
Kota Han
“Pil Sembilan Surya Roh?” Gumam Lin Yan saat menatap pil berwana oranye menggunakan Mata Raja. Dengan mata miliknya, ia dapat melihat bahwa kandungan kekuatan spiritual di dalam pil hanya terlihat samar tetapi ia yakin bahwa itu sangatlah padat.
Lin Yan tidak ragu sama sekali dengan penilaian Xia Yue'er karena memang Roh mungil tersebut jauh lebih ahli dari pada dirinya ketika menyangkut kekuatan spiritual. Tetapi, ia sedikit bingung kenapa matanya tidak mampu menembus semua khasiat pil tersebut. Tetapi ia yakin bahwa pembuatan pil pastilah sangat khusus sehingga membuatnya seperti itu.
“Siapa yang menciptakan pil ini?” Tanya Lin Yan penasaran.
“Pencipta pil ini adalah seorang Alkemis handal bersama dengan Roh Kontrak miliknya yang ahli dalam bidang Alkemis juga.” Pelayan tersebut menjawab.
“Oh?” Lin Yan sedikit heran bahwa ada juga Roh yang tampaknya menyukai profesi Alkemis. Tetapi, ketika mengingat tentang Roh Kurcaci yang menyukai profesi penempaan, ia langsung memakluminya.
“Lin Yan! Cepat beli pil itu!” ucap Xia Yue'er tidak sabar karena pil seperti itu memang sangat menarik minatnya. Ia merasa gatal ingin menelannya tidak tahu mengapa.
Lin Yan sedikit berkedut karena Xia Yue'er tidak sabaran sama sekali. Tetapi baru spiritual yang ada bersamanya saat ini hanya ada 200 batu spiritual kelas atas.
“Apakah kalian menerima penjualan benda seperti herbal?” Tanya Lin Yan ke arah pelayan.
“Tentu tuan, jika tidak, tempat ini tidak akan dinamai sebagai Kamar Dagang.” Pelayan tersebut membalas dengan senyum di wajahnya.
“Baik, ambil pil ini dan ketika aku menjual herbal, potong hasil penjualan dengan harga pil ini.” ucap Lin Yan.
“Baik.” Pelayan tersebut mengangguk dan mulai membatalkan Formasi yang ada agar pil tidak kehilangan khasiatnya sedikitpun. “Ikuti aku, tuan. Kita akan melakukan transaksi penjualan di ruangan lainnya.” Pelayan tersebut pun perlahan berjalan untuk memimpin Lin Yan.
Lin Yan hanya mengangguk kecil dan mengikuti pelayan tersebut.
Tidak lama kemudian, pelayan tersebut menuntun Lin Yan ke arah sebuah ruangan yang cukup luas. Di ruangan itu terlihat beberapa kultivator juga yang sedang melakukan penjualan barang kepada Kamar Dagang.
“Bisakah kau memberitahu siapa pemilik Kamar Dagang ini?” Tanya Lin Yan penasaran karena ia yakin bahwa pemilik tempat seperti Kamar Dagang bukan seseorang yang biasa.
“Kamar Dagang merupakan sebuah Organisasi besar yang bekerja sama dengan beberapa Organisasi lainnya seperti Asosiasi Alkemis, Asosiasi Penempaan dan beberapa lainnya. Kamar Dagang adalah pemasok atau lebih tepatnya Organisasi yang menjual barang-barang yang diambil langsung dari Organisasi besar lainnya lalu menyalurkannya ke setiap kota yang ada di Benua Saint. Kamar Dagang didirikan oleh Klan Chu, salah satu Klan kuat yang ada di Benua Saint.” Pelayan tersebut menjelaskan.
“Klan Chu..” Gumam Lin Yan dan mengerti bahwa Klan Chu mungkin salah satu Klan puncak di Benua Saint karena bahkan mampu membuat kerja sama dengan Asosiasi Alkemis.
“Di sini tuan.” ucap Pelayan tersebut ketika menghampiri seorang pria paruh baya yang tampak sedang menyusun berbagai benda ke cincin ruang yang berbeda.
“Ada apa?” Tanya pria paruh baya tersebut tanpa menatap ke arah pelayan.
“Tuan, pelanggan ini ingin menjual herbal ke Kamar Dagang.” jawab pelayan tersebut dengan hormat dan sangat terlihat bahwa pria paruh baya tersebut memiliki status yang lumayan tinggi di Kamar Dagang.
Pria paruh baya tersebut mengentikan aktifitasnya lalu melambaikan tangannya untuk menyimpan semua benda yang ada di atas meja kerjanya. Ia pun perlahan berbalik dan menatap ke arah Lin Yan dengan seksama.
“Herbal apa yang ingin kau jual anak muda?” Tanya pria paruh baya tersebut.
Lin Yan tidak mengatakan apa-apa dan langsung mengeluarkan herbal yang lumayan banyak yang ia jarah dari Sekte Wayang sebelumnya. Herbal-herbal itu tentu memiliki jumlah yang lumayan banyak padanya sehingga ia lebih memilih untuk menjualnya saat ini.
Namun, pria paruh baya tersebut tau bahwa herbal tersebut sudah dipanen sekitar setahun yang lalu karena memang kebanyakan herbal yang dijual Lin Yan berasal dari Gunung Safir.
“Baik, mari kita menghitung harga setiap herbal-herbal ini. Bisakah aku mengetahui nama anda tuan muda?” Sikap pria paruh baya tersebut langsung berubah karena tampaknya Lin Yan berasal dari kalangan atas.
“Lin Yan.”
Pria paruh baya tersebut menaikkan alisnya ketika mendengar nama depan Lin lalu mengangguk. Ia tidak langsung membuat spekulasi bahwa Lin Yan berasal dari Klan Lin yang melegenda, tetapi tetap saja ia berpikir bahwa Lin Yan kemungkin berasal dari Klan Kuno Lin.
Lin Yan pun langsung menaruh semua herbal tersebut di atas meja kerja pria paruh baya tersebut untuk dinilai harganya.
Sementara pelayan tersebut hanya tersenyum karena pasti ia akan mendapatkan bonus dari atasannya karena membawa pebisnis yang lumayan besar ke Kamar Dagang.
“Kau tau Tuan Muda, setiap herbal yang berusia sekitar seribu tahun pasti akan dihargai paling tidak 20 batu spiritual kelas atas. Banyak dari mereka yang tidak akan mencapai angka itu juga. Lalu, bagaimana jika seperti ini? Kita akan meratakan semua harga herbal ini 20 batu spiritual kelas atas per herbal.” Pria paruh baya tersebut pun memberikan penawaran.
Lin Yan menatap semua herbal yang ia keluarkan lalu melirik sekilas ke arah pil yang diinginkan oleh Xia Yue'er. Ia telah memeriksanya dengan Mata Raja setiap saat dan dapat menemukan bahwa pil tersebut setidaknya dibuat menggunakan minimal 20 herbal, jika dikalikan, memang benar bahwa setiap herbal berusia seribu tahun akan dihargai sekitar 17-25 batu spiritual kelas atas.
“Herbal yang ingin aku jual berjumlah 43 buah. Aku menginginkan pil Sembilan Surya Roh ditukar dengan semua herbal ini sebagai gantinya.” ucap Lin Yan acuh tak acuh.
Pria paruh baya tersebut menatap ke arah pil yang ada di telapak tangan pelayan yang sedari tadi patuh menunggu keduanya selesai.
“Pil Sembilan Surya Roh.” Gumam pria paruh baya tersebut dalam beberapa saat lalu mengangguk kecil.
“Sepakat.” Pria paruh baya tersebut pun mengangguk kecil dan memberi isyarat kepada pelayan untuk menyerahkan pil.
Setelah Lin Yan menerima pil, pil tersebut pun langsung disambar oleh Xia Yue'er lalu ia pun menelannya.
Kejadian itu membuat pria paruh baya tersebut serta pelayan terkejut karena mereka tidak dapat merasakan kehadiran Xia Yue'er sama sekali. Bahkan untuk saat inipun, pil seperti melayang lalu menghilang ke udara tipis.
Pria paruh baya tersebut serta pelayan pun langsung mengetahui bahwa Lin Yan memiliki Roh Kontrak yang saat ini sedang berada di sekitarnya walaupun mereka berdua tidak dapat melihatnya dan itu dikarenakan oleh Formasi penyembunyian yang dibuat oleh Xia Yue'er pada tubuhnya sendiri.
Lin Yan hanya menghela nafas panjang ketika melihat sikap Xia Yue'er.
Ketika Xia Yue'er menelan pil tersebut, wajahnya terlihat sedikit memerah karena merasakan sensasi mabuk aneh. Di saat itu juga, kekuatan spiritualnya perlahan-lahan meningkat dan itu dapat dilihat oleh Mata Raja milik Lin Yan.
**
Di suatu tempat tertentu, seorang yang sedang meramu pil bersama dengan Roh aneh pun tiba-tiba memasang wajah berbinar dan menatap ke arah tertentu.
“Ada Roh yang memakan Pil Sembilan Surya Roh. Pil itu hanya dapat dirasakan oleh Roh tingkat tinggi.” ucap Roh yang mengentikan aktifitasnya saat ini.
Pria tersebut juga mengangguk kecil lalu berbicara, “Jika benar bahwa dia adalah Roh tingkat tinggi, maka itu akan lebih baik. Ayo pergi, kita akan berburu! Setelah memakan Pil Sembilan Surya Roh yang kita ciptakan dengan susah payah, Roh itu tidak akan pernah bisa kabur dari kita!”