Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 345 - Pulau Es Utara



Pulau Es Utara


Empat wanita yang mendengar perkataan Xia Yue'er pun terkejut. Baru kali ini mereka melihat Roh yang tidak berubah menjadi Roh Jahat sangat membenci manusia sampai ke titik seperti itu.


Dari hal itupun, keempatnya tau bahwa pemuda yang sedang terluka tersebut memang dilukai oleh seorang manusia dan Roh tersebut menyaksikan semua kejadian sehingga dia membenci seorang manusia.


“Tenanglah Yue'er..” ucap Lin Yan.


Xia Yue'er bergerak ke arah bahu Lin Yan dan menatap empat wanita tersebut dengan tatapan membunuh. Qi-nya terus-menerus bocor karena ia bersiap-siap untuk menyerang jika salah satu dari keempat wanita tersebut menyerang Lin Yan.


Jika saja Lin Yan tidak menyuruhnya berhenti, Xia Yue'er pasti akan langsung menyerang.


“Kami hanya terdampar di tempat ini. Kami akan segera pergi dari tempat yang kau sebut sebagai Pulau Es Utara,” ucap Lin Yan.


Keempatnya memasang wajah mengerut lalu saling memandang. Keempatnya menatap ke arah Xia Yue'er dengan seksama untuk beberapa saat dan tau bahwa dia adalah Roh yang dipenuhi dengan aura kebaikan tetapi tiba-tiba tampak menaruh dendam terhadap manusia dan itu pasti bukan hal baik.


Karena, jika ada Roh yang sampai membenci manusia seperti itu, sudah pasti pasti Roh yang sama dengan Xia Yue'er akan melakukan hal yang sama.


“Kau ingin keluar dari tempat ini? Sepertinya itu tidak mungkin.” Salah satu dari mereka berbicara dan mencoba mempercayai Lin Yan.


“Apa maksudmu?” Tanya Lin Yan dengan sedikit kerutan di dahinya.


“Tempat ini tidak akan bisa dijamah oleh kultivator setingkat dirimu. Di tengah laut jauh dari pulau ini, ada Formasi khusus yang dibuat untuk menghalangi seseorang keluar dan masuk. Itulah sebabnya aku tidak percaya bahwa kau akan datang ke tempat ini seperti yang kau katakan sebelumnya.” ucap wanita dengan rambut pendek mencapai bahu.


Wajah Lin Yan yang awalnya sedikit berkerut pun semakin berkerut. Ia tentu tidak akan sempat memeriksa hal seperti itu ketika melewati lautan. Dan memang benar bahwa ledakan terjadi ketika ia telah mencapai area di sekitar laut.


“Apakah itu mungkin dikarenakan serangan dari Patriak Klan Chi dan Patriak Klan Chu?” Batin Lin Yan dan merasa itu sangat mungkin sebab keduanya memang sangat kuat.


“Lalu, apakah ada cara untuk keluar dari tempat ini?” Tanya Lin Yan menatap wanita berambut pendek tersebut.


“Hentikan Mu Xian, dia adalah orang luar. Kita tidak boleh memberitahu terlalu banyak informasi.” Wanita lainnya yang berambut panjang berwarna hitam legam pun berbicara.


“Tapi.. tampaknya pemuda ini memang tidak memiliki niat buruk.” Mu Xian pun berbicara.


Sebelum ada yang berbicara lagi, satu sosok tiba-tiba muncul.


“Anak muda, katakan bagaimana caramu mencapai tempat ini. Pulau Es Utara adalah tempat tersembunyi di pinggiran Benua Saint. Hanya beberapa kultivator yang mengetahui tempat ini dan untuk mencapai Pulau Es Utara, dibutuhkan level kekuatan tertentu.” Seorang wanita paruh baya tiba-tiba muncul dan langsung berbicara. Ia juga melirik ke arah Xia Yue'er dan menyipitkan matanya karena mencoba mengingat tentang sesuatu.


“Tetua Rou!” Seru keempat wanita tersebut. Kehadiran seseorang yang di panggil sebagai Tetua Rou membuat keempatnya tenang karena Lin Yan tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi jika memiliki niat jahat.


“Siapa kau? Dan untuk pertanyaanmu, aku diterbangkan oleh seseorang mencapai tempat ini karena mereka mencoba membunuhku.” Lin Yan menjelaskan sedikit.


“Aku adalah Mu Rou, Tetua Clan Mu, yang mengawasi pinggiran Pulau Es Utara.” Balas Mu Rou.


Lin Yan terdiam ketika melihat Mu Rou. Dengan Mata Raja, ia tentu melihat bahwa kekuatan Mu Rou luar biasa dahsyat tetapi hanya menyandang gelar seorang Tetua yang artinya, siapapun pemimpin dari Klan Mu, level kekuatannya pasti luar biasa besar.


“Lalu, bisakah anda memberikan jalan agar aku bisa keluar dari tempat ini?” Tanya Lin Yan sekali lagi.


“Aku tidak bisa sembarangan membuka Formasi yang menyelimuti semua tempat termasuk untuk Pulau Es Utara.” Mu Rou menggelengkan kepalanya karena itu sangatlah beresiko.


“Lin Yan. Sebelumnya ketika kita sudah berpisah, aku melihat melalui Ruang Jiwa bahwa ada serangan seseorang yang menghancurkan teknik gabungan dari dua pria tua itu. Kekuatannya luar biasa kuat yang membuatmu terpental sangat jauh ketika telah mencapai laut.” Xia Yue'er menjelaskan dengan suara berbisik.


“Siapa dia?” Batin Lin Yan. Ia kemudian menyampingkan pemikiran tentang siapa yang mencoba membantunya dan menatap kembali ke arah Mu Rou.


“Jadi, kepada siapa aku harus meminta pertolongan agar keluar dari tempat ini?” Tanya Lin Yan karena ia tidak mau membuang waktu di Pulau Es Utara. Sebab, dari peta yang ia miliki, ia sudah memiliki tujuannya sendiri dan tempat itu kemungkinan akan meningkatkan kultivasinya dengan sangat cepat sekaligus mencari informasi Klan Lin berada.


Empat wanita sebelumnya terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan.


Sementara itu, Mu Rou hanya menghela nafas panjang lalu berkata kembali, “Tentu itu kepada Nyonya Sekte.”


“Nyonya Sekte?” Tanya Lin Yan heran.


“Ya. Nyonya Sekte Istana Salju dan juga Matriak Klan Mu.” ucap Mu Rou lalu melanjutkan, “Pulau Es Utara dijaga sangat ketat. Jika kau ingin tinggal di sini, kau harus berada di pulau lainnya yang tidak terlalu jauh dari pulau ini. Di sana akan banyak pria yang tinggal tetapi untuk Pulau Es Utara, tempat ini khusus di diami oleh wanita.”


“Kau juga harus melakukan pemeriksaan karena dua pulau yang ada di daerah ini tidak mengijinkan seseorang tanpa identitas tinggal di kedua pulau.” ujar Mu Rou.


“Aku tidak ingin tinggal di tempat ini. Yang aku inginkan adalah kembali ke Benua Saint karena banyak hal yang ingin aku selesaikan.” Lin Yan menggelengkan kepalanya dan memaksa tubuhnya yang terluka terbang ke udara. Ia bergerak perlahan ke arah tempat ia datang sebelumnya karena ingin memeriksa apakah ia bisa memecahkan Formasi raksasa yang kemungkinan sama seperti Formasi yang ada di Kekaisaran Han.


Empat wanita muda serta Mu Rou hanya bisa diam melihat Lin Yan pergi. Mereka tentu tidak akan melarang Lin Yan pergi, tugas mereka hanyalah menghalangi seseorang mengacau di pinggiran Pulau Es Utara. Namun, kelimanya sadar bahwa Lin Yan mungkin akan tewas karena ketika seseorang mencoba membobol Formasi dengan tingkat kekuatan rendah, mereka mungkin akan membeku menjadi patung es.


Ketika Lin Yan perlahan melayang di udara, ia terhenti sejenak dan menatap ke arah Pulau Es Utara. “Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa tempat ini mengingatkanku akan sesuatu?” Batinnya.


“Lin Yan? Ada apa? Apakah ada sesuatu? Ayo kita segera bergegas pergi dari tempat ini. Mereka bukalah hal baik karena sebelumnya mencoba mengancammu.” ucap Xia Yue'er sedikit kesal ketika mengingat tentang empat wanita sebelumnya.


Lin Yan tersadar dari lamunannya oleh suara Xia Yue'er. Ia pun menatap ke arah lainnya lagi dan langsung bergerak karena perasaan familiar yang ia rasakan tiba-tiba lenyap begitu saja.