
Di siang hari, Lin Yan dan Huan Caiyi pun keluar dari kota Dagang karena tidak memiliki urusan di tempat itu lagi. Mereka berdua pun langsung menuju tempat misi dilakukan, yaitu Lembah Naga.
Tidak jauh dari gerbang kota Dagang, terlihat dua sosok yang memperhatikan Lin Yan dan Huan Caiyi keluar dari kota.
Keduanya menatap Lin Yan dan Huan Caiyi dengan senyum kejam. Mereka berdua saling memandang lalu mengangguk kecil dan pergi dari tempat itu.
Lin Yan dan Huan Caiyi tidak tau kalau mereka berdua telah diperhatikan oleh beberapa individu yang tidak dikenal.
Saat sedang dalam perjalanan, Lin Yan terus memikirkan cara untuk mendapatkan batu spiritual dalam jumlah yang besar agar kultivasinya serta Akar Spiritualnya menjadi lebih berkualitas. Dengan menggunakan batu spiritual, ia akan menjadi kuat lebih cepat tidak hanya di Kultivasi saja karena baru spiritual itu sangat unik.
“Apakah kau masih memikirkan tentang mengumpulkan sumber daya?” Tanya Huan Caiyi yang bergerak di sebelah Lin Yan. Ia sudah sering mengerti tentang apa yang sedang dipikirkan oleh adik kecilnya itu.
“Ya. Jika kita mengumpulkan batu spiritual dalam jumlah yang sangat besar, tidak akan sulit untuk meningkatkan kultivasi.” Lin Yan mengangguk kecil.
“Tidak baik untuk menggunakan batu spiritual terus-menerus Yan'er. Fondasi tubuh akan rusak jika melakukan itu.” Huan Caiyi memperingati Lin Yan sambil menghela nafas panjang.
“Hm? Apakah itu benar? Aku tidak memiliki masalah sama sekali menggunakan batu spiritual dalam jumlah yang besar. Bahkan fondasi tubuhku juga tidak terpengaruh.” Balas Lin Yan sedikit bingung karena tidak tau bahwa tubuh kultivator lainnya tidak seperti dirinya.
“Apa? Apakah itu benar? Aku mengalami sedikit perubahan pada fondasi ketika menyerap batu spiritual dalam jumlah besar. Walaupun kali ini hanya sedikit, tetap saja ada sangat kecil efek negatif. Untukku, jika ingin menggunakan batu spiritual, harus memiliki jeda waktu tertentu agar fondasi tubuhku tidak memiliki retakan.” Huan Caiyi berkata sambil menatap Lin Yan dengan tatapan heran.
Lin Yan terkejut dengan pernyataan Huan Caiyi. Ia pun berpikir bahwa mungkin kekuatan aneh di tubuhnya yang melahap qi seperti jurang tak berdasar juga membuat efek samping dari energi yang diserap juga menghilang. Dan bayarannya, ia harus mengkonsumsi sumber daya jauh lebih besar di tingkat kultivasi yang sama. Karena itu, ia ingin menilai kembali apakah itu benar dengan cara mengkonsumsi batu spiritual dalam jumlah yang sangat besar sekaligus untuk melihat hasilnya.
“Coba bayangkan lagi, jika tidak memiliki masalah sama sekali, Kerajaan Bintang yang kemungkinan memiliki batu spiritual dalam jumlah besar pasti memiliki sangat banyak ahli tingkat atas. Tetapi nyatanya tidak seperti itu.” Huan Caiyi membalas dengan wajah sedikit cemberut karena merasa apa yang dikatakan oleh Lin Yan tidak mungkin sama sekali.
Jika memang batu spiritual tidak memiliki efek samping, sudah pasti harga jual batu spiritual akan sangat tinggi juga. Tetapi nyatanya, batu spiritual masih terlihat memiliki harga terjangkau bagi para kultivator.
Lin Yan juga sudah memikirkan hal itu dan merasa apa yang Huan Caiyi katakan benar. Tetapi ia ingin mencobanya ketika mereka berisitirahat nanti di tempat tertentu.
“Aku akan mencobanya nanti apakah spekulasi ku benar atau tidak.” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Lin Yan yang membuat Huan Caiyi terdiam.
Ketika mereka berdua terus bergerak dengan kecepatan lumayan tinggi, dua sosok yang mengawasi Lin Yan dan Huan Caiyi sebelumnya mengikuti dari belakang.
“Hm?” Kerutan muncul di dahi Lin Yan karena merasakan ada yang mengikuti mereka. Tentu ia dapat mendeteksi mereka karena memiliki pelacakan yang sangat tinggi.
“Kakak, ada dua individu yang mengikuti kita.” Lin Yan memperingati.
“Benarkah? Aku tidak merasakannya sama sekali.” Balas Huan Caiyi lalu melanjutkan, “Apakah mereka berdua kuat?”
“Hm? Kenapa dua individu sekuat itu mengikuti kita?” Tanya Huan Caiyi penasaran. Tetapi ia sama sekali tidak takut dengan kultivator setingkat itu.
“Kemungkinan ini adalah pembunuh yang dikirim Zhu Bo karena dia pasti tidak akan melepaskan kita begitu saja. Dengan bisnis yang dia miliki, sudah pasti akan hal mudah untuk menyewa pembunuh bayaran.” Lin Yan tersenyum kecil saat mengatakan itu.
“Oh? Sungguh sampah tidak tau diri. Lalu, apa yang akan kita lakukan?” Tanya Huan Caiyi.
“Tentu saja membereskan keduanya. Aku juga ingin mencoba apakah kekuatanku bisa menandingi tingkat Xiantian tahap kelima.” Balas Lin Yan dengan senyum kecil. Niat bertarungnya pun terpancar karena tentu ia sangat menikmati saat melawan musuh kuat.
Huan Caiyi memutar bola matanya ke arah Lin Yan karena ia sedikit mengenal Lin Yan tentang nafsu pertarungannya. Ia merasa itu adalah hal yang aneh karena merasa gembira saat melawan musuh yang lebih kuat. Kebanyakan kultivator akan merasa enggan melawan musuh yang jauh lebih kuat. Walaupun kekuatan pertempuran juga berpengaruh, untuk melawan tiga tahap diatasnya, semua kultivator akan berpikir dua kali untuk bertarung. Di sisi lain, Lin Yan sama sekali tidak peduli akan hal itu menurut Huan Caiyi.
Namun, nyatanya itu sangat salah. Lin Yan sama sekali tidak akan mau bertarung jika persentase kemenangan tidak melewati 50%.
Karena Lin Yan telah memutuskan untuk bertarung, Huan Caiyi hanya diam dan menunggu kedatangan dua individu yang mungkin mencoba untuk membunuh mereka.
Di kejauhan, kedua sosok yang mengikuti Lin Yan memasang wajah sedikit aneh karena target mereka tampak seperti sedang menunggu kedatangan mereka.
“Tampaknya kedua target telah menyadari bahwa kita mengikuti mereka.” Salah satu dari mereka berkata dengan sedikit terkejut karena target mampu melacak mereka yang dikatakan ahli dalam bersembunyi.
“Jika begitu tidak akan sulit. Keduanya memiliki kultivasi lebih lemah dari pada kita.” Individu lainnya berkata dengan nada meremehkan.
Yang lainnya hanya mengangguk setuju. Keduanya sangat percaya diri saat melawan musuh yang bahkan lebih kuat. Dan kali ini, target mereka memiliki tingkat kultivasi yang lebih rendah.
Tidak sampai dua menit kemudian, dua individu yang mengikuti Lin Yan dan Huan Caiyi pun tiba dihadapan keduanya.
“Siapa kalian? Kenapa kalian mengikuti kami?” Tanya Lin Yan datar.
Sebelum salah satu dari musuh menjawab, Huan Caiyi membuka suara. “Yan'er, keduanya berasal dari kelompok Kalajengking Merah yang merupakan kelompok pembunuh bayaran. Tato yang ada di leher mereka adalah buktinya.”
“Oh? Tidak menyangka bahwa gadis sepetimu akan mengenal kelompok kami. Biasanya hanya para eselon atas yang mengetahui keberadaan kelompok Kalajengking Merah. Karena kau sudah mengetahuinya, maka kami tidak akan melepaskanmu!” Salah satu dari anggota kelompok Kalajengking Merah bertekad membunuh Huan Caiyi karena terlalu tau banyak tentang kelompok mereka hanya dengan tato kecil di leher mereka.
“Siapa yang mengirim kalian?” Tanya Lin Yan datar dan masih tenang seperti biasa yang membuat kedua anggota kelompok Kalajengking Merah heran.
“Mayat tidak perlu tau banyak!” Keduanya menjawab dan langsung bergerak ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi untuk menyelesaikan misi.