Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 133 - Babak Penyisihan (2)



“Pertandingan dimulai!”


Saat kata-kata Tetua itu jatuh, murid yang menjadi musuh Lin Yan langsung melesat ke arah Lin Yan sambil mengayunkan tinjunya dengan sedikit kekuatan untuk mengetes Lin Yan dan ingin membuat Lin Yan merasa putus asa ketika ia meningkatkan kekuatan nantinya.


“Terima ini!” Teriak murid tersebut saat mencoba meninju wajah Lin Yan.


Tap!


Lin Yan langsung menangkap tinju itu dengan tangan kirinya. Ia merasa heran bahwa seorang murid mencoba melawannya dengan kekuatan setengah-setengah.


“Apa?” Murid tersebut terkejut saat Lin Yan memblokir serangannya dengan mudah.


Karena masih merasa itu hanya kebetulan, murid tersebut mencoba untuk menarik tinjunya tetapi ia tidak mampu yang membuatnya semakin terkejut. Ketika ia ingin berbicara sedikit, rasa sakit ia rasakan di perutnya.


Buak!


Tinju yang berasal dari tangan kanan Lin Yan langsung mengenai perut murid tersebut yang membuat murid tersebut tersedak.


Murid tersebut membungkuk sedikit karena rasa sakit yang ia rasakan sangat berbeda dari selama ini yang pernah ia terima.


Lin Yan di sisi lain tidak membuang waktu dan langsung memukul kembali kepala murid tersebut.


Buak!


Brak!


Kepala murid tersebut tenggelam ke dalam lantai arena dan langsung pingsan.


Para murid yang berada di grup 8 tercengang melihat apa yang sedang terjadi. Mereka tidak mengharapkan bahwa murid tersebut akan kalah hanya dengan dua pukulan belaka.


Tetapi, semua murid membuat spekulasi tentang murid yang kalah tersebut terlalu menganggap sepele Lin Yan dengan cara menggunakan sedikit kekuatan yang berakhir pada kekalahan.


“Peserta nomor 4 menang!” Teriak Tetua setelah tersadar dari lamunannya selama dua detik.


Gu Yin yang menatap itu, memiliki bintang di matanya karena pujaan hatinya adalah yang terkuat dimatanya.


“Rasakan itu karena kau menghina Lin Yan ku!” Gu Yin hampir saja berteriak seperti itu namun itu menjadi teriakan dalam hati.


“Dia sungguh ceroboh!”


“Dasar tolol! Dia mengira ini adalah sebuah permainan!”


“Murid seperti itu tidak layak untuk menjadi seorang peserta!”


“Cepat singkirkan idiot itu yang bahkan tidak mampu melawan murid tingkat Alam Roh tahap keenam!”


Suara murid-murid di grup 8 terdengar riuh.


Lin Yan keluar dari Arena dengan santai seolah-olah tidak ada yang istimewa sama sekali. Ia kembali ke sisi Gu Yin dengan wajah datar seperti biasa.


“Itu sangat hebat!” Seru Gu Yin walaupun suaranya tidak terlalu kuat.


Lin Yan tersenyum mendengarnya lalu membalas, “Jangan meremehkan lawan apapun ketika kau bertanding.”


“Baiklah.” Gu Yin menjawab dengan senyum manis di wajahnya yang membuat beberapa murid pria merasa mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tentu saja level kecantikan Gu Yin tidak akan kalah dengan Gu Yuena walaupun terlihat Gu Yuena lebih mencolok sehingga terlihat lebih menarik.


“Dia adalah Dewi!” Batin beberapa murid ketika melihat senyum menawan dari Gu Yin.


Setelah itu, pertarungan terus berlanjut satu demi satu. Dan akhirnya, giliran Gu Yin pun telah tiba.


“Peserta nomor 39 dan 40 silahkan masuk!”


Mendengar itu, Gu Yin pun langsung berjalan dengan elegan ke arah Arena setelah menatap Lin Yan dengan senyum sesaat.


Lin Yan melihat ke arah peserta nomor 40, ia adalah seorang pria biasa dengan tingkat kultivasi Alam Roh tahap kelima. Dari semua pengaturan itu, sangat terlihat bahwa tidak ada murid yang melawan murid lainnya melebihi dua tahap seolah-olah telah diatur oleh sekte.


Ketika Gu Yin dan lawannya telah tiba, pria tersebut langsung berbicara, “Menyerahlah, gadis.. kau bukan tandinganku!”


Gu Yin tidak membalas sama sekali dan mengeluarkan Pedang Kembar Chi. Bentuk pedang itu terlihat sangat indah dan sudah pasti para kultivator wanita akan sangat menyukainya.


Namun, tentu saja Lin Yan sebelumnya telah meletakkan formasi agar pedang itu terlihat memiliki kualitas kelas 5 saja agar tidak menarik perhatian para kultivator tingkat tinggi.


Bahkan mungkin Master sekte Naga Langit tidak akan mengetahuinya jika tidak memeriksanya dengan cermat.


“Pertandingan dimulai!”


Zhep!


Gu Yin pun langsung menyerang sekuat tenaga karena lawannya memang lebih kuat dari dirinya sendiri. Ia tidak akan ceroboh melawan musuh seperti itu karena ia juga tidak ingin Lin Yan kecewa kepadanya jika kalah dalam babak pertama.


Huan Caiyi dan Gu Yuena yang berada di tempat lain pun melihat ke arah pertarungan yang dilakukan oleh Gu Yin.


Tring! Tring! Tring!


Benturan pedang terus-menerus terdengar. Permainan pedang milik Gu Yin memang terlihat sangat hebat. Bahkan Lin Yan harus mengakuinya karena sudah pasti itu adalah teknik berpedang tingkat 6 yang berasal dari klan Gu. Sebagai keponakan dari Patriak klan Gu, sudah pasti Gu Yin akan mendapatkan akses untuk mempelajari teknik tersebut. Dan juga karena terkait dengan bakat Gu Yin.


Saat ini, terlihat Gu Yin yang sedikit dipojokkan karena perbedaan kultivasi. Namun, siapapun akan terkejut saat wanita yang memiliki tingkat kultivasi Alam Roh tahap ketiga mampu melawan dua tahap diatasnya hampir seimbang.


“Dasar sialan!” Murid yang melawan Gu Yin pun semakin kesal karena hanya mampu menyudutkan Gu Yin tetapi tidak bisa mengalahkannya.


Trang!


Kedua pedang berbenturan kembali.


Zhep!


Keduanya pun langsung menjaga jarak. Saat ini, Gu Yin memiliki sedikit luka sementara musuhnya tidak sama sekali.


Namun, murid yang menjadi lawan Gu Yin memasang wajah serius ketika melihat pedangnya memiliki sedikit retakan.


“Jika ini berlangsung lebih lama, aku akan kalah karena kehilangan pedang. Jika begitu..” Murid tersebut mengubah raut wajahnya. Qi miliknya mengalir ke pedangnya dan membentuk elemen Api.


“Pedang Api...”


Melihat itu, Gu Yin tidak takut sama sekali. Ia pun langsung mempersiapkan teknik untuk menghindar dan juga teknik untuk menyerang sekaligus.


“Tebasan Raja Api..”


Zhep!


Murid tersebut melesat dengan kecepatan tertingginya menuju Gu Yin sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


Mata Gu Yin menjadi serius, saat itu terjadi, ia pun membuat gerakan aneh dan uap biru keluar dari tubuhnya.


Sraing!


Murid tersebut melewati Gu Yin dalam sekejap dan dari bekas tebasannya terlihat lantai memiliki jejak garis panjang yang mengeluarkan api terus-menerus.


Srak!


Gu Yin yang menggunakan tekniknya untuk menghindar pun terkena sedikit tebasan. Terlihat di bahu kirinya ada jejak darah yang telah mengering karena terkena elemen Api.


“Giliranku..” Gumam Gu Yin dan langsung memutar tubuhnya sambil menyerang dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Gaya Pedang Gu, Pusaran Salju..”


Sraing! Sraing!


Gu Yin menebas sebanyak dua kali di jarak beberapa meter dari musuhnya sekuat tenaga.


Bintik-bintik putih terlihat di sekitar murid tersebut dalam jumlah yang sangat besar lalu berputar membentuk pusaran.


Sraing! Sraing! Sraing!


“Arrrrggghhh..!”


Pusaran salju itu langsung menyayat-nyayat murid tersebut di semua tempat karena butiran salju tersebut seperti pisau kecil yang memiliki ukuran seperti semut yang tak terhitung jumlahnya.


Teriakan murid tersebut membuat Tetua yang menjadi wasit langsung bergerak.


Zhep!


Tetua tersebut melambaikan tangannya ketika mencapai murid tersebut dan pusaran salju pun menghilang.


Blug!


Murid tersebut terjatuh ke permukaan lantai Arena dengan banyak luka di semua bagian tubuhnya. Jika Tetua tidak menghentikan teknik Gu Yin, bisa dipastikan bahwa murid tersebut pastilah tewas.