
Klan Gu
Ruangan sunyi setelah Lin Yan menyebutkan permintaannya.
“Bereskan saja dia Lin Yan! Aku sungguh membenci Gu Lang itu!” Gu Yin pun langsung setuju, tentu ia akan senang jika Gu Lang tewas.
“Tunggu Yin'er.. bagaimanapun, dia tetaplah anggota klan kita.” Patriak klan Gu berbicara dan menatap ke arah Lin Yan kembali, “Kau boleh melukainya dengan parah, tetapi jangan ambil nyawanya karena mungkin anggota klan Gu yang lain tidak akan senang.”
Mendengar perkataan Patriak klan Gu, Lin Yan hanya mengangguk kecil. Ia tau dengan pasti bahwa melakukan itu akan ada masalah baru yang akan datang. Tetapi ia tetap menghormati keputusan Patriak klan Gu karena pernah membantunya di masa lalu. Yang menjadi pemikirannya saat ini, sudah pasti Tetua Gu Rong akan mencari masalah dengannya terus-menerus setelah ia membuat Gu Lang tidur di kasur paling tidak setahun.
“Baiklah jika begitu, kita akan membahas hal lainnya setelah masalah esok hari selesai. Na'er, antar Lin Yan ke ruangannya,” ucap Patriak klan Gu kepada putrinya.
Lin Yan mengangguk kecil dan Gu Yuena pun memimpin Lin Yan ke ruangan para tamu berada.
Hal yang membuat Patriak, Tetua Agung, Gu Shen, Gu Lan dan Gu Mien berkedut adalah Gu Yin langsung ikut pergi.
“Biarkan saja dia. Lagi pula semuanya telah seperti ini. Di dunia kultivator, berkultivasi ganda adalah hal yang wajar karena jika seseorang memiliki manual kultivasi ganda, kekuatan mereka pasti akan meningkat lebih cepat. Yang menjadi masalah saat ini, bagaimana menenangkan anggota klan Gu yang lain tentang masalah ini.” Patriak klan Gu menghela nafas panjang saat mengatakan itu.
“Aku akan berbicara dengan semua Tetua kecuali empat Tetua tadi.” Tetua Agung pun berbicara lalu perlahan berdiri keluar dari ruangan tersebut.
Memang benar bahwa Tetua Agung klan Gu akan mudah membujuk banyak Tetua agar tidak membesarkan masalah tersebut. Mereka baru saja pindah ke Kerajaan Bulan, tidak bijak untuk memulai perselisihan di dalam klan. Saat ini posisi klan Gu belum stabil di Kerajaan Bulan, mereka butuh sesuatu untuk membuat Kerajaan Bulan menghargai klan mereka lebih tinggi yaitu dengan kehadiran Lin Yan yang merupakan sekutu utama klan Li.
Di sisi lain kediaman Patriak, Lin Yan di tuntun oleh Gu Yuena ke sebuah ruangan diikuti oleh Gu Yin dan Huan Caiyi.
“Baiklah, berisitirahat lah sekarang karena kau pasti lelah selama perjalanan ke klan Gu, aku hanya mengantarmu sampai di sini. Aku akan pergi, aku sedang proses terobosan saat ini, mungkin besok waktu hari pertarunganmu dengan Gu Lang aku akan menonton. Jangan remehkan Gu Lang, dia memang sangat kuat,” ucap Gu Yuena sambil memperingati Lin Yan.
“Baiklah, terimakasih.”
Gu Yuena mengangguk dengan kata-kata Lin Yan dan menoleh ke arah Gu Yin dengan tatapan kosong. Ia hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi keluar dari ruangan tersebut.
Sementara Huan Caiyi pun pamit dan membiarkan Lin Yan berisitirahat untuk mengisi kembali kondisinya ke puncaknya agar mudah memenangkan pertarungan esok hari walaupun sebenarnya ia sangat ingin mengobrol dengan adiknya itu.
Memang benar bahwa Lin Yan sedikit kelelahan karena terus bepergian selama ini dan ketika selesai bertarung melawan Roh Dewi Kematian pun, ia belum berisitirahat sama sekali.
Lin Yan langsung membaringkan tubuhnya di sebuah tempat tidur yang sangat nyaman setelah menutup pintu. Ia tau bahwa tubuhnya butuh istirahat saat ini.
Xia Yue'er cemberut karena Lin Yan tertidur sementara dirinya sangat ingin bermain saat ini. Tetapi karena tidak tau harus bermain apa, ia pun tertidur di atas Lin Yan juga karena merasa sedikit kelelahan juga saat ini. Sebab, kekuatannya belum pulih sepenuhnya juga saat melawan Roh Dewi Kematian.
Di sisi lain, Klan Gu saat ini sedang dalam kondisi yang sangat ramai karena tentang seorang bernama Lin Yan menantang Gu Lang bertarung. Mereka semua tentu mencemooh Lin Yan karena tingkat kultivasi Lin Yan hanyalah tingkat Alam Bumi tahap ketujuh. Siapapun berpikir bahwa Lin Yan sangat besar kepala dan menganggap dirinya terlalu tinggi menantang kultivator tingkat Alam Langit tahap pertama yang bisa dikategorikan sebagai yang terkuat.
Berita tentang Lin Yan awalnya membuat semua anggota klan Gu bingung siapa dia sebenarnya. Tetapi ketika mengetahui bahwa Lin Yan adalah adik Huan Caiyi, mereka sesekali bertanya apakah Lin Yan jenius seperti Huan Caiyi juga atau tidak.
Keesokan harinya pun, Lin Yan terbangun dari tidurnya.
“Ayo Lin Yan, sudah waktunya..” Gu Yin yang lebih dulu bangun pun memanggil Lin Yan dari pintu ruangan.
“Baiklah..” Lin Yan perlahan duduk dan menatap Xia Yue'er yang menempel di dekat lehernya karena menggunakan Formasi agar tidak berpindah tempat.
Lin Yan berkedut karena sangat banyak air liur Xia Yue'er yang menempel di dekat lehernya. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu mengambil Xia Yue'er dan menaruhnya di dalam pakaiannya. Setelah itu ia menggunakan qi-nya untuk membersihkan tubuhnya.
“Ayo pergi ke tempat pelatihan klan Gu, ibu tadi telah datang dan mengatakan bahwa pertarungan akan diadakan di tempat itu dan di tonton oleh semua anggota klan Gu.” ucap Gu Yin dan perlahan berjalan ke arah luar diikuti oleh Lin Yan yang hanya mengangguk kecil.
Di tempat latihan klan Gu, terlihat anggota klan Gu yang mencapai angka ribuan telah hadir untuk menonton pertarungan antara Lin Yan melawan jenius klan Gu, Gu Lang.
Saat ini, terlihat Gu Lang yang sedang berada di tengah area pelatihan dengan kedua tangan bersilang di depan dadanya. Ia tampak sangat percaya diri saat ini karena tentu berpikiran pendek bahwa dengan kultivasi yang lebih tinggi akan mudah mengalahkan Lin Yan.
Ketika Lin Yan dan Gu Yin tiba, para anggota klan Gu pun berbisik di sana sini karena melihat penampilan Lin Yan yang bisa dikatakan membuat para wanita sedikit merona.
Di sisi lain, para anggota klan Gu yang pria pun tercengang dengan penampilan Gu Yin yang terlihat sangat cantik saat ini. Mereka semua langsung iri terhadap Lin Yan dan Gu Lang karena kali ini mereka membuat pendapat bahwa pertarungan ini terjadi karena memperebutkan hak untuk menikahi Gu Yin.
Lin Yan sebenarnya tidak berpikiran ke arah itu. Ia tidak peduli sama sekali dengan diskusi para anggota klan Gu.
Di tengah area latihan, Gu Lang yang melihat Lin Yan dan Gu Yin datang memasang wajah sangat dingin. Ia tentu telah berpikiran bahwa Gu Yin adalah miliknya.
“Bocah sialan! Aku akan membuatmu menderita!” Batin Gu Lang saat menatap Lin Yan dengan sedikit niat membunuh dimatanya.
Gu Lang tidak tau bahwa Lin Yan sangat sensitif terhadap niat membunuh sekecil apapun. Lin Yan tersenyum kecil karena sudah memutuskan untuk memberi pelajaran yang sangat menyakitkan terhadap Gu Lang.