
Patriak klan Gu dan Gu Shen terdiam atas apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Keduanya tidak tau harus bereaksi seperti apa karena menurut mereka, Lin Yan adalah anak yang baik. Bahkan di saat seperti ini, Lin Yan tidak ingin mereka terlibat yang membuat klan Gu mendapatkan masalah.
Sementara itu, Li Hu dan Li Wei juga hanya diam di tempat karena Lin Yan memiliki permintaan lain sebagai bantuan yang akan ia terima, yaitu, menjauhkan Huan Caiyi dari kelompok yang ingin memburunya dan itu adalah sesuatu yang tidak akan sulit bagi mereka karena mungkin Huan Caiyi hanya akan diburu oleh klan Shi dan kelompok Kalajengking Merah.
Juga, permintaan terakhir Lin Yan adalah, membawa Huan Caiyi ke benua utama untuk menemukan keberadaan kakek dan neneknya jika Huan Caiyi telah memiliki kekuatan untuk berkelana di benua tersebut.
“Apa yang harus aku katakan kepada Yin'er setelah ini?” Gu Shen memasang wajah pahit dan menatap ke arah bangku penonton. Tubuhnya menegang karena Gu Yin saat ini tidak berada di tempatnya.
Patriak klan Gu yang melihat ke arah bangku penonton pun membeku karena tau bahwa keponakan bodohnya itu pasti kabur menggunakan teknik yang baru dia pelajari.
“Bibi.. lepaskan aku!” Teriak Huan Caiyi yang masih terus menangis ketika melihat Lin Yan yang pergi diikuti oleh banyak orang-orang kuat.
Buak!
Gu Mien pun langsung memukul pundak Huan Caiyi dan membuatnya pingsan.
“Jika dibiarkan, anak ini akan melakukan sesuatu yang sembrono seperti..” Gu Mien melihat ke sebelah Gu Yuena dan matanya sedikit melotot karena Gu Yin sudah tidak ada lagi di tempatnya.
“Di mana Yin'er!” Teriak Gu Mien panik.
Gu Yuena yang fokus melihat ke arah kepergian Lin Yan pun membeku dan menoleh ke samping. “Dasar bodoh!” Teriaknya sekuat tenaga.
Para anggota klan Gu pun langsung bergerak dan sudah tau ke arah mana mencari keberadaan Gu Yin.
**
“Kau tidak akan bisa kabur bocah!” Teriak kelompok Kalajengking Merah saat menyerang ke arah Lin Yan di langit.
Bom!
Ledakan besar terjadi dan Lin Yan terpental menjauh sambil memuntahkan sesuap darah. Ia pun langsung membentuk Naga Hitam baru dan mengendalikannya agar menjauh dari posisi para penyerang.
“Naga Hitam itu memang cepat! Tetapi tetap saja itu hanyalah qi yang kau padatkan!” Teriak Long Bao saat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Sraing!
Jrezh!
Bahu Lin Yan menyemprotkan banyak darah karena ia tidak mampu bergerak lebih cepat dari serangan yang dilancarkan oleh Lang Bao.
“Kalian akan membayarnya!” ucap Lin Yan dan terus bergerak ke arah luar sekte Seribu Pedang.
Zhep!
Master Sekte Gerbang Surgawi pun muncul di atas Lin Yan sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah Lin Yan.
Melihat itu, Lin Yan pun langsung menyelimuti tubuhnya dengan Naga Hitam ciptaannya.
Buak!
Zhep!
Lin Yan terpental ke arah bawah seperti meteor. Ia tentu paham bahwa ia tidak mungkin bisa kabur dari semua kultivator kuat itu. Tetapi ia ingin mencoba untuk menjatuhkan salah satu dari mereka.
Bom!
Ledakan besar terjadi saat Lin Yan menabrak permukaan tanah kosong yang lumayan gersang.
“Uhuk..”
Lin Yan muntah darah yang sangat banyak. Walaupun tubuhnya sangat kuat, tentu tidak akan mampu bertahan dari serangan dari kultivator tingkat Alam Langit meskipun ia telah dilindungi oleh teknik Jiwa Pelahap Raja Naga.
Lin Yan langsung berdiri dan melesat di darat dengan kecepatan penuhnya.
“Kau tidak akan bisa kabur!” Patriak klan Shi yang paling membenci Lin Yan pun melesat dengan kecepatan penuhnya seperti cahaya.
Buak!
Patriak klan Shi memukul punggung Lin Yan karena ia tidak ingin langsung membunuh Lin Yan. Ia ingin menyiksanya karena telah membunuh putranya.
Brak! Brak! Brak!
“Uhuk..”
Lin Yan sekali lagi memuntahkan banyak darah. Tubuhnya saat ini gemetaran. Ia selalu berpikir banyak hal dan mencari cara untuk lolos atau membunuh salah satu dari mereka jika ia tidak bisa kabur.
“Formasi..” Gumam Lin Yan dengan lemah dan penghalang tertentu muncul.
“Oh? Ini adalah Formasi yang kuat, sangat disayangkan bahwa salah satu dari kami adalah ahli formasi nomor satu!” Kali ini Patriak klan Meng langsung bekerja dan membubarkan Formasi yang dibuat oleh Lin Yan dalam waktu kurang dari setengah menit.
Lin Yan membatu di tempat karena tau bahwa semua cara yang ia pikirkan tidak mampu membuatnya bertahan.
“Hanya cara ini..” Batin Lin Yan saat mempersiapkan Formasi lainnya untuk membuat ledakan yang sangat besar.
Buak!
Tendangan kuat mendarat di perut Lin Yan dan itu dilakukan oleh Patriak klan Yi.
Brak! Brak! Brak!
Bom!
Lin Yan menabrak sebuah tebing kecil dan hampir menghancurkannya. Darah yang sangat banyak menyemprot dari mulutnya saat ini.
“Kau memang tangguh karena berhasil menahan semua serangan. Harus diakui bahwa kau adalah salah satu anak terkuat yang pernah ada di Daratan Utara, namun sangat disayangkan bahwa kau memprovokasi banyak kekuatan.” ucap Long Bao mencemooh Lin Yan.
Lin Yan yang perlahan bangkit pun, tersenyum kecil. Ia sama sekali tidak takut dengan kematian. Yang ia sesali hanyalah beberapa hal yaitu tidak bisa bersama dengan kakaknya lagi, tidak bisa bertemu dengan kakek dan neneknya serta satu hal lagi yang membuatnya selalu ingin tersenyum.
“Kau bahkan masih bisa tersenyum? Matilah!” Teriak Patriak klan Shi melancarkan serangannya dari jarak hampir sepuluh meter.
Sraing!
Bilah qi Cahaya melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Lin Yan tau bahwa ia akan mengalami luka sangat berat saat menerima serangan itu. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya untuk menghindar.
Srak!
Jrezh!
Darah yang sangat banyak terciprat ke segala arah. Lin Yan yang ingin bergerak pun terhenti dan melihat satu sosok yang berdiri di hadapannya.
Mata Lin Yan memerah seketika melihat sosok wanita yang sangat ia kenal perlahan tumbang ke arah belakang.
Semua kultivator kuat yang ada di tempat itupun terkejut karena ada satu orang yang muncul tanpa mereka sadari.
Blug!
Dan hal terakhir yang ia sesali selama ini adalah, tidak merespon apapun tentang wanita yang selalu mengejarnya. Dan saat ini, Lin Yan semakin menyesal karena wanita itu sudah terjatuh tepat dihadapannya.
“Yin'er..” Lin Yan perlahan meraih Gu Yin yang mencoba menghalangi tebasan Patriak klan Shi dan muncul entah dari mana. Itu adalah salah satu kemampuan gerakan terkuat klan Gu yang baru di kuasai oleh Gu Yin.
“Kenapa..” Lin Yan pun langsung memeluk Gu Yin karena tidak akan menyangka bahwa Gu Yin bahkan mengejarnya sampai ke tempat itu padahal ia telah menyampaikan permintaan maaf melalui Patriak klan Gu dan Gu Shen.
Gu Yin menyentuh pipi Lin Yan dan ia tersenyum, “Jika kau.. tidak ada, maka aku akan ikut..”
Blug!
Lin Yan melihat tangan Gu Yin yang menyentuh pipinya terjatuh ke bawah.
Deg! Deg! Deg!
Jantung Lin Yan berdetak sangat cepat saat ini dan darah menetes dari matanya. Ia langsung ingat semua hal yang dilakukan oleh wanita tidak masuk akal itu ketika berada didekatnya. Ia sama sekali tidak membencinya, malahan ia merasa itu lucu dan sudah menjadi hari-harinya melihat kelucuan Gu Yin.
Lin Yan meneteskan air matanya dan memeluk Gu Yin dengan erat.
“Tidaaak!”
Lin Yan berteriak sangat keras ke arah langit karena ini kedua kalinya ia merasa kehilangan sesuatu setelah kepergian kakek dan neneknya.