
Kota Neraka
Waktu terus berlalu, kabar tentang pemuda atau pemula baru yang telah tiba di Kota Neraka pun menyebar seperti sebuah wabah.
Saat ini wajah Lin Yan telah dikenali oleh sangat banyak kultivator di Kota Neraka karena dia adalah target yang layak untuk diperjuangkan. Siapapun akan berpikir seperti itu dan pasti tidak akan membuang kesempatan untuk menjadi salah satu kultivator yang pernah menjatuhkan pengguna qi Raja.
Para anggota cabang Klan Kuno Yao juga telah mendapatkan informasi tentang Lin Yan yang membuat mereka ingin memburunya tetapi tetap menahan diri karena merasa tidak perlu turun tangan secara langsung untuk menghabisi Lin Yan yang hanya memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap pertama.
Sementara itu, Chi Yang telah mencari semua informasi tentang Lin Yan dan tidak menemukan dari mana asalnya. Juga, karena ia memiliki koneksi dengan anggota cabang Klan Kuno Lin, ia pun telah mendapatkan informasi yang ia cari bahwa Lin Yan bukan berasal dari Klan Kuno Lin.
Karena itu, Chi Yang sedikit merasa lega karena ia pasti akan mendapatkan masalah jika anggota Klan-nya menghabisi anggota Klan Kuno Lin yang memiliki qi Raja.
Informasi yang diterima oleh Chi Yang pun membuatnya ingin merekrut Lin Yan tetapi masih berpikir apakah itu perlu atau tidak. Juga, hubungan Li Hao dengan Lin Yan membuatnya berpikir dua kali karena ia sadar bahwa Li Hao bukan sesuatu yang baik.
Sedangkan untuk Klan Chu juga memikirkan hal yang sama. Chu Di pun memerintahkan semua anggota Klan-nya yang memiliki kultivasi tingkat Alam Raja tahap kelima ke bawah agar mencoba untuk menantang Lin Yan.
Setelah informasi menyebar luas, para kultivator pun semakin banyak yang datang ke Colosseum. Sebab, sudah pasti para kultivator yang datang ke Kota Neraka untuk berlatih akan mendatangi tempat itu juga dari waktu ke waktu karena di tempat itulah perkembangan paling besar akan didapatkan. Tidak hanya untuk sumber daya, bahkan semua milik musuh akan dapat disita.
Beberapa hari kemudian, Lin Yan pun di pimpin oleh Li Hao menuju Colosseum yang dikatakan oleh Li Hao.
Tetapi saat ini Li Hao tampak memasang wajah gelap dari waktu ke waktu.
“Kenapa kau memasang wajah seperti itu?” Tanya Xia Yue'er kepada Li Hao saat duduk di kursi VIP-nya.
Li Hao mengabaikan Xia Yue'er dan menatap ke arah Lin Yan. “Lin Yan.. ada informasi seperti ini...” Li Hao pun menjelaskan tentang situasi yang harus dihadapi oleh Lin Yan karena informasi tentangnya telah menyebar luas dan para kultivator di Kota Neraka sedang mengincarnya.
“Oh? Mereka ingin mengincarku? Tidak masalah sama sekali. Itu lebih baik karena aku tidak harus mencari masalah untuk mendapatkan musuh.” Lin Yan tidka peduli sama sekali tentang para kultivator yang mengincarnya termasuk anggota cabang Klan Kuno Yao.
“Juga, tentang Klan Yao..” Li Hao terdiam sejenak karena memikirkan tentang hubungan Klan Li dengan Klan Yao. Ia tidak terlalu peduli tentang hal itu tetapi tetap saja kakeknya adalah Patriak Klan Li saat ini.
Bahkan ayahnya Li Hu pun memperingatinya ketika sebelum berangkat ke Benua Saint bahwa ia tidak boleh membuat masalah terhadap kakeknya.
“Aku tau apa hubungan Asosiasi Alkemis dengan Klan Yao. Tetapi bukan aku yang memulai, merekalah yang ingin merampok ku lebih dulu.” Lin Yan menjelaskan.
Li Hao terdiam sejenak lalu mengangguk. Ia tentu sangat mengerti bagaimana karakter Lin Yan, dia adalah seseorang yang sangat tidak suka mencari masalah lebih dulu tetapi masalah selalu mendatanginya lebih dulu.
“Itu hanya anggota Klan cabang! Seharunya tidak akan memiliki efek apa-apa kepada Klan Li karena Klan Li bisa dikatakan adalah tangan kanan Klan Yao.” Batin Li Hao dan mengabaikan pemikiran tentang hubungan Klan Li dan Klan Yao.
Selama dalam perjalanan menuju Colosseum, banyak pasang mata yang menatap ke arah Lin Yan dan Li Hao. Mereka semua pun menghilang setelah mengkonfirmasi bahwa tujuan Lin Yan adalah Colosseum.
Semua gerakan mereka tentu tidak akan lepas dari mata Lin Yan. Tetapi karena mereka semua tidak mencoba mengincarnya saat ini, ia hanya mengabaikan mereka hanya untuk sementara waktu.
“Ini tempatnya!” ucap Li Hao saat menatap ke arah bangunan raksasa tanpa atap berbentuk lingkaran.
Suara pertarungan intens pun terdengar dari dalam sana serta suara teriakan para penonton yang sedang menyaksikan pertarungan. Sudah pasti banyak dari mereka yang memasang taruhan karena itu adalah cara lainnya untuk mengumpulkan sumber daya yaitu batu spiritual.
Sementara itu, Lin Yan menggunakan Mata Raja untuk menatap ke arah dalam Colosseum dan langsung menaikkan sudut bibirnya karena semangat juangnya juga membara. Sebab, semua petarung di sana adalah kultivator tingkat Alam Raja.
Itu tampak seperti Colosseum memang diciptakan untuk tempat berlatih para kultivator tingkat Alam Raja.
“Ayo.” Li Hao pun memimpin jalan ke dalam Colosseum dan Lin Yan hanya mengikuti dari belakang.
Sesampainya di dalam, terlihat area pertarungan yang sangatlah luas. Para kultivator tingkat Alam Raja tidak akan menghancurkan tempat itu meskipun yang bertarung mencapai jumlah puluhan.
Blar!
Ledakan dahsyat pun terjadi seketika di area pertarungan. Saat ini terlihat salah satu petarung baru saja menghabisi musuhnya hingga hancur berantakan.
“Woaaaa!” Teriakan para penonton pun terdengar. Setelah itu, di bangku penonton pun pertarungan terjadi karena adanya beberapa kultivator yang tidak menepati janjinya karena kalah taruhan.
Lin Yan memperhatikan semua kultivator yang ada di sana dan sangat banyak dari mereka yang memiliki aura kejahatan luar biasa mengerikan dan aura yang telah membunuh nyawa mencapai ribuan.
Semua penjahat tampak berkumpul di satu kota, tempat itu layaknya surga bagi mereka. Saat ini Lin Yan tidka heran lagi mengapa kota itu dinamai sebagai Kota Neraka.
“Siapakah yang ingin bertarung selanjutnya?” Satu kultivator tingkat Alam Raja tahap keenam pun melayang di atas langit sambil berteriak keras.
Lin Yan sedikit bingung seperti apa cara mendaftar Pertarungan. Tetapi kini ia merasa bahwa tidak ada pendaftaran sama sekali.
Tatapan kultivator yang melayang itu tertuju pada Lin Yan karena tentu ia telah mendapat informasi bahwa pemula baru dengan qi Raja sedang menuju ke arah Colosseum.
“Apakah pendatang baru yang disebut sebagai kuda hitam akan bertarung?” Teriak kultivator tersebut memprovokasi suasana. Ia telah dibayar oleh dua Klan terkuat di Kota Neraka untuk memeriahkan suasana di Colosseum dengan segala cara.
Sebab, semua pendapatan dua Klan besar bisa dikatakan sangatlah banyak hanya dari pengutipan dana untuk tinggal di Kota Neraka. Itulah sebabnya dua Klan terkuat di Kota Neraka tidak akan membuat para kultivator kecewa dan membuat banyak pengaturan agar semakin banyak kultivator yang tinggal di Kota Neraka.
Semua mata pun kini tertuju pada arah tatapan seseorang yang dianggap sebagai wasit.
Wajah Li Hao gelap seketika dan menatap ke arah wasit dengan tatapan membunuh.
Wasit itupun tersenyum lebar ketika merasakan niat membunuh dari Li Hao. Ia tentu tau identitas sejati Li Hao sehingga ia sedikit ragu untuk berurusan dengannya, tetapi tidak untuk Lin Yan yang tidak memiliki siapa-siapa dari informasi yang diterima oleh Klan Chi dan Klan Chu.
“Dasar bajingan! Kenapa kau hanya diam! Lompat ke dalam!”
“Diakah pengguna qi Raja? Percuma saja, dia tidak akan memiliki nyali bertarung di sini!”
Teriakan dan cemoohan pun terdengar dan itu semua ditunjukkan kepada Lin Yan.
“Oh? Tampaknya kalian semua ingin melihat pertarungan yang layak bukan? Jika seperti itu, aku akan memberikan kalian pertunjukan menarik!” Lin Yan pun tersenyum sedikit kejam dan melirik ke sana ke mari lalu ia pun menghilang dalam sekejap.
Li Hao yang menatap itu pun hanya menutup wajahnya karena merasa bahwa Lin Yan terprovokasi dengan kata-kata sampah para kultivator. Tetapi ia tidak tau sama sekali bahwa itulah yang dicari oleh Lin Yan, pertarungan yang membuatnya bisa meningkat dengan cepat.