Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 431 - Memperbaiki Pecahan Pedang



Di suatu tempat di Benua Saint


Dung!


Sebuah pusaran bewarna hitam pun muncul dan sosok setinggi enam meter perlahan keluar dari dalam membawa dua pria bersamanya.


Sosok tersebut tidak lain adalah Wayang Serigala Iblis Kegelapan yang sedang membawa Lin Yan dan Canglan bersamanya. Saat keluar, Wayang itupun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tertentu.


Canglan yang mengendalikan Wayang tentu saja mengerti bahwa kultivator puncak pasti masih bisa mengejar mereka. Itulah sebabnya ia langsung mengendalikan Wayang miliknya bergerak dengan kecepatan tertinggi untuk menjauh dari lokasi perang sebelumnya.


Sedangkan untuk Lin Yan, ia pun menutup matanya karena kelelahan.


Wayang Serigala Iblis Kegelapan terus bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi tanpa henti selama setengah hari lamanya. Setelah Canglan memeriksa bahwa tidak ada yang mengikuti, ia pun langsung mendarat di lokasi tertentu dan membuat tempat persembunyian.


Setelah selesai membuat tempat persembunyian, Canglan pun menghela nafas lega. “Tampaknya tidak ada yang mengikuti.”


Canglan menatap ke arah Lin Yan yang saat ini sedang menutup matanya lalu ia pun mulai bermeditasi untuk memulihkan qi-nya yang ia gunakan secara paksa terus-menerus.


Lin Yan yang sedang menutup matanya tentu sedang melakukan meditasi untuk memulihkan kondisi tubuhnya juga. Untuk Xiao Ziya dan Xia Yue'er, kedua Roh itu juga sedang bermeditasi di Ruang Jiwa Lin Yan karena keduanya juga kehabisan qi walaupun tidak separah Lin Yan.


Setelah bermeditasi selama setengah hari, Lin Yan membuka matanya lalu menghela nafas panjang. Rasa lelah di tubuhnya masih belum lenyap walaupun qi-nya telah pulih. Ia yakin bahwa hal ini pasti dikarenakan oleh Fusi Ganda yang ia lakukan.


“Jika tubuhku tidak kuat dan aku tidak mengolah Manual Seni Surgawi Tubuh Dewa Naga, maka aku pasti akan meledak karena kelebihan qi. Jika saja tubuhku tidak unik, bisa dipastikan bahwa seluruh jaringan tubuhku akan rusak. Aku saat ini mengerti mengapa Xiao Ziya mengatakan bahwa Fusi Ganda sangatlah berbahaya.” Batin Lin Yan saat menghela nafas panjang sekali lagi. Tatapannya pun tertuju pada Wayang Serigala Iblis Kegelapan saat ini tetapi tidak ada terlihat Canglan di tempat itu.


Lin Yan tau bahwa ketika ia sedang bermeditasi, Canglan juga memulihkan kondisinya lalu keluar dari tempat persembunyian untuk berjaga-jaga.


Tidak lama kemudian, Xiao Ziya dan Xia Yue'er pun keluar dari Ruang Jiwa dengan wajah sedikit lelah juga.


“Lin Yan, jangan gunakan Fusi Ganda lagi. Aku yakin bahwa kali ini kita beruntung bahwa efek samping yang kita terima selemah ini. Jika kita lebih lama mempertahankan Fusi, aku tidak tau apa yang akan terjadi.” ucap Xiao Ziya saat membuat kursi menggunakan qi-nya lalu duduk dengan malas. Sudah sangat lama ia tidak merasakan kelelahan seperti itu.


Sementara Xia Yue'er, ia langsung masuk ke dalam pakaian Lin Yan dan menutup matanya. Ia juga sangat kelelahan saat ini sehingga langsung tertidur di dalam pakaian Lin Yan. Ia tentu merasa lebih nyaman tidur di pakaian Lin Yan dari pada di Ruang Jiwa.


“Ya. Aku tidak menyangka bahwa efek sampingnya akan separah ini walaupun kau mengatakan bahwa ini adalah efek paling ringan.” Lin Yan membalas sambil bersandar ke dinding gua tempat persembunyian tersebut.


Xiao Ziya mengangguk kecil dan menatap ke arah Wayang Serigala Iblis Kegelapan dengan tatapan nostalgia. Ia tidak menyangka bahwa ia melihat kenalan lama walaupun kenalannya itu kini telah menjadi sebuah Wayang.


“Kita setidaknya membutuhkan waktu seminggu agar efek samping ini menghilang. Jika saja kita tidak memiliki siapa-siapa disekitar kita untuk membantu, bisa dipastikan bahwa kita akan dihabisi oleh musuh.” ucap Xiao Ziya.


Lin Yan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya. Sebelum ada yang berbicara lagi, Canglan pun masuk ke dalam tempat persembunyian.


“Aku akan memulihkan kondisiku seperti semula. Dan ini juga saatnya..” ucap Lin Yan saat mengeluarkan pecahan pedang yang ia beli di pelelangan.


Mata Xiao Ziya tertuju pada pecahan pedang yang dikeluarkan oleh Lin Yan. Meksipun ia belum pernah melihatnya, ia sangat tau tentang kekuatan pedang tersebut ketika masih utuh dan itu sama sekali tidak dibawah Sabit Kematian miliknya.


“Apakah anda yakin ingin memperbaiki pedang ini?” Tanya Canglan saat mengeluarkan batu aneh yang sebelumnya ia beli dari pelelangan.


“Ya.” Lin Yan mengangguk kecil dan memperhatikan pedang itu dengan seksama. Ia tidak tau mengapa bahwa ia harus melakukannya.


“Ziya, buat Formasi penyembunyian yang lebih kuat agar kita tidak dilacak oleh siapapun.” ucap Lin Yan dan menatap ke arah Canglan, “Apakah kau bisa memperbaiki pedang ini?”


“Ya.” Xiao Ziya dengan malas membuat Formasi Penyembunyian terkuat yang ia bisa buat lalu menutup matanya kembali karena sangat kelelahan.


Sedangkan untuk Canglan, ia tentu tidak langsung menjawab apakah ia bisa atau tidak, “Bisakah aku melihatnya Tuan Muda?”


Lin Yan mengangguk lalu memberikan semua pecahan pedang kepada Canglan.


“Pedang ini...” Wajah Canglan serius seketika lalu menatap ke arah Lin Yan kembali, “Aku tidak tau apa level pedang ini ketika masih utuh. Tetapi kekerasan pedang ini sama dengan Wayang milikku. Sungguh luar biasa seseorang dapat menempa pedang seperti ini.”


“Tuan Muda, walaupun aku bisa memulihkan pedang, itu tidak akan sekuat sebelumnya walaupun aku yakin bahwa pedang ini akan sangat sulit dipatahkan lagi.” ucap Canglan serius.


Lin Yan tidak kecewa sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Canglan. Ia hanya mengangguk karena sudah mengharapkan jawaban seperti itu dari Canglan.


Karena Lin Yan telah setuju, Canglan pun langsung mengeluarkan banyak benda dari cincin ruang miliknya untuk meleburkan bahan utama yang dibeli melalui pelelangan.


Canglan selalu membawa benda-benda yang digunakan olehnya untuk membuat Wayang. Diantara semua benda-benda itu tentu saja ada alat pembuatan senjata. Pedang besar yang digunakan oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan juga sebelumnya parah dan Canglan juga mencari banyak mineral kuat untuk membentuk kembali pedang meskipun itu tidak sekuat puncaknya.


Xiao Ziya yang awalnya menutup matanya pun langsung terjaga saat melihat Canglan mencoba meleburkan batu aneh yang dibeli oleh Canglan di pelelangan.


“Aku tidak menyangka bahwa mineral itu akan ada di dunia ini juga. Dan pria ini...” Xiao Ziya merasa heran ketika menatap ke arah Canglan karena memiliki kemampuan penempaan yang unik bahkan sampai bisa meleburkan bahan sekeras itu.


Canglan tidak peduli dengan tatapan yang ditujukan padanya. Ia saat ini terlihat berkeringat deras di sudut gua tempat ia meleburkan batu.


“Suhu ini bahkan membutuhkan waktu untuk meleburkan batu ini. Logam apa sebenarnya ini?” Batin Canglan bertanya-tanya. Ia merasa bahwa butuh waktu dua hari untuk meleburkan batu tersebut.


Di sisi lain, Lin Yan terus menatap Canglan yang sibuk meleburkan bahan utama untuk menyambung pedang. Ia juga menatap ke arah tempat pembentukan pedang karena Canglan langsung membuatnya dalam waktu kurang dari satu jam.


Lin Yan harus mengakui bahwa Canglan memang memiliki keterampilan menempa yang luar biasa.