Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 62 - Membocorkan Informasi



Keesokan harinya, Lin Yan dan Huan Caiyi telah bersiap-siap untuk pergi menyelesaikan misi yang mereka terima agar bisa masuk ke pelantara dalam sekte Naga Langit. Ketika mereka berdua keluar dan menuju gerbang desa, beberapa murid menatap keduanya seolah-olah melihat orang tertolol yang pernah ada karena langsung mengambil misi ketika baru sampai di tempat itu.


Semua murid berbisik di mana-mana membicarakan keduanya pasti akan tewas ketika melakukan misi. Banyak murid yang telah tewas karena terlalu menganggap diri mereka sangat tinggi dan mengambil misi sebelum kekuatan mereka mencapai Xiantian tahap ketiga.


Lin Yan dan Huan Caiyi sama sekali tidak peduli tentang apa yang dipikirkan oleh murid lainnya. Mereka terus bergerak keluar. Ketika sudah mencapai luar desa, Lin Yan dan Huan Caiyi saling memandang.


“Baiklah kakak, berhati-hatilah saat menjalankan misi.” Ucap Lin Yan.


Mendengar perkataan Lin Yan, Huan Caiyi tersenyum kecil. Ia tentu sangat senang bahwa adiknya itu peduli tentang keselamatannya.


“Jaga dirimu juga Yan'er. Kita akan bertemu kembali ketika sudah menyelesaikan misi.” Balas Huan Caiyi sambil tersenyum manis.


Lin Yan mengangguk kecil dan mereka berdua pun langsung bergerak ke dua arah yang berbeda karena arah misi mereka saat ini sangat berlawanan.


Di tempat yang jauh, dua sosok mengikuti Lin Yan dan Huan Caiyi. Mereka berdua adalah Tetua pelantara dalam. Tentu setiap murid yang melakukan ujian akan diawasi oleh seorang Tetua agar tidak melakukan kecurangan seperti dibantu oleh kekuatan dibelakang mereka.


Lin Yan sama sekali tidak mengetahui hal itu karena tingkat kekuatannya dengan Tetua tersebut sangat jauh berbeda. Tidak mungkin untuk mendeteksi keberadaan sekuat itu.


“Ketika aku masih lemah, butuh waktu seminggu mencapai Kerajaan Bintang. Dari tempat ini, butuh waktu tiga hari mencapai kota. Dan dari kota, aku mungkin butuh kurang dari tiga hari mencapai Desa Pelangi.” Batin Lin Yan saat menghitung waktu. Dan jika prediksinya benar, maka ia memiliki waktu sekitar dua Minggu lebih untuk melakukan misi. Itu adalah waktu yang lumayan banyak menurut Lin Yan dan ia pasti memiliki waktu untuk beristirahat nantinya diperjalanan.


Di tempat lain, beberapa Tetua telah melihat kepergian Lin Yan dan Huan Caiyi. Saat ini ada sekitar tiga Tetua yang saling berdiskusi.


“Kedua anak itu telah pergi. Kita akan memberitahu mereka.” Salah satu Tetua yang merupakan Tetua Chi berkata dengan nada tenang sambil menatap dua Tetua lainnya.


“Ya. Kedua anak itu telah memprovokasi kekuatan besar. Walaupun Master sekte Naga Langit menghargai anak itu, tetapi dia hanya akan dilindungi ketika berada di dalam sekte. Tidak mungkin untuk melindunginya di luar sana.” Tetua lainnya melanjutkan.


“Klan Meng dan Klan Yi. Aku tidak menyangka bahwa dua murid yang tidak diketahui asalnya telah memprovokasi kekuatan besar. Juga, aku mendapatkan informasi bahwa wanita bernama Huan Caiyi itu membunuh salah satu anggota klan Shi. Klan Huan dan klan Shi memang saling bertarung dahulu. Pasti anggota klan Shi sudah mengetahui hal itu. Tetapi belum ada informasi apapun dari mereka yang artinya klan Shi sudah membuat rencana mereka sendiri.” Ujar Tetua lainnya.


“Baik. Ayo kita laporkan berita ini ke klan Meng dan Klan Yi. Lakukan secara diam-diam.” Perintah Tetua Chi.


Tidak akan ada yang menyadari bahwa beberapa Tetua membocorkan informasi misi Lin Yan dan Huan Caiyi. Tentu saja ketiga Tetua itu akan mendapatkan hadiah dari klan besar jika membocorkan informasi. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa mereka bertiga tolak sama sekali.


Lin Yan sama sekali tidak mengetahui hal itu. Jika ia tau bahwa beberapa Tetua membocorkan informasi tentangnya, ia akan semakin membenci sekte Naga Langit.


Waktu terus berlalu, Lin Yan telah melewati kota utama Kerajaan Bintang dan kemungkinan tidak sampai tiga hari lagi ia akan mencapai desa Pelangi. Tempat misinya berada tentu saja adalah hutan Fuin, hutan yang sering ia jelajahi walaupun tidak mencapai pusat hutan karena peringatan dari kakek dan neneknya.


“Huft.. Sungguh melelahkan ketika bergerak tanpa henti selama beberapa hari.” Gumam Lin Yan saat duduk di sebuah cabang pohon yang lumayan tinggi di dalam hutan.


“Jika aku terus bergerak, dua hari kemudian aku akan tiba di Desa Pelangi. Misi yang aku jalani berada di sebelah selatan hutan Fuin. Tetapi aku tetap bisa masuk ke hutan itu melalui desa Pelangi. Jika targetku berada di pusat hutan, itu akan menghemat waktu. Jika target sedang menyerang sebuah kota, itu akan lebih merepotkan untuk mencarinya.”


Lin Yan tampak merenung dan memikirkan berbagai kemungkinan. Setelah beberapa saat, ia menyampingkan pemikirannya lalu menutup matanya untuk beristirahat sejenak.


Tidak jauh dari tempat Lin Yan, sosok Tetua yang mengawasi misi yang dilakukan oleh Lin Yan tidak bisa berkata-kata dengan kecepatan Lin Yan saat bergerak menuju tempat misi dilakukan.


Tetua tersebut adalah salah satu Tetua terkuat diluar kategori tiga Tetua utama. Alasan mengapa ia dikirim mengawasi Lin Yan adalah karena perintah Master sekte Naga Langit itu sendiri untuk melihat potensi Lin Yan yang sebenarnya.


Master sekte Naga Langit telah memprediksi bahwa akan ada anggota klan yang akan mengincar Lin Yan saat menjalankan misi, sebagai seseorang yang berpengalaman, tentu ia akan menyadari bahwa klan-klan kuat akan menyogok para Tetua untuk informasi tentang Lin Yan. Namun ia tidak peduli sama sekali, jika Lin Yan mati di luar sekte Naga Langit, itu bukan lagi urusannya. Alasan lainnya ia mengirim Tetua kuat, agar Tetua itu bisa pergi dengan mudah jika keadaan terdesak.


Beberapa jam setelah Lin Yan beristirahat, Tetua yang selalu mengawasi Lin Yan mengerutkan keningnya saat merasakan ada tiga individu yang sedang mendekat.


“Ini sesuai dengan prediksi Master sekte. Tiga individu itu pasti berasal salah satu klan kuat yang anak itu provokasi. Anggota klan mana itu?” Batin Tetua tersebut. Namun ia tidak peduli sama sekali. Ia hanya bertugas untuk mengawasi keberhasilan misi Lin Yan tanpa adanya bantuan pihak lain.


Lin Yan yang sedang beristirahat pun, membuka matanya karena merasakan ada aura kuat yang mendekat. Persepsinya sangatlah kuat. Ia langsung berdiri di atas dahan pohon sambil menatap ke arah kejauhan. Bahkan Tetua yang mengawasi pergerakannya pun terkejut dengan kewaspadaan Lin Yan.


“Ada tiga orang yang mendekat. Ketiganya memiliki kultivasi tingkat Xiantian tahap ketiga.” Wajah Lin Yan sedikit berkerut karena ia tau bahwa akan sulit mengalahkan mereka semua jika itu adalah musuh.


Tetapi Lin Yan tetap tenang dan menaikkan sudut bibirnya. Ia langsung bergerak pergi ke arah misi yang seharusnya berada. Dari segi kecepatan, ia tentu tidak akan kalah. Dan karena kehadiran ketiga individu tersebut, ia merubah rencananya saat ini.