Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 291 - Cabang Kedua Sekte Wayang



Langit saat ini tampak sedang mendung ketika Canglan memimpin Lin Yan menuju Cabang Kedua Sekte Wayang.


“Langit tampak sedang menangis. Ini selalu terjadi ketika para anggota Sekte Wayang memburu banyak kultivator lainnya untuk dijadikan sebuah Wayang. Sekte itu telah tercemar, tidak seperti dahulu di masa kepemimpinan Mantan Master Sekte yang telah tewas.” Batin Canglan menatap ke arah langit yang gelap gulita karena awan.


Saat ini, Canglan yang memimpin Lin Yan telah mendekat ke arah Cabang Kedua Sekte Wayang.


Di belakang Canglan, terlihat Lin Yan yang sedang terbang sambil memperhatikan Canglan dengan seksama dari waktu ke waktu. Ia dapat merasakan emosi Canglan yang tampak berubah-ubah setiap waktu.


“Lin Yan.. orang ini sangat aneh. Meskipun ada aura jahat padanya, aura itu seperti demi kebaikan.” Xia Yue'er mengirim pesan mental kepada Lin Yan.


“Ya. Aku tau, Yue'er. Dia pernah membantai ribuan manusia dalam waktu singkat meskipun aku tidak tau apa penyebabnya.” Balas Lin Yan melalui telepati.


Xia Yue'er hanya mengangguk setuju. Ia masih sedikit waspada terhadap Canglan karena aura tersebut.


Sementara Lin Yan, ia terlihat biasa saja dan hanya mengikuti Canglan dari belakang.


Tidak sampai satu jam kemudian, Canglan pun terhenti di udara sambil menatap ke arah bawah dengan tatapan sedikit dingin.


Lokasi mereka saat ini adalah sebuah hutan yang sangat luas. Tepat di tengah hutan tersebut, terlihat banyak bangunan untuk tempat tinggal murid-murid Cabang Kedua Sekte Wayang.


“Kita telah tiba, Tuan Muda.” ucap Canglan tanpa mengalihkan pandangannya dari Cabang Kedua Sekte Wayang.


Lin Yan juga menatap ke arah Cabang Kedua Sekte Wayang dan memasang wajah sedikit gelap.


“Lin Yan! Tempat itu dipenuhi oleh bau darah! Tempat ini sangat menjijikkan!” ucap Xia Yue'er dengan nada jijik menatap ke arah Cabang Kedua Sekte Wayang.


Lin Yan mengangguk setuju dengan perkataan Xia Yue'er. Ia juga memperhatikan dengan seksama Cabang Kedua Sekte Wayang dengan tatapan dingin karena dengan Mata Raja miliknya, ia dapat melihat aura merah yang sangat menyengat bahwa sudah sangat banyak manusia yang di bunuh di tempat itu. Ia menduga bahwa itu semua adalah manusia yang ingin dijadikan boneka Wayang oleh para anggota Sekte Wayang.


Praktik seperti itu tentu membuat semua kultivator akan marah karena itu ada jalan yang sangat sesat. Sebab, mereka mengorbankan nyawa tidak berdosa tak terhitung jumlahnya hanya untuk membuat Wayang yang kuat.


Tring!


Tiba-tiba saja, suara dentingan terdengar ketika Lin Yan tampak menangkap sesuatu ke arah samping.


Brrrttt! Brrrttt!


Tombak Pembunuh Naga yang muncul di tangan kanan Lin Yan pun langsung memercikkan listrik yang sangat liar.


Canglan yang menatap ke arah Tombak Pembunuh Naga juga sangat terkejut. Bukan karena ia mengenali Tombak Pembunuh Naga, tetapi ia dapat menilai kualitas Tombak Pembunuh Naga hanya dengan sekali tatap saja. Juga, qi Lin Yan yang berubah menjadi Petir Hitam membuatnya terkejut juga.


Karena, aura dari qi Lin Yan tampak sangat mendominasi. Ketika Canglan memperhatikan dengan seksama, ia paham dari mana asal aura mendominasi itu.


“Qi Raja!” Batin Canglan. Ia sekarang paham dari mana asal aura Lin Yan yang sangat mendominasi.


“Aku tidak menyangka bahwa akan ada anggota Klan Lin lainnya yang memiliki qi Raja selain dari Patriak Klan Lin saat ini dan Leluhur Tua Klan Lin!” Batin Canglan sangat serius.


Meskipun Klan Lin sangat tersembunyi, tentu semua anggota Klan Lin sering berkelana keluar dari Klan dan membuat nama mereka sendiri. Sama halnya seperti Patriak Klan Lin saat ini, di masa muda, dia telah berkelana ke berbagai tempat dan membuat nama untuk dirinya sendiri. Tentu para kultivator terkenal akan sangat mengetahui bagaimana kekuatan Patriak Klan Lin dan tau bahwa dia memiliki qi Raja.


Lin Yan yang sedang memegang Tombak Pembunuh Naga pun langsung mengalirkan qi-nya dalam jumlah yang besar.


“Yue’er..” Gumam Lin Yan saat ia langsung melempar Tombak Pembunuh Naga ke arah langit.


Xia Yue'er yang mengerti pun langsung mengarahkan tangannya yang mungil ke Tombak Pembunuh Naga.


“Formasi Cahaya, Cahaya Penguatan!”


Zhep!


Ketika Tombak Pembunuh Naga terhenti di atas langit dengan posisi bilah ke arah bawah, lingkaran Formasi pun mengelilinginya.


“Tombak Kehancuran!”


Ketika suara Lin Yan jatuh, ia pun langsung mengayunkan lengannya yang diselimuti oleh petir hitam dari atas ke bawah.


Zhep!


Trang!


Brrrttt! Brrrttt!


Tombak Pembunuh Naga tampak membentur sesuatu dan itu adalah Formasi yang melindungi Cabang Kedua Sekte Wayang.


Petir hitam menyambar ke segala arah ketika benturan terjadi.


Canglan yang menatap itu pun memasang wajah sangat serius karena sedikit terkejut juga bahwa Lin Yan akan langsung menyerang penghalang tanpa masuk melalui gerbang.


“Tampaknya tidak cukup.” Xia Yue'er yang masih dalam posisi duduk di bahu Lin Yan pun menjentikkan jarinya.


“Formasi Cahaya, Palu Cahaya!”


Dung!


Di atas Tombak Pembunuh Naga, lingkaran Formasi pun tercipta dan membentuk sebuah palu.


Palu cahaya yang lumayan besar itupun langsung berayun tepat ke arah gagang Tombak Pembunuh Naga.


Trang!


Lin Yan terdiam ketika menatap apa yang dilakukan oleh Xia Yue'er yaitu membuat Tombak Pembunuh Naga miliknya menjadi sebuah paku.


Bussssh!


Qi Cahaya dalam jumlah yang sangat besar pun tampak meledak seketika.


Krak! Krak! Krak!


Formasi yang melindungi Cabang Kedua Sekte Wayang pun terlihat memiliki banyak retakan dalam sekejap seperti sebuah jaring laba-laba.


Canglan yang menatap itupun tentu sangat terkejut. Ia menatap ke arah Xia Yue'er dengan seksama karena tidak pernah melihat Roh yang mampu menciptakan Formasi secepat itu.


Di dalam Cabang Kedua Sekte Wayang, saat ini para murid Sekte tersebut pun menatap ke arah langit dengan tatapan terkejut.


“Apa yang sedang terjadi?”


“Lihat itu!”


“Ada sebuah senjata yang mencoba untuk menghancurkan penghalang!”


“Siapa yang melakukannya?”


Para murid pun langsung berteriak di sana sini karena menatap penghalang yang tampak memiliki banyak retakan.


Tidak lama kemudian, beberapa sosok pun terlihat melayang di udara sambil menatap ke arah langit.


Salah satu dari mereka adalah Yongzha, pemimpin Cabang Kedua Sekte Wayang dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap pertama.


Menatap bahwa Formasi yang melindungi Cabang Kedua Sekte Wayang hendak hancur, Yongzha pun tidak membuang waktu dan mengeluarkan Wayang miliknya.


Ketika Wayang tersebut muncul, dia terlihat seperti manusia pada umumnya menggunakan jubah hitam.


Zhep!


Di tangan Wayang tersebut, terlihat sebuah pedang hitam yang sangat besar muncul dan langsung diselimuti oleh qi berwana hitam pekat.


Canglan yang masih di samping Lin Yan pun memasang wajah dingin ketika menatap ke arah Wayang yang digunakan oleh Yongzha.


“Aku tidak menyangka bahwa mereka akan menangkapmu dan membuatmu menjadi boneka! Sekte Wayang sialan! Kalian akan membayarnya!” Batin Canglan sangat marah.