
Sekte Wayang
Duar!
Sebuah bangunan meledak seketika di pusat Sekte Wayang berada. Para murid Sekte Wayang pun sedikit panik bukan karena itu serangan dari musuh, melainkan amarah seseorang yang menjadi pemimpin dari Sekte Wayang.
Di langit saat ini terlihat sosok pria paruh baya yang memasang wajah yang sangat gelap. Ia adalah Master dari Sekte Wayang yang sedang mengamuk menggunakan Wayangnya.
“Master! Hentikan itu, walaupun anda menghancurkan apapun yang anda lihat, semuanya tidak akan kembali seperti semula!” Tetua Pertama Sekte Wayang langsung menghentikan Master Sektenya.
“Sialan! Sialan! Siapapun mereka, aku pasti akan membunuhnya!” ucap Master Sekte Wayang saat qi-nya meledak dahysat sekali lagi.
Tetua Pertama dan Tetua Kedua Sekte Wayang yang sangat dekat pun berkeringat sedikit. Walaupun mereka berdua kuat, tetap saja dihadapan Master Sekte Wayang, kekuatan mereka sangat pucat.
Tetua Pertama dan Kedua Sekte Wayang telah mencapai tingkat Alam Kaisar tahap pertama dan Master Sekte Wayang telah mencapai tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap ketiga.
“Hentikan sampai di sini! Kita akan mencari kedua bocah itu! Mereka berdua tidak mungkin pergi terlalu jauh karena Sekte Wayang dekat dengan Sungai Abadi!” Suara seseorang pun terdengar yang membuat Master Sekte Wayang menenangkan dirinya. Ia menatap ke arah tempat tertentu dan menemukan sosok tua.
Dia adalah Tetua Agung Sekte Wayang yang legendaris, dia adalah pria terkuat dan juga tertua di Sekte tersebut dengan tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kelima.
Tentu Master Sekte Wayang sangat menghormati sosok tua itu karena bisa dikatakan, ketika ia baru bergabung dengan Sekte Wayang, Tetua Agung Sekte Wayang telah menjadi seorang Tetua.
“Yang harus kau pikirkan saat ini adalah Canglan! Dia telah diundang oleh Organisasi Saint Langit untuk menjadi Master Bela Diri peringkat 150! Apa kau mengerti maksudku?” Tanya Tetua Agung Sekte Wayang.
Wajah Master Sekte Wayang sedikit pucat saat mendengar nama Canglan. Ia tentu mengerti bagaimana kekuatan para Master Bela Diri. Mereka bukan sesuatu yang dapat di provokasi, bahkan yang terlemah pun dapat menghancurkan mereka. Sementara Canglan diundang menjadi Master Bela Diri peringkat ke 150.
Bahkan untuk Tetua Kedua dan Ketiga sedikit ketakutan saat mendengar nama Canglan yang menjadi jenius nomor satu Sekte Wayang sejak zaman kuno sekalipun.
Tidak lama kemudian, Master Sekte Wayang menenangkan dirinya dan menaikkan sudut bibirnya saat menatap ke arah Wayang miliknya yang menggunakan jubah hitam.
“Jika dia mencoba menantang kita, aku ingin melihat apakah dia bisa melawan Wayang ini!” ucap Master Sekte Wayang dengan seringai kejam diwajahnya.
Tetua Agung Sekte Wayang menatap ke arah Wayang Master Sekte Wayang sekilas dan ia mengangguk. Ia tentu sadar bahwa Wayang itu adalah kelemahan terbesar Canglan. Sebab, dahulu Canglan kalah dalam pertempuran karena Wayang itu juga walaupun kultivasi Canglan bahkan sudah melampaui Tetua Agung Sekte Wayang.
**
Sementara itu, terlihat di suatu tempat persembunyian yang dikelilingi oleh Formasi, getaran besar terjadi.
Drrrrtttt!
Walaupun tidak ada tanda-tanda qi yang mengakibatkan hal itu, tetap saja tekanan yang tidak terkatakan terlihat dengan jelas.
Blar!
Cahaya, Petir Hitam dan uap berwarna merah kehitaman pun meledak dari langit dan membentur suatu tempat tepat di bawah.
Saat ini terlihat Formasi yang hancur seperti pecahan kaca. Tetapi tidak ada qi yang merembes keluar karena tertahan oleh sesuatu.
Di kawah yang lumayan dalam, terlihat tiga sosok yang sedang melayang setinggi beberapa meter dari permukaan tanah.
Ketiganya tidak lain adalah Lin Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
“Luar biasa! Aku tidak menyangka bahwa kultivasiku akan meningkat setinggi ini!” ucap Lin Yan saat menatap ke arah tangannya yang masih memercikkan petir hitam setiap saat.
“Lin Yan! Aku akhirnya mengejar kultivasimu!” Xia Yue'er terbang ke sana ke mari karena saat ini dirinyalah yang paling banyak meningkatkan kultivasi.
“Lin Yan, tampaknya campuran herbal yang kau konsumsi sebelumnya membuat peningkatan kita berlipat ganda! Apakah itu herbal yang kau temukan dari Gunung Safir?” Tanya Xiao Ziya karena sedikit terkejut juga dengan peningkatan Kultivasi mereka bertiga.
“Ya, aku menggunakan hampir setengah dari herbal langka yang aku ambil di Gunung Safir. Sedari awal, herbal-herbal itu memang bertujuan untuk meningkatkan qi walaupun sedikit memaksakan.” ujar Lin Yan dengan senyum kecil diwajahnya.
“Walaupun begitu, tampaknya kau harus menahan terobosan mu selanjutnya. Walaupun mungkin tidak ada masalah bagi tubuhmu, Yue'er akan menerima dampaknya. Dia memulai tubuhnya dari awal tidak seperti diriku dan tidak seperti dirimu yang memiliki tubuh spesial.” Xiao Ziya memperingati. Entah mengapa, setelah bersama dengan Lin Yan dan Xia Yue'er, pemikirannya tentang balas dendam telah menghilang dan ia menikmati petualangan kecil yang Lin Yan bawa padanya.
“Ha? Kenapa tampaknya kau seolah-olah menuduhku menjadi beban sehingga kita tidak dapat meningkatkan kultivasi lebih tinggi?” Xia Yue'er berhenti di udara dan memegang pinggangnya dengan kedua tangannya yang mungil dan menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tidak puas.
Xiao Ziya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er karena jika ia membalas, Roh Peri mungil itu akan mengoceh tanpa henti nantinya.
“Tenang Yue'er. Apa yang dikatakan oleh Ziya benar. Kau harus memperkuat fondasi tubuhmu itu agar dapat menerobos ke tingkat selanjutnya secepat mungkin. Aku yakin bahwa kau mampu melakukannya dalam waktu singkat.” Lin Yan pun langsung menghibur Roh Peri mungil itu.
“Tentu Putri ini akan dapat melakukannya dalam waktu singkat!” ucap Xia Yue'er bangga sambil mengangkat sedikit kepalanya degan tampilan arogan.
“Sudah dua minggu berlatih dan dua Minggu berkultivasi kita berkultivasi. Apakah sudah saatnya kita bergerak untuk membasmi mereka?” Tanya Xia Yue'er bersemangat dan langsung mendarat di bahu Lin Yan.
Mendengar pertanyaan Xia Yue'er, Lin Yan pun menaikkan sudut bibirnya. “Ya, dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap kesembilan, kita pasti bisa memusnahkan mereka semua!”
“Ayo pergi, kita akan mencari Dai Mubai terlebih dahulu di kota yang dekat dengan Sekte Wayang.” ucap Lin Yan dan perlahan melayang ke arah langit.
Xiao Ziya hanya diam dan perlahan melayang ke arah langit juga.
Mereka pun langsung bergerak ke tempat Sekte Wayang berada untuk menyelesaikan konflik diantara mereka.
Saat Lin Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er telah pergi dari tempat tersebut, dalam waktu beberapa menit kemudian satu sosok perlahan muncul dari udara tipis.
Sosok tersebut menggunakan jubah dan menatap ke arah kepergian kelompok Lin Yan.
“Kekuatan mereka lumayan kuat. Tetapi, kenapa aku merasa adanya aura familiar dari pemuda itu?” Gumam sosok tersebut. Ia pung menggelengkan kepalanya karena merasa hanya terlalu banyak berpikir. Ia pun langsung menghilang kembali dan pergi dari tempat tersebut.
Jika Lin Yan menatap sosok sebelumnya yang tiba-tiba muncul dari udara tipis, ia akan langsung mengenalinya dalam sekejap. Itu bukan karena wajahnya, tetapi pakaian yang digunakan oleh sosok tersebut, yaitu Jubah Ular.