Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 103 - Penderitaan Huan Caiyi



Ancaman Patriak klan Zhu membuat wajah Huan Caiyi sangat pucat. Ia tau bahwa dirinya tidak akan bisa berbuat apa-apa saat ini karena Lin Yan yang belum sadarkan diri berada di tangan Patriak klan Zhu.


“Ha-ha-ha! Bagus Patriak klan Zhu, tahan anak itu biar aku membunuh wanita sialan ini!” Liubo tertawa kerasa sambil perlaha berjalan ke arah Huan Caiyi. Ia tau bahwa kematian Huan Caiyi tidak terelakkan lagi.


“Hm?” Patriak klan Zhu mendengus ke arah Liubo. Jika Huan Caiyi mati, bagaimana caranya bertanya? Mayat tidak akan mengatakan apapun.


“Diamlah sampah! Jika tidak, aku akan membunuhmu!” Patriak klan Zhu yang dalam suasana hati yang buruk langsung mengancam Liubo.


Mendengar ancaman Patriak klan Zhu, Liubo berhenti di tempat. Ia merasakan niat membunuh Patriak klan Zhu dan itu tidaklah bercanda sama sekali.


“Patriak klan Zhu, dia adalah target kami! Kedua rekanku telah tewas di tangannya! Apa kau ingin menghalangi kelompok Kalajengking Merah membunuh target? Apakah kau mencoba berperang dengan kelompok Kalajengking Merah? Kau pasti tau bahwa pemimpin kelompok Kalajengking Merah bisa membunuhmu beserta semua anggota klan Zhu dalam waktu singkat!” Ancam Liubo balik. Ia tentu tidak akan membiarkan seseorang menghinanya dan menggunakan nama kelompok Kalajengking Merah.


“Mencoba berperang? Apakah kau tidak tau bagaimana situasimu saat ini? Apakah pemimpin kelompok Kalajengking Merah mengetahui bahwa aku membunuh anggotanya di tempat ini?” Patriak klan Zhu menyeringai kejam dan niat membunuhnya semakin terpancar dan itu diarahkan kepada Liubo.


Wajah Liubo pucat karena tau bahwa apa yang dikatakan oleh Patriak klan Zhu adalah kenyataan. Tetapi ia tidak mau menyerah sama sekali. “Apakah begitu? Apa kau kira Petinggi kelompok Kalajengking Merah tidak akan menyelidiki apa yang terjadi? Beberapa Petinggi tentu mengetahui kami bergerak ke klan Zhu sebelumnya. Kau bisa mencoba membunuhku dan lihat dalam beberapa bulan kedepan apa yang akan terjadi ketika para Petinggi kelompok Kalajengking Merah menyelidiki apa yang terjadi!”


Patriak klan Zhu terdiam dan memang benar bahwa kelompok Kalajengking Merah tidak akan membiarkan seseorang membunuh anggota mereka bahkan yang terlemah pun karena itu menyangkut harga diri pemimpin kelompok Kalajengking Merah. Hal itu sudah diketahui oleh semua klan besar sehingga mereka semua tidak pernah mencampuri urusan kelompok Kalajengking Merah.


Melihat Patriak klan Zhu terdiam, Liubo tau bahwa rencananya berhasil untuk mengancam Patriak klan Zhu. Tetapi tentu saja ia tidak berani menekan terlalu jauh dan membuat persyaratan. “Bagaimana jika begini? Kau bertanya hal apa yang kau inginkan, jika kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, serahkan keduanya kepadaku. Kita tidak akan memiliki kerugian di sisi masing-masing.”


Mendengar perkataan Liubo, Patriak klan Zhu tau bahwa ia hanya bisa setuju karena tidak ada kerugian sama sekali untuknya.


“Baiklah! Kesepakatan! Kau tidak bisa membunuhnya sebelum aku mendapatkan informasi! Jika kau melakukan itu, aku akan membunuhmu lebih dulu!” Ancam Patriak klan Zhu.


Liubo memiliki wajah jelek karena Patriak klan Zhu terus mengancamnya. Tetapi ia hanya bisa setuju karena itu adalah yang terbaik saat ini. Tidak masalah untuk mengulur beberapa waktu agar misinya selesai.


“Tangkap wanita itu!” Perintah Patriak klan Zhu. Ia pun melihat ke arah Huan Caiyi dan melanjutkan, “Jika kau berniat kabur, anak ini akan langsung kubunuh!” Ancam Patriak klan Zhu.


Wajah Huan Caiyi semakin pucat dan hanya menatap ke arah Patriak klan Zhu dengan tatapan membunuh. Ia tidak mau mengambil resiko dengan cara mengulur waktu. Tetapi ia tentu saja tidak bodoh dan mengajukan kesepakatan hanya dengan menggerakkan bibirnya tanpa suara kepada Patriak klan Zhu.


‘Jika kau melepaskan adikku, aku tidak akan melawan, jika kau menyentuhnya sedikit saja, lupakan tentang apa yang terjadi, aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun. Dan selanjutnya, kau harus menjauhkan adikku darinya. Jika kau tidak setuju, tidak ada kesepakatan!’


Mata Patriak klan Zhu menyipit saat melihat gerakan bibir Huan Caiyi dan ia tau bahwa wanita klan Huan itu tidak bercanda sama sekali. Ia mengerti bagaimana tempramen anggota klan Huan dan lebih baik mencari aman selama ia mendapatkan informasi. Lagi pula, setelah ia mendapatkan informasi, ia hanya akan membunuh Huan Caiyi. Jadi, ia hanya perlu berpura-pura setuju.


Di sisi lain, Huan Caiyi pun tau apa pemikiran Patriak klan Zhu tetapi ia tetap bertaruh. Ia ingin membuat teknik terakhirnya untuk membawa Lin Yan pergi setelah mengatakan apa yang terjadi. Walaupun mungkin ia akan tewas, yang penting adiknya bisa selamat.


“Maaf Yan'er, tampaknya aku tidak bisa mengikutimu lagi dalam menjelajahi dunia ini. Aku hanya bisa melakukan ini untuk membuatmu selamat.” Batin Huan Caiyi saat mempersiapkan teknik tertentu. Ia tetap diam di tempat karena tau jika ia bergerak sedikit saja, Patriak klan Zhu akan langsung membunuh Lin Yan.


Sementara itu, Liubo langsung muncul di depan Huan Caiyi sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke perut Huan Caiyi.


Buak!


Huan Caiyi yang tidak melawan sama sekali merasakan sakit luar biasa di perutnya. Ia memuntahkan sesuap darah dan terpental beberapa meter.


Patriak klan Zhu hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh Liubo. Selama Liubo tidak membunuh Huan Caiyi, itu tidak masalah sama sekali.


Zhep!


Liubo muncul di dekat Huan Caiyi dan langsung menarik rambut Huan Caiyi dan menghadapkannya ke arah Patriak klan Zhu.


“Sekarang, katakan! Apa yang terjadi!” Ancam Patriak klan Zhu dengan cara menaruh pedang di leher Lin Yan.


Huan Caiyi yang masih mempersiapkan teknik pun tidak langsung berbicara yang membuat Patriak klan Zhu merasa jengkel.


Liubo pun jengkel karena tidak sabar pergi dari tempat itu juga.


Krak!


Huan Caiyi berteriak keras saat merasakan lengan kirinya patah. Ia tau bahwa cedera seperti itu membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih seperti semula.


“Cepat katakan sialan! Jika tidak, adik kecilmu itu akan mati!” Ancam Liubo lagi.


Huan Caiyi menggertakkan giginya dengan kuat tetapi tidak langsung berbicara yang membuat Patriak klan Zhu dan Liubo semakin jengkel.


Jleb!


Sebuah belati bersarang di bahu Huan Caiyi karena Liubo langsung menyiksa Huan Caiyi lagi agar mengatakan apa yang terjadi.


“Arrrrgghhhh!”


Huan Caiyi berteriak sekali lagi karena tidak mampu menahan rasa sakit seperti itu. Walaupun tubuhnya kuat, tetap saja mentalnya tidak mampu menahan rasa sakit seperti itu yang membuatnya berteriak keras.


Karena Huan Caiyi terus diam, Liubo terus menyiksanya yang membuat tempat itu diisi oleh suara teriakan kesakitan yang berasal dari Huan Caiyi.


Tubuh Huan Caiyi semakin melemah dari waktu ke waktu tetapi teknik yang ia persiapkan belum selesai sama sekali.


“Cepat katakan!” Teriak Patriak klan Zhu sambil menyayat leher Lin Yan. Ia sudah tidak sabar sama sekali.


Huan Caiyi ketakutan saat melihat pedang perlahan mengiris leher Lin Yan.


“Tulisan itu.. tulisan kuno itu adalah kuncinya..” ucap Huan Caiyi lemah.


“Katakan bagaimana caranya!” Teriak Patriak klan Zhu lagi.


Huan Caiyi terdiam karena tulisan itu hanya berfungsi jika Lin Yan yang menyentuhnya. Ia tidak mungkin mengatakan hal itu karena itu juga berkaitan dengan darah adiknya.


Krak!


“Arrrrgggghhh!”


Kaki Huan Caiyi dipatahkan oleh Liubo sekali lagi yang membuat teriakan Huan Caiyi semakin keras.


Sebelum ada yang berbicara lagi, suara detak jantung terdengar sangat keras yang membuat Patriak klan Zhu dan Liubo terkejut.


Deg! Deg!


Deg! Deg!


Qi mengerikan perlahan menyelimuti Lin Yan yang membuat Patriak klan Zhu terkejut dan langsung melempar Lin Yan ke samping. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang bisa membunuhnya tiba-tiba dalam sepersekian detik.


Tubuh Lin Yan perlahan bangkit dengan cara yang aneh. Qi berwarna hitam tampak membantunya berdiri.


Percikan listrik hitam terus bermunculan di tubuh Lin Yan setiap waktu.


Deg!


Saat mata Lin Yan terbuka, jantung Patriak klan Zhu serta Liubo berdetak sangat cepat karena ada sesuatu yang mengerikan menurut insting mereka yang akan segera terjadi.