
Tiga kultivator tingkat Alam Raja tahap kedua yang merupakan anggota Sekte Wayang pun telah jatuh di tangan Lin Yan.
Saat ini, terlihat Lin Yan yang sedang bergerak dengan kecepatan penuhnya menuju Wayang milik Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang.
Ketika Lin Yan tiba di depan Wayang tersebut yang tengah bergerak juga ke arahnya, Lin Yan pun langsung mengayunkan tombaknya. Ia tentu akan dapat menangani Wayang tersebut jika itu pertarungan satu lawan satu.
Trang!
Pedang dan tombak berbenturan kembali dan saat itu terjadi, Lin Yan mengangkat tangan kirinya ke arah Wayang.
“Formasi Cahaya, Ledakan Cahaya!”
Wusssh!
Dari telapak tangan Lin Yan yang memunculkan lingkaran Formasi, ledakan qi bercampur dengan energi spiritual pun meledak dahsyat.
Wayang milik Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang di telan oleh teknik Formasi milik Lin Yan dan membawanya ke tempat yang sangat jauh.
Duar!
Ledakan besar terjadi dikejauhan tetapi Lin Yan tau bahwa Wayang tersebut masih bertahan karena melindungi tubuhnya dengan qi secara otomatis.
Dung!
Lin Yan mengangkat tangannya ke arah langit karena ia merasa bahwa masih sempat untuk menyerang. Sebab, reaksi Wayang tidak akan secepat manusia pada umumnya atau secepat teknik Jiwa Pelahap Raja Naga miliknya yang memang sedari awal mampu bergerak sendiri dikarenakan oleh sebagian kecil jiwa Lin Yan ada di dalamnya.
Lingkaran Formasi yang begitu besar pun muncul tepat di atas Wayang yang baru saja menabrak permukaan tanah.
“Formasi Cahaya, Pedang Cahaya!”
Wusssh!
Pedang cahaya yang berukuran sangat besar pun melesat ke arah tempat Wayang berada dan langsung menghantamnya ketika Wayang perlahan berdiri.
Duar!
Ledakan besar terjadi dalam sekejap mata. Qi Cahaya yang begitu dahsyat pun meledak ke segala arah yang membuat tempat tersebut menjadi sebuah kawah karena kuatnya daya hancur teknik Formasi yang dilancarkan oleh Lin Yan.
Wajah Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang semakin gelap ketika menatap hal tersebut. Ia dapat merasakan bahwa Wayang miliknya rusak parah walaupun masih bisa digunakan. Namun, sudah pasti Wayangnya tidak akan mampu lagi bersaing dengan Lin Yan.
Ketika Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang sedang sibuk melawan naga hitam, wajahnya semakin muram ketika melihat sosok setinggi hampir enam meter perlahan mendekat dengan seseorang diatasnya. Ia tentu mengenal Wayang tersebut yang pernah menjadi legenda di Sekte Wayang.
“Oh? Tampaknya dia menang.” Batin Lin Yan melirik ke arah Canglan dan Wayangnya yang sedang mendekat ke tempat pertarungan.
Zhep!
Canglan yang berdiri di pundak Wayangnya pun berhenti di dekat Lin Yan dengan wajah sedikit pucat. Di lengan Wayang miliknya, terlihat satu sosok yang kini dalam kondisi mengenaskan, dia tidak lain adalah Tetua Kedelapan Sekte Wayang, Hong Li.
“Tampaknya kau mengalami kesulitan.” ucap Lin Yan tanpa menatap ke arah Canglan karena fokusnya saat ini ada pada naga hitam yang sedang melawan Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang.
Canglan hanya bisa diam karena memang benar ia mengalami kesulitan melawan Hong Li. Jika itu di masa lalu, ia tidak akan kesulitan sama sekali dan bahkan mampu mengalahkan Hong Li dalam waktu kurang dari satu menit saja.
“Apakah aku membunuhnya sendiri atau kau akan turun tangan?” Tanya Lin Yan.
“Biarkan aku yang melakukannya!” Balas Canglan dan langsung melesat ke arah Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang bersama dengan Wayang miliknya.
Ketika Canglan mendekat, Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang memasang wajah jelek karena menatap Hong Li yang sudah berada diambang kematian.
Wusssh!
“Dasar pengkhianat Sekte! Apa kau tidak malu menunjukkan wajahmu di sini?” Tanya Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang karena di masa lalu ia pernah menjadi bawahan Canglan.
“Kalianlah yang mengkhianati warisan leluhur Sekte Wayang. Aku akan menutup sejarah Sekte suatu hari nanti dengan tanganku sendiri!” Balas Canglan dan mengendalikan Wayangnya.
Blar!
Hong Li meledak menjadi kabut darah ketika Wayang Canglan meremasnya layaknya sebuah bola darah.
“Kau..” Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Canglan. Tetapi kata-katanya terhenti saat Wayang Canglan melesat ke arahnya dengan kecepatan yang tidak dapat ia ikuti sama sekali.
“Matilah!” ucap Canglan dingin.
Wayang Canglan yang tiba di hadapan Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dari atas ke bawah.
“Tebasan Pembelah Kegelapan!”
Sraing!
Jrezh!
Tempat tersebut tampak menjadi gelap tetapi terpisah menjadi dua bagian ketika Wayang tersebut mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh aura hitam.
Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang melebarkan matanya karena tidak mampu menghindar dan bahkan tidak sempat untuk bertahan. Tentu hal seperti itu akan terjadi karena kekuatan Wayang milik Canglan memang luar biasa kuat dan bahkan mampu melawan Hong Li meskipun kekuatan Canglan saat ini sangat lemah.
Srak!
Tubuh Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang pun perlahan terbelah dan darah yang sangat banyak menyemprot seketika.
Wusssh!
Kabut hitam yang menutupi tempat tersebut pun langsung lenyap seperti tidak pernah ada di sana.
Lin Yan yang menatap itupun menaikkan alisnya karena ia sedikit terkejut bahwa hanya dengan satu tebasan saja, Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang langsung tewas.
Karena musuh telah binasa, Lin Yan pun membatalkan Fusi yang ia lakukan dengan Xia Yue'er.
“Wayang itu luar biasa kuat!” ucap Xia Yue'er yang duduk di bahu Lin Yan menatap ke arah Serigala Iblis Kegelapan yang masih melayang di udara serta diselimuti oleh kabut hitam.
“Ya. Aku masih penasaran binatang roh apa sebenarnya serigala itu.” Balas Lin Yan dengan anggukan kecil.
Tetapi, Lin Yan sedikit kagum dengan sikap Canglan yang tampak selalu rendah diri tetapi sangat kejam terhadap musuhnya. Ia juga melakukan hal yang sama meskipun ia sangat agresif ketika ada seseorang yang meremehkannya.
Dari hal itupun, Lin Yan sangat menghargai Canglan dan berniat membawanya menjadi bawahannya.
Canglan yang baru saja membunuh Pemimpin Cabang Pertama Sekte Wayang menatap ke arah langit biru. Ia menghela nafas panjang lalu menyimpan Wayang miliknya. Ia pun langsung bergerak ke arah Lin Yan.
“Ayo, aku akan menunjukkan di mana tempat kebun herbal di tempat ini. Tetapi, mungkin ada Formasi kuat yang melindunginya agar seseorang tidak bisa masuk ke dalam. Aku akan mencoba untuk mendobraknya secara paksa menggunakan Wayang milikku.” ucap Canglan.
“Hmp! Kau tidak perlu melakukan hal itu pria jelek! Lin Yan adalah ahli Formasi terkuat yang pernah aku lihat selama ini. Dia pasti akan mudah menghancurkan Formasi rendahan yang ditanam oleh mereka!” Balas Xia Yue'er sambil mendengus ke arah Canglan.
Kata-kata Xia Yue'er membuat Canglan terdiam karena tidak tau harus bereaksi seperti apa. Tetapi satu yang ia sadari bahwa Xia Yue'er memang masih anak-anak sehingga ia tidak terlalu mempedulikan kata-kata yang pedas keluar dari mulut Xia Yue'er.
Sementara itu, Lin Yan hanya melirik ke arah Xia Yue'er dengan tatapan putih. Ia pun kembali menatap ke arah Canglan dan berkata, “Pimpin jalan.”