Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 319 - Pinggiran Kota Neraka



Senyum kecil menghiasi wajah Lin Yan karena tampaknya ia telah menemukan bawahan luar biasa kali ini. Dari Akar Spiritual Canglan, ia tentu tau bahwa Canglan adanya bakat kelas atas yang sangat jarang ditemukan.


Lin Yan telah memeriksa umur Canglan. Canglan kini telah berumur sekitar 250 tahun, walaupun sebagian besar usianya digunakan untuk menciptakan Wayang terbaik yang pernah ada. Meskipun begitu, sudah pasti kultivasi Canglan akan meningkat dengan cepat meskipun mungkin di masa lalu perkembangannya tidak secepat para pemilik Akar Spiritual Merah lainnya.


“Jika dia beruntung, mungkin kekuatannya bisa melebihi tingkat Alam Kaisar!” Batin Lin Yan. Ia pun menoleh ke samping dan menatap ke arah Xia Yue'er.


Lin Yan pun menghela nafas panjang karena melihat Xia Yue'er saat ini tidur dengan banyak air liur di pipinya.


“Yue’er..” Lin Yan memanggil Roh Peri mungil tersebut.


“Ha? Apakah waktunya makan siang?” Xia Yue'er yang sadar pun langsung menyeka air liur di sudut bibirnya lalu menatap ke sana ke mari dengan tatapan bersemangat. Sangat terlihat bahwa Roh Peri mungil tersebut sebelumnya memimpikan tentang makanan.


Lin Yan terdiam karena tidak tau harus berkata apa melihat sikap Xia Yue'er. Ia bertanya-tanya kapan Yue'er akan dewasa.


Tatapan Xia Yue'er pun jatuh pada Lin Yan. Ia pun langsung cemberut karena tau bahwa seseorang yang membangunkannya adalah Lin Yan.


“Ayo kita pergi Yue'er. Tugas kita di tempat ini telah selesai.” ucap Lin Yan perlahan berjalan keluar dari bangunan tersebut.


Xia Yue'er menatap sekelilingnya dan menemukan Canglan yang tertidur. “Apakah pria jelek itu akan mati? Siapa peduli..” Gumamnya lalu perlahan terbang mengikuti Lin Yan.


Setelah mencapai pintu keluar, Lin Yan mengeluarkan satu batu kerikil yang merupakan Formasi yang dipadatkan oleh Wayang Canglan. Ia pun menggunakannya lalu pintu masuk perlahan terbuka.


Setelah keluar, pintu pun tertutup sekali lagi. Lin Yan menatap ke arah tertentu karena sudah menghafal letak Kekaisaran Han secara kasar.


“Lalu, ke mana tujuan kita saat ini Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er yang duduk perlahan di kursi VIP miliknya.


Wajah Lin Yan tersenyum kecil. Ia pun membalas ketika perlahan melayang ke udara, “Tujuan kita selanjutnya adalah, Kota Neraka!”


Wusssh!


Lin Yan pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya menuju arah Kota Neraka karena tentu ia berniat meningkatkan kekuatannya di sana.


**


Kota Neraka


Beberapa anggota Klan Yao cabang pun terlihat di Kota Neraka. Mereka sedang mencari keberadaan Lin Yan dan Canglan yang di duga sebagai pembunuh salah satu anggota Klan Yao.


“Tidak ada informasi tentang keduanya datang ke tempat ini! Apakah mereka berdua tidak menuju Kota Neraka? Apakah mereka menuju wilayah ketiga yang merupakan tempat Klan Han berada?” Tanya salah satu anggota Klan Yao dengan nada dingin.


“Kecil kemungkinan mereka akan ke sana. Jika tidak ada kecelakaan, harusnya keduanya telah tiba dalam empat hari yang lalu. Tetapi tidak ada informasi tentang penampilan mereka sama sekali.” Anggota Klan Yao lainnya menambahkan.


“Jika begitu ayo kita pergi ke salah satu Klan terkuat di Kota ini. Dengan bantuan mereka kita pasti akan menemukan keberadaan keduanya.” Lanjut Anggota Klan Yao ketiga.


Keempat anggota Klan Yao yang tiga diantaranya memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kelima dan satu tahap keenam pun sepakat lalu pergi ke salah satu Klan yang menguasai Kota Neraka.


Ketika empat anggota Klan Yao pergi, lima menit kemudian ada tiga kultivator yang bertarung dan terus-menerus berpindah-pindah saat melakukan bentrokan.


Bam! Bam! Bam!


“Apa kau berniat menantang Klan Chi, bocah!” Teriak salah satu kultivator tingkat Alam Raja tahap kedua sambil mengayunkan pedangnya.


“Kalianlah yang menantangku lebih dulu!” Dengus pemuda tampan sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga juga.


Trang!


“Matilah bocah Klan Li!” Teriak anggota Klan Chi lainnya menyerang dari belakang.


“Hmp!” Li Hao mendengus lalu mengeluarkan satu pedang lagi dari cincin ruang miliknya.


Trang!


Crk! Crk!


Gesekan pedang pun terdengar dan tanah di bawah kaki mereka mengalami banyak retakan.


“Sial! Bagaimana bisa bocah dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap pertama mampu melawan kami berdua bersamaan dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap kedua?” Batin kedua anggota Klan Chi.


Li Hao merasakan tekanan yang lumayan besar. Tentu untuk menghadapi dua kultivator tingkat Alam Raja tahap kedua tidak akan mudah.


Trang! Trang! Trang!


Ketiganya terus-menerus bertarung dan terus-menerus berpindah-pindah tempat. Di beberapa tempat lainnya hal yang sama juga terjadi.


Tidak hanya itu, bahkan banyak penonton yang sedang memasang taruhan ketika pertarungan terjadi pada kultivator muda yang rata-rata memiliki kultivasi tingkat Alam Raja.


Di salah satu bangunan terbesar di kota tersebut yang merupakan milik Klan Chi, seorang pria paruh baya pun sedang menatap pertarungan antara Li Hao dan dua anggota Klan-nya.


“Jadi dia cucu Patriak Klan Li yang ditugaskan sebagai pengelola Asosiasi Alkemis? Sungguh tidak terduga bahwa di usia semuda itu dia akan mencapai Kultivasi tingkat Alam Raja tahap pertama.” Pria paruh baya tersebut pun berbicara dengan nada sedikit heran ketika menatap Li Hao.


“Biarkan saja dia bertarung. Selagi itu hanya pertarungan dan saling melukai, kita tidak perlu ikut campur. Kau pasti tau bagaimana Patriak Klan Li, dia adalah bajingan yang akan menggunakan kekayaan untuk melawan kita jika kita menyentuh keluarganya!” ucap salah satu pria paruh baya lainnya.


Pria paruh baya sebelumnya yang merupakan Patriak Klan Chi pun menitik ke arah pria paruh baya yang sedang berada di dekatnya, “Lalu, apa yang membawamu ke tempat ini, Patriak Klan Chu, Chu Di!”


“Ini tentang anggota Klan Yao cabang yang belum lama mengirim permintaan kepadaku, mereka juga memintaku mengirim permintaan kepadamu untuk mencari kedua orang ini.” Chu Di pun melempar dua gulungan kulit hewan yang berisikan gambar kepada Patriak Klan Chi.


Patriak Klan Chi yang bernama Chi Yang pun menangkap gulungan dengan qi dan membuka keduanya bersamaan.


“Hm? Tampaknya aku mengenal orang ini..” Gumam Chi Yang menatap ke arah pria paruh baya.


“Dia adalah Canglan, pemilik Wayang Bencana yang di masa itu dirumorkan akan memasuki daftar 200 Master Bela Diri sebelum dia mengalami kecacatan.” Chu Di menjelaskan.


“Oh? Kenapa anggota Klan Yao menginginkannya? Biarkan saja mereka! Kita tidak perlu mematuhi perkataan cecunguk dari anggota Klan cabang. Jika itu Klan Utama Yao yang berbicara, kita pasti akan memenuhinya.” Dengus Chi Yang lalu melempar gambar Lin Yan dan Canglan ke samping.


“Aku yakin kau tidak hanya datang untuk itu bukan?” Tanya Chi Yang sekali lagi dengan nada dingin dan niat membunuhnya pun merembes keluar.


Chu Di pun menyeringai lalu membalas, “Aku tentu sependapat tentang mengabaikan mereka, tetapi tujuanku kemari adalah membalas pemuda yang ada di gambar itu.”


“Hm?” Niat membunuh Chi Yang lenyap dan menaikkan alisnya lalu mengambil poster Lin Yan.


“Ada apa dengan anak ini?” Tanya Chu Yang heran.


“Dia adalah pendatang baru, kemungkinan dia akan datang ke Kota Neraka! Selain ketangguhannya serta kemampuan bertarungnya yang sangat tinggi, dia juga memiliki qi Raja. Hal itu memang menarik minatku, tetapi hal lainnya yang membuatku penasaran darinya adalah, anak itu berasal dari Klan Kuno juga, Klan Kuno Lin!” Ucap Chu Di yang membuat Chu Yang melebarkan matanya.


Sebab, pengguna qi Raja terhitung jumlahnya bahkan di Benua Saint. Jika ada pengguna qi Raja dari Klan Kuno yang muncul kembali, maka identitasnya pasti tidak sederhana sama sekali.