Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 46 - Darah Naga



Setelah kembali ke kediamannya, Lin Yan dan Huan Caiyi hanya berkultivasi untuk menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari Tetua tempat pendaftaran.


Tidak sampai dua jam sewaktu mereka kembali, seorang murid datang ke kediaman Lin Yan untuk memanggilnya ke tempat pendaftaran misi.


Lin Yan tersenyum kecil karena tampaknya Master sekte Naga Langit memenuhi permintaannya. Ia tentu sadar bahwa Master sekte Naga Langit pasti akan membencinya karena ini. Tetapi ia sama sekali tidak peduli, setelah ini ia akan mencoba sebisanya untuk tidak memancing amarah Master sekte Naga Langit.


“Kakak, tunggulah di sini, aku akan pergi mengambil dokumen pendaftaran untukmu.” ucap Lin Yan.


“Tunggu Yan'er, kakak ikut.” Huan Caiyi langsung berdiri karena ingin menemani Lin Yan.


Lin Yan hanya mengangguk kecil. Ia sebenarnya ingin meninggalkan Huan Caiyi di kediamannya agar dia berkultivasi dengan rajin.


Mereka berdua pun pergi ke tempat pendaftaran misi. Sesampainya di sana, Tetua wanita yang selalu berada di tempat itu menatap Lin Yan dengan aneh.


Tetua wanita tersebut langsung mengurus dokumen pendaftaran untuk Huan Caiyi. Sampai saat ini ia masih bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan antara Lin Yan dengan Master sekte sehingga di perlakukan seistimewa itu. Tetapi ia tidak bertanya sama sekali. Suatu hari ia pasti akan tau jawabannya.


Setelah mengambil dokumen pendaftaran Huan Caiyi, mereka pun langsung kembali ke kediamannya.


Ketika mencapai kediaman Lin Yan, mereka menemukan satu individu yang sedang menunggu mereka di depan pintu.


“Gu Yin.. apa yang kau lakukan di sini?” tanya Lin Yan heran karena saat ini Gu Yin datang seorang diri, tidak bersama dengan Gu Yuena.


Gu Yin memasang ekspresi malu-malu, ia pun menyerahkan sebuah bingkisan kecil kepada Lin Yan.


“Apa ini?” tanya Lin Yan penasaran.


Gu Yin tidak menjawab dan langsung melarikan diri tanpa berbicara sepatah katapun.


“Wanita yang aneh.” gumam Lin Yan saat menatap Gu Yin yang melarikan diri.


Sementara itu Huan Caiyi sedikit cemberut. “Wanita itu pasti menyukai Yan'er.. hmp, lihat saja jika kau hanya mempermainkan Yan'er, aku akan mengulitimu.” batin Huan Caiyi.


Lin Yan sama sekali tidak tau apa yang di pikirkan oleh Huan Caiyi. Jika ia tau, ia tidak akan menyangka bahwa sifat baru Huan Caiyi akan sampai segitunya.


Ketika mereka masuk ke dalam gubuk, Lin Yan membuka bingkisan yang di beri oleh Gu Yin. Itu adalah sebuah kotak makanan yang terbuat dari anyaman bambu. Di atasnya, ada sebuah kulit hewan kecil yang memiliki tulisan.


Lin Yan membaca catatan yang di buat oleh Gu Yin. ‘Lin Yan, ini aku buatkan untukmu beberapa makanan, ku harap kau menyukainya.’


Lin Yan terdiam saat membaca pesan dari Gu Yin. Sementara Huan Caiyi tidak mencoba membaca tulisan itu meskipun sangat penasaran.


Kemudian, Lin Yan membuka kotak makanan dan menemukan sebuah hidangan yang cukup berkelas. “Aku tidak menyangka bahwa seorang nona muda dari klan besar akan belajar memasak.” gumam Lin Yan. Ia menyimpan pesan yang di beri oleh Gu Yin ke dalam cincin ruangnya lalu mencoba hidangan tersebut. Ia pun memberikan sebagian kepada Huan Caiyi. Dan ternyata hidangan itu sangat enak menurut Lin Yan.


Setelah itu, mereka pun mulai beristirahat untuk pergi ke misi besok.


“Perhatian! Kalian pasti tau bahwa ini adalah misi yang berbahaya. Ini adalah misi jangka panjang. Kemungkinan menyelesaikan misi ini paling cepat sekitar 3 bulan. Bisa jadi jauh lebih panjang dari pada itu. Jika ada yang ingin mundur, sekarang adalah kesempatan kalian!” seorang Tetua luar berkata dengan nada keras kepada semua murid.


Tidak ada yang berbicara ataupun pergi dari tempat itu. Mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyelesaikan misi kelas B.


“Jika tidak ada yang ingin mundur, dengan ini aku katakan misi akan dimulai! Buka gerbangnya!” perintah Tetua kepada Tetua lainnya yang menjaga gerbang.


Saat gerbang dibuka, lebih dari setengah murid yang berada di jajaran paling depan langsung melesat dengan kecepatan penuh menuju hutan.


Lin Yan dan Huan Caiyi pun ikut bergerak walaupun mereka tidak langsung menggunakan kecepatan penuh. Karena ini misi jangka panjang, tentu mereka berdua tidak akan menyia-nyiakan tenaga. Ketika diperjalanan, mereka harus menyisakan energi sewaktu istirahat untuk menghindari serangan binatang roh ataupun murid lainnya.


Banyak dari murid peringkat tinggi yang sudah memprediksi bahwa akan ada pertempuran antara sesama murid sehingga mereka melakukan hal yang sama dengan Lin Yan.


“Kakak, selalu waspada dengan daerah sekitar. Kita tidak boleh berpisah karena aku melihat semua murid memiliki kelompok. Mungkin hanya beberapa dari mereka yang membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang seperti kita.” ucap Lin Yan.


“Baik!” Huan Caiyi menjawab dengan serius. Ia tentu tidak akan lengah yang bisa membuat adik kecilnya terluka. Ini adalah saatnya bagi dirinya sendiri untuk menunjukkan bahwa dirinya layak manjadi saudari Lin Yan.


Setiap kelompok akan pergi ke beberapa sudut yang berbeda. Hutan wilayah pertama sangatlah luas. Walaupun mereka telah menentukan arah yang menjadi arah pusat hutan, tempat tinggal untuk Raja binatang roh tersebut mungkin sudah berpindah.


Bahkan Lin Yan dan Huan Caiyi tidak bergerak lurus. Mereka mengambil beberapa derajat dari arah jalur lurus. Tentu mereka berdua akan memikirkan hal itu juga. Tidak mungkin bagi binatang roh untuk menetap di tempat yang sama dari waktu ke waktu.


“Kakak, ada yang ingin aku tanyakan.” ucap Lin Yan saat sedang melompat dari pohon ke pohon dengan Huan Caiyi yang selalu berada di sebelahnya.


“Hm, apa itu Yan'er?” tanya Huan Caiyi penasaran.


“Apakah kakak sudah tau darah apa yang terkandung di dalam pil Darah itu?” tanya Lin Yan.


“Ya. Walaupun aku tidak tau jenisnya, tetapi itu adalah spesies kuno, Naga.” jawab Huan Caiyi dengan senyum di wajahnya.


Lin Yan terkejut mendengarnya. Ia tidak menyangka bahwa darah yang digunakan adalah darah dari binatang roh kuno, Naga. Ia telah membaca catatan mereka dari buku tua yang dimiliki oleh neneknya.


Dikatakan bahwa di zaman yang sangat lampau, dunia dikuasai oleh binatang roh. Mereka semua sangat kuat dan ada satu jenis dari mereka yang memiliki hirarki tertinggi bersama dengan beberapa spesies lainnya. Yaitu, Naga, dan juga disebut sebagai bintang roh bencana.


“Aku tidak menyangka bahwa itu akan menggunakan darah Naga. Juga yang artinya..” Lin Yan membuat wajah serius karena memikirkan sesuatu.


Jika memang di masa penciptaan pil Darah yang di konsumsi oleh Huan Caiyi menggunakan darah Naga, artinya Huan Caiyi masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas darah itu dengan cara mencari sisa-sisa dari bintang roh Naga.


“Menarik. Aku ingin melihat seperti apa sebenarnya spesies Naga itu secara nyata walaupun hanya tersisa tulang-benulang. Lalu, apakah kau tau kemampuan apa yang kau dapatkan?” tanya Lin Yan lagi.


Huan Caiyi tersenyum kecil mendengar pertanyaan Lin Yan. “Ya, dari yang aku temukan, selain dari peningkatan kekuatan tubuh, ada satu teknik yang tampaknya sering digunakan oleh Naga dan itu sudah tertanam di darahnya, aku menyebut teknik itu sebagai, Cakar Pemotong Bumi!”