
Basis cabang kelompok Kalajengking Merah
Setelah membereskan dua penjaga yang menjaga pintu masuk, Lin Yan langsung bergerak ke dalam gua bawah tanah tersebut. Ketika mencapai titik tertentu, Lin Yan yang terus bergerak secara hati-hati pun sedikit terkejut karena ia merasakan melewati pesona tertentu. Ia sudah mencoba untuk mendeteksi apa saja tetapi tidak menemukan pesona apapun sebelumnya. Tetapi, ketika di pikirkan kembali, tidak mungkin untuk basis cabang sepenting itu tidak memiliki pesona yang terbuat dari tulisan prasasti untuk melacak seseorang yang mencoba menyusup.
Lin Yan merasa dirinya sedikit ceroboh saat ini. Tetapi tentu ia tidak bisa di salahkan juga karena formasi itu sangatlah tersembunyi sebelumnya. Jika saja ia memiliki kekuatan spiritual yang jauh lebih tinggi, sudah pasti ia akan bisa melacaknya. Namun kini sudah terlambat. Untuk mundur pun percuma saja karena kesempatan tidak akan datang dua kali jika ia mundur. Kemungkinan, di lain waktu ia datang ke tempat ini jika mundur, para penjaga yang menjaga basis tersebut pasti lebih kuat dari pada saat ini yang telah dilacak oleh Lin Yan.
“Tampaknya basis ini memang sangat penting bagi kelompok Kalajengking Merah sampai-sampai membuat formasi pesona sehebat ini. Aku tidak menyangka bahwa kelompok Kalajengking Merah akan memiliki ahli prasasti yang hebat.” Batin Lin Yan dan terus masuk ke dalam.
**
Di sisi lain, tiga individu yang merupakan yang terkuat dari cabang kelompok Kalajengking Merah yang menjaga tempat itu pun langsung mengetahui bahwa ada penyusup yang masuk ke basis mereka.
“Ziu! Ada penyusup yang masuk!” salah satu dari mereka yang bernama Qiuzi pun berbicara kepada rekannya.
“Ya. Aku juga merasakannya melalui formasi pesona yang memiliki koneksi dengan kita!” Balas Ziu dengan wajah dingin.
“Itu cuma tingkat Alam Roh tahap pertama. Dengan beberapa anggota tingkat Alam Roh, sudah pasti dia tidak akan bisa masuk lebih jauh!” Pria terakhir yang bernama Zhonga pun melanjutkan.
Ziu dan Qiuzi pun tampak berpikir dan setuju dengan perkataan Zhonga.
“Beri perintah kepada para anggota untuk membunuh penyusup itu dengan segala cara!” Ucap Qiuzi. Ia adalah yang terkuat diantara ketiganya dan merupakan pemimpin cabang basis kelompok Kalajengking Merah di tempat itu dengan kultivasi tingkat Alam Roh tahap ketiga.
Ziu dan Zhonga juga memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan Qiuzi tetapi keduanya lebih lemah dari pada Qiuzi.
Lalu Ziu dan Zhonga pun pergi dan memberi perintah kepada para anggota kelompok Kalajengking Merah yang berada di dalam tempat itu untuk memburu penyusup yang masuk.
**
Lin Yan terus bergerak ke dalam dan merasakan pergerakan banyak individu di dalam basis tersebut.
“Tampaknya keberadaan ku telah di temukan! Tidak masalah, aku akan membunuh mereka semua satu per satu!” Lin Yan pun langsung bergerak ke arah tempat beberapa kultivator yang terlemah terlebih dahulu untuk mengurangi pasukan mereka.
Tidak jauh di depan, dengan Mata Raja miliknya, Lin Yan melihat keberadaan dua anggota kelompok Kalajengking Merah yang sedang bergerak ke arah tertentu.
“Target pertama..” Lin Yan pun langsung mengikuti mereka dengan kecepatan penuhnya. Keduanya memiliki tingkat kultivasi Alam Roh saat ia memeriksanya menggunakan Mata Raja.
Ketika mendekat, Lin Yan pun mendengar keduanya berbicara tentang dirinya yang menjadi penyusup. Ia sudah menduga bahwa dirinya telah ketahuan saat masuk ke dalam ketika melewati formasi yang diletakkan oleh seseorang.
Saat kedua anggota kelompok Kalajengking Merah sedang bergerak, keduanya mematung saat mendengar suara seseorang di belakang mereka.
“Mati!”
Jleb!
Sebuah tombak menembus kepala salah satu dari mereka yang membuat yang satu lagi terkejut. Ia mencoba untuk berbalik dan juga berteriak agar semua rekannya mendengar mereka. Karena, di gua bawah tanah suara seseorang pasti akan bergema jika berteriak.
“Tinju Gelombang Kejut..”
Lin Yan sama sekali musuh bereaksi. Ia mengayunkan tinjunya sekuat tenaga yang telah dilapisi oleh qi yang berubah menjadi elemen petir hitam.
Ledakan kecil terdengar di tempat itu saat Lin Yan melancarkan tekniknya.
Tetapi Lin Yan sedikit terkejut saat teknik tinju miliknya menghasilkan efek yang berbeda. Saat ia mengayunkan tinjunya, petir hitam tampak menyambar ke satu arah. Tetapi itu tetap menembus kepala musuh dan tidak menimbulkan luka sama sekali.
Musuh yang menerima serangan Lin Yan pun membeku di tempat. Darah perlahan menetes dari mata, hidung, telinga dan mulutnya.
Blug!
Anggota kelompok Kalajengking Merah tersebut pun langsung terjatuh ke tanah karena tewas seketika.
Lin Yan terdiam di tempat saat mencabut Tombak Raja Langit dari kepala anggota kelompok Kalajengking Merah yang ia tikam sebelumnya. Ia tampak berpikir sedikit kenapa efek dari serangannya berubah seperti itu.
Dalam waktu tiga detik, karena menurut Lin Yan itu berkaitan dengan perubahan qi miliknya, ia pun menyampingkan pemikirannya saat ini dan langsung bergerak kembali ke ujung gua bawah tanah untuk membantai anggota kelompok Kalajengking Merah satu per satu.
**
Sementara Lin Yan sedang sibuk membunuh anggota kelompok Kalajengking Merah satu per satu, ketiga orang terkuat di basis tersebut.
Ketiganya saat ini sedang membuat sesuatu karena ketiganya merupakan ahli racun yang memproduksi racun untuk digunakan oleh para anggota kelompok Kalajengking Merah.
“Hm? Tampaknya kita kekurangan bahan lagi. Zhonga, ambilah bahan berikutnya ke permukaan sekalian perhatikan apa yang sedang terjadi pada penyusup yang masuk.” Qiuzi memberi perintah kepada Zhonga.
“Apakah bahan ini tidak cukup?” Zhonga berkerut sedikit karena terlalu malas untuk naik ke permukaan. Tetapi ia tidak bisa memberi tugas mengambil tumbuhan beracun kepada anggotanya karena mereka tidak bisa menangkal racun.
“Jika kita terlambat sampai besok, kita akan ditegur oleh orang itu! Bala bantuan yang tiba juga membawanya sekaligus mengambil pasokan racun untuk beberapa basis cabang lainnya!” Lanjut Qiuzi.
“Cih!” Zhonga berdecak karena merasa kesal ketika mengingat sosok tertentu. Ia pun menghentikan kegiatannya dan perlahan keluar dari ruangan yang dibuat dengan rapi di dalam gua bawah tanah.
Qiuzi dan Ziu sama sekali tidak peduli dengan sikap Zhonga dan terus melakukan aktifitas mereka meracik racun.
Ketika Zhonga sedang dalam perjalanan ke permukaan, ia mengerutkan keningnya karena mencium aroma darah di beberapa tempat.
Zhonga tentu tau bahwa beberapa anggota kelompok Kalajengking Merah tewas di tangan penyusup. Untuk memastikan bahwa penyusup telah ditangkap, ia pun langsung memeriksanya. Ia mempercepat langkahnya karena semakin mendekat ia, aroma darah pun semakin pekat.
Ketika tiba di tempat tertentu, wajah Zhonga pucat sedikit karena sangat banyak anggota kelompok Kalajengking Merah yang tergeletak tak bernyawa di permukaan tanah.
“Sial!” Zhonga pun langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya menyusuri lorong gua. Dalam perjalanan pun, ia menemukan mayat-mayat yang bergeletakan yang membuatnya semakin muram.
Saat telah bergerak beberapa menit, ia pun melihat dikejauhan seseorang menikam anggota kelompok Kalajengking Merah tepat di jantungnya.
“Komandan Zhonga..” Gumam anggota kelompok Kalajengking Merah dengan nada sedikit terputus-putus lalu nafasnya pun hilang seketika.
Lin Yan tentu sudah merasakan keberadaan Zhonga. Tetapi, karena dia cuma seorang diri, Lin Yan pun menunggu kedatangannya. Ia mencabut Tombak Raja Langit dan berbalik menatap Zhonga.
“Kau..” Mata Zhonga melebar saat melihat wajah Lin Yan karena tentu ia sangat mengenal seseorang yang ingin dihapuskan oleh kelompok Kalajengking Merah karena menjadi noda untuk nama mereka.