Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 68 - Pelantara Dalam



Tiga hari kemudian


Tetua Chi membawa Lin Yan dan Huan Caiyi sampai ke gerbang pelantara dalam sekte Naga Langit. Sesampainya di tempat itu, ia pun berbicara dengan singkat, “Kalian berdua akan mendapatkan baju ketika menyerahkan formulir ini dan Tetua lainnya akan menjelaskan sisanya.”


Setelah menyerahkan dua dokumen kepada Lin Yan, Tetua Chi langsung pergi karena tidak ingin berlama-lama dekat dengan Lin Yan dan Huan Caiyi.


Ketika menerima dokumen, Lin Yan memberinya satu kepada Huan Caiyi dan menatap ke arah gerbang masuk. Para murid yang menjaga gerbang itu sudah membuka gerbang karena tau bahwa Lin Yan dan Huan Caiyi adalah murid yang telah menyelesaikan ujian masuk. Sebab, mereka berdua dibawa oleh Tetua Chi dan itu merupakan tugas Tetua tersebut mengantar dan menjemput murid yang akan melakukan ujian.


Saat berjalan ke arah gerbang, murid yang menjaga gerbang berbicara sambil menunjuk arah tertentu, “Kau hanya perlu berjalan selama sepuluh menit dan akan menemukan tempat yang kau cari. Bangunan itu memiliki papan yang bertuliskan Aula Informasi.”


Lin Yan dan Huan Caiyi hanya mengangguk kecil dan langsung masuk ke dalam sekte.


Mereka berdua terkejut melihat betapa banyaknya murid pelantara dalam dan semua dari mereka sangatlah kuat. Juga, banyak bangunan yang terdapat di tempat itu layaknya sebuah kota.


Di pelantara dalam, ada sebuah tempat yang digunakan untuk membeli beberapa peralatan dasar atau pun buku keterampilan, pakaian dan sebagainya. Tempat itu digunakan untuk para murid mendapatkan sumber daya atau pun yang lainnya dari murid lain tanpa harus keluar dari sekte menuju Kerajaan Bintang.


Lin Yan dan Huan Caiyi terus berjalan sambil menatap semua yang ada di tempat itu dengan seksama. Tidak ada yang peduli dengan kehadiran duo itu dan tetap melakukan aktifitas mereka seperti biasa.


“Apakah pelantara dalam sekte Naga Langit memang seramai ini setiap hari?” Huan Caiyi yang menatap itu semut tidak percaya dengan apa yang ia lihat karena sekte itu sendiri sudah seperti sebuah kota.


“Kemungkinan tidak.” Balas Lin Yan.


“Hm? Kenapa kau berkata seperti itu?” Tanya Huan Caiyi heran.


“Kemungkinan ini akan dibuka setiap akhir pekan. Jika setiap hari, sekte ini akan sama saja dengan semua kota dan tidak ada fungsinya untuk bergabung dengan sekte.” Ujar Lin Yan dengan spekulasinya.


Huan Caiyi tampak berpikir sejenak dan merasa itu mungkin. Jika tidak, sudah pasti sangat sedikit murid yang mencoba bergabung dengan sekte yang tampak seperti tempat pertukaran barang-barang.


Ketika mencapai tempat yang bernama Aula Informasi, Lin Yan dan Huan Caiyi langsung masuk ke dalam. Mereka pun bergerak ke salah satu tempat yang dijaga oleh salah satu Tetua juga yang tampak sedang mengurus banyak dokumen. Tempatnya tampak seperti ruangan namun terbuka.


Ketika Lin Yan dan Huan Caiyi mendekat, Tetua itu menghentikan aktivitasnya dan menatap keduanya dengan seksama.


“Apakah kalian berdua murid yang baru saja menyelesaikan ujian masuk pelantara dalam?” Tanya Tetua tersebut karena sudah melihat tingkat kultivasi Lin Yan yang bisa dikatakan sangat rendah masuk pelantara dalam.


“Ya.” Sahut Lin Yan saat mengeluarkan dokumen dan token miliknya lalu menyerahkannya kepada Tetua tersebut sama halnya bagi Huan Caiyi.


“Oh? Kau adalah murid yang menyelesaikan misi kelas B yang dikeluarkan di pelantara luar?” Tetua itu tentu saja terkejut dan menatap Lin Yan kembali dengan tatapan bingung sejenak. Tentu dengan tingkat kultivasi Lin Yan, siapapun akan bingung karena Lin Yan berhasil menjadi murid yang menyelesaikan misi kelas B lalu menyelesaikan misi ujian masuk pelantara dalam.


Beberapa murid yang berada di tempat itu terkejut mendengarnya. Walaupun suara Tetua itu tidak kuat, pendengaran kultivator tentu saja sangatlah tajam.


Diskusi kecil pun mulai terdengar diantara para murid karena tentu saja banyak murid yang penasaran dengan siapa yang menyelesaikan misi kelas B sewaktu masih berada di pelantara luar. Karena hampir semua murid pelantara dalam yang telah berpengalaman tentu akan menyadari bahwa misi kelas B memiliki tujuan tertentu dan pemenangnya sudah pasti menjadi murid yang luar biasa karena bisa bertahan melawan bintang roh kuat dan bertahan dari murid lainnya yang mengambil misi.


“Ya.” Jawab Lin Yan acuh tak acuh.


Tetua itu tidak bertanya lagi dan pergi ke belakang. Setelah beberapa saat, ia pun keluar kembali dari sebuah ruangan dan memberikan pakaian khusus untuk murid pelantara dalam.


“Ini adalah pakaian murid pelantara dalam. Kalian tidak wajib untuk memakainya, tetapi untuk token murid, kalian wajib untuk menggunakannya. Dan ini adalah token tempat kalian tinggal. Di pelantara dalam, kalian juga bisa menyewa sebuah tempat tinggal. Namun, tentu saja harga dari tempat tinggal yang tidak disediakan sangatlah mahal karena tidak semua bangunan di pelantara dalam adalah sebuah tempat tinggal.”


“Juga, ada beberapa kategori tempat tinggal di sekte ini. Ada tempat tinggal tertentu yang memiliki kepadatan qi yang luar biasa di sekte. Tetapi itu adalah tempat tiga Tetua utama berada dan lima Tetua Elemen. Kedelapan tempat itu disebut sebagai, Tiga Puncak Utama dan Lima Puncak Elemen.”


“Kalian harus menjadi murid dari kedelapan Tetua itu agar bisa tinggal di sana. Jika kalian tidak berniat untuk menjadi murid salah satu Tetua itu, kalian bisa menyewa tempat tinggal tertentu walaupun tidak memiliki kepadatan qi sebanyak kedelapan tempat lainnya.”


“Menyewa tempat tinggal itu bisa menggunakan koin emas ataupun poin merit. Poin merit bisa ditukar menjadi koin emas tetapi koin emas tidak bisa di tukar menjadi poin merit. Poin merit hanya bisa didapatkan dari penyelesaian misi ataupun cara tertentu lainnya.” Ujar Tetua tersebut. Ia tentu menjelaskan semuanya karena Lin Yan memiliki banyak poin merit hasil dari pemenang misi kelas B di pelantara luar.


“Apakah ada pertanyaan?” Tanya Tetua tersebut.


“Berapa harga bangunan yang tidak terlalu mewah tetapi tidak terdapat di tempat keramaian?” Tanya Lin Yan karena tentu saja ia ingin menyewa sebuah tempat tinggal.


Tetua tersebut merasa heran dengan tempat tinggal yang tidak terlalu ramai dan kemudian menatap ke arah Huan Caiyi dengan seksama.


Tentu saja tatapan Tetua itu menyiratkan bahwa keduanya membutuhkan tempat tinggal sunyi agar bisa bersenang-senang.


Melihat tatapan Tetua itu, Lin Yan dan Huan Caiyi memasang wajah gelap seperti pantat wajan karena mereka tentu saja mengerti artinya.


“Kalian bisa memiliki tempat tinggal seperti itu. Tetapi kalian tidak bisa melakukan hal yang tidak senonoh karena akan ada hukuman dari sekte.” Ucap Tetua tersebut terus terang yang membuat Lin Yan dan Huan Caiyi tidak tau harus berkata apa.


“Kami hanya butuh tempat tinggal yang tenang agar tidak terganggu berkultivasi!” Balas Lin Yan dengan wajah yang telah kembali tenang seperti biasa.


Tetua itu memutar bola matanya ke arah Lin Yan karena ia sama sekali tidak percaya. Tetapi ia pun langsung memperkenalkan beberapa tempat yang masih belum di sewa oleh murid lainnya.