
“Apa itu?” Patriak klan Zhu dan Liubo gemetaran dan keringat dingin bercucuran di tubuh mereka. Ini adalah perasaan saat kematian sangat dekat dengan mereka.
“Yan'er..” Gumam Huan Caiyi lemah. Matanya berkaca-kaca saat ini karena akhirnya Lin Yan sadar. Tetapi ia tetap tidak tenang karena keberadaan Patriak klan Zhu. Serta, kondisi Lin Yan pun tidak wajar sama sekali.
Lin Yan yang sudah membuka matanya, menatap dengan datar ke arah Liubo. Matanya saat ini tidak lagi hitam pekat seperti biasanya, kini mata Lin Yan terlihat berubah sedikit. Itu terlihat seperti mata seekor ular.
Mata hitam dengan pupil vertikal berwarna emas menatap ke arah Liubo. Pandangannya turun sedikit dan tertuju ke arah Huan Caiyi.
“Kakak..” Gumam Lin Yan dan tubuhnya gemetaran saat melihat kondisi Huan Caiyi yang sudah tidak berdaya.
Teriakan Huan Caiyi terus menerus tentu membangunkan Lin Yan walaupun belum waktunya. Suara kesakitan itu memaksa Lin Yan untuk bangun karena merasa seseorang yang penting baginya berada dalam bahaya.
Lin Yan saat ini terlihat seperti setengah sadar. Walaupun amarahnya memuncak, tatapannya masih datar.
“Kalian akan membayarnya!” Saat kata-kata itu terucap, qi mengerikan mengelilingi Lin Yan dan di punggung Lin Yan terlihat qi yang memadat dan membentuk enam sayap hitam yang selalu memercikkan listrik setiap saat.
Tubuh Lin Yan yang tampak menegang pun perlahan ditumbuhi oleh sisik-sisik aneh yang tampak pudar.
Mata Huan Caiyi yang lemah menatap adegan itu. Ia ketakutan saat ini, itu bukan karena sosok Lin Yan yang berubah, tetapi karena takut Lin Yan terkontaminasi oleh qi aneh yang membuatnya seperti binatang-binatang roh di tempat itu.
Patriak klan Zhu dan Liubo pun melebarkan mata mereka karena tau penampilan itu mirip dengan para binatang roh yang berevolusi dengan cara yang berbeda.
“Apakah anak ini sama seperti binatang roh itu? Jika ya, aku lebih baik membunuhnya saat ini karena pasti akan merepotkan nantinya!” Batin Patriak klan Zhu dan membuat keputusan.
Liubo juga memikirkan hal yang sama. Ia tau bagaimana hubungan Lin Yan dan Huan Caiyi. Saat ini ia sedang menyandra Huan Caiyi yang membuatnya memiliki keuntungan.
“Bocah nakal! Jika kau bergerak, kakak kesayangan mu akan mati ditempat!” Liubo mengancam Lin Yan dan menaruh belati kecil di leher Huan Caiyi.
Huan Caiyi tau bahwa situasi saat ini menjadi lebih tidak terkendali. Ia merasa bersalah karena membuat Lin Yan diancam seperti ini.
“Jangan pedulikan aku Yan'er, larilah..” ucap Huan Caiyi lemah. Ketika Lin Yan kabur, ia ingin menggunakan teknik yang telah ia persiapkan untuk membunuh Liubo. Tubuhnya hampir kehabisan qi karena sudah hampir selesai mempersiapkan teknik.
“Diamlah ja*lang!” Teriak Liubo sambil menekan belati ke leher Huan Caiyi.
Patriak klan Zhu yang melihat Lin Yan tetap diam pun langsung bergerak ke arah Lin Yan karena tau bahwa ini adalah waktunya untuk membereskan Lin Yan.
“Yan'er...” Huan Caiyi ketakutan saat Patriak klan Zhu bergerak ke arah Lin Yan. Ketika ia ingin menggunakan tekniknya, ia terhenti di tengah jalan karena mendengar suara familiar yang sangat dingin di belakangnya.
“Mati, bajingan!”
Patriak klan Zhu yang awalnya bergerak, terhenti seketika karena sosok Lin Yan tidak terlihat. Ia yang mendengar suara itu pun gemetaran sedikit dan menatap ke arah tempat Liubo dan Huan Caiyi berada.
Liubo juga menegang saat mendengar suara mengerikan di belakangnya.
Tap!
Tangan Lin Yan menangkap kepala Liubo. Saat ini, tangan Lin Yan tampak sangat berbeda dan kuku-kuku Lin Yan pun tampak memajang dan beberapa sisik tebal terlihat di tangan Lin Yan.
“Kau-..” Sebelum Liubo berbicara, Lin Yan memeremas kepala Liubo.
Brak!
Suara pecah tidak wajar terdengar saat kepala Liubo meledak seperti semangka pecah di tangan Lin Yan.
Blug!
Tubuh Liubo terjatuh ke samping karena dia tewas dalam sekejap saat kepalanya meledak.
Huan Caiyi sedikit gemetaran saat melihat adegan itu. Ia tentu saja tidak takut dengan Lin Yan, tetapi takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap Lin Yan karena kondisi tidak wajar adiknya itu saat ini.
“Bagaimana dia bisa muncul di sana dalam sekejap?” Patriak klan Zhu gemetaran sedikit. Ia mencoba mengukur kekuatan Lin Yan tetapi ia tidak dapat merasakan basis kultivasinya sama sekali.
“Yan'er.. apa yang terjadi padamu?” Tanya Huan Caiyi lemah dan sangat khawatir.
Lin Yan tidak merespon saat ini dan tubuhnya tampak seperti dikendalikan oleh kemarahan dan niat membunuhnya pun semakin tinggi saat tatapannya beralih ke arah Patriak klan Zhu.
“Berikutnya giliranmu..” ucap Lin Yan datar tetapi sangat dingin.
“Giliranku? Kau terlalu menanggap dirimu tinggi bocah nakal! Apa kau pikir kultivator tingkat Alam Bumi akan takut terhadap bocah nakal sepetimu?” Teriak Patriak klan Zhu saat bergerak ke arah Lin Yan. Karena qi aneh itu, emosi Patriak klan Zhu tidak stabil sama sekali. Ia pun tidak berpikir dua kali dan langsung menyerang ke arah Lin Yan.
Zhep!
Buak!
Patriak klan Zhu yang bergerak pun terkejut saat merasakan sakit luar biasa di punggungnya. Ia terpental dan berguling-guling di permukaan tanah.
“Uhuk..” Patriak klan Zhu memuntahkan sesuap darah dan perlahan berdiri. Ia saat ini sudah ketakutan karena ia sama sekali tidak bisa mengikuti pergerakan Lin Yan.
“Dari mana datangnya kekuatan itu? Yang aku tau anak ini sebelumnya hanyalah kultivator tingkat Xiantian!” Batin Patriak klan Zhu yang perlahan berdiri sambil menahan rasa sakit di punggungnya.
Lin Yan yang berada di kejauhan pun mengarahkan tangan kanannya ke arah Patriak klan Zhu.
Qi Lin Yan tampak berkumpul dan membentuk petir hitam yang berputar-putar di telapak tangannya.
Patriak klan Zhu langsung waspada saat melihat itu karena tau bahwa Lin Yan tidak sesederhana seperti kelihatannya.
Krak!
Suara renyah terdengar saat Lin Yan mengepalkan tangan kanannya.
Deg! Deg!
Jantung Patriak klan Zhu berdetak sangat cepat saat merasakan qi aneh di tubuhnya tampak seperti meledak.
“Uhuk..”
Blug!
Patriak klan Zhu berlutut di tanah dan memuntahkan banyak darah. “Apa yang terjadi?” Wajah Patriak klan Zhu sangat terkejut saat ini karena ia tidak tau kapan ia diserang.
Tentu saja Patriak klan Zhu tidak menyadarinya sama sekali karena Lin Yan meledakkan qi di tubuh Patriak klan Zhu yang dia serap selama berada di Lembah Naga.
Lin Yan menurunkan lengan kanannya dan mengepakkan enam sayap di punggungnya lalu muncul di depan Patriak klan Zhu.
Tap!
Tangan kanan Lin Yan menangkap kepala Patriak klan Zhu. Cengkraman itu sangat kuat yang membuat Patriak klan Zhu ketakutan setengah mati.
“Tung-...” Patriak klan Zhu ingin berbicara tetapi tidak selesai saat Lin Yan menghantamnya ke permukaan tanah.
Bom!
Saat kepala Patriak klan Zhu mendarat di tanah, percikan listrik menyebar ke beberapa meter.
Zrrrt! Zrrrt!
“Petir Surgawi..”
Lin Yan bergumam secara naluriah dan ledakan petir terjadi seketika.
Petir hitam menyambar dari langit dan langsung menerjang ke arah Patriak klan Zhu.
Duar!
Patriak klan Zhu yang tidak mampu merespon pun hancur menjadi debu seketika.
Lin Yan perlahan berdiri kembali karena baru saja selesai membunuh Patriak klan Zhu. Tidak lama kemudian, tubuh Lin Yan pun terjatuh ke belakang saat matanya tertutup dan qi petir hitam di seluruh tubuhnya menghilang.
Blug!
Huan Caiyi yang melihat itu pun langsung menghampiri Lin Yan menggunakan sisa qi-nya. Ia tiba dengan posisi berbaring di sebelah Lin Yan karena ia merasa kesulitan menggerakkan tubuhnya.
“Yan'er..”
“Hik..”
“Hik..”
Huan Caiyi memeluk Lin Yan dengan lengan kanannya sambil menangis. Setelah menangis beberapa saat, ia pun menutup matanya dan kehilangan kesadarannya juga.