
Reruntuhan Klan Long
Setelah selesai membunuh tiga Iblis yang menjaga pintu masuk ruangan pengendalian Bahtera Kuno, Lin Yan dan Xia Yue'er pun bergerak dan tiba di hadapan pintu tersebut.
“Ada Formasi kuat di sini Lin Yan. Apakah kau mampu untuk menghapus Formasi yang menghalangi siapa saja untuk masuk?” Tanya Xia Yue'er saat mencoba menyentuh penghalang.
Lin Yan tidak menjawab dan menggunakan Mata Raja untuk melihat Formasi tersebut.
Tidak sampai satu menit, Lin Yan tersenyum kecil dan mengangkat lengan kanannya. Qi perlahan mengalir lalu membentuk beberapa tulisan di telapak tangannya.
Tap!
Ketika Lin Yan menyentuh penghalang dengan telapak tangannya, Formasi tersebut perlahan pudar.
“Sesuai yang diharapkan darimu Lin Yan.” Xia Yue'er mengangguk puas seolah-olah dirinyalah yang hebat.
Lin Yan tidak berkomentar sama sekali karena sudah terbiasa dengan cara Xia Yue'er untuk berbicara hal-hal aneh. Ia pun langsung perlahan berjalan ke dalam lorong yang tampak sangat gelap.
Sementara itu, Xia Yue'er langsung melesat ke dalam pakaian Lin Yan. Meskipun ia sudah tidak terlalu takut dengan kegelapan, tetap saja ia merasa lebih nyaman bila berada di dalam pakaian Lin Yan.
Ketika berjalan perlahan, Lin Yan terus menatap ke arah depan menggunakan Mata Raja untuk melihat apakah ada jebakan atau tidak. Ia terus berjalan seolah-olah jalan tersebut tidak memiliki akhir sama sekali.
**
Di tempat lain dekat dengan Klan Long berada, Nie Guo tiba-tiba menatap ke arah tertentu dan itu adalah letak Bahtera Kuno berada.
“Ada penyusup di Bahtera Kuno,” ucap Nie Guo dengan wajah dingin.
Beberapa Iblis tingkat tinggi di sekitarnya pun memasang wajah serius sambil menatap ke arah tempat yang ditatap oleh Nie Guo.
“Lalu bagaimana? Apakah kita akan kembali dan membereskan penyusup itu?” Tanya Nie Xuang.
Nie Guo tampak berpikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum sedikit sinis lalu berbicara, “Siapapun yang menyusup, biarkan saja. Lagi pula, pasukan kita yang ada di sana pastilah hancur saat ini. Kita tidak dapat menyelematkan mereka. Namun, penyusup itu tidak akan pernah bisa mengambil Bahtera Kuno karena bahkan untuk para kultivator puncak serta beberapa Iblis yang memiliki tingkat lebih tinggi dariku juga gagal mengambil Bahtera Kuno.”
“Jika ada kesalahan sedikit saja, dia pasti akan tewas ketika mengambil Bahtera Kuno itu. Jika dia gagal tetapi tidak terbunuh, dia akan terjebak dalam waktu yang cukup lama. Ketika kita kembali, kita pasti akan menemukannya!” ucap Nie Guo.
“Saat ini, lebih baik kita untuk fokus menjatuhkan kelompok manusia yang berada di Klan Long. Hanya ada satu kultivator kuat di tempat ini yang akan menghalangi jalan kita. Aku tidak bisa menunggu waktu lagi sampai kekuatanku pulih karena tempat ini sangatlah terpencil dan sangat sedikit sumber daya.” Nie Guo melanjutkan.
Para Iblis tingkat tinggi yang mendengar itu pun mengangguk kecil tidak berkomentar sama sekali karena Nie Guo adalah pemimpin mereka. Lagi pula, spekulasi yang dibuat oleh Nie Guo memang adalah pilihan paling tepat yang bisa mereka lakukan saat ini.
**
Bahtera Kuno
Lin Yan terus berjalan di tempat yang sangat gelap seolah-olah tidak memiliki ujung sama sekali. Ia memasang wajah serius karena tampaknya ia seperti berjalan di tempat setiap saat.
“Ada apa ini? Kenapa tempat ini terasa sangat aneh?” Batin Lin Yan sambil terus berjalan. Ia terus berpikir sepanjang waktu. Tetapi ia merasakan keanehan tertentu karena Xia Yue'er tidak berbicara sama sekali. Biasanya dia akan selalu mengoceh karena merasa bosan.
“Yue’er?” Lin Yan coba memanggil dan menatap ke arah dalam pakaiannya. Ia terkejut ketika melihat Xia Yue'er yang tampak seperti patung tidak bergerak sama sekali yang membuatnya memasang wajah semakin serius saat ini.
Lin Yan berhenti di tempat dan menatap ke arah sekelilingnya dengan tatapan serius untuk mencari tau apa sebenarnya tempat tersebut. Ia tidak dapat merasakan pergerakan qi apapun di dalam sana atau sejenis Formasi tertentu.
Zrrrt! Zrrrt!
Di tangan kanan Lin Yan, qi Petir Hitam pun muncul. Ia memadatkan kekuatannya di satu titik lalu memukul ke arah samping sekuat tenaga.
Drrrrtttt!
Getaran hebat terjadi yang membuat Lin Yan terkejut karena ia seperti memukul besi yang sangat keras menggunakan tangan kosong dan tanpa dilapisi oleh qi.
“Ini.. bukan ilusi. Apa ini?” Wajah Lin Yan semakin serius. Ia menutup matanya dan tampak berpikir dan menenangkan dirinya.
Aliran qi di tubuh Lin Yan tampak terhenti beberapa saat. Ia saat ini seperti sebuah batu yang tak bernafas dan menyatu dengan tempat itu.
Ketika Lin Yan sedang berkonsentrasi, ia merasakan sesuatu yang sangat samar. Dikejauhan, ia dapat melihat setitik cahaya aneh yang menjadi sumber kekuatan misterius yang ada di tempat tersebut.
Bussssh!
Lin Yan meledakkan qi-nya lalu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah setitik cahaya tersebut. Di tangan kanannya kini muncul Tombak Pembunuh Naga dan ia langsung mengayunkannya dengan mata tertutup ketika merasa jaraknya dengan seberkas cahaya tersebut sangat dekat.
Trang!
Tombak Pembunuh Naga pun menabrak sesuatu. Petir Hitam menyambar ke segala arah dalam jumlah yang sangat besar.
Krak! Krak! Krak!
Retakan pun terjadi seolah-olah tempat tersebut terbuat dari sebuah kaca.
Prang!
Ketika tempat gelap tersebut hancur seperti sebuah kaca, Lin Yan membuka matanya dan tiba di sebuah ruangan kecil yang di tengah-tengahnya terdapat tugu batu setinggi dua meter dengan tiga bola kristal yang disusun membentuk segitiga.
“Lin Yan.. Lin Yan..” Xia Yue'er mencoba memanggil Lin Yan setiap saat lalu berhenti memanggil ketika menatap seluruh tempat dengan bingung.
Xia Yue'er perlahan terbang dan menatap Lin Yan dengan seksama. “Hei, katakan sesuatu.”
“Ada apa Yue'er?” Tanya Lin Yan lelah. Ia menyimpan Tombak Pembunuh Naga dan menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan kosong.
“Kenapa kau diam sedari tadi? Apa kau tidak tau bahwa jantungku hampir saja copot karena mengira bahwa kau mati seperti batu!” Xia Yue'er memasang wajah kesal ke arah Lin Yan.
Lin Yan membuka tutup mulutnya beberapa kali karena tidak tau harus berkata apa. Jika saja ia tidak memecahkan hal aneh tersebut, bisa dipastikan bahwa Xia Yue'er akan terjebak di tempat itu dalam waktu yang sangat lama atau pun mungkin selama-lamanya.
Karena tidak tau harus berkata apa, Lin Yan hanya mengabaikan Xia Yue'er yang membuat Xia Yue'er kesal.
Lin Yan tiba di depan tugu batu tersebut dan menatap tiga bola kristal dengan seksama untuk mencari tau apa sebenarnya benda tersebut karena tidak ada catatan tentangnya di buku yang ia miliki yang mencatat tentang Bahtera Kuno.
Ketika Lin Yan mencoba menyentuh salah satu bola kristal tersebut, ia langsung menarik kembali tangannya karena ada qi misterius yang muncul tiba-tiba.
Wusssh!
Qi berwana hitam kemerahan perlahan berkumpul dan membentuk sosok seseorang yang pernah dilihat oleh Lin Yan dan Xia Yue'er di Lembah Naga.
“Kaisar Manusia Generasi Kedua..” Gumam Lin Yan saat menatap sosok tersebut.
Sosok tersebut menatap Lin Yan dengan seksama dan tampak seperti bingung.
“Kaisar Manusia Generasi Kedua? Apakah aku akhirnya mendapatkan gelar itu? Sungguh tidak terduga.” Sosok pria yang tampak sangat muda tersebut pun tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yan.