
“Kakak, untuk hari ini ada baiknya kita beristirahat tanpa berkultivasi. Tubuh kita juga butuh istirahat yang cukup karena biarpun kita memaksakan berkultivasi, yang ada tubuh kita akan kelelahan.” ucap Lin Yan saat sedang berjalan bersama dengan Huan Caiyi menuju kediaman mereka.
“Ya.” Huan Caiyi mengangguk kecil karena setuju dengan perkataan Lin Yan.
Karena Lin Yan sudah berencana untuk beristirahat hari ini, mereka pun pergi ke sebuah tempat yang memiliki pemandangan indah di pelantara luar sekte Naga Langit.
Ketika Lin Yan dan Huan Caiyi sedang pergi ke tempat itu, Lin Yan memiliki ekspresi aneh terus-menerus karena seseorang terus membuntuti mereka.
Bahkan Huan Caiyi pun merasa sedikit tidak nyaman. Tetapi ia hanya diam karena itu adalah bagian Lin Yan untuk menyelesaikannya.
“Hah.. Gu Yin, keluarlah..” ucap Lin Yan sambil menghela nafas panjang karena tidak mengerti apa sebenarnya isi dari kepala wanita itu.
Gu Yin yang terus membuntuti Lin Yan dan Huan Caiyi di jarak hampir 30 meter, mendengar dengan jelas kata-kata Lin Yan. Tentu sebagai kultivator, pendengaran mereka akan semakin tajam. Ia keluar dari balik pohon dengan wajah malu-malu.
Lin Yan berbalik dan menatap Gu Yin yang memasang ekspresi malu-malu. Ia tidak tau harus berkata apa. “Apakah kau ingin ikut? Jika ya, ayo pergi. Kebetulan kami hari ini sedang tidak berencana untuk berlatih.”
Mendengar kata-kata Lin Yan, Gu Yin pun langsung buru-buru berlari mengejar Lin Yan dengan wajah gembira.
Huan Caiyi hanya terus melirik ke arah Gu Yin yang sudah tiba di sebelah mereka. Ia ingin tertawa saat melihat wanita muda yang sedang dimabuk cinta.
Tidak sampai setengah jam, mereka tiba disebuah bukit kecil yang ditanami oleh banyak bunga-bunga. Banyak murid wanita yang sering bersantai di tempat itu.
Bukit kecil itu juga memiliki air terjun kecil dan sebuah danau kecil untuk tempat bersantai bagi para murid.
“Sekte Naga Langit memang sesuatu karena membuat tempat seperti ini bagi para murid untuk menghilangkan ketegangan sebagai seorang kultivator.” ucap Lin Yan sedikit terkekeh.
“Ayo kita pergi ke sana. Aku bersama dengan kakak Yuena beberapa kali singgah di tempat ini untuk bersantai juga.” Gu Yin berkata dengan sedikit bersemangat sambil menunjuk tempat tertentu. Itu adalah tempat favoritnya di bukit yang dinamai oleh murid pelantara luar sebagai Bukit Santai.
Lin Yan dan Huan Caiyi hanya menurut dan mengikuti Gu Yin yang selalu memasang senyum ceria di wajahnya. Mereka pun tiba di pinggir danau dan bisa menatap pemandangan menakjubkan. Tempat itu sangat sejuk dan di kejauhan, terlihat juga beberapa murid wanita dan pria yang sedang bersantai.
Hari sudah siang saat ini dan Gu Yin mengeluarkan beberapa benda dari dalam cincin ruangnya. Dan itu tentu saja adalah hidangan lainnya yang dibuat oleh Gu Yin secara pribadi. Ia pun menyerahkan hidangan itu kepada Lin Yan dengan wajah malu-malu.
“Cih! Wanita ini sudah seperti seorang istri yang sangat patuh kepada suaminya.” Batin Huan Caiyi dan menggelengkan kepalanya. Ia merasa bahwa sikap Gu Yin yang seperti itu hanya akan terjadi dalam beberapa minggu lalu lenyap sepenuhnya saat Lin Yan mengabaikannya atau karena satu atau dua hari lagi mereka akan pergi dari pelantara luar sekte Naga Langit.
“Gu Yin, dari pada memasak seperti ini, lebih baik kau meluangkan waktu untuk berlatih atau berkultivasi.” ucap Lin Yan.
Mata Gu Yin berkaca-kaca mendengarnya. Ia langsung merasa patah hati. “A-apa kau tidak menyukai masakan ku?”
Lin Yan merasa sakit kepala seketika. “Masakanmu sungguh enak. Aku menyukainya, tetapi, kau lebih baik berlatih. Untuk hari ini atau besok, itu tidak masalah, tetapi dalam waktu paling lama dua hari lagi, aku dan kakakku akan di jemput oleh Tetua karena kami berdua saat ini adalah kultivator tingkat Xiantian. Kau mengerti maksudku bukan?”
Mendengar penjelasan Lin Yan, hati Gu Yin berbunga-bunga sejenak lalu langsung lenyap karena memproses kata-kata Lin Yan tentang menjadi murid tingkat Xiantian.
“Kalian sudah mencapai tingkat Xiantian?” Gu Yin tercengang seketika dan ia merasa pahit saat ini. Ia juga rajin berkultivasi tetapi ia masih memiliki kultivasi tingkat Houtian tahap ketujuh. Peningkatannya memang sangat cepat ketika masuk ke dalam sekte Naga Langit. Namun, hal yang ia sesali adalah, ia tidak bisa bertemu dengan Lin Yan lagi dalam waktu yang mungkin lumayan lama.
“Ya.” Lin Yan dan Huan Caiyi mengangguk.
“A-aku akan berkultivasi serajin mungkin. Aku akan segera menyusul kalian berdua.” ucap Gu Yin penuh tekad.
“Dia khawatir padaku?” Batin Gu Yin dan pipinya sedikit memerah.
“Um, aku akan mengingatnya.” Gu Yin mengangguk kecil.
Huan Caiyi hanya menatap Gu Yin dengan mata bau. Ia sudah memprediksi bahwa ketika Lin Yan pergi, Gu Yin pasti akan melupakannya. Tetapi ia tidak akan pernah menduga bahwa ketika Lin Yan pergi, Gu Yin akan semakin tergila-gila kepada Lin Yan.
Setelah mereka selesai bersantai, hari pun sudah mulai gelap dan mereka pun kembali ke kediaman Lin Yan. Kali ini, Gu Yin tidak pergi dan ia bermalam di tempat Lin Yan.
Karena kehadiran Huan Caiyi, Lin Yan merasa itu tidak masalah sama sekali. Tetapi saat sedang tertidur, Lin Yan tersadar karena merasakan gerakan kecil dan itu adalah Gu Yin yang tiba-tiba berbaring di sebelahnya lalu memeluknya.
“Ada apa dengan wanita ini?” Lin Yan ingin berteriak tetapi ia hanya melakukannya di dalam hati. Ia merasa bahwa Gu Yin adalah wanita yang sangat rapuh setelah melihatnya sebelumnya dia hampir menangis hanya karena ia mengatakan tidak perlu memasak.
Karena itu, Lin Yan hanya membiarkannya dan tertidur.
Waktu terus berlalu, seorang pria paruh baya tiba di pelantara luar sekte Naga Langit. Ia adalah salah satu Tetua yang dianggap kuat walaupun tidak sejajar dengan Tiga Tetua Utama.
Kali ini Tetua tersebut khusus datang untuk menjemput semua murid yang telah mencapai tingkat Xiantian. Jumlah murid pelantara luar yang saat ini mencapai tingkat Xiantian adalah 16 anak termasuk Lin Yan dan Huan Caiyi. Sebenarnya jumlahnya lebih dari itu tetapi sebagian besar tewas di hutan wilayah pertama saat bertarung dengan Raja Kera Emas.
Para murid yang telah mencapai tingkat Xiantian kini berada di gerbang masuk pelantara luar. Mereka semua telah berkumpul karena mendapatkan perintah dari para Tetua pelantara luar.
Semua dari mereka menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan dingin karena masih mengingat tentang kejadian beberapa hari yang lalu.
Lin Yan sama sekali tidak peduli dengan tatapan murid lainnya. Ia saat ini hanya berdiri seperti patung dan memikirkan banyak hal tentang apa yang harus dilakukan di masa depan.
Zhep!
Seroang pria paruh baya muncul di depan semua murid tersebut.
“Baik. Aku adalah salah satu Tetua pelantara dalam, Bo Chi! Kali ini aku akan menuntun kalian ke tempat para murid tingkat Xiantian berada sebelum mengambil ujian masuk. Kita akan tiba di tempat itu dalam waktu 4-5 hari. Apakah kalian sudah siap?” Tanya Tetua tersebut.
“Ya Tetua Chi!” 14 murid berteriak serempak terapi Lin Yan dan Huan Caiyi hanya diam.
“Aku akan kembali dalam lima menit karena harus mengurus sesuatu dengan Tetua pelantara luar.” Tanpa menunggu jawaban para murid, Tetua Chi menghilang dari tempat itu.
“Lin Yan!” suara seseorang terdengar di kejauhan.
Semua murid menoleh ke arah sumber suara dan menemukan dua wanita yang berlari dengan dua aset masing-masing yang tampak naik turun.
Dan beberapa murid Xiantian menatap ke arah Lin Yan dengan tatapan membunuh karena memiliki tiga keindahan yang mengelilinginya.
.
.
Sesuai judulnya, Author akan berisitirahat sejenak 2-3 hari.