Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 109 - Bintang Keberuntungan



Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga memiliki tiga lapisan besar dan tiga tingkat sub kecil. Manual ini tidak pernah diketahui oleh siapapun bahkan untuk klan Zhu itu sendiri yang menjaga peninggalan sejarah di Lembah Naga karena sedari awal, Kaisar Manusia sudah menciptakan tempat itu sebelum klan Zhu pindah ke Lembah Naga.


Saat sedang mengolah manual itu, Lin Yan sangat mengerti bahwa tingkat kesulitan untuk memahaminya berada diluar perkiraan.


Tubuh Lin Yan menyerap qi di tempat itu dengan sangat rakus. Saat mengolah manual, Lin Yan merasakan bahwa sel-sel dalam tubuhnya menggeliat dan tampak sangat marah.


Qi yang diserap oleh tubuh Lin Yan, dengan paksa bergabung dengan setiap jaringan ditubuhnya. Ketika penyerapan itu, sangat terlihat bahwa setiap bagian kecil sel di tubuh Lin Yan diperkuat ke tingkat yang sangat berbeda. Persyaratan untuk meningkatkan manual itu adalah sumber daya yang sangat besar karena manual itu merupakan khusus dibuat untuk memperkuat tubuh ke level yang tidak dapat dipastikan.


Waktu terus berlalu dan Lin Yan pun membuka matanya sambil menghembuskan nafas panjang. “Bahkan untuk memasuki lapisan pertama tingkat bawah pun sangat sulit.”


Lin Yan mengerutkan keningnya karena merasa sangat aneh tentang manual tersebut. Jika dipikir-pikir kembali, itu adalah sebuah manual tubuh sehingga Lin Yan membuat peningkatan kepada tubuhnya menggunakan qi sesuai dengan apa yang tercatat di manual tersebut. Tetapi ia tidak bisa memasuki lapisan pertama sama sekali dan tampak seperti ada penghalang yang membuatnya tidak bisa maju lebih jauh walaupun tubuhnya terus diperkuat.


“Apakah aku melewatkan sesuatu?” Batin Lin Yan dan mulai membaca lapisan pertama Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga sekali lagi.


Setelah membacanya, tidak ada yang salah sama sekali yang membuat Lin Yan semakin bingung saat ini.


Lin Yan kemudian menutup matanya dan mencoba kembali. Beberapa hari kemudian, ia membuka matanya lagi karena memiliki hasil yang sama. Ini adalah pertama kalinya Lin Yan gagal memahami sesuatu.


Dalam beberapa jam, Lin Yan terus merenung apa yang salah dengan cara yang ia lakukan terapi tidak menemukan jawabannya. Karena itu, ia pun berdiri karena perutnya sudah merasakan lapar. Sudah lebih dari seminggu ia tidak makan sama sekali. Walaupun begitu, Lin Yan tidak menyerah sama sekali tentang kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga. Bukan sifatnya untuk berhenti mempelajari sesuatu ketika sudah memutuskan untuk memulai.


Saat berjalan keluar pun, Lin Yan tetap berpikir di mana letak kesalahan yang ia buat.


Gu Yin yang sedang bersantai karena baru selesai berkultivasi pun melihat Lin Yan yang keluar dari ruangannya. Ia merasa heran karena Lin Yan tampak seperti sedang berpikir keras.


“Lin Yan? Apa yang terjadi?” Tanya Gu Yin penasaran.


Lin Yan tersadar dari lamunannya karena suara Gu Yin. “Tidak ada apa-apa, apakah kamu tidak ingin memakan sesuatu?”


Mata Gu Yin cerah mendengarnya. Ia tidak menjawab tetapi bertanya balik. “Apakah kau lapar? Tunggu, aku akan membuatkan sesuatu.”


Tanpa menunggu jawaban Lin Yan, Gu Yin menghilang seketika untuk memasak sesuatu untuk Lin Yan.


Lin Yan tidak tau harus bereaksi seperti apa saat ini. Ia pun duduk lalu berpikir kembali tentang manual yang ingin ia olah.


Tanpa disadari oleh Lin Yan, sudah sangat banyak hidangan yang ada dihadapannya disediakan oleh Gu Yin.


“Lin Yan..” Gu Yin memanggil Lin Yan dengan nada aneh karena wajah Lin Yan tampak terus berpikir keras.


“Hm?” Lin Yan tersadar kembali dan menatap ke arah Gu Yin. Ia pun melihat ke meja dihadapannya dan sudah sangat banyak hidangan mewah.


“Makanlah lebih dulu,” ucap Gu Yin dengan senyum diwajahnya.


Lin Yan tidak sopan sama sekali dan langsung melahap satu persatu hidangan yang dibuat oleh Gu Yin.


Setelah Lin Yan selesai makan, Gu Yin menatapnya dengan seksama dan bertanya kenapa Lin Yan tampak selalu melamun. “Apa yang sedang kau pikirkan?”


Mendengar pertanyaan Gu Yin, Lin Yan menghela nafas sedikit dan menjawab, “Aku sedang mengolah manual khusus yang berhubungan dengan penguatan tubuh. Tetapi aku sama sekali tidak dapat menembus lapisan awal.”


“Manual tubuh?” Gu Yin tampak merenung sejenak dan bertanya kembali, “Seperti apa caramu mengolahnya?” Ia sama sekali tidak bertanya tentang manualnya tetapi cara Lin Yan mengolahnya.


“Aku mulai mengolahnya dan menyerap qi lalu menggabungkannya ke setiap sel-sel tubuhku seperti yang tercatat di manual itu,” jawab Lin Yan.


Gu Yin tampak berpikir sejenak. Setelah beberapa saat, ia pun kembali berbicara. “Kau tau, klan Gu juga mengolah manual yang tampak seperti manual tubuh. Tetapi nyatanya tidak seperti itu.”


“Kasus untuk klan Gu, itu memang seperti sedang meningkatkan kekuatan tubuh, tetapi nyatanya tidak sama sekali. Manual klan Gu ternyata peningkatan tubuh melalui jaringan lainnya, dan itu melalui meridian. Ketika memperkuat meridian, itu ternyata secara otomatis menyalurkannya ke seluruh jaringan tubuh lalu memperkuatnya.” Gu Yin menjelaskan.


Mata Lin Yan sedikit melebar saat memikirkan hal tertentu. Ia mengingat dengan jelas bahwa manual yang ia olah memungkinkannya untuk melahap sesuatu tanpa memasukkannya ke dalam tubuhnya seperti sebelumnya. Yang artinya, asal kekuatannya itu berada di satu titik, yaitu, Akar Spiritual.


“Kau memang bintang keberuntungan ku, Gu Yin!” Seru Lin Yan dan langsung berdiri dan hendak kembali ke dalam ruangannya untuk mengolah manual.


Gu Yin di sisi lain terkejut mendengar apa yang Lin Yan katakan. Ia memegang pipinya dengan kedua tangannya sambil berkata, “Apakah itu sebuah pengakuan?”


Lin Yan yang belum jauh mendengarnya dengan jelas. Ia hampir tersandung dan tidak bisa berkata-kata dengan pemikiran aneh seorang wanita. Ia pun membuang pemikirannya dan masuk kembali ke dalam ruangan berkultivasi.


Sesampainya di dalam ruangannya, Lin Yan langsung duduk bersila dan mengeluarkan 5.000 batu spiritual yang ia dapat dari cincin ruang Patriak klan Zhu.


Lin Yan tersenyum kecil dan langsung menutup matanya menyerap semua qi yang ada di batu spiritual. Juga, ia sekalian mengolah manual yang baru ia dapatkan.


Saat qi memasuki tubuh Lin Yan, ia pun langsung mentransfernya ke dalam Akar Spiritualnya sekaligus mengolah manual.


Akar Spiritual Lin Yan tampak bereaksi saat ia mengolah manual tersebut. Qi aneh di dalam tubuhnya pun perlahan merembes, saat itu terjadi, Akar Spiritual Lin Yan perlahan berubah sedikit demi sedikit.


Akar Spiritual adalah dasar bagi semua para kultivator. Ketika mencapai Alam Roh, itu akan sedikit berubah agar bisa menghasilkan elemen bawaan.


Dan kali ini, Lin Yan membuat hal yang sama. Akar Spiritualnya yang terletak di sekitar pusar dengan besar seukuran semut pun mulai menumbuhkan akar-akar baru. Itu tampak seperti akar sebuah tumbuhan yang perlahan dewasa.


Setelah itu, semua akar-akar baru pun perlahan menyatu ke titik-titik penting jaringan di dalam tubuhnya.


Inti Xiantian di dalam tubuh Lin Yan pun yang menghasilkan qi Xiantian perlahan pudar karena menyatu dengan Akar Spiritual. Ketika itu terjadi, sebuah batang kecil perlahan tumbuh.


Deg! Deg! Deg!


Jantung Lin Yan berdetak cepat dan tau bahwa ia saat ini di jalur yang benar saat mengolah manual Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga.