Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 91 - Melawan Binatang Roh Aneh (2)



Lembah Naga


Lin Yan menatap ke arah bawah tempat binatang roh Laba-laba dengan seksama. Dari semua itu, ia telah membuat spekulasi bahwa binatang roh yang telah berevolusi di Lembah Naga semuanya pasti memiliki pertahanan kuat. Dan juga, peningkatan lainnya adalah dari segi kecerdasan.


Binatang Roh Laba-laba itu sangat marah karena merasakan sakit luar biasa tidak hanya di tubuhnya, tetapi juga karena satu kakinya telah di penggal oleh Huan Caiyi secara paksa.


Meski pertahanan Laba-laba itu sangat kuat, sudah pasti kakinya tidak akan memiliki pertahanan setinggi tubuhnya. Juga, kekuatan teknik berpedang klan Huan tentu mengkhususkan pada ketajaman serangan untuk membunuh target dalam sekali serang.


“Aku belum mampu menggunakan teknik berpedang klan Huan dengan leluasa. Tampaknya aku harus lebih banyak berlatih.” Batin Huan Caiyi sambil menatap binatang roh tersebut karena tau bahwa ia membutuhkan banyak kekuatan untuk membelah satu kaki saja.


“Kakak, serang matanya kali ini. Akan lebih efektif melakukan itu walaupun mungkin dengan indera binatang roh tipe Laba-laba, dia akan bertahan tanpa mata!” Lin Yan membuat rencana sambil mengeluarkan Tombak Raja Langit. Ia berharap berat tombak itu mampu menembus kepala binatang roh itu dengan paksa.


“Baik!” Huan Caiyi langsung setuju karena tau bahwa itu adalah keputusan paling tepat.


Binatang Roh Laba-laba tersebut langsung kembali naik ke atas karena sangat marah dengan semua rasa sakit yang ia terima. Ia tampak menggila saat ini.


Melihat itu, Lin Yan dan Huan Caiyi tau bahwa kesempatan untuk membunuh binatang roh akan lebih tinggi. Kehilangan akal sehat akan membuat musuh lebih mudah lengah.


Tiba-tiba, binatang roh Laba-laba itu terhenti di jaring, ia menekan tubuhnya ke bawah dan semua jaringnya hampir tidak mampu menahan berat tubuh. Tetapi, sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Zhep!


Binatang Roh Laba-laba tersebut langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju Lin Yan karena gaya tolakan yang ia gunakan di jaringnya sendiri.


Lin Yan dan Huan Caiyi tentu saja terkejut melihat adegan itu.


“Apa kau pikir dengan itu kau bisa mendekat? Semua kakimu itu sangat berbahaya.” Lin Yan yang sadar bahwa pertarungan dekat merugikannya, tidak membuang waktu dan langsung membuat gerakan melempar ke arah Laba-laba yang mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Lin Yan tersenyum jahat dan langsung melempar Tombak Raja Langit sekuat tenaga setelah melapisinya dengan qi miliknya.


Zhep!


Karena kecepatan pergerakan binatang roh Laba-laba tersebut, tentu saja tidak mungkin menghindar lagi. Tetapi dengan instingnya, ia membuat gerakan menangkis dengan dua kakinya ke arah depan yang membuat Lin Yan semakin heran dengan kepintaran binatang roh itu.


Tring!


Binatang Roh Laba-laba tersebut mengibaskan dua kakinya yang membuat Tombak Raja Langit terpental ke samping. Ia pun tiba di depan Lin Yan setelah itu sambil mengayunkan empat kakinya sekaligus ke arah Lin Yan.


“Kau pasti bercanda!” Batin Lin Yan saat tersadar dari keterkejutannya. Ia pun langsung melompat mundur tetapi ia terkejut melihat dengan Mata Raja saat binatang roh Laba-laba itu menembakkan jaring dengan kecepatan tinggi melewati Lin Yan yang melompat mundur.


Saat mundur, Lin Yan langsung lengket di jaring yang dibuat oleh binatang roh tersebut. Ia tidak menyangka bahwa saat marah pun, pemikiran binatang roh tersebut masihlah seperti manusia yang pandai dalam membuat taktik cemerlang.


Lin Yan melirik ke arah tertentu dan tersenyum kecil. Ia tidak khawatir saat melihat Laba-laba itu mendekat sambil mengayunkan kakinya yang tajam ke arah Lin Yan yang sudah lengket di jaring.


Zhep!


Huan Caiyi tampak bergerak melalui bayangan dan muncul tiba-tiba di atas binatang roh Laba-laba tersebut.


“Mati!”


Sraing! Sraing! Sraing!


Huan Caiyi menebas dengan kecepatan yang sangat tinggi sebanyak tiga kali ke arah delapan mata Laba-laba tersebut.


Srak! Srak! Srak!


“Khaaaa...”


Laba-laba tersebut langsung terhenti dan mengibaskan kakinya ke segala arah karena hampir semua matanya di sayat oleh Huan Caiyi.


“Ilusi Bayangan..”


Srak!


Tubuh Huan Caiyi terkena salah satu kaki tajam itu tetapi wujudnya langsung pudar seketika. Itu adalah teknik gerakan untuk menghindar khusus milik klan Huan.


Gerakan itu bertumpu pada qi yang diubah menjadi elemen bayangan lalu membuat gaya tolakan dengan qi tersebut untuk menghindari serangan. Itu seperti menggunakan qi sendiri untuk menghempaskan tubuh pengguna teknik.


Zhep!


Huan Caiyi tiba di sebelah Lin Yan dan langsung mengayunkan pedangnya beberapa kali.


Srak! Srak! Srak!


Tebasan itu memutuskan semua jaring yang membuat Lin Yan tidak bisa bergerak sebelumnya.


“Binatang roh itu sangat sulit untuk dikalahkan.” Lin Yan yang sudah bebas pun mundur menjauh sedikit bersama dengan Huan Caiyi.


“Kakak, aku ingin mencoba satu teknik yang belum pernah aku coba. Mungkin teknik Cakar Pemotong Bumi akan memiliki efek walaupun aku tidak terlalu yakin. Namun, dengan teknik ini, aku yakin bisa menghancurkan cangkang serta tubuh bintang roh itu dengan satu pukulan,” ucap Lin Yan serius.


Huan Caiyi hanya mengangguk karena tau Lin Yan bukanlah anak yang mau mengatakan sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan.


“Aku akan memancingnya dan ambil kesempatan untuk membunuhnya. Dengan teknik gerakan Ilusi Bayangan klan Huan, aku akan baik-baik saja jika berhati-hati dengan tujuh kaki binatang roh itu,” ucap Huan Caiyi.


“Ya.” Lin Yan mengangguk serius dan mulai mengumpulkan qi miliknya di tangan kanannya.


Huan Caiyi yang melihat Lin Yan membuat persiapan pun tidak mau membuang waktu dan langsung mendekat ke arah binatang roh yang masih kehilangan akal sehatnya sambil mengayunkan kakinya ke sana ke mari dan memotong beberapa dahan pohon dengan rapi.


Ketika mendekat, Huan Caiyi tidak membuang waktu dan langsung mengayunkan pedangnya dari jauh.


“Gaya Pedang Huan, Kilatan Malam Gelap..”


Sraing! Sraing! Sraing!


Kali ini Huan Caiyi menebas terus-menerus dan menguras qi-nya sendiri untuk memberi kesempatan kepada Lin Yan.


Srak! Srak! Srak!


Karena semua tebasan tidak terfokus pada satu titik seperti sebelumnya, banyak serangan yang mendarat di tubuh Laba-laba tersebut. Beberapa mengenai kakinya tetapi itu tidak memotongnya sepenuhnya.


Merasakan luka tambahan, binatang roh Laba-laba semakin marah. Ia pun bergerak ke arah Huan Caiyi saat ini untuk membunuhnya.


Di sisi lain, Lin Yan telah membuat persiapan dengan teknik yang akan ia gunakan. Ini adalah salah satu teknik warisan dari kakek dan neneknya yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.


Laba-laba tersebut tiba di depan Huan Caiyi lalu mengayunkan kakinya untuk memotong Huan Caiyi.


“Ilusi Bayangan..”


Srak!


Huan Caiyi langsung menghindar kembali karena sudah melihat Lin Yan mendekat.


Melihat serangan gagal, Lin Yan yang sudah membuat persiapan dan mendekat sebelumnya pun langsung menerjang dengan kecepatan penuhnya dari atas ke bawah menuju Laba-laba tersebut.


“Tinju Penghancur, Gelombang Ledakan Qi..”


Bang!