Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 77 - Lokasi Misi : Lembah Naga



Setelah menjemput batu spiritual dari Asosiasi Alkemis, Lin Yan dan Huan Caiyi bergerak ke arah gerbang keluar sekte Naga Langit.


“Sudah waktunya kita berangkat. Kakak, ke mana arah kota Zhu berada?” Tanya Lin Yan saat melihat ke arah kejauhan. Keduanya saat ini berada di gerbang masuk pelantara dalam sekte Naga Langit.


Huan Caiyi menunjuk ke tempat tertentu dan Lin Yan mengangguk kecil. Mereka berdua pun langsung bergerak dengan kecepatan biasa karena tau bahwa waktu untuk mencapai kota Zhu lumayan lama.


Waktu terus berlalu, sudah seminggu setelah Lin Yan dan Huan Caiyi pergi untuk menjalankan misi kelas A.


**


Di pelantara luar, terlihat beberapa murid lainnya untuk pergi mengikuti ujian masuk ke pelantara dalam. Ada beberapa murid yang Lin Yan dan Huan Caiyi kenal juga diantaranya.


Gu Yuena, Gu Yin dan satu lagi murid yang seangkatan dengan Lin Yan yang bernama Li Hao telah mencapai tingkat Xiantian.


Tidak akan ada yang menyangka bahwa Gu Yin dengan bakat yang lebih rendah mampu mengejar ketertinggalannya dari kedua jenius mengerikan itu.


“Ke mana Tetua yang menjemput kita? Dia sangat lama datang.” Gu Yin yang sedang menunggu dengan murid lainnya, protes karena merasa terlalu lama Tetua untuk datang.


Gu Yuena menatap Gu Yin dengan tatapan bau karena ia tentu saja tau bahwa sepupunya itu sangat ingin bertemu dengan Lin Yan di tempat menjalankan misi.


Tetapi, keduanya tidak tau bahwa Lin Yan telah lulus dan sudah masuk ke dalam pelantara dalam yang akan membuat Gu Yin kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Lin Yan. Sudah pasti mereka berdua akan terkejut juga bahwa Lin Yan mampu menyelesaikan misi dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Dan ketika mereka masuk ke pelantara dalam, mereka akan kecewa kembali karena Lin Yan pergi menjalankan misi jangka panjang yang kemungkinan Lin Yan akan berada di luar sekte Naga Langit selama setengah tahun lamanya.


Li Hao di sisi lain tetap tenang sambil menatap sekilas ke arah Gu Yuena dan Gu Yin yang merupakan murid seangkatan dengannya. Ia tau bahwa banyak jenius di dunia ini dan ia belum bangga dengan pencapaiannya saat ini. Ia pun bersemangat untuk terus maju karena ia mempunyai target untuk dilampaui, yaitu Lin Yan.


Tidak lama kemudian, Tetua Chi yang bertugas untuk mengantar jemput murid pun tiba dan membawa semua murid di tempat itu.


**


Sementara itu, Lin Yan dan Huan Caiyi terus bergerak selama hampir seminggu. Mereka berdua hanya berhenti sebanyak dua kali lalu melanjutkan perjalanan.


“Sudah satu minggu, kita akan tiba dalam seminggu lagi paling lama jika mempertahankan kecepatan ini.” Huan Caiyi yang memimpin jalan berkata kepada Lin Yan yang berada di sebelahnya sambil terus bergerak.


Huan Caiyi yang sedang bergerak, mengeluarkan sebuah peta dari cincin ruangannya. Ia memperhatikan dengan seksama tempat mereka berada saat ini.


“Dalam setengah hari, kita akan tiba di sebuah kota berukuran sedang,” ucap Huan Caiyi setelah mengetahui posisi mereka berada saat ini.


“Baiklah, kita akan menetap di kota itu selama sehari. Jika memungkinkan, kita berkultivasi dalam beberapa waktu menggunakan batu spiritual untuk meningkatkan kekuatan dan kualitas akar spiritual kita. Aku merasa bahwa tidak akan lama bagi kita akan mencapai tingkat Alam Roh,” ucap Lin Yan.


“Apakah dengan 5.000 batu spiritual bisa meningkatkan kultivasi kita sampai ke tingkat itu?” Tanya Huan Caiyi heran.


“Tidak. Kemungkinan besar aku hanya naik dua tahap saja dan untukmu mungkin sama karena aku membutuhkan sumber daya yang jauh lebih besar. Juga, apakah kau pernah mendengar tentang sebuah manual tertentu untuk melatih tubuh agar lebih kuat?” Tanya Lin Yan.


Huan Caiyi merenung sejenak. Ia tau bahwa sebuah manual sangatlah penting bagi para kultivator. Jika hanya mengandalkan manual dasar terus-menerus, mungkin hanya Kultivasi saja yang meningkat tetapi tidak untuk kekuatan tubuh, energi serta yang lainnya.


Para kultivator tingkat Alam Roh biasanya sudah memiliki manual kultivasi mereka sendiri agar bisa berkembang lebih cepat dari pada kultivator yang hanya mengandalkan manual dasar pelatihan qi.


“Aku dengar bahwa klan Long yang merupakan keluarga Kerajaan memiliki sebuah manual khusus yang di simpan dengan aman. Aku tidak tau apa manual itu dan hanya mendengar rumor tentangnya. Apakah kakek dan nenek tidak meninggalkan sebuah manual kultivasi padamu, Yan'er?” Huan Caiyi sedikit bingung karena merasa kakek dan nenek mereka sudah pasti meninggalkan sesuatu untuk Lin Yan. Dan juga, Huan Caiyi tentu saja memanggil kakek dan nenek kepada Lin Ming dan Lin Xi karena ia sudah menganggap dirinya sebagai saudari sah Lin Yan.


“Tidak ada.” Lin Yan menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan, “Ini pasti terkait dengan tubuhku. Sejak awal, tanpa berkultivasi pun aku mampu melawan binatang roh tingkat Houtian. Mungkin karena itu kakek dan nenek berpikir bahwa manual kultivasi yang mereka miliki tidak akan cocok untukku. Juga, aku sudah menyadari hal itu juga. Ini seperti ketika aku mengolah manual dasar kultivasi, itu seperti ada sesuatu yang menahan ku terus menerus untuk lebih maju.”


“Aku tidak tau apa itu. Aku yakin bahwa jika aku tidak menemukan manual kultivasi khusus untukku, aku tidak akan bisa berkembang lebih jauh setelah mencapai tingkat Alam Roh.” Lin Yan berkata dengan nada sedikit pahit. Ia tentu sedikit paham tentang tubuhnya yang tampak sangat aneh tetapi seolah-olah diikat oleh sesuatu.


“Bagaimana bisa?” Huan Caiyi terkejut mendengar penjelasan Lin Yan. Ia pun langsung berpikir dan memberi saran, “Apakah manual Kaisar Bayangan bisa membantumu?”


Huan Caiyi langsung menawarkan manual klan Huan yang ia telah hafal semenjak kecil karena itu suatu keharusan baginya untuk putri kepala klan.


“Tidak bisa, walaupun mungkin aku akan belajar elemen bayangan, tetapi akan butuh waktu lama bagiku agar bisa menguasainya karena aku tidak memiliki garis darah klan Huan. Aku tidak bisa menunggu selama itu.” Balas Lin Yan karena memikirkan kembali kakek dan neneknya yang berada di tempat yang sangat jauh. Ia tidak ingin menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang mungkin akan lama untuk dikuasi.


“Pasti ada jalan untuk itu nanti.” Huan Caiyi berkata dengan nada optimis karena yakin bahwa pasti akan ada jalan.


Mendengar perkataan Huan Caiyi, Lin Yan tersenyum kecil. Ia menatap ke arah kejauhan dan memikirkan kembali tentang tempat yang menjadi lokasi misi mereka.


Dan tempat itu adalah wilayah tertentu yang sangat jarang dimasuki oleh para kultivator karena suatu alasan. Tempat yang menjadi tujuan misi mereka bernama, Lembah Naga!