
Lin Yan saat ini sedang menatap satu murid yang berasal dari sekte tertentu yang tidak ia kenal. Tetapi ia yakin bahwa sekte tersebut pastilah kuat karena bisa menghasilkan murid seperti pemuda yang sedang melawan binatang roh.
Sraing!
Binatang Roh yang dilawan oleh pemuda itupun tewas saat menerima serangan terkahir murid tersebut.
“Huft.. sungguh sulit bertarung terus-menerus dan sekaligus mencari keberadaan binatang roh untuk mengumpulkan poin.” Murid tersebut menghela nafas dan menggali inti binatang roh yang ia bunuh untuk menambah jumlah poinnya.
Tap!
Lin Yan yang mendarat tidak jauh dari posisi murid tersebut pun membuat murid itu langsung waspada dan melihat ke arah belakang. Ia menghentikan aktifitasnya untuk menggali inti binatang roh.
“Kau..” Murid tersebut merasa sedikit bingung karena Lin Yan berani muncul dihadapannya ketika sudah memeriksa kekuatan Lin Yan.
“Serahkan semua poinmu dan inti binatang roh itu,” ucap Lin Yan acuh tak acuh.
Murid tersebut tercengang mendengarnya karena Lin Yan tidak terlihat seperti sedang menantang tetapi meminta poin miliknya.
Bahkan para kultivator yang sedang menonton juga tidak bisa berkata-kata karena Lin Yan tidak menyerang secara sembunyi-sembunyi tetapi malah bernegosiasi dengan musuh.
“Apakah kau bercanda denganku?” Tanya murid tersebut dan menatap Lin Yan seperti seorang idiot.
“Apakah aku tampak seperti sedang bercanda denganmu? Ini adalah kompetisi, kenapa aku harus melakukan hal konyol seperti itu di saat seperti ini? Apakah kepalamu terbentur sesuatu sebelumnya?” Tanya Lin Yan balik dengan nada heran.
Murid tersebut mematung mendengar apa yang keluar dari mulut Lin Yan. Bahkan para kultivator diluar pun tidak bisa berkata-kata dengan semua kata-kata Lin Yan.
Murid tersebut tersadar lalu perlahan berjalan ke arah Lin Yan. “Lalu bagaimana dengan ini? Berikan semua poin milikmu dan kau berlutut agar tidak ku penggal!”
“Tampaknya kau memang ingin mati.” Lin Yan mengangguk kecil dan mengeluarkan Tombak Raja Langit.
“Kaulah yang akan mati bocah pendek!” Teriak murid tersebut dan langsung melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan penuhnya.
Murid tersebut langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Lin Yan sekuat tenaga.
Sraing!
Dengan Mata Raja, Lin Yan sudah melihat pergerakan musuh. Lagi pula murid yang mencoba memenggalnya terlihat kelelahan sehingga kecepatannya pasti menurun drastis.
Lin Yan langsung mundur satu langkah dan pedang tidak mengenai lehernya.
“Selamat tinggal,” ucap Lin Yan datar saat sedang menghindar dan mengayunkan tombaknya yang telah dilapisi oleh qi Petir Hitam.
Jleb!
“Uhuk..”
“Kau..” murid tersebut terkejut saat merasakan sakit di dadanya dan ia pun muntah darah serta penglihatannya mulai kabur.
“Aku sudah memperingati mu tetapi kau tidak mendengarkan.” Balas Lin Yan lalu menarik Tombak Raja Langit.
Blug!
Murid tersebut langsung tewas dan tergeletak di permukaan tanah.
Kejadian itu membuat semua penonton terkejut karena Lin Yan sangat mudah membunuh murid yang memiliki kekuatan satu tahap diatasnya. Meskipun kekuatan murid tersebut menurun, seharunya tidak akan secepat itu untuk menjatuhkannya kecuali bahwa Lin Yan memiliki kekuatan tempur melampaui tahapan yang lebih tinggi.
Lin Yan menyimpan Tombak Raja Langit lalu menjarah semua milik murid tersebut. Ia sedikit kecewa bahwa cincin ruang milik murid tersebut hanya berisi ampas. Namun karena adanya hal lain yang bisa dijarah, ia kembali bersemangat.
Setelah menyerap poin milik murid tersebut, poin Lin Yan naik menjadi 63. Ia pun langsung menggali inti binatang roh tersebut dan memasukkan energinya ke dalam kristal juga.
“71 poin. Memang benar bahwa menjarah murid lainnya adalah cara paling cepat untuk mengumpulkan poin,” ucap Lin Yan dengan senyum diwajahnya. Ia pun memeriksa kembali posisi murid lainnya yang paling dekat.
“Hm? Tampaknya pertarungan lainnya telah terjadi antara murid-murid.” Batin Lin Yan saat melihat posisi pertama diambil oleh seseorang dari murid sekte Gerbang Surgawi yang lainnya dengan jumlah poin 180.
Kini posisi kedua adalah Jian Li dan posisi ketiga adalah Gui Shan. Sementara peringkat pertama adalah Gui Zhang.
Beberapa posisi murid juga tampak sudah bepergian bersama tanda bahwa setiap murid yang berasal dari sekte yang sama telah bekerjasama untuk menjatuhkan murid lainnya.
Setelah memeriksa yang terdekat, Lin Yan pun menyimpan kristal poin dan langsung bergerak kembali.
Lin Yan terus bergerak dan memburu murid-murid lainnya. Tetapi ia tentu tidak ceroboh untuk melawan dua murid sekaligus apalagi salah satunya memiliki tingkat kultivasi Alam Roh tahap kesembilan.
Setelah bergerak tidak sampai dua puluh menit, Lin Yan pun melihat seorang murid lainnya yang sedang bergerak seorang diri.
“Hm?” Murid tersebut merasakan keberadaan Lin Yan dan langsung menoleh ke arah belakang.
Lin Yan yang sudah berjarak hampir 15 meter, mengangkat tangan kanannya dan membentuk cakar.
“Cakar Pemotong Bumi..”
Sraing! Sraing! Sraing!
Lima bilah yang terbuat dari Petir Hitam pun menerjang ke arah murid tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Bocah brengsek!” Murid tersebut mengutuk Lin Yan dan mengayunkan senjata miliknya sekuat tenaga.
Sraing!
Blar!
Percikan petir hitam pun menyebar ke segala arah saat murid tersebut mematahkan teknik Lin Yan dengan paksa.
Lin Yan sengaja melancarkan serangan yang tidak terlalu kuat agar murid tersebut berhenti. Jika ia menyerang sekuat tenaga dari awal, sudah pasti murid tersebut tidak mau bertarung.
Zhep!
Lin Yan berhenti di jarak 5 meter dari murid tersebut dan langsung berbicara setelah mengeluarkan Tombak Raja Langit. “Serahkan poinmu karena aku tidak ingin pertarungan yang sia-sia.”
Kerutan muncul di dahi murid tersebut karena merasa terlalu besar kepala.
Murid tersebut tidak menjawab dan hanya membuat kuda-kuda untuk bertarung.
Melihat itu, Lin Yan pun membuat kuda-kuda bertarung juga karena tau bahwa tidak ada gunanya untuk berbicara.
“Tombak Petir Suci..”
“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci..”
Zrrrrt! Zrrrt!
Kali ini Lin Yan menggunakan teknik sesuai dengan apa yang dicatat tanpa menambahkan petir secara langsung dari alam.
Zhep!
Lin Yan langsung bergerak dengan kecepatan tinggi dan langsung muncul di hadapan murid tersebut sambil mengayunkan Tombaknya dari atas ke bawah.
“Sangat cepat!” Murid tersebut terkejut melihatnya dan langsung menghindar ke arah samping.
Bom!
Ledakan petir terjadi saat Tombak Raja Langit membentur permukaan tanah. Tempat itu juga bergetar sedikit.
Lin Yan yang melihat pergerakan lawan dengan Mata Raja pun langsung menghilang kembali dan muncul di samping musuh sambil mengayunkan Tombak Raja Langit sekali lagi sekuat tenaga.
Tring!
Murid tersebut menahannya tetapi ia merasakan berat yang sangat mengerikan ketika menahan tombak Lin Yan secara langsung.
Zhung!
Brak! Brak! Brak!
Murid tersebut tidak mampu menahan beban dan langsung terpental dan menabrak pohon-pohon dan menumbangkannya. Ia pun terhenti terpental lalu memuntahkan darah.
Zhep!
Lin Yan menghilang sekali lagi dan muncul di atas murid tersebut sambil mengarahkan tombaknya ke arah leher murid tersebut.
“Serahkan poinmu atau mati.”