
Lin Yan yang sedang duduk bersila mengeluarkan dua gulungan teknik yang ia beli dari Asosiasi Alkemis. Pertama, ia membuka gulungan teknik Tombak Petir Neraka. Ini adalah teknik tidak lengkap yang terdiri dari tiga gaya. Namun hanya satu yang tercatat di gulungan teknik tersebut.
“Tombak Petir Neraka, ini adalah teknik berbasis qi petir bawaan. Gaya pertama adalah, teknik yang mengkhususkan untuk menyerang musuh di satu titik dengan kecepatan tinggi serta kekuatan yang maksimal. Dengan kecepatan yang tinggi, kekuatan serangan juga menjadi berlipat ganda. Semakin tinggi qi petir yang dimiliki dan semakin tinggi penguasaan terhadap qi petir, maka pengguna teknik akan semakin mudah untuk menentukan titik serang. Serangan ini adalah tikaman tunggal dengan qi petir yang digunakan di seluruh jaringan tubuh dan juga tombak.” Ketika membaca deskripsi sekali lagi, Lin Yan mau tidak mau merasa kagum dengan teknik tersebut.
Gaya pertama teknik Tombak Petir Neraka bernama Tikaman Neraka Keputusasaan.
Lin Yan tersenyum kecil karena teknik tersebut memang sangat kuat. Menurut Li Wei, ini adalah teknik tingkat 6, tentu Lin Yan sama sekali tidak akan percaya. Walaupun begitu, Asosiasi Alkemis mengkualifikasi teknik tersebut ke tingkat 6 karena dua bagian lainnya telah hilang.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun mempelajari teknik tersebut. Ia mulai dari teori mengenai teknik yang bisa dikatakan sangat rumit, sebab seluruh bagian tubuh akan diselimuti oleh petir ketika menggunakan teknik tersebut agar membuat gerakan meningkatkan drastis serta membaluti tombak dengan qi petir agar memiliki daya hancur yang sangat besar.
Lin Yan yang duduk bersila, menutup matanya.
Waktu terus berlalu, Lin Yan terus mempelajari teknik Tombak Petir Neraka selama hampir dua hari. Setelah itu, ia pun membuka matanya lalu berdiri. Ia mengeluarkan Tombak Raja Langit dan memulai gerakan dasarnya terlebih dahulu. Ia terus mengayunkan tombaknya dengan gerakan yang sama tanpa qi selama ribuan kali agar gerakan dasarnya sempurna.
Setelah itu, Lin Yan kembali duduk bersila untuk berisitirahat sejenak sambil mempelajari teknik tersebut di dalam benaknya. Beberapa jam kemudian, ia pun kembali berdiri untuk mencoba teknik tersebut.
Lin Yan menatap ke arah formasi yang ia ciptakan. Ia yakin kekuatan formasi itu sangatlah kuat sehingga ia ingin mencoba untuk menyerangnya.
“Tombak Petir Neraka..”
Brrrttt! Brrrttt!
Seluruh tubuh Lin Yan pun diselimuti oleh petir walaupun itu tampak sangat samar karena sebenarnya qi petir itu bekerja di dalam tubuhnya.
Rambut hitam pendek Lin Yan melayang-layang ke arah langit saat ia mencoba untuk mempersiapkan teknik.
Kemudian, Lin Yan membuat kuda-kuda dengan kaki kiri ke depan dan kaki kanan kebelakang. Tangan kiri Lin Yan tampak sedikit terangkat ke arah atas dan Tombak Raja Langit dibuat sedikit ke belakang dengan posisi horizontal.
Brrrttt! Brrrttt!
Petir hitam menyambar-nyambar dari tombak Lin Yan. Terlihat di ujung bilah tombak tersebut, petir yang sangat ganas pun menyelimutinya untuk mempertajam serta meningkatkan daya serangan.
Tekanan yang sangat berat pun membuat tanah di bawah kaki Lin Yan terlihat sedikit retak.
Krak! Krak!
Lin Yan terus mencoba mengumpulkan qi miliknya sebanyak mungkin di ujung tombaknya karena itu adalah inti teknik tersebut.
Sebelum Lin Yan bergerak, terlihat Gu Yuena yang keluar dari kediaman. Ia terhenti saat melihat Lin Yan yang sedang membuat kuda-kuda untuk mengeluarkan tekniknya.
“Hm? Tekanan ini.. Alam Roh tahap keempat!” Batin Gu Yuena terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Kultivasi Lin Yan akan setinggi itu. Ia saat ini semakin merasa malu karena dianggap sebagai jenius nomor satu klan Gu. Ia tetap diam dan menatap Lin Yan yang sedang mempersiapkan tekniknya. Ia tau bahwa teknik tersebut pastilah sangat kuat hanya dengan tekanan yang berada di sekitar Lin Yan.
Bom!
Ledakan kecil terdengar di bawah kaki Lin Yan saat ia menerjang dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah formasi yang ia ciptakan sendiri.
“Gaya pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan!”
Lin Yan langsung mengayunkan Tombak Raja Langit dengan gaya menusuk sekuat tenaga ke arah formasi.
Duar!
Ledakan besar besar terjadi saat tombak Lin Yan menghantam formasi. Penghalang itu bergetar keras karena menerima pukulan yang sangat kuat.
Krak! Krak!
Lin Yan mendorong sekuat tenaga dan terlihat penghalang perlahan-lahan retak walaupun hanya terlihat sedikit saja.
Bom!
Lin Yan langsung terpental karena tombak miliknya tidak mampu untuk menembus penghalang sama sekali.
Blug! Blug! Blug!
Lin Yan yang terpental pun berguling-guling di atas permukaan tanah. Ia merasakan kebas di lengan kanannya saat ini. Tetapi ia merasa puas bahwa tekniknya mampu menggores formasi sekuat itu yang tandanya teknik tersebut sangatlah kuat dan mampu menyaingi kekuatan tingkat Alam Roh tahap kesembilan.
Gu Yuena yang menatap teknik Lin Yan pun membatu di tempat. Ia tentu paham bahwa teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan sebelumnya menyerang penghalang sangatlah kuat.
“Sangat kuat! Bahkan untuk tingkat Alam Roh tahap kesembilan akan terluka saat menerima serangan mematikan seperti itu. Namun sayangnya keterbatasan kultivasi akan membuat kultivator tingkat Alam Roh tahap kesembilan akan mudah menghindarinya. Tetapi tidak untuk kultivator dibawah tingkat Alam Roh tahap ketujuh.” Batin Gu Yuena kagum. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat karena merasa jaraknya dengan Lin Yan masihlah sangat jauh. Ia pun tidak menyapa Lin Yan dan langsung kembali ke ruangannya untuk berkultivasi.
“Huft..” Lin Yan perlahan berdiri dan merenggangkan lengan kanannya yang sedikit mati rasa sambil terus menatap ke arah penghalang yang pulih dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Setelah itu, ia melirik ke arah tempat Gu Yuena menontonnya sebelumnya dan tersenyum kecil. Ia paham bahwa Gu Yuena merasa frustasi bahwa ternyata jarak mereka masih sangat lebar sehingga membuat wanita itu lebih giat berkultivasi.
“Teknik Tombak Petir Neraka memang kuat dan tidak terlalu banyak menggunakan qi. Walaupun begitu, hal yang sulit adalah mengendalikan teknik ini. Aku harus menyempurnakannya dalam waktu seminggu lebih.” Batin Lin Yan. Ia pun terus berlatih seperti orang gila karena tau bahwa waktu untuk kompetisi tidak akan lama lagi.
Waktu terus berlalu, Lin Yan hanya menghabiskan waktu berlatih terus-menerus selama lebih dari sebulan. Dalam waktu itupun, ia telah menguasai gaya pertama teknik Tombak Petir Neraka ke penguasaan sempurna. Pemahaman serta kegigihan Lin Yan membuatnya sangat cepat menguasai teknik sesulit itu. Dalam waktu itu juga, ia telah mempelajari dua gaya dari teknik Tombak Petir Suci bersama dengan beberapa teknik gerakan tubuh yang diberikan oleh kakek dan neneknya.
Hari untuk penyisihan kompetisi pun tidak akan lama lagi berlangsung.
“Tidak sampai dua minggu lagi, penyisihan untuk menentukan peserta akan dilaksanakan. Sudah waktunya untuk meningkatkan kultivasiku.” Batin Lin Yan dan tersenyum kecil. Ia berencana untuk menembus ke tingkat Alam Roh tahap keenam dalam waktu hampir dua minggu, ia tidak ingin kultivasinya acak-acakan karena terus-menerus menerobos seperti orang gila. Tentu ia akan terus mengingat perkataan kakek dan neneknya untuk tidak terburu-buru menerobos. Ia juga harus menyesuaikan tubuhnya setiap kali ia menembus tahap atau tingkat selanjutnya.