
Ruang Jiwa Lin Yan
“Membuat kesepakatan?” Mata Lin Yan menyipit karena tidak menyangka bahwa Roh Dewi Kematian akan mencoba bernegosiasi dengannya. “Kesepakatan apa yang ingin kau buat?”
“Jika kau melepaskan aku dari tempat ini, aku akan menjadi Roh Kontrakmu dalam waktu 10.000 tahun. Bagaimana? Bukankah ini adalah penawaran yang bagus?” Roh Dewi Kematian langsung ke intinya karena ia terus berpikir selama ini.
Tentang perkataan dari Dewi Naga Asyura juga membuatnya sedikit ragu apakah ia harus menghancurkan segel seorang diri.
Lagi pula, dendam yang Roh Dewi Kematian tentang perintah Kaisar Manusia Generasi Pertama kepada Kaisar Manusia Generasi Kedua untuk mengalahkannya juga pasti memiliki alasan lain dibaliknya.
Banyak pikiran yang terlintas di benak Roh Dewi Kematian kali ini tentang seorang pemuda yang mendapatkan gelar Kaisar Manusia Generasi Kedua.
“Dewa Sage!” Batin Roh Dewi Kematian. Ia tentu sangat mengenal eksistensi terkuat di zaman kuno yang dikalahkan oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua. Tetapi, alasan mengapa dirinya tidak pernah bentrok dengan Dewa Sage tentu karena keduanya sama-sama Roh.
Dewa Sage adalah salah satu Roh tertinggi, namun dia tidak dianggap Roh oleh para makhluk di Alam Roh karena Dewa Sage tercipta melalui suatu benda sama seperti dirinya. Lagi pula, Dewa Sage juga tidak menganggap dirinya sebagai Roh.
Dewa Sage tidak pernah datang ke Alam Roh namun menguasai Alam Abadi, karena lamanya waktu berlalu, Dewa Sage telah menjadi manusia 70% entah bagaimana caranya.
Pemikiran Roh Dewi Kematian saat ini sedikit kacau karena mencoba menghubungkan semua hal yang terjadi dan semua kekacauan yang dibuat oleh Kaisar Manusia Generasi Pertama dituntaskan oleh Kaisar Manusia Generasi Kedua.
Namun, hal lainnya yang janggal di pikiran Roh Dewi Kematian saat ini adalah, di mana Kaisar Manusia Generasi Pertama saat ini? Setelah ia terlahir, Kaisar Manusia Generasi Pertama telah menghilang secara misterius dalam waktu yang sangat lama. Dalam waktu sekitar 1.000.000 tahun kemudian, Kaisar Manusia Generasi Kedua muncul dan mencapai puncak dalam waktu yang sangat singkat.
Para kultivator dan Roh sangat terkejut dengan peningkatan kekuatannya dan bahkan bangsa Iblis ingin memusnahkannya. Dan suatu hari, Kaisar Manusia Generasi Kedua datang padanya.
Satu hal yang membuat Roh Dewi Kematian sangat takut terhadap Kaisar Manusia Generasi Kedua adalah kekuatannya yang sungguh tidak masuk akal.
Tetapi, ketika memikirkan kembali Dewi Naga Asyura yang mengatakan bahwa Kaisar Manusia Generasi Kedua adalah bocah baginya, maka Kaisar Manusia Generasi Pertama yang merupakan ayah dari Dewi Naga Asyura tidaklah sederhana sama sekali.
Kekuatan Dewi Naga Asyura juga sangatlah kuat luar biasa ketika Roh Dewi Kematian bertemu dengannya di Lembah Naga. Dari hal itu, ia membuat spekulasi tertentu tentang Kaisar Manusia Generasi Pertama dan pemuda yang ada dihadapannya saat ini.
“Membuat kontrak denganmu?” Tanya Lin Yan dengan wajah berkerut.
“Lin Yan! Jangan dengarkan wanita menyeramkan itu! Dia pasti akan mencoba menusukmu dari belakang suatu hari nanti!” Xia Yue'er pun memperingati Lin Yan dengan serius.
“Yue’er kecil.. tidak sopan untuk langsung menuduh seseorang sembarangan. Lagi pula, jika aku melakukan kontrak dengan Lin Yan, kau akan aman dari bahaya.” ucap Roh Dewi Kematian.
“Siapa yang kau panggil kecil?” Teriak Xia Yue'er sangat marah.
“Apa maksudmu dengan keamanan Yue'er?” Tanya Lin Yan dengan mata menyipit sedikit. Ia tentu ingin tau apa itu karena menyangkut Roh Peri mungil yang sudah menjadi adik kecil baginya, rekan seperjuangan dan teman yang selalu menemaninya setiap saat dalam keadaan sulit sekalipun.
“Apa kau tidak merasakan bahwa sesuatu akan muncul di tubuhnya? Kebencian itu akan terus membesar dan suatu hari nanti dia akan kehilangan kendali. Namun, dengan adanya diriku, semua itu akan menjadi lebih mudah karena aku dapat menyerapnya,” jawab Roh Dewi Kematian.
Wajah Lin Yan menjadi serius seketika karena tentu ingat tentang sesuatu di tubuh Xia Yue'er yang tampak memberontak ingin keluar karena kebenciannya terhadap manusia.
Lin Yan merasakan bahwa gendang telinganya akan pecah oleh teriakan Xia Yue'er. Ia mengabaikannya saat ini dan berpikir tentang waktu 10.000 tahun yang ditawarkan oleh Roh Dewi Kematian.
“Kenapa kau mengatakan 10.000 tahun? Aku tau kau telah hidup dalam waktu yang sangat lama. Waktu seperti itu pastilah sangat singkat bagimu,” ucap Lin Yan. Ia tentu akan memikirkan keselamatan Xia Yue'er dan ia merasa tidak masalah sama sekali jika Roh Peri mungil itu baik-baik saja ketika ada masalah yang tidak bisa ia pecahkan dengan bantuan Roh Dewi Kematian.
“Lin Yan! Kau..” Xia Yue'er terkejut karena tampaknya Lin Yan akan setuju. Ia pun merasa semakin kesal dan menarik telinga Lin Yan sekuat tenaga. “Jangan lakukan kontrak dengannya!” Teriaknya sekuat tenaga.
“Ada apa Xia Yue'er.. ada sesuatu ditubuh mu yang tidak beres saat ini. Aku telah melihatnya. Dan itu sangat berbahaya. Dengan bantuannya kau akan menjadi lebih baik.” Lin Yan pun yang merasa sakit langsung menjelaskan tujuannya.
“Tapi.. tapi aku merasa baik-baik saja!” Xia Yue'er tidak mau menyerah sama sekali.
Sementara itu, Roh Dewi Kematian pun menatap Lin Yan dengan seksama. Ia tentu tau apa arti dari perkataan Lin Yan bahwa waktu 10.000 tahun itu tidak sebanding sama sekali karena baginya itu hanya waktu yang singkat.
“Baik, aku akan menjadi Roh Kontrakmu selama 25.000 tahun.” Roh Dewi Kematian menawar kembali.
“Kau tidak baik-baik saja Yue'er..” Balas Lin Yan menatap Roh Peri mungil itu yang merasa tidak puas setiap saat. Ia pun menatap kembali ke arah Roh Dewi Kematian lalu berkata, “50.000 tahun atau tidak sama sekali. Aku juga tidak yakin apakah aku bisa hidup selama itu.”
“Tidak bisa hidup selama itu? Kau terlalu meremehkan potensi tubuhmu.” Batin Roh Dewi Kematian dan berpikir apakah waktu selama itu layak untuk kebebasannya.
“Baik. Aku setuju, kita akan membuat Kontrak serta perjanjian menggunakan esensi darah. Kau pasti tau cara melakukannya bukan, Yue'er kecil..” ucap Roh Dewi Kematian menatap ke arah Xia Yue'er yang melihatnya seolah-olah dia ingin menelannya hidup-hidup.
Xia Yue'er sangat marah karena merasa bahwa Roh Dewi Kematian mencoba memanfaatkan Lin Yan karena sesuatu yang ada di dalam tubuhnya yang ia rasa tidak ada sama sekali.
“Aku tidak tau sama sekali!” Xia Yue'er melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu melihat ke arah lain.
Lin Yan yang menatap itu tidak bisa berkata-kata karena tampaknya Xia Yue'er sedang dalam mode merajuk.
“Tenang Yue'er. Walaupun kami melakukan Kontrak, kau akan tetap menjadi yang terbaik. Tentu aku akan memberikanmu sumber daya yang lebih besar darinya.” Lin Yan mencoba membujuk Xia Yue'er.
“Aku tidak butuh itu sama sekali.” Xia Yue'er membalas dengan marah.
“Oh.. baiklah. Tampaknya aku akan melakukan Kontrak biasa dengannya. Tampaknya Yue'er tidak mau membantuku lagi. Sebaiknya aku membawa dia saja untuk bermain ke tempat menyenangkan.” Lin Yan menghela nafas panjang seolah-olah menyesal tentang sesuatu.
Telinga Xia Yue'er bergerak-gerak ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan. Ia pun menjadi panik karena merasa bahwa posisinya sebagai Roh Kontrak utama Lin Yan akan terancam jika ia tidak mau membantu Lin Yan melakukan Kontrak menggunakan esensi darah dengan Roh Dewi Kematian.
“Baik-baik! Lakukan Kontrak dengannya! Tetapi buat batasan padanya karena jika menggunakan esensi darah, peraturan akan dapat dibuat dan dia harus mematuhinya!” Xia Yue'er pun buru-buru berbicara agar Lin Yan berubah pikiran.
Roh Dewi Kematian terdiam karena penerus dari Roh Dewi Kehidupan begitu mudah ditipu oleh Lin Yan.
Sementara itu, Lin Yan hanya terkekeh karena tentu ia paham bagaimana memancing emosi Xia Yue'er. Namun, apa yang ia lakukan saat ini tentu untuk Xia Yue'er karena ia merasa bahwa sesuatu yang tampak hendak meledak dari tubuh Xia Yue'er bukan sesuatu yang sederhana sama sekali.