Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 343 - Bantuan Kecil



Kota Neraka


Saat ini Chu Di dan Chi Yang menatap Lin Yan yang dibawa oleh teknik gabungan mereka berdua menjauh dari Kota Neraka.


Teknik yang mereka gunakan untuk menerbangkan Lin Yan sejauh mungkin tentu tidak sesederhana itu karena angin tornado yang ada di dalam bola qi tersebut akan mencabik-cabik Lin Yan hingga berkeping-keping lalu di waktu tertentu, serangan itu akan meledak dan menghancurkan Lin Yan tanpa tersisa.


Lin Yan yang sedang di bawa menjauh merasakan tubuhnya di potong-potong. Jika ia tidak memiliki tubuh kuat, bisa dipastikan bahwa dirinya akan tewas lebih dulu.


Karena tau bahwa dirinya saat ini dalam bahaya, Lin Yan pun membatalkan teknik Fusi lalu menari Xia Yue'er secara langsung ke ruang jiwa miliknya lalu menguncinya di dalam agar Roh Peri mungil itu tidak terluka.


Xia Yue'er yang berada di dalam Ruang Jiwa pun berteriak keras karena Lin Yan membatalkan teknik Fusi lalu menariknya ke dalam Ruang Jiwa. Ia sadar bahwa nyawa Lin Yan saat ini sedang terancam. Namun ia tidak bisa keluar sama sekali karena hanya Lin Yan yang dapat membuat Ruang Jiwa tersebut bisa dimasuki oleh Roh atau tidak.


Bahkan untuk Roh Dewi Kematian yang menatap itupun sudah yakin bahwa Lin Yan akan binasa. Ia dan Xia Yue'er pasti akan terkunci di dalam Ruang Jiwa selama bertahun-tahun jika Lin Yan tewas. Dalam kurun waktu itu, Ruang Jiwa akan perlahan-lahan pudar lalu mereka berdua bisa keluar.


Di kota Neraka, Chu Di dan Chi Yang memasang senyum jahat karena berhasil menyingkirkan Lin Yan dengan tangan mereka sendiri walaupun mereka merasa sedikit malu karena harus turun tangan membunuh seorang pemuda yang masih lemah.


Sementara itu, Pengelana Misterius yang menatap kejadian itu pun membuat sebuah senjata menggunakan qi di telapak tangannya.


“Kaisar Tombak!”


Wusssh!


Sebuah tombak melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi mengejar ke arah tempat Lin Yan diterbangkan.


“Apa?” Chu Di dan Chi Yang terkejut saat ada serangan lainnya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah serangan yang mereka lancarkan. Dari kecepatan serangan itu, keduanya sadar bahwa seseorang yang melancarkan serangan lebih kuat dari mereka.


Duar!


Ledakan besar terjadi di tempat yang sangat jauh dan menciptakan tornado di mana-mana. Gelombang kejut luar biasa mengerikan pun membuat sebuah kawah raksasa saat bola berisi tornado yang merupakan teknik gabungan dari Chi Yang dan Chu Di dihancurkan.


Lin Yan yang berada di pusat ledakan terpental sangat jauh tetapi tubuhnya berhenti menerima luka. Seluruh tubuhnya saat ini berlumuran darah karena di cabik-cabik oleh teknik gabungan Chu Di dan Chi Yang.


Tatapan Chu Di dan Chi Yang pun tertuju pada arah serangan sebelumnya. Keduanya menatap ke arah satu sosok dengan pakaian lusuh yang saat ini sedang berdiri di sebuah tombak yang terbuat dari qi dan sangat terlihat bahwa sosok yang menggunakan topi kerucut tersebut menggunakannya sebagai kendaraan.


“Tidak.. kenapa kau ada di sini?” Tanya Chu Di muram saat melihat sosok tersebut.


“Kenapa seseorang sepertimu membantu bocah itu? Apa kau ingin bertarung melawan kami berdua?” Lanjut Chi Yang dingin.


Pengelana Misterius itu menaikkan sedikit topi bambunya dan menatap lurus ke arah Chu Di dan Chi Yang.


“Aku menyelamatkan nyawa kalian berdua! Apa kalian tidak tau siapa yang kalian coba bunuh sebelumnya? Bahkan untuk diriku, aku tidak akan berani menyentuh pemuda itu.” ucap Pengelana Misterius tersebut.


Bahkan untuk Chi Yang juga melakukan hal yang sama.


Sosok Pengelana Misterius yang merupakan Guan Yu, kultivator kuat yang pernah dilihat oleh Lin Yan di Daratan Utara pun menatap ke arah Chu Di dan Chi Yang.


“Chu Di, peringkat 199 Master Bela diri!”


“Chi Yang, peringkat 198 Master Bela Diri!”


“Apa kalian lupa siapa aku?”


Aura Guan Yu meledak dahsyat yang membuat Kota Neraka bergetar keras.


“Tingkat Alam Sage tahap kelima!” ucap Chu Di dan Chi Yang bersamaan dengan wajah yang sangat muram.


Setiap 200 Master Bela Diri memiliki kekuatan unik pada diri mereka. Tidak semua dari mereka adalah kultivator puncak.


Peringkat pertama sampai ke dua puluh memiliki tingkat kultivasi Alam Sage tahap kesembilan. Peringkat dua puluh satu sampai empat puluh memiliki kultivasi tingkat Alam Sage tahap ketujuh dan kedelapan.


Peringkat empat puluh satu sampai enam puluh memiliki tingkat kultivasi Alam Sage tahap keenam dan ketujuh dan seterusnya sampai peringkat ke dua ratus.


Tidak semua kultivator puncak dapat memasuki jajaran 200 Master Bela Diri, tetapi itu diukur melalui kemampuan, kekuatan bertarung dan memiliki keunikannya sendiri.


“Guan Yu! Apa tujuanmu? Setelah sekian lama kau menghilang, kenapa kau datang dan mengganggu bisnis kami? Apa kau lupa daerah siapa yang kau datangi? Kaisar Han pasti akan memburumu jika membuat masalah di tempat ini!” ucap Chu Di dingin.


“Aku sudah mengatakan bahwa aku menyelamatkan kedua nyawamu yang tidak berharga itu! Berdoalah agar pemuda itu selamat atau kau akan diburu oleh seseorang yang bahkan ditakuti oleh Kaisar Han!” ucap Guan Yu acuh tak acuh.


Mata Chu Di dan Chi Yang melotot keluar. Tubuh mereka berdua gemetaran karena memikirkan tentang spekulasi yang mereka buat pertama kali melihat Lin Yan.


“Tidak.. dia tidak tercatat sama sekali di Klan Lin!” ucap Chu Di menyangkal kata-kata Guan Yu.


“Tidak tercatat? Lalu di mana mereka berdua selama ini sebelum rumor tentang kembalinya kedua legenda itu? Tentu mereka akan merawat cucunya yang sangat berharga.” ucap Guan Yu acuh tak acuh.


Chu Di dan Chi Yang pun semakin ketakutan karena memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Guan Yu. Kedua legenda Klan Lin telah menghilang dalam waktu yang sangat lama dan tiba-tiba kembali, lalu Lin Yan juga muncul di saat yang berdekatan yang artinya apa yang dikatakan oleh Guan Yu adalah kenyataan.


“Kenapa kau mengatakan ini? Aku tau dendammu terhadap Klan Lin!” ucap Chi Yang.


“Ya, aku memang menaruh dendam terhadap Klan Lin, tetapi bukan terhadap kedua Legenda Klan Lin serta cucunya! Berhati-hatilah agar kalian tidak diburu oleh salah satu dari kedua legenda itu. Jika mereka tau, aku yakin kalian tidak akan bisa mati dengan tenang.” Setelah mengatakan itu, Guan Yu pun mengendalikan tombak qi lalu melesat dengan kecepatan yang tinggi ke arah yang berbeda dari tempat Lin Yan terpental menjauh.


Sementara itu, Chu Di dan Chi Yang memasang wajah pucat seperti pantat ayam. Walaupun keduanya mendapatkan gelar 200 Master Bela Diri, keduanya hanyalah butiran debu di mata dua Legenda Klan Lin. Keduanya saat ini hanya bisa berdoa agar Lin Yan selamat atau mereka berserta Klan mereka akan binasa selama-lamanya tanpa tersisa.