Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 281 - Menghabisi Para Manula



Klan Long


Lin Yan dan Xia Yue'er pun melakukan Fusi sekali lagi dan menatap ke arah Master Sekte Naga Langit, Long En dan Long Jie secara bergantian dengan senyum kejam diwajahnya.


“Kalian sungguh tidak tau diri karena mencoba untuk menyerangku di saat-saat aku telah berhasil memusnahkan musuh umat manusia! Oleh karena itu..”


Lin Yan mengentikan kata-katanya yang terdengar sampai ke tempat jauh dan di dengar oleh semua para kultivator.


“Oleh karena itu, aku akan memusnahkan kalian bertiga karena aku menganggap kalian itu memiliki kerja sama dengan para Iblis. Kalian membuat rencana seperti sedang bertarung, tetapi ketika kami tiba, kalian membuat prediksi yang salah! Dan untuk menghapus kesalahan itu, kalian mencoba memusnahkan aku!”


“Apakah ini semua demi keuntungan untuk Kerajaan Bintang?” Tanya Lin Yan. Suaranya terus terdengar sampai ke tempat yang jauh dan membuat semua kultivator mematung di tempat.


Tentu Lin Yan tidak akan melewatkan kesempatan agar perang antara dua Kerajaan Besar tidak pecah dengan cara memusnahkan Klan Long dan Sekte Naga Langit lalu membentuk satu Kerajaan baru.


Dengan menggunakan kata-kata seperti itu, pasti para kultivator lainnya akan merasa wajar jika ia memusnahkan mereka semua. Ini adalah strategi terbaik yang bisa dipikirkan oleh Lin Yan.


Para kultivator yang mendengar hal itupun menatap ke arah para anggota Keluarganya Kerajaan dengan tatapan dingin. Tiga Duke yang berada di tempat itu pun terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan dan tatapan tidak menyenangkan dari semua kultivator yang berasal dari Kerjaan Bulan.


Li Hu, Patriak dan Tetua Agung Klan Gu, Gu Shen dan bahkan Di Tian dan Di Shan juga terdiam ketika mendengar kata-kata Lin Yan. Semuanya tidak lagi bergerak ke arah Lin Yan untuk membantunya karena Lin Yan telah melakukan Fusi sekali lagi.


Untuk Huan Caiyi dan Xiao Ya, mereka hanya membuka tutup mulut mereka beberapa kali karena kali ini Lin Yan memukul dua burung hanya dengan satu batu.


Kejadian Master Sekte Naga Langit, Long En dan Long Jie yang menyerang Lin Yan secara terang-terangan tidak akan bisa dibantah sama sekali. Dan apapun yang dikatakan oleh ketiganya, tidak akan ada yang percaya karena terlihat Lin Yan yang bertarung sekuat tenaga melawan Iblis.


“Jangan bicara sembarangan bocah!” Teriak Master Sekte Naga Langit.


“Jangan memfitnah kami sembarangan bocah!” Long Jie juga berteriak karena tau bahwa kata-kata Lin Yan akan memiliki efek yang tidak terkatakan.


“Untuk apa berbicara lagi? Kalian adalah musuh umat manusia yang sebenarnya! Karena kalian memiliki rencana busuk, aku akan membantu umat manusia untuk membereskan kekacauan yang kalian buat!” Lin Yan berbicara seolah-olah dirinya tampak seperti pahlawan walaupun itu hanyalah fasad belaka.


Sebelum ada dari mereka yang berbicara lagi, Lin Yan pun menghilang dalam sekejap dan muncul di depan Master Sekte Naga Langit.


Mata Master Sekte Naga Langit melebar saat menatap Lin Yan yang tiba dihadapannya sambil mengayunkan Tombak Pembunuh Naga tepat ke arah kepalanya.


Instingnya untuk bertahan hidup sangat tinggi dan Master Sekte Naga Langit pun langsung mundur menjaga jarak dengan kecepatan yang sangat tinggi menggunakan teknik gerakan yang ia miliki.


Tetapi, Master Sekte Naga Langit tidak tau bahwa semua itu telah dilihat oleh Lin Yan.


Menggunakan Mata Raja, Lin Yan memperhatikan dengan seksama ke mana arah Master Sekte Naga Langit mundur. Ia pun tersenyum kejam karena prediksinya sangat tepat.


Jleb!


Sebuah tombak pun tertancap di jantung Master Sekte Naga Langit dalam sekejap dari arah belakang.


Master Sekte Naga Langit tertegun di tempat karena merasakan dingin di dada kirinya. Ia pun melihat ke arah bawah dan sudah ada tombak berwarna hitam yang mengeluarkan uap hitam setiap saat serta memercikkan petir telah menembus tubuhnya.


“Grrr..”


Suara menyeramkan terdengar di belakangnya dan ia tau bahwa itu adalah naga hitam yang pernah digunakan oleh Lin Yan. Master Sekte Naga Langit hanya menatap kembali ke arah Lin Yan dengan tatapan penuh dendam karena tidak menyangka bahwa riwayatnya akan tamat di tangan seorang pemuda yang baru saja tumbuh. Jika ia tau kejadian seperti ini akan terjadi, ia tidak akan mempedulikan tenteng Lin Ming dan Lin Xi. Ia pasti akan menghabisi Lin Yan selagi masih ada kesempatan. Tetapi sangat disayangkan bahwa penyesalan selalu datang terlambat.


Duar!


Ledakan petir terjadi dikejauhan ketika Lin Yan melesat ke arah tempat Long Jie.


Ledakan tersebut berasal dari tombak yang dipegang oleh naga hitam dan menghancurkan tubuh Master Sekte Naga Langit dari dalam.


Tetua Ketiga yang menatap itu tentu memasang wajah yang sangat gelap karena Master Sekte Naga Langit adalah muridnya. Ia menatap ke arah langit biru yang kini mulai ditutupi oleh awan gelap seolah-olah apa yang dilakukan oleh muridnya adalah kesalahan dan langit pun ikut marah.


“Aku sudah memperingatkan kalian berdua bahwa jangan terlalu serakah atau mencoba mencari keuntungan apapun. Kalian tidak mendengarkan apa yang aku katakan dan inilah yang kalian terima.” Gumam Tetua Ketiga dengan nada yang sangat kompleks. Ia tentu tau bahwa kedua muridnya memiliki sifat yang sangat buruk ketika telah menjabat sebagai Master dan Tetua Agung Sekte Naga Langit menggantikan dirinya.


Itu sangat berbeda dengan masa lalu ketika keduanya berlatih dengan giat untuk mencari kebenaran dan mendapatkan pengakuan. Seiring bertambahnya kekuatan dan usia keduanya, sifat keduanya pun mulai berubah drastis dan itu sangat tidak disukai oleh Tetua Ketiga.


Wusssh!


Tetua Ketiga pun menghilang dari lokasi tersebut. Ia tau bahwa tidak ada artinya untuk membalas dendam. Ia kembali ke Sekte Naga Langit untuk memulai Sekte tersebut dari awal kembali agar tidak berjalan ke jalan yang salah seperti saat ini ketika kedua muridnya yang memimpin.


Sementara itu, Long Jie yang melihat Lin Yan datang menghampirinya pun melebarkan matanya karena tentu ia sangat takut saat ini. Ingatan tentang kekuatan Lin Yan ketika dalam Fusi masih segar dalam ingatannya.


Karena tau bahwa dirinya bukan tandingan Lin Yan, Long Jie pun berusaha berbalik dan untuk kabur dari tempat tersebut.


“Ingin kabur? Tidak semudah itu!” ucap Lin Yan dengan senyum kejam lalu mengarahkan lengan kirinya ke arah Long Jie.


“Formasi Alam, Segel Kehidupan Fana!”


Dung! Dung! Dung!


Di banyak tempat, lingkaran Formasi pun tercipta dalam sekejap dan pohon-pohon luar biasa tinggi pun muncul tiba-tiba.


Aura berwana hijau keemasan terpancar dari pohon-pohon yang memiliki bunga mekar diujungnya dan membentuk sebuah kubah untuk menyegel sesuatu disekitarnya.


Menatap pengalang berwana hijau keemasan yang tiba-tiba muncul, Long Jie pun langsung terhenti dan ia pun berbalik sambil memegang pedang dengan kedua tangannya.


Tetapi, ketika Lin Yan mendekat dan Long Jie ingin menyerang, ia merasakan pusing dan tubuhnya melemah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Tidak.. mungkin..” ucap Long Jie ketakutan ketika menatap ke arah langit dan ia pun langsung mengerti walaupun tidak percaya bahwa serbuk berwana hijau keemasan tersebut ternyata memiliki fungsi untuk melemahkan tubuh.


“Terlmbat untuk menyadarinya!” ucap Lin Yan dan mengayunkan Tombak Pembunuh Naga dari kejauhan.


“Hentikan!” Long En yang mengetahui bahwa Long Jie tidak akan selamat pun langsung melesat untuk mencoba menghentikan Lin Yan.


Lin Yan yang dalam posisi ingin mengayunkan tombaknya dari kejauhan pun tersenyum semakin kejam sambil berkata, “Terlambat untuk memohon!”


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”


Blar!