Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 57 - Kembali ke Sekte



Suasana hening seketika. Semua tatapan murid di tempat itu tertuju pada anggota klan Shi yang selamat dalam pertarungan.


Lin Yan menatap ke arah anggota klan Shi dengan tatapan dingin tiba-tiba. Ia tentu sudah mengetahui sejarah klan Huan yang musnah.


“Aku tidak menyangka bahwa salah satu anggota klan Shi akan berada di tempat ini. Bagaimana kau ingin mati?” tanya Lin Yan sedikit dingin saat mengeluarkan Tombak Raja Langit. Ia tentu sudah membuat rencana di masa depan untuk berurusan dengan klan Shi.


Mata anggota klan Shi menjadi dingin mendengar kata-kata Lin Yan. Ia tentu paham bahwa posisinya saat ini sedang terpojok. Ia juga tidak menyangka bahwa wanita kuat yang bersama Lin Yan berasal dari klan Huan. Awalnya ia berpikir bahwa seseorang berhasil menguasai teknik berpedang gaya bayangan dari klan Huan. Tetapi ia sangat salah karena wanita berasal dari klan Huan itu sendiri.


“Membunuhku? Apa kau yakin? Semua murid di sini pasti akan mengetahui siapa yang membunuhku dan anggota klan Huan itu tidak akan pernah aman karena akan di buru oleh klan Shi. Apa kau pikir bisa membungkam semua murid yang ada di sini?” anggota klan Shi hanya bisa mengancam untuk menyelamatkan hidupnya saat melihat Lin Yan terus berjalan ke arahnya.


Lin Yan berhenti di tempat sejenak yang membuat anggota klan Shi merasa rencananya berhasil.


“Klan Shi? Apakah kau pikir kami akan takut? Aku ingin melihat bagaimana cara klan Shi berurusan dengan kami.” balas Lin Yan dengan wajah datar.


Zhep!


Setelah itu Lin Yan langsung melesat ke arah anggota klan Shi dengan kecepatan penuhnya.


Anggota klan Shi terkejut bahwa Lin Yan sama sekali tidak peduli dengan identitasnya dan permusuhan antara klan Shi dan klan Huan.


“Sialan! Aku akan membunuhmu!” teriak anggota klan Shi sambil mengayunkan pedang di tangan kanannya ke arah Lin Yan.


Melihat tebasan mengarah kepadanya, Lin Yan mengangkat tombaknya ke arah samping lalu mengayunkannya ke arah tebasan pedang anggota klan Shi.


Prang!


Karena berat tombak Lin Yan, pedang anggota klan Shi langsung terpental menjauh.


Lin Yan membuat cakar di lengan kirinya lalu mengayunkannya sekuat tenaga ke arah anggota klan Shi. Ia tentu tidak akan mengampuninya karena sedari awal sudah bertekad untuk memudahkan klan Shi dari Kerajaan Bintang.


“Cakar Pemotong Bumi..”


Sraing!


Anggota klan Shi melebarkan matanya saat melihat lima bilah qi melesat ke arahnya. Ia tidak mungkin menghindar karena jarak mereka hanya sekitar dua meter.


Srak!


Jrezh!


Jejak garis muncul seketika di belakang anggota klan Shi saat anggota klan Shi tersebut terbelah karena menerima teknik Lin Yan secara langsung. Bahkan salah satu Raja Kera Emas tidak mampu bertahan melawan teknik itu apalagi untuk seorang manusia yang lebih lemah dari Raja Kera Emas dari segi kekuatan dan daya tahan tubuh.


Para murid di tempat itu membeku di tempat karena tidak menyangka bahwa Lin Yan akan membunuh murid yang berasal dari klan besar tanpa berpikir dua kali di depan umum seperti itu.


“Anak ini sudah gila!” batin Yi Zong dan Ye Quan bersamaan.


Klan Shi? Tentu Huan Caiyi tidak takut sama sekali. Ia pun ingin meningkatkan kekuatannya secepat mungkin agar bisa memusnahkan klan Shi dari Kerajaan Bintang.


Lin Yan menatap mayat anggota klan Shi dengan tatapan datar. Ia tidak peduli sama sekali apakah klan Shi akan mengejar atau tidak. Jika mereka datang, ia akan membunuh mereka satu per satu.


“Kakak, ayo pergi kembali ke sekte. Urusan kita telah selesai.” ucap Lin Yan menoleh ke arah Huan Caiyi.


“Baik.” balas Huan Caiyi dengan senyum lembut di wajahnya.


Lalu mereka berdua pun langsung pergi dari lokasi itu. Tidak ada satupun dari murid bahkan untuk yang memiliki tingkat Xiantian yang mencoba untuk menghentikan Lin Yan dan Huan Caiyi pergi karena mereka masih menyayangi nyawa lebih dari hadiah untuk misi kelas B.


Semua murid yang ada di tempat itu hanya menatap kepergian duo adik dan kakak tanpa berkomentar. Suasana hening seketika. Bahkan Yi Zong pun menghela nafas panjang. Ia masih sedikit gemetaran karena merasa sangat dekat dengan kematian. Untung baginya untuk tidak memprovokasi Lin Yan lebih jauh. Jika tidak, nasibnya pasti akan sama dengan anggota klan Shi yang terbunuh sebelumnya.


“Yi Zong, tampaknya kau dalam masalah kali ini, lebih baik kau menghindarinya mulai saat ini. Jika tidak, kau mungkin akan kehilangan nyawa.” Ye Quan tentu tidak melewatkan kesempatan menghina Yi Zong karena ia tau bahwa Yi Zong pernah memprovokasi Lin Yan sebelumnya.


Yi Zong gemetaran tak terkendali saat mendengarnya. Wajahnya pucat pasi dan menatap ke arah Ye Quan dengan tatapan membunuh. Jika ia tau bahwa Lin Yan adalah anak yang membunuh tuan muda klan Yi, ia mungkin akan mencoba membunuh Lin Yan.


“Ha-ha-ha! Itulah sebabnya kau lebih baik belajar agar tidak menjadi sombong dan mencoba menindas orang lain. Suatu hari nanti kau pasti akan terbunuh.” Ye Quan pergi sambil tertawa keras dan memegang kepalanya yang botak.


“Botak sialan!” Yi Zong sangat marah tetapi tau bahwa kata-kata Ye Quan memang benar. Ia pun pergi dari tempat itu dan tidak peduli dengan mayat Raja Kera Emas karena tidak terlalu tertarik.


Lalu pertarungan lainnya pun terjadi saat para murid mencoba mengkalim mayat Raja Kera Emas untuk mereka sendiri.


**


Lin Yan dan Huan Caiyi langsung pergi menuju gerbang hutan wilayah pertama. Butuh waktu yang lama juga untuk mencapai tempat itu.


Dan sudah tiga bulan lebih sedikit Lin Yan bergabung dengan sekte Naga Langit. Ia tidak menyangka bahwa ia akan mencapai tingkat Xiantian dalam waktu sesingkat itu. Ia awalnya merencanakan untuk mencapainya dalam waktu setengah tahun paling lama. Tetapi ternyata hanya butuh setengah waktu dari target semula.


“Kita akhirnya tiba. Hari sudah mulai gelap. Misi kali ini tampaknya tidak terlalu lama untuk misi jangka panjang.” ucap Lin Yan saat menatap gerbang hutan wilayah pertama dari kejauhan.


“Ya. Aku juga mengira bahwa misi ini berlangsung paling tidak selama tiga bulan.” Huan Caiyi mengangguk setuju.


“Hm?” wajah Lin Yan sedikit cemberut saat menatap ke arah gerbang hutan wilayah pertama.


“Ada apa Yan'er?” tanya Huan Caiyi heran melihat wajah Lin Yan yang sedikit cemberut.


Lin Yan tidak menjawab sama sekali. Ketika mereka tiba di depan pintu gerbang hutan wilayah pertama, satu sosok wanita sudah berdiri di sana seorang diri. Walaupun ada beberapa murid lainnya atau Tetua yang menjaga gerbang, tetap saja akan terlihat aneh bahwa seorang wanita akan selalu berdiri di sana setiap hari sewaktu hari sudah mulai gelap.


Wanita yang sedang menunggu sambil melamun, melebarkan matanya saat menatap sosok Lin Yan yang baru saja tiba. Matanya berkaca-kaca karena akhirnya bertemu dengan seseorang yang ia tunggu selama ini.


Wanita itu tidak lain adalah Gu Yin, ia pun langsung berlari dan memeluk Lin Yan dengan erat.


Lin Yan tercengang seketika karena tidak menyangka bahwa Gu Yin akan memeluknya. Dan ketika mendengar tangisan wanita itu, Lin Yan tidak tau harus bagaimana bereaksi.