Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 107 - Kembali



Lembah Naga


Saat ini Lin Yan terus bergerak keluar dari Lembah Naga. Walaupun tempat itu sangat bagus untuk berkultivasi, ia tidak mau mengambil resiko. Sebab, Huan Caiyi saat ini sedang dalam keadaan tidak baik, jika qi di tempat itu merasuki tubuh kakaknya dan tidak dicerna, Lin Yan takut terjadi sesuatu yang buruk sehingga ia membawanya keluar.


Dalam perjalanan, Lin Yan selalu menghindari para binatang roh yang tampak semakin kuat dari waktu ke waktu.


Lin Yan sadar bahwa suatu hari nanti kekuatan para binatang roh ditempat itu akan sangat mengerikan. Namun, dari catatan yang ditinggalkan oleh klan kuno Zhu, mereka tidak akan bisa keluar dari Lembah Naga karena semuanya terkait dengan tempat itu.


Sudah hampir seminggu Lin Yan terus bergerak keluar. Ia beberapa kali berisitirahat. Namun, Huan Caiyi masih tidak kunjung sadar yang membuat Lin Yan semakin khawatir.


Setelah lebih dari seminggu, Lin Yan yang membawa Huan Caiyi pun telah keluar dari Lembah Naga. Ia menghela nafas panjang dan menatap Huan Caiyi yang berada di pelukannya.


Lin Yan sadar bahwa Huan Caiyi pasti mengalami pertarungan sulit. Karena suatu hal, mental Huan Caiyi tampak sangat kelelahan yang membuatnya tidak sadar sampai saat ini.


“Lebih baik aku kembali ke sekte Naga Langit. Ini adalah yang terbaik.” Gumam Lin Yan. Ia tidak tau bahwa sudah hampir empat bulan ia keluar menjalankan misi. Ia tidak peduli lagi dengan misi itu dan denda yang harus ia bayar.


Dua minggu kemudian


Saat ini terlihat Lin Yan yang sudah mendekat ke sekte Naga Langit. Di punggungnya terlihat Huan Caiyi yang sudah sadar. Namun, kondisinya tidak bagus dan tidak bisa berjalan seorang diri. Tidak ada cara lain selain Lin Yan harus menggendongnya kembali ke sekte Naga Langit.


“Kita hampir tiba, kakak..” ucap Lin Yan saat sedang melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Di kejauhan, terlihat gerbang pelantara dalam sekte Naga Langit.


“Maaf merepotkanmu, Yan'er..” Bisik Huan Caiyi.


“Tidak masalah, saat ini kau sedang terluka. Sudah tugasku untuk melakukan ini.” Balas Lin Yan.


Huan Caiyi merasa sangat senang mendengarnya. Awalnya ia sangat ketakutan terjadi sesuatu pada adiknya itu. Ketika ia sadarkan diri, hal pertama yang ia tanya adalah kondisi Lin Yan dan tidak memerhatikan luka-lukanya sendiri.


Lin Yan merasa sangat hangat karena tau bahwa Huan Caiyi sangat menyayanginya.


Tetapi Huan Caiyi tidak menceritakan apa yang terjadi saat itu agar Lin Yan tidak merasa bersalah. Juga, ia mencoba memeriksa tubuh Lin Yan dan tidak menemukan apapun yang aneh walaupun Lin Yan merasa bingung kenapa Huan Caiyi memeriksa tubuhnya dengan cermat.


Ketika mencapai gerbang sekte Naga Langit, para murid yang menjaga gerbang tidak terlalu heran melihat keduanya yang datang dengan kondisi satu orang terluka. Sebab, itu adalah hal yang biasa terjadi bagi murid yang mengambil misi di luar sekte. Bahkan banyak yang tidak kembali karena tewas diluar sana.


Setelah menunjukkan tokennya dan milik Huan Caiyi, para murid yang menjaga gerbang pun membiarkan keduanya masuk.


“Kita akan membayar denda terlebih dahulu. Walaupun kita tau apa sebabnya yang terjadi pada tempat itu, tetap saja kita tidak bisa melapor karena penyelesaian misi tidak disahkan oleh klan Zhu.” Ucap Lin Yan sambil perlahan berjalan ke arah Aula Misi.


“Ya.” Huan Caiyi hanya mengangguk setuju.


Lin Yan pun membawa Huan Caiyi ke Aula Misi untuk membayar denda. Ketika mencapai tempat itu, Lin Yan langsung menghampir tempat penyerahan misi. Ia langsung memberikan kertas lembar misi yang ia ambil sebelumnya.


“Misi gagal? Tidak mengherankan sama sekali.” Tetua yang menjaga tempat itu berkata setelah memeriksa dokumen pengambilan misi Lin Yan dengan tingkat kultivasi Xiantian tahap kedua dan keempat.


Tetapi Tetua tersebut mengerut ketika memeriksa tingkat kultivasi milik Lin Yan dan Huan Caiyi yang berada di punggungnya.


Semua murid dan Tetua yang ada di sana tentu sangat terkejut mendengarnya. Semua mata kini tertuju pada Lin Yan yang sedang menggendong Huan Caiyi.


“Kami memiliki pertemuan keberuntungan yang membuat kultivasi kami meningkat cepat. Berapa denda atas kegagalan misi?” Tanya Lin Yan langsung karena sudah sangat ingin kembali ke kediamannya.


Tetua tersebut tersadar dari keterkejutannya dan mengatakan jumlah denda kegagalan misi.


Setelah Lin Yan menyerahkan denda, ia pun langsung pergi dari tempat itu. Semua murid yang ada di sana memiliki mata panas karena ingin tau apa yang ditemukan oleh keduanya sewaktu menjalankan misi.


Jika bisa, semua murid ingin membeli sumber daya yang ditemukan oleh Lin Yan.


Lin Yan sama sekali tidak peduli dengan itu semua. Ia pun pergi menuju kediamannya.


Ketika mencapai tempat kediamannya, ia terhenti di tengah jalan karena tidak jauh di depan sana, ia melihat dua sosok yang sedang berkultivasi tepat di luar penghalang yang ia ciptakan.


“Tampaknya kita memiliki tamu, Yan'er..” Huan Caiyi berkata sambil terkikik dan tatapannya tidak bisa beralih dari Gu Yin.


Keduanya tentu saja Gu Yuena dan Gu Yin yang telah masuk ke pelantara dalam sekte Naga Langit. Karena Gu Yin selalu berkultivasi di tempat itu, Gu Yuena akhirnya menyerah dan menemani sepupunya itu.


Lin Yan terdiam saat mendengar apa yang Huan Caiyi katakan. Ia pun menghela nafas lelah dan berjalan perlahan ke kediamannya.


Gu Yuena dan Gu Yin langsung membuka mata mereka ketika merasakan ada yang mendekat.


Saat menatap Lin Yan dan Huan Caiyi, Gu Yin pun langsung melompat ke depan dengan wajah penuh kerinduan.


Sementara itu, Gu Yuena menatap Gu Yin dengan tatapan bau lalu melihat ke arah Lin Yan dengan tatapan kesal.


“Lin Yan.. aku telah menunggumu. Hm? Apa yang terjadi pada kakak?” Tanya Gu Yin terkejut dan sedikit panik saat melihat kondisi Huan Caiyi.


“Kakak? Sungguh tidak tau malu.” Gu Yuena berkata dalam hati. Ia pun perlahan mendekat ke arah Lin Yan juga.


Gu Yin tentu saja akan memanggil Huan Caiyi sebagai kakak karena Lin Yan juga seperti itu.


Huan Caiyi membuka tutup mulutnya karena sangat mengerti arti perkataan Gu Yin. Tetapi ia tetap hanya diam dan menyerahkan sisanya kepada adik kecilnya.


“Kami mengalami kecelakaan saat menjalankan misi,” jawab Lin Yan lalu melanjutkan, “Lalu, apa yang kalian berdua lakukan di sini?”


“Tentu saja kami menunggu kedatanganmu!” Gu Yuena menjawab dengan nada tidak senang kepada Lin Yan.


Gu Yin melototi Gu Yuena karena membentak pujaan hatinya yang telah ia nanti-nanti selama ini untuk bertemu.


Melihat sepupunya yang melototinya dengan instes, Gu Yuena tidak bisa berkata apa-apa dan hanya melototi balik karena tidak puas dengan sikap Gu Yin yang tampak lebih memilih Lin Yan daripada dirinya sendiri.


Lin Yan menghela nafas panjang melihat kedua wanita tak masuk akal itu lalu berbicara, “Ayo kita masuk lebih dulu.”