
Karena waktu untuk penyisihan semakin dekat, Lin Yan mengakhiri pelatihan mempelajari teknik yang ia beli dan juga beberapa teknik yang pernah diberikan oleh kakek dan neneknya. Ia memiliki sangat banyak keterampilan saat ini di usia yang sangat muda yang akan membuat jenius mana saja akan merasa malu jika dibandingkan dengannya.
“Sudah waktunya untuk meningkatkan kultivasiku.” Lin Yan tersenyum kecil dan masuk ke ruangan miliknya untuk menerobos dua tahap dalam sekali jalan.
**
Hari-hari terus berlalu. Semua murid-murid tingkat Alam Roh dan Alam Bumi hampir menyelesaikan semua pelatihan mereka karena babak penyisihan sudah dekat.
Para Tetua juga sibuk untuk mempersiapkan murid mereka untuk mengikuti penyisihan juga. Ini adalah persaingan para Tetua tentu saja untuk menaikkan nama mereka. Bahkan untuk Tetua Pertama dan Tetua Kedua juga sama kecuali untuk Tetua Ketiga yang tidak memiliki murid saat ini karena muridnya telah dewasa, sebab Tetua Ketiga adalah individu paling tua yang ada di sekte Naga Langit.
Aula Misi juga saat ini sedang sunyi karena kompetisi yang telah di tunggu-tunggu oleh semua murid.
Penyisihan untuk mengambil peserta kompetisi akan dilakukan dengan cara pertarungan satu persatu. Akan ada beberapa grup yang ada dan hasil akhirnya adalah mendapatkan delapan peserta untuk tingkat Alam Roh dan delapan peserta untuk tingkat Alam Bumi.
Tidak sampai tiga hari lagi, penyisihan akan segera dilakukan di sebuah arena besar milik sekte Naga Langit. Jika saja tuan rumah kompetisi adalah sekte Naga Langit, kompetisi akan dilakukan di tempat itu juga.
Terlihat saat ini banyak murid yang sedang mendaftar untuk mengikuti babak penyisihan. Pendaftaran akan ditutup sehari sebelum penyisihan dilakukan.
Sekte Naga Langit saat ini sibuk di semua tempat untuk mempersiapkan acara yang hanya akan terjadi dalam lima tahun sekali.
Di kediaman Lin Yan, terlihat saat ini Gu Yuena, Gu Yin dan Huan Caiyi yang sedang duduk di ruang tamu kediaman mereka.
Huan Caiyi telah pulih sepenuhnya dari luka-lukanya dan kultivasinya juga telah meningkat ke tingkat Alam Roh tahap kelima yang mencengangkan. Itu semua tentu berkat sumber daya yang telah Lin Yan berikan kepadanya. Dengan tingkat kultivasi itu, Huan Caiyi tentu percaya diri melawan musuh kuat. Juga, teknik bertarung miliknya membuatnya sangat unggul dalam segala bidang kecuali untuk satu, yaitu kekuatan.
Walaupun Huan Caiyi kurang dalam hal kekuatan, tetap saja itu terlihat tertutup karena garis darah baru miliknya yang membuat kekuatan serangan dan daya tahan tubuhnya juga meningkat ke level tinggi. Itu telah menutupi semua kekurangannya sebagai anggota klan Huan yang terkenal sangat rapuh ditubuh dan juga kurang dalam kekuatan serangan.
“Apakah Lin Yan masih lama berkultivasi? Hanya tersisa dua hari lagi pendaftaran akan ditutup,” ucap Gu Yuena sambil terus mengetuk meja yang ada dihadapannya. Ia saat ini sedikit terlihat berbeda karena rasa percaya dirinya telah meningkat. Ia telah mencapai tingkat Alam Roh tahap ketiga yang membuatnya sedikit bangga.
“Tenanglah, Na'er.. Yan'er tidak akan lupa pada kompetisi karena ia sangat ingin ikut berpartisipasi.” Huan Caiyi yang sedang meminum teh pun berbicara setelah meletakkan gelas tehnya. Selama berada di kediaman itu, ketiganya telah akrab dan Huan Caiyi tentu memanggil Gu Yuena dan Gu Yin dengan cara yang berbeda.
“Ingat, kalian berdua tidak akan ikut kompetisi karena untuk penyisihan saja kalian mungkin tidak akan lolos dengan tingkat kultivasi kalian saat ini. Bahkan untuk menghadapiku saja, kalian berdua tidak bisa menang walaupun bekerja sama.” Huan Caiyi memperingati sambil menatap ke arah Gu Yin terutama.
Melihat tatapan Huan Caiyi kepadanya, Gu Yin cemberut sedikit. Ia tentu ingin memamerkan pencapaiannya kepada Lin Yan karena saat ini ia memiliki kultivasi yang sama dengan sepupunya dengan cara mengikuti penyisihan.
“Kakak, apakah aku tidak bisa ikut? Walaupun gagal, aku ingin mencoba.” Gu Yin mencoba membela diri dengan alasan logis.
Krak!
Pintu ruangan Lin Yan yang ada di lantai dua pun terdengar terbuka. Walaupun mereka berada di lantai pertama, tentu suara sekecil itu terdengar oleh kultivator setingkat mereka.
“Tampaknya kekasih hatimu telah selesai berkultivasi.” Huan Caiyi menggoda Gu Yin yang tampak sedari tadi terus-menerus melirik ke arah tangga menuju lantai dua.
Pipi Gu Yin merona sedikit karena di goda oleh Huan Caiyi. Bahkan Gu Yuena juga terkekeh karena beberapa waktu ini, keduanya sangat suka menggoda Gu Yin dengan nama Lin Yan.
“Oh? Kekuatan kalian bertiga sungguh meningkat dalam margin yang sangat besar dalam waktu dua bulan.” Suara Lin Yan terdengar saat ia perlahan berjalan di tangga menuju ke bawah.
“Oh? Alam Roh tahap keenam? Kekuatanmu meningkat lagi, Yan'er..” ucap Huan Caiyi dengan senyum diwajahnya.
Gu Yuena dan Gu Yin menunduk malu saat mendengar tingkat kultivasi Lin Yan. Awalnya mereka bangga dengan peningkatan mereka berdua tetapi dibandingkan dengan Lin Yan, itu sangat pucat.
Lin Yan tersenyum mendengarnya. Hanya Huan Caiyi yang mampu melihat tingkatannya untuk para kultivator tingkat Alam Roh karena teknik yang digunakan oleh Huan Caiyi berasal dari kakek dan neneknya. Sementara Gu Yuena dan Gu Yin tidak mampu melacaknya walaupun sudah diberi tau cara menggunakannya. Sebab, teknik itu dapat menyembunyikan kultivasi juga, dan apa bila menggunakan teknik yang sama, hanya kultivator satu tahap dibawah Lin Yan yang mampu melacaknya.
Sayangnya di Daratan Utara, tidak ada yang mengetahui teknik seperti milik keempatnya yang membuat para kultivator tingkat Alam Roh tidak akan mampu melacak kultivasi mereka berempat.
“Ayo kita pergi untuk mendaftar penyisihan,” ucap Huan Caiyi.
Lin Yan mengangguk mendengarnya. Keempatnya pun langsung pergi ke tempat pendaftaran.
“Lin Yan.. apakah aku bisa ikut dalam kompetisi?” Tanya Gu Yin dengan nada sedikit malu-malu.
Lin Yan merasa heran kenapa wanita itu meminta izin darinya. Ia melirik ke arah Huan Caiyi sekilas karena tau semua ini pastilah ulah kakaknya itu.
Huan Caiyi yang merasakan Lin Yan meliriknya sekilas hanya bisa terkekeh kecil dan tidak memperdulikan hal itu.
Lin Yan menghela nafas lelah dan menjawab, “Baiklah, tetapi berhati-hatilah. Ini juga merupakan latihan yang bagus untukmu.”
Wajah Gu Yin langsung berbinar karena tentu ia merasa sangat senang, sebab ia bisa menunjukkan perkembangannya ketika pertarungan berlangsung. Ia tidak berharap untuk masuk menjadi peserta kompetisi tetapi ia berharap untuk pujaan hatinya memujinya nanti karena sudah bekerja dengan keras dalam berkultivasi.
Gu Yuena mendengus kesal ketika melihat wajah sepupunya itu yang dimabuk cinta setiap saat. Ia juga mengepalkan tangannya dengan kuat karena semangat juangnya juga membara untuk melihat hasil dari pelatihannya selama berada di sekte Naga Langit.