Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 73 - Misi Kelas A



Setelah memproses semuanya, akhirnya tombak berkarat itu menjadi milik Lin Yan. Ia pun pergi dari tempat itu bersama dengan Huan Caiyi.


“Apakah ada sesuatu yang istimewa tentang tombak itu?” Tanya Huan Caiyi heran.


“Aku tidak tau. Tetapi tombak itu sangat aneh. Aku juga merasakan getaran tertentu darinya walaupun aku tidak tau apa itu. Suatu hari nanti mungkin aku akan mencari tau apa sebenarnya tombak itu.” Lin Yan menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak tau apa yang istimewa dari tombak yang ia ambil. Tetapi ia yakin bahwa ada sesuatu yang tentang tombak itu yang membuatnya sangat ingin mengambilnya.


Karena Lin Yan berkata seperti itu, Huan Caiyi tidak bertanya lagi. Mereka pun pergi menuju bangunan lainnya untuk mengambil misi. Hanya dengan cara itu kekuatan mereka akan meningkat pesat.


Sesampainya di Aula Misi, Lin Yan dan Huan Caiyi mencari misi yang cocok untuk mereka berdua. Dan tentu saja misi terendah di pelantara dalam adalah misi kelas B.


Ketika sedang mencari misi yang sesuai, Lin Yan dan Huan Caiyi mendengar beberapa diskusi para murid yang berada di tempat itu.


“Apa kau sudah dengar berita itu? Murid yang memenangkan misi kelas B di pelantara luar telah sampai di pelantara dalam. Banyak senior dari klan tertentu yang ingin berurusan dengan anak itu.” Salah satu murid berkata kepada murid lainnya saat sedang mencari misi di papan pencarian.


“Ya. Aku sudah dengar. Anak itu sungguh bodoh memprovokasi banyak klan kuat. Aku dengar-dengar, senior yang berasal dari klan Meng, klan Yi, klan Shi mengincarnya. Sungguh bodoh memprovokasi tiga klan sekuat itu.” Lanjut murid lainnya.


“Apa kau juga dengar berita lainnya?” Tanya murid sebelumnya.


“Berita apa?”


“Aku dengar bahwa putra mahkota Kerajaan Bintang juga ingin merekrut anak itu ke sisinya.”


“Benarkah? Mungkin anak itu akan selamat jika berlindung di bawah salah satu murid inti yang juga memiliki status tinggi sebagai putra mahkota Kerajaan Bintang.”


Diskusi tejadi di sana sini yang membuat Lin Yan dan Huan Caiyi merasa terheran-heran.


Juga, Lin Yan tidak menyangka bahwa seseorang yang disebut sebagai putra mahkota Kerajaan Bintang akan menjadi murid sekte Naga Langit juga dan juga sudah menjadi murid inti.


Tentu Lin Yan sudah mendengar apa artinya menjadi murid inti. Di pelantara dalam sekte Naga Langit, hanya ada 20 murid inti. Semua dari murid itu memiliki kekuatan luar biasa tinggi. Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa murid inti memiliki tingkat kultivasi yang setara dengan beberapa Tetua di pelantara dalam.


“Yan'er.. tampaknya tiga klan itu ingin berurusan dengan kita. Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan informasi yang mengatakan bahwa putra mahkota yang ternyata seorang murid juga di sekte ini dan ingin merekrutmu?” Huan Caiyi menatap Lin Yan dengan seksama walaupun ia sudah tau apa jawaban adik kecilnya itu.


“Aku tidak tertarik bergabung dengan putra mahkota itu. Tetapi, untuk klan Meng, Yi dan Shi, kita akan mengurus mereka cepat atau lambat. Saat ini kita harus berfokus untuk meningkatkan kekuatan.” Ujar Lin Yan.


Sesuai dengan dugaan Huan Caiyi, Lin Yan tidak akan mau bergabung dan tunduk pada seseorang seperti putra mahkota. Dan tentang kata-kata Lin Yan mengurus ketiga klan itu membuatnya tersenyum karena ia juga akan melakukan hal yang sama. Ia tidak suka jika Lin Yan di buru seperti itu. Dan saat ini, hanya ada satu jalan, yaitu meningkatkan kekuatan secepat mungkin.


Setelah melihat-lihat semua misi, tatapan Lin Yan tertuju pada misi tertentu. Itu adalah misi yang aneh menurutnya dan berada di luar sekte.


Misi yang terdaftar berasal dari berbagai kekuatan seperti klan tingkat menengah, tingkat tinggi, sebuah asosiasi, atau keluarga berpengaruh lainnya atau bahkan dari Kerajaan Bintang itu sendiri. Jumlah misi tampak tidak pernah berkurang sama sekali di papan pencarian.


Bahkan sekte Naga Langit telah membuat team khusus untuk menyelesaikan misi yang tidak diambil oleh para murid dalam jangka waktu tertentu. Tentu saja semua itu bertujuan untuk meningkatkan kerjasama terhadap kekuatan besar lainnya yang mengeluarkan misi kepada sekte Naga Langit.


“Lihatlah misi ini, bagaimana menurutmu?” Tanya Lin Yan saat menunjuk misi kelas A di papan pencarian.


Huan Caiyi menatap ke arah sebuah kulit hewan yang ditempel pada salah satu papan yang sangat lebar.


“Kota Zhu? Bukankah itu tempat klan Zhu berada? Aku dengar bahwa kota itu sangat dekat dengan perbatasan Kerajaan Bintang dan Kerajaan Bulan. Juga, ini adalah misi kelas A, Yan'er.. apa kau yakin?” Huan Caiyi menaikkan sedikit alisnya saat melihat detail misi.


“Aku tau bahwa ini akan sulit menyelesaikannya karena tingkat kesulitan misi ini lebih tinggi dari pada membunuh Raja Kera Emas. Tetapi, yang membuatku tertarik, kenapa tidak ada batas waktu penyelesaian?” Lin Yan menunjuk sebelah bawah detail misi.


“Kau benar. Aku mendengar bahwa beberapa kali ada misi seperti ini di sekte dan aku tidak menyangka akan melihatnya.” Huan Caiyi mengangguk kecil.


“Berapa lama waktu diperkirakan menuju lokasi klan Zhu berada?” Tanya Lin Yan.


Huan Caiyi merenung beberapa saat karena ia menghitung waktu menuju perbatasan. “Kemungkinan dengan kekuatan kita saat ini, kita akan mencapai tempat itu sekitar kurang dari dua minggu.”


“Itu lumayan lama.” Gumam Lin Yan dan mengambil keputusan. Ia pun mengambil kertas misi dan membawanya menuju tempat pendaftaran misi.


Huan Caiyi sama sekali tidak berkomentar saat Lin Yan mengambil misi itu. Ia saat ini hanya ingin terus bersama Lin Yan.


Alasan Lin Yan mengambil misi juga ada hal khusus di dalam pikirannya.


Ketika mendaftarkan misi, Tetua juga tidak bisa berkata-kata karena Lin Yan mengambil misi kelas A. Biasanya, hanya murid di atas tingkat Xiantian yang mengambil misi kelas A. Mungkin ada beberapa murid tingkat Xiantian yang mengambilnya karena misi kelas A yang mungkin tidak terlalu sulit untuk diselesaikan.


“Apakah kau yakin mengambil misi ini? Tingkat resiko kematian misi ini adalah 90%. Sekte tidak akan bertanggung jawab atas kematianmu.” Tetua tersebut mencoba memperingati Lin Yan.


“Tidak masalah. Aku akan mengambil misi ini.” Balas Lin Yan.


Tetua itu tidak berkomentar sama sekali karena satu hal tentang misi itu adalah jangka waktu penyelesaian tidak dibuat.


Setelah menerima misi, Lin Yan pun pergi bersama dengan Huan Caiyi menuju tempat berikutnya. Dan kali ini, ia akan menghabiskan semua poin merit. Dengan jumlah yang lumayan banyak, ia tau bahwa akan ada beberapa sumber daya yang berharga mereka dapatkan.