivator Houtian, itu sama seperti melipatgandakan qi sebanyak sepuluh kali walaupun kultivasi tidak akan meningkat. Itulah alasan herbal tersebut disebut sebagai Bunga Kristal Abadi. Ketika satu kultivator yang sedang melawan kultivator lainnya di tingkat Houtian yang sama, sudah pasti kultivator yang mengkonsumsi Bunga Kristal Abadi akan jauh lebih unggul karena jumlah qi miliknya sepuluh kali lipat dari musuh.
Itu ada efek yang luar biasa. Ia tidak percaya bahwa Long Zu akan menghargai batu pengetahuan prasasti setinggi itu. Lin Yan tentu tidak akan menganggap kedua benda itu sebanding dengan batu pengetahuan prasasti. Ia merasa bahwa kedua benda yang di beri oleh Long Zu jauh lebih berharga.
Di sisi lain, Long Zu berpikir hal lainnya. Ia merasa bahwa batu pengetahuan prasasti lebih berharga karena itu bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Keuntungan apa yang akan di peroleh darinya dibandingkan dua benda yang hanya sekali pakai? Siapapun tau jawabannya.
Lin Yan dan Long Zu memiliki pemikirannya masing-masing. Tentu kali ini perdagangan sangat setara karena sangat menguntungkan kedua belah pihak.
“Sepakat. Aku akan mengambil kedua benda ini.” Lin Yan tidak membuang waktu dan menyimpan keduanya takut bahwa Long Zu akan berubah pikiran.
Sama halnya bagi Long Zu, ia lega karena Lin Yan tidak meminta lebih karena ia harus mengorek kantongnya lagi agar mendapatkan batu pengetahuan prasasti. Sama halnya bagi Long Ti juga.
Tidak tau dari mana, adegan itu membuat suasana menjadi lucu karena kedua belah pihak menghela nafas lega.
“Lalu, apakah kau memiliki benda lainnya yang ingin kau jual atau tukar?” tanya Long Zu walaupun merasa jika Lin Yan memilikinya, tidak mungkin sama berharganya dengan batu pengetahuan prasasti. Tapi ia membuat prediksi bahwa Lin Yan memiliki satu atau dua benda lainnya yang setara atau sedikit lebih berharga dari pada empat pedang pertama yang ditawarkan.
“Aku memang memiliki satu benda lagi. Tetapi itu adalah sebuah senjata yang memiliki tingkat lebih tinggi dari pedang sebelumnya. Namun aku tidak akan memperdagangkannya karena masih menggunakannya. Lagi pula itu adalah pedang yang sering digunakan oleh kakekku, jadi aku tidak akan memperdagangkannya.” ucap Lin Yan dengan kebohongan.
Long Zu hanya mengangguk mengerti dan tidak memaksa lagi. Ia pun tidak merasa bahwa Lin Yan bohong. Untuk beberapa benda yang dikeluarkan oleh Lin Yan sebelumnya sudah bisa dianggap sebagai kekayaan klan tingkat menengah di Kerajaan Bintang. Jika Lin Yan masih memiliki yang lain, ia akan bertanya-tanya apakah seorang anak kecil akan lebih kaya dari pada Kerajaan Bintang itu sendiri.
Tetapi Long Zu tidak sadar bahwa memang benar kekayaan Lin Yan tidak dapat dihitung bahkan olehnya.
Semua yang ada di dalam cincin ruang adalah perbekalan untuk persiapan Lin Yan ketika dia menjadi lebih kuat walaupun saat ini ia telah menggunakan beberapa darinya karena harus melakukannya untuk menjadi kuat lebih cepat.
“Baik. Senang berbisnis denganmu. Jika ada benda yang ingin kau jual lagi, hubungi kami.” Long Zu memberi sebuah token VIP Paviliun Long kepada Lin Yan.
Lin Yan tidak menolak sama sekali karena merasa suatu hari nanti mereka akan berbisnis kembali. Ia langsung menyimpan token tersebut ke dalam cincin ruang miliknya.
“Baiklah, kami akan pergi. Ayo.” Lin Yan pamit undur diri dan membawa Huan Caiyi pergi bersamanya.
Long Zu dan Long Ti mengantar Lin Yan sampai ke depan gedung Paviliun Long. Melihat punggung Lin Yan dan Huan Caiyi yang menghilang, Long Zu melihat ke arah pamannya. “Paman, hubungi Master sekte Naga Langit. Aku ingin tau spesifik tentang keluarga Lin Yan.”
“Apakah kau yakin?” tanya Long Ti.
“Ya. Aku tidak bisa menahan rasa penasaranku pada bocah itu. Di usia begitu muda sudah memiliki pengetahuan yang mungkin kita tidak sadari. Apa kau tidak melihat bahwa dia tampak tidak mengalami kerugian sama sekali? Dan tentang Huan Caiyi, aku merasa kita telah melepaskan seorang bawahan yang luar biasa.” ucap Long Zu.
Long Ti mengangguk setuju karena merasakan hal yang sama. Selain bakat Lin Yan yang menurut mereka luar biasa, Lin Yan adalah anak yang sangat pintar dan terlebih lagi sangat licik. Pertemuan pertama pun sudah membuat mereka memastikan bahwa Lin Yan sudah merencanakan semuanya ketika mengeluarkan surat rekomendasi yang berasal dari Master sekte Naga Langit.
Di sisi lain, Lin Yan terus memasang senyum lebar ketika sudah menjauh dari Paviliun Long. Ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat ini karena telah memperoleh untung besar hanya dengan empat pedang dan satu batu yang awalnya ingin ia buang.
“Tuan.. ke mana kita pergi sekarang?” tanya Huan Caiyi dengan nada sedikit gugup.
“Tidak perlu memanggilku tuan. Panggil aku Lin Yan, aku tidak begitu suka di panggil dengan sebutan seperti itu. Dan kemana kita pergi, hari ini kita akan beristirahat di kota dan besok kita akan pergi ke sekte Naga Langit.” ucap Lin Yan yang masih terus tersenyum senang.
“Apakah tidak akan ada masalah jika aku masuk ke dalam sekte? Yang aku tau, selain murid, orang lain tidak akan diijinkan untuk masuk.” tentu saja Huan Caiyi mengerti tentang peraturan sekte Naga Langit.
“Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah memiliki rencana tentunya.” Lin Yan tersenyum licik sekaligus meminta maaf kepada kakek dan neneknya karena kali ini ia harus menggunakan nama mereka berdua.
Dari semua prediksi yang telah Lin Yan pikirkan dan sikap Master sekte Naga Langit, ia tentu tau bahwa kemungkinan besar bahwa mereka takut dengan kakeknya dan neneknya. Jika tidak, mengapa ketika ia membunuh seorang tuan muda klan besar ia hanya akan dihukum seperti itu yang bisa dikatakan sangat ringan. Siapapun pasti akan tau jawabannya. Dan karena sekte Naga Langit hanya sekte yang baik di permukaan, tentu Lin Yan tidak akan melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan apapun yang bisa ia dapatkan bahkan itu dengan cara licik sekalipun.