
Dimensi Naga
“Aku merasakan aura akrab darimu, siapa kau?” Tanya Lin Yan dengan mata menyipit.
Wanita naga tersebut pun mengerutkan keningnya karena ia juga merasakan aura yang akrab dengan Lin Yan walaupun hanya samar.
Sedangkan untuk Gu Yin, wajahnya sedikit cemberut karena Lin Yan sepertinya kenal dengan wanita naga tersebut. Tetapi ia hanya diam saja.
“Kau tidak perlu tau siapa aku! Pergilah dari tempat ini!” ucap wanita naga tersebut dengan nada yang sangat dingin.
Kerutan muncul di dahi Lin Yan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh wanita tersebut.
“Tidak masalah jika kau tidak ingin mengatakan siapa kau sebenarnya.” Balas Lin Yan lalu menatap ke arah pemuda yang merupakan anggota Klan Xiao.
“Apakah kalian masih ingin bertarung? Jika ya, kalian bisa melanjutkan.” Lanjut Lin Yan.
“Ayo Yin'er. Kita pergi,” ucap Lin Yan dan perlahan melayang ke arah udara. Ia sama sekali tidak peduli dengan pertarungan keduanya karena itu sama sekali bukan urusannya.
Gu Yin hanya mengangguk kecil. Ia melirik sekilas ke arah wanita naga tersebut lalu mengikuti Lin Yan yang telah terbang ke arah tertentu.
“Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya membuat Xiao Ya sangat menghargai anak itu!” Batin pemuda yang berasal dari Klan Xiao bernama Xiao Bai.
Sedangkan untuk wanita naga tersebut, awalnya ia hanya diam. Tetapi ketika melihat tempat yang sedang dituju oleh Lin Yan dan Gu Yin, wajahnya semakin gelap karena awalnya pun ia bertarung dengan Xiao Bai dikarenakan Xiao Bai berniat masuk ke tempat tersebut.
“Sialan! Aku tidak akan membiarkanmu memasuki tempat itu!” Wanita Naga tersebut pun langsung memaksakan dirinya lalu terbang ke arah tempat Lin Yan dan Gu Yin pergi walaupun kecepatannya sangatlah lambat dan hampir tidak secepat Lin Yan dan Gu Yin.
Sedangkan untuk Xiao Bai, ia tampak berpikir untuk beberapa saat. Ia juga tau kenapa wanita naga tersebut mencoba menghentikannya sebelumnya yang akhirnya berujung pada pertarungan.
“Apa pun yang ada di sana pasti ada sesuatu yang berharga!” ucap Xiao Bai. Ia pun memaksa tubuhnya yang kelelahan untuk terbang ke arah tempat Lin Yan, Gu Yin dan Wanita Naga tersebut pergi.
Lin Yan dan Gu Yin, terbang dengan kecepatan yang lumayan tinggi ke arah sebuah gunung yang puncaknya tidak terlihat sama sekali karena menembus awan.
Semakin Lin Yan mendekat, ia dapat merasakan ada sesuatu yang hebat pada gunung tersebut. Ia juga dapat merasakan bahwa wanita naga tersebut juga terbang ke arahnya. Dari hal itu, ia telah membuat prediksi bahwa wanita naga tersebut pastilah menjaga tempat tersebut.
“Lin Yan, wanita naga dan pemuda dari Klan Xiao itu mengikuti kita. Apakah kita menghabisi keduanya saja selagi keduanya dalam kondisi terluka parah?” Tanya Gu Yin menatap ke arah Lin Yan.
“Abaikan mereka. Kita tidak punya waktu berurusan dengan keduanya. Walaupun keduanya kuat dan mungkin kita akan mengalami kesulitan jika keduanya pulih, mungkin kita tidak akan bertemu dengan keduanya lagi dalam waktu dekat.” ucap Lin Yan dan terus terbang ke arah gunung tersebut yang jaraknya tidak jauh lagi.
Saat mendekat gunung, Lin Yan dapat melihat bahwa di beberapa tempat di gunung tersebut adalah bekas tempat tinggal yang telah menjadi Reruntuhan.
Dari hal ini, Lin Yan telah membuat spekulasi lainnya bahwa hanya wanita naga tersebut yang tinggal di sekitar tempat tersebut. Yang membuatnya bertanya-tanya, jika ada sesuatu yang berharga, kenapa para naga kuat tidak datang dan mencoba mengambilnya.
“Apakah karena wanita naga tersebut sangat kuat? Tidak, kuat tidak akan menjamin karena aku tau bahwa pasti banyak naga sekuat wanita itu di Dimensi Naga ini.” Batin Lin Yan.
“Lin Yan, lihat.. di dekat puncak gunung tersebut ada sebuah bangunan besar yang sangat unik.” ucap Gu Yin menunjuk ke arah puncak gunung.
Lin Yan yang awalnya masih fokus menatap semua reruntuhan yang dapat ia lihat dengan matanya pun menatap ke arah atas. Ia pun menyipitkan matanya karena perasaan luar biasa yang ia rasakan sebelumnya berasal dari tempat tersebut.
“Ayo kita lihat apa sebenarnya tempat itu.” ucap Lin Yan dan langsung mempercepat laju terbangnya ke arah puncak gunung diikuti oleh Gu Yin.
Sesampainya di puncak gunung, Lin Dan dan Gu Yin pun mendarat tepat di bangunan yang terlihat masih sangat awet. Bangunan tersebut adalah sebuah istana raksasa berwarna perak.
“Istana ini masih tampak baru, tidak seperti semua reruntuhan yang ada di sekitar gunung. Apakah istana ini baru saja dibuat beberapa tahun yang lalu?” Tanya Gu Yin dan menatap ke arah istana dengan seksama.
Sebelum ada yang berbicara lagi diantara keduanya, wanita naga sebelumnya yang ditemui oleh Lin Yan pun mendarat tepat dihadapan keduanya untuk menghalangi Lin Yan dan Gu Yin lebih dekat ke istana tersebut.
“Pergilah dari tempat ini, manusia, Demi-Human!” ucap wanita naga tersebut dengan nada yang sangat dingin.
“Kenapa kami harus menuruti kata-katamu?” Tanya Gu Yin tidak puas. Qi-nya pun merembes perlahan. Meksipun wanita naga dihadapannya memiliki tingkat kultivasi Alam Kaisar tahap kesembilan, ia sama sekali tidak takut karena wanita naga itu saat ini sedang terluka parah, tidak hanya itu, dari kecepatan wanita tersebut mengejarnya dan Lin Yan, ia sangat tau bahwa qi wanita naga itu pasti sudah sangat menipis. Oleh karena itu, ia sama sekali tidak takut, lagi pula Lin Yan juga ada disebelahnya.
“Kenapa? Karena ini adalah kediaman ku. Apakah aku harus membiarkan siapa saja memasuki tempat tinggal ku?” tanya wanita naga tersebut dengan nada yang sangat dingin.
“Tidak mungkin bagi satu orang saja yang tinggal di dalam sana. Dan menurut perhitunganku, istana ini sudah pasti ada sejak zaman dahulu. Dan alasan mengapa tidak ada naga lainnya yang datang ke sini, sudah pasti itu dikarenakan para naga mencoba menghindari aura yang bertebaran dari danau tersebut. Apakah aku salah?” Tanya Lin Yan acuh tak acuh setelah ia membuat spekulasi.
“Dan dari usiamu, kau masihlah sangat muda. Aku dapat melihatnya dengan jelas walaupun aku tidak mengerti bagaimana kau bisa sekuat itu di usia yang begitu muda.” Lanjut Lin Yan.
Xiao Bai yang baru saja tiba juga mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Tatapannya tertuju pada istana tersebut karena merasa apa yang dikatakan oleh Lin Yan memang kenyataan.
Sedangkan untuk wanita naga tersebut, wajahnya semakin gelap karena tidak menyangka bahwa Lin Yan akan dapat melihat usianya. Benar apa yang dikatakan oleh Lin Yan, jika istana tersebut adalah tempat tinggalnya, para naga akan lebih dulu mengambil istana tersebut untuk diri mereka sendiri.
Tetapi nyatanya tidak karena aura yang ada di danau-danau tersebut memang membuat para naga tidak mau mendekat. Dan dirinya adalah pengecualian khusus.
Dan alasan kenapa wanita naga tersebut menyebut istana tersebut adalah tempat tinggalnya, itu dikarenakan ketika ia terbangun, dirinya telah berada di dalam istana. Dan juga, ada sesuatu yang membuatnya merasa bahwa istana tersebut adalah sesuatu yang penting baginya.