Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 361 - Merampok Anggota Sekte Wayang



Suasana di kota yang terletak di dekat Sungai Abadi kini ramai karena adanya satu kultivator yang mencoba untuk mencuri Ikan Qi dari para penjual.


Karena tau mencuri tidak mungkin untuk saat ini, Lin Yan pun langsung bergerak ke Sungai Abadi untuk mulai menangkap Ikan Qi.


Lin Yan yang sedang terbang ke Sungai Abadi melihat banyak kultivator yang menuju ke kota sebelumnya dan sebaliknya dari dari arah Sungai Abadi.


Tidak sampai lima menit, Lin Yan telah mendekat ke Sungai Abadi. Apa yang ia lihat membuatnya merasa heran karena Sungai Abadi yang hampir terlihat tidak seperti yang ia bayangkan.


“Lin Yan, apa itu? Apakah itu Sungai Abadi?” Tanya Xia Yue'er terkejut menatap ke arah langit.


“Ya. Itu pasti Sungai Abadi!” Balas Lin Yan saat menatap aliran qi sangat panjang dan luas di langit layaknya sebuah sungai.


Di dalam aliran qi yang begitu padat, terlihat banyak Ikan Qi yang bergerak ke sana ke mari.


Lin Yan terhenti di udara dan menatap ke arah Sungai Abadi dengan seksama. Ia tentu langsung memeriksanya menggunakan Mata Raja.


“Dari mana asalnya qi itu?” Batin Lin Yan karena tidak dapat melacak arah datangnya aliran qi yang membentuk Sungai Abadi.


Bom!


Ledakan besar terjadi di salah satu pinggiran Sungai Abadi. Qi yang berada di langit tampak memercik layaknya sebuah air sungai tetapi itu langsung lenyap ke udara tipis.


“Ha-ha-ha! Akhirnya aku mendapatkan salah satu jenis Ikan Qi yang sebanding dengan 10.000 batu spiritual kelas atas!” Salah satu kultivator berseru keras saat memegang satu ekor Ikan Qi yang memiliki panjang satu meter.


“Serahkan Ikan Qi itu!”


Beberapa kultivator pun mendekat ke arah kultivator tersebut untuk merebut Ikan Qi.


“Ketahuilah tempatmu! Apa kau ingin menantang Sekte Wayang?” Tanya kultivator tersebut dingin dan sebuah Wayang muncul di sampingnya.


Beberapa kultivator yang mencoba merebut Ikan Qi tersebut pun memasang wajah serius karena memang benar bahwa Sekte Wayang tidak terlalu jauh dari lokasi Sungai Abadi. Hanya butuh beberapa hari untuk mencapai Sungai Abadi dari Sekte Wayang dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap keempat.


Sementara itu, Lin Yan yang mendengar apa yang dikatakan oleh kultivator dengan tingkat kultivasi Alam Raja tahap kelima itu pun menaikkan sudut bibirnya karena anggota Sekte Wayang memang layak untuk dirampok.


“Lin Yan, he-he-he.. apa kau dengar apa yang dikatakan oleh kultivator itu? Tampaknya nama Sekte Wayang tidak asing lagi.” Xia Yue'er langsung duduk di kursi VIP-nya sambil tertawa kecil.


“Ya. Jika itu mereka, kita tidak perlu untuk khawatir karena sedari awal kita memang sudah bermusuhan dengan mereka.” Balas Lin Yan dan perlahan melayang mendekat ke arah kerumunan kultivator.


Para kultivator yang mengelilingi anggota Sekte Wayang pun tersenyum lebar karena para kultivator yang mencoba merampoknya mundur perlahan.


“Dasar pecundang.” ucap anggota Sekte Wayang dengan nada mencemooh. Ia tentu akan mengejek kepengecutan para kultivator tersebut karena tidak berani merampok setelah mengetahui dari mana asalnya.


“Hm?” Anggota Sekte Wayang menatap ke arah Lin Yan yang mendekat dengan tatapan bingung.


Ketika Lin Yan telah tiba di jarak hampir sepuluh meter, anggota Sekte Wayang itupun berbicara, “Apakah kau ingin merampok ku juga? Ketahuilah tempatmu bocah! Kekuatanmu terlalu lemah untuk melakukan itu!”


Kali ini anggota Sekte Wayang tidak memproklamasikan dari mana asalnya.


Lin Yan dengan senyum kecil diwajahnya pun membalas, “Serahkan Ikan Qi itu atau mati.”


Anggota Sekte Wayang tercengang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Bahkan untuk banyak kultivator yang berada di sekitar tempat itupun memasang wajah heran ketika menatap ke arah Lin Yan yang mencoba merampok kultivator yang lebih kuat serta berasal dari Sekte Wayang yang terletak tidak jauh dari Sungai Abadi.


“Apa kau sedang bercanda?” Tanya anggota Sekte Wayang dan menatap Lin Yan seperti seorang idiot.


“Bercanda?” Tanya Lin Yan dengan senyum diwajahnya.


“Langkah Pemisah Bulan!”


Zhep!


Lin Yan muncul dalam sekejap di depan kultivator tersebut dan langsung mengayunkan tinjunya sekuat tenaga.


Bam!


Kultivator tersebut merasakan dunianya berputar. Giginya lebih dari setengah rontok saat ia melesat ke arah bawah dengan kecepatan tinggi seperti sebuah meteor.


Bom!


Sedangkan untuk para kultivator di tempat itu yang menonton pun membuka tutup mulutnya beberapa kali ketika menatap Lin Yan main pukul sembarangan.


Zhep!


Lin Yan pun mendarat di permukaan tanah tidak jauh dari kultivator yang ia pukul sebelumnya. Ia adalah tipe seseorang yang tidak mau menyerang seseorang jika tidak ada masalah, tetapi kultivator tersebut berasal dari Sekte Wayang sehingga dirinya tidak berpikir dua kali menyerang karena mereka adalah musuh.


“Sialan!” Anggota Sekte Wayang meraung keras saat qi meledak dari tubuhnya. Ia perlahan melayang dan menatap Lin Yan serta mengeluarkan niat membunuh yang begitu pekat. Wayang yang ada di sampingnya juga memancarkan qi dikendalikan oleh kultivator tersebut.


“Kau sudah mati!” Teriak anggota Sekte Wayang dan melesat ke arah Lin Yan bersama dengan Wayangnya.


Lin Yan yang menatap itu dengan Mata Raja pun hanya menaikkan sudut bibirnya.


Tubuhnya berubah dengan kecepatan yang sangat tinggi ke bentuk setengah naga.


Zhep!


Lin Yan mengepakkan sayapnya dan muncul tepat di depan Wayang lebih dulu sambil mengayunkan lengan kanannya. Tombak Pembunuh Naga pun muncul dan melesat ke arah kepala Wayang.


Jleb!


“Apa?” Anggota Sekte Wayang membeku di tempat saat ia menoleh ke arah samping. Keringat dingin bercucuran di punggungnya saat menatap bentuk setengah naga Lin Yan karena menurutnya Lin Yan adalah anggota dari Klan Kuno Xiao.


“Ledakan Petir Hitam!”


Blar!


Petir hitam menyambar dari langit ke arah tombak Lin Yan dan langsung menghancurkan Wayang tersebut menjadi berkeping-keping. Ia pun menoleh ke arah anggota Sekte Wayang yang saat ini melangkah mundur perlahan karena sudah ketakutan.


“Kau.. kau.. kau..” Anggota Sekte Wayang itupun ketakutan dan tidak tau lagi bagaimana cara berbicara. Sebab, kekuatan yang di tampilkan oleh Lin Yan berada di jajaran yang berbeda darinya.


“Karena kau berasal dari Sekte Wayang, maka sudah waktunya bagimu mati.” ucap Lin Yan acuh tak acuh saat mengangkat Tombak Pembunuh Naga ke arah langit lalu langsung mengayunkannya ke arah anggota Sekte Wayang tersebut.


“Bajingan!” Anggota Sekte Wayang yang tau bahwa ia saat ini dalam situasi sulit pun melesat ke arah Lin Yan menelan rasa ketakutan didalam dirinya.


“Tombak Petir Suci!”


“Gaya Kedua, Ledakan Tombak Petir!”


Blar!


Ketika Lin Yan mengayunkan tombaknya, petir meledak dan melesat ke arah anggota Sekte Wayang yang menerjang ke arahnya.


Menatap petir yang menyambar ke arahnya, anggota Sekte Wayang tersebut melebarkan matanya dan tau bahwa riwayatnya sudah tamat. Ia hanya mencoba bertahan menggunakan qi terkuatnya saat ini.


Duar!


Petir tersebut langsung menembus perisa qi anggota Sekte Wayang dan menembus tubuhnya sekalian.


Para kultivator yang berada di sana menelan ludah ketika menatap ke arah Lin Yan yang dengan mudahnya membunuh kultivator yang lebih kuat darinya.


Blug!


Anggota Sekte Wayang itupun terjatuh ke tanah dengan lubang besar di dadanya.


“Itulah akibat jika kau menjadi bagian dari Sekte Wayang. Yue'er, ambil cincin ruangnya, mungkin di dalam sana ada beberapa Ikan Qi beserta batu spiritual.” ucap Lin Yan.


Xia Yue'er dengan semangat tinggi pun mengambilnya lalu menghampiri Lin Yan sambil berkata, “Itulah sebabnya aku mengatakan dari awal bahwa merampok adalah cara mengumpulkan Ikan Qi paling cepat.”


Lin Yan terdiam karena Xia Yue'er berkata seperti itu. Ia saat ini bertanya-tanya siapa yang melarangnya sebelumnya untuk merampok dan lebih baik mengambil Ikan Qi dari Sungai Abadi.