Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 146 - Sebelum Hari Kompetisi



Kedua kelompok yang berasal dari sekte Naga Langit dan sekte Gerbang Surgawi pun berpisah karena kediaman sementara mereka tentu saja akan berada ditempat yang berbeda.


“Maaf jika ada ketidaknyamanan dengan cara kami memperlakukan tamu. Ini adalah peta tempat kompetisi diadakan, tidak sampai dua hari, para murid akan mengambil undian untuk melakukan kompetisi bagian pertama.” Tetua yang menuntun kelompok sekte Naga Langit pun memberikan sebuah kertas yang merupakan peta serta beberapa informasi. Setelah itu, Tetua tersebut pun pergi meninggalkan kelompok sekte Naga Langit.


“Pilihlah di mana kalian akan tinggal. Aku bersama dengan Tetua Kedua akan mengurus beberapa hal. Jika kalian ingin berkeliling, lakukanlah, tetapi jangan membuat masalah.” Tetua Ketiga memperingati lalu menghilang bersama dengan Tetua Kedua.


Lin Yan dan Huan Caiyi yang mendengar itu pun langsung masuk ke dalam kediaman tersebut dan memilih satu kamar karena Huan Caiyi ingin berada di ruangan yang sama dengan adiknya.


Beberapa murid hanya melirik hal itu dan menggelengkan kepalanya.


Semua murid pun mengambil ruangan juga untuk mempersiapkan diri mereka untuk kompetisi yang akan datang.


Di dalam ruangan tempat Lin Yan dan Huan Caiyi, terlihat keduanya sedang bersantai saat ini.


“Bagaimana menurutmu tentang murid yang berasal dari sekte Gerbang Surgawi?” Tanya Huan Caiyi sambil membuat dirinya berada di posisi yang nyaman di sebuah tempat duduk.


“Mereka kuat. Untuk para kelompok tingkat Alam Roh, bisa dipastikan bahwa mereka lebih kuat dari barisan sekte Naga Langit. Tetapi untuk murid tingkat Alam Roh, aku merasa bahwa mereka setara,” ujar Lin Yan.


“Oh? Lebih kuat dari barisan sekte Naga Langit? Itu tidaklah penting karena kompetisi kali ini berfokus pada kekuatan individu. Aku tidak tau seperti apa kompetisi kali ini, tetapi aku yakin bahwa itu akan membuat sesama murid dari sekte yang sama harus membuat pilihan untuk menjatuhkan rekan satu sekte atau menyerah dan memberikan salah satu dari mereka maju ke babak berikutnya.” Huan Caiyi membuat spekulasi.


“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Tanya Lin Yan setelah berpikir beberapa saat.


“Aku membuat spekulasi dari apa yang dikatakan oleh Tetua Pertama di sekte beberapa hari yang lalu. Yang artinya, banyak murid yang akan di eleminasi ketika di babak pertama kompetisi untuk mengambil peserta yang akan maju di pertandingan sesungguhnya. Tidak mungkin semua pertandingan individu akan di lakukan di dalam Arena karena pasti akan menghabiskan banyak waktu,” ujar Huan Caiyi.


“Seperti yang diharapkan dari kakak,” puji Lin Yan dengan senyum karena ia merasa apa yang dikatakan oleh kakaknya adalah kebenaran.


Huan Caiyi langsung mengangkat sedikit kepalanya karena dipuji oleh Lin Yan. Tentu ia akan selalu berharap adiknya itu mengandalkannya.


“Apakah kau tidak ingin berkeliling di sekte Seribu Pedang?” Tanya Huan Caiyi.


“Tidak perlu. Lebih baik menunggu kompetisi diadakan.” Balas Lin Yan dan mengambil posisi nyaman juga.


Huan Caiyi tidak bertanya hal tentang sekte lagi. Keduanya pun langsung bercerita tentang banyak hal dan kebanyakan adalah masa lalu Lin Yan ketika masih kecil sewaktu bersama dengan kakek dan nenek mereka.


**


Waktu terus berlalu, keesokan harinya, terlihat sebuah alat transportasi udara yang perlahan turun. Alat transportasi tersebut memiliki lambang tertentu yang terlihat seperti pedang biru yang memiliki aura yang mengelilinginya berwarna putih kabur.


“Klan Gu? Tampaknya Patriak klan Gu kali ini datang untuk menonton.” Tetua An menatap alat transportasi yang sudah mendarat. Ia tidak mengerti mengapa Patriak klan Gu ikut kali ini karena tidak ada tercatat anggota klan Gu yang ikut dalam kompetisi.


“Sebuah kehormatan bahwa Patriak klan Gu akan datang untuk menonton acara kompetisi kali ini.” Tetua An menggenggam kedua tangannya ke arah pria paruh baya yang terlibat sangat bermartabat.


“Salam Tetua An, sudah puluhan tahun sejak kita terakhir kali bertemu.” Patriak klan Gu juga menggenggam kedua tangannya.


“Apakah rombongan sekte Naga Langit sudah tiba?” Suara antusias seorang gadis muda terdengar seketika.


Beberapa Tetua melihat ke arah gadis tersebut dan langsung menggelengkan kepala mereka karena sudah mendengar semuanya apa yang sedang terjadi.


“Yin'er.. tenanglah..” Suara pria paruh baya lainnya terdengar. Ia adalah pria yang memiliki banyak kemiripan dengan Patriak klan Gu, salah satu Tetua klan Gu, Gu Shen dan juga ayah dari wanita merepotkan yang bernama Gu Yin.


“Jangan membuat malu, Gu Yin!” Gu Yuena yang berada di dekat Gu Yin juga ingin mencekik sepupunya itu karena tau apa yang ingin dilakukan olehnya.


Gu Yin terdiam seketika dan merasa sedikit malu.


Patriak klan Gu dan adiknya Gu Shen menggelengkan kepala melihat kelakuan Gu Yin. Tetapi keduanya semakin penasaran dengan seorang anak bernama Lin Yan yang selalu dibicarakan oleh Gu Yin.


“Rombongan sekte Naga Langit telah tiba sehari yang lalu. Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri untuk kompetisi esok hari.” Tetua An menjawab pertanyaan Gu Yin.


“Juga, seseorang Tetua akan menuntun kalian ke kediaman yang disediakan oleh sekte.” Lanjut Tetua An.


“Maaf merepotkan kalian.” Patriak klan Gu menggenggam kedua tangannya sekali lagi. Walaupun ia lebih kuat dari pada Jian An, ia tidak akan menunjukkan sifat superior.


“Tidak sama sekali Patriak Gu,” Tetua An tersenyum saat membalas kata-kata ayah Gu Yuena. Ia tentu tau bahwa klan Gu sedikit berbeda dengan klan lainnya karena terlihat sangat ramah walaupun mereka salah satu klan terkuat di Kerajaan Bintang.


Satu Tetua sekte Seribu Pedang pun datang dan memimpin kelompok klan Gu.


“Sangat disayangkan bahwa ibu tidak bisa melihat Lin Yan itu untuk saat ini.” Suara wanita merdu terdengar saat rombongan klan Gu perlahan masuk ke dalam sekte.


“Ibu..” Gu Yin semakin malu saat ini. Ia pun melototi Gu Yuena karena dia adalah sumber masalah yang ia hadapi saat ini. Hal itulah yang membuat Patriak klan Gu, Gu Shen dan istrinya, dan banyak Tetua lainnya yang datang menonton pertandingan.


Patriak klan Gu dan Gu Shen pun tentu sangat penasaran dengan anak bernama Lin Yan yang bahkan mampu membantu kedua putri mereka mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Walaupun keduanya tidak mendapatkan jawaban apapun dari Gu Yin dan Gu Yuena, mereka ingin bertemu secara langsung dengan Lin Yan untuk melihat sosok anak yang bahkan mampu menjadi peserta di usia 15 tahun yang bisa dikatakan sangat mustahil.


Juga, tentang kedua Pedang Kembar Chi milik Gu Yuena dan Gu Yin. Patriak klan Gu yang merupakan ahli prasasti telah membongkar kualitas asli Pedang Kembar Chi tanpa merusak formasi. Ia semakin terkejut karena tidak menyangka akan melihat dua pedang yang memiliki kualitas tertinggi yang pernah ia lihat. Ia sudah bertanya kepada Gu Yuena dan Gu Yin siapa yang memberikan pedang itu tampak berbicara tentang kualitasnya dan jawaban keduanya semakin membuatnya penasaran bagaimana seorang anak bisa memberi dua pedang sekelas itu secara cuma-cuma.


Dan Lin Yan tidak tau bahwa hal merepotkan lainnya akan menghampirinya nantinya.