Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 113 - Dua Murid Inti



Pertanyaan Lin Yan membuat semua yang ada di Aula Misi terdiam dan tidak bisa membantah sama sekali. Murid yang meneriaki Lin Yan sebelumnya pun hanya membuka tutup mulutnya beberapa kali karena tidak bisa membantah. Jika ia menyangkal apa yang Lin Yan katakan, ia pasti dalam masalah besar karena sudah termasuk sebagai penghinaan untuk sekte Naga Langit yang memiliki menjadi milik Kerajaan Bintang.


Sekte Naga Langit memang bagian dari Kerajaan Bintang, tetapi sekte itu beroperasi sendiri. Kerajaan Bintang tidak ikut campur tangan dengan urusan sekte tersebut, dan bisa dikatakan bahwa sekte itu berdiri sendiri dan memiliki pemilik yang sah.


Long Hua menatap Lin Yan dengan seksama kali ini. Ia telah mendapatkan informasi tentang Lin Yan dari keluarga Kerajaan terutama dari Long Zu, Long Ti dan Long Gu.


Dan juga, tingkat kultivasi Lin Yan membuatnya sangat waspada. Walaupun ia saat ini jauh lebih kuat, peningkatan kultivasi Lin Yan sangatlah tidak normal. Jika dilihat kembali, bahkan di sekte Naga Langit, seseorang yang mencapai tingkat Alam Roh diusia 16 tahun bisa dihitung dengan jari. Namun Lin Yan saat ini memiliki usia hampir 15 tahun dan sudah mencapai tingkat kultivasi Alam Roh.


Bakat seperti itu tentu akan menjadi ancaman bagi siapapun. Itulah sebabnya Long Hua berpikir kembali untuk mengawasi Lin Yan dengan cermat. Jika Lin Yan memiliki niat bermusuhan dengan Kerajaan Bintang, lebih baik membunuhnya dalam waktu dekat.


Informasi tentang terputusnya kerjasama antara Kerajaan Bintang dan Lin Yan pun sudah sampai ditelinga semua anggota penting keluarga Kerajaan. Bisa dikatakan, saat ini Lin Yan adalah faktor tidak stabil, juga, alasan mengapa keluarga Kerajaan belum bergerak tentu karena peringatan dari Master sekte Naga Langit.


Peringatan itu begitu keras sehingga membuat keluarga Kerajaan semakin waspada. Jika bisa membentuk kembali kerja sama dengan Lin Yan, mereka pasti mencobanya. Dan untuk itulah Long Hua saat ini dikirim untuk bernegosiasi dengan Lin Yan.


Sebagai putra mahkota, Long Hua tentu memiliki beban yang sangat berat dipundaknya. Ia harus mengawasi seseorang yang menjadi potensi ancaman bagi Kerajaannya.


“Ya, kau benar. Sekte Naga Langit bukanlah wilayah yang dikelola oleh Kerajaan Bintang.” Long Hua tidak membantah pernyataan Lin Yan sama sekali.


Semua yang ada di sana hanya bisa terdiam terutama untuk murid yang meneriaki Lin Yan sebelumnya.


“Lalu, apa yang dibutuhkan saudara Long Hua?” Tanya Lin Yan lagi dengan senyum diwajahnya.


“Bisakah kita berbicara secara pribadi?” Tanya Long Hua.


Semua murid yang mendengar itu langsung membuat spekulasi bahwa Long Hua berniat merekrut Lin Yan ke sisinya. Saat ini, semua murid sudah sangat ingin tau identitas tentang Lin Yan.


“Apakah tentang kerja sama sebelumnya? Maaf, aku menolak.” Lin Yan sama sekali tidak memberi wajah kepada Long Hua karena ia tidak tertarik berbisnis kembali dengan Kerajaan Bintang. Tentu Lin Yan sudah tau apa tujuan Long Hua menemuinya.


Mata Long Hua langsung menyipit setelah mendengar penolakan Lin Yan. Ia tidak menyangka bahwa Lin Yan bahkan tidak memberinya wajah sama sekali.


Bahkan beberapa bawahan Long Hua sangat marah saat ini dan berniat merobek Lin Yan ditempat.


“Apa kau yakin menolak?” Tanya Long Hua sedikit dingin. Baru kali ini ada seorang anak yang membuatnya kehilangan wajah di depan umum semenjak ia lahir.


“Ya. Kalianlah yang memulai. Apa kalian ingin menyalahkanku karena itu? Sungguh sangat menarik.” Lin Yan menaikkan sudut bibirnya.


Walaupun kata-kata Lin Yan hanyalah kiasan, Long Hua tentu mengerti apa maksudnya. Jika murid lainnya mengerti, sudah pasti Kerajaan Bintang akan kehilangan wajah kali ini.


“Kau lihat? Aku sudah berbaik hati dengan berbicara seperti itu.” Lanjut Lin Yan.


Long Hua mengerti bahwa jika ia melanjutkan, perlakuan Kerajaan Bintang terhadap Lin Yan yang merupakan aib bisa terbongkar saat itu juga.


Bahkan semua murid yang ada di sana bingung dengan arah perbincangan karena tidak mengerti tentang intinya. Sekeras apapun semua murid dan Tetua berpikir, mereka tidak tau apa maksud dari perbincangan sederhana itu.


“Dasar bocah sialan! Kau sungguh berani tidak memberi wajah kepada Yang Mulia!” Murid yang berada dibelakang Long Hua pun mengeluarkan qi-nya karena sangat marah saat ini.


“Li Han!” Long Hua berkata dengan nada sedikit dingin. Ada alasan tertentu Long Hua sangat tidak menyukai seseorang yang tiba-tiba ikut campur dalam urusannya.


“Li? Bukankah anak itu sebelumnya memiliki nama depan Li juga?” Batin Lin Yan merujuk pada Li Hao, murid yang seangkatan dengannya.


Li Han yang berada di lantai dua, menyeringai ke arah Long Hua. “Lama tidak bertemu, Putra Mahkota!”


Walaupun itu kata-kata itu menunjukkan kekuasaan Long Hua, tetap saja ada ejekan tersembunyi.


Bahkan Lin Yan yang mendengar itu pun menyipitkan matanya dan merasa bahwa keluarga yang menyandang nama Li tidaklah sederhana sama sekali sehingga berani menanam ejekan di kata-kata yang terlihat seperti pujian.


Wajah Long Hua semakin gelap saat mendengar apa yang dikatakan oleh Li Han.


Beberapa murid pun langsung berdiskusi karena kemunculan Li Han di tempat itu.


“Bukankah itu senior Li Han? Murid inti peringkat keempat?”


“Ya. Itu dia, senior Li Han adalah saingan senior Long Hua yang merupakan murid inti peringkat ketiga.”


“Apakah keduanya akan melakukan pertarungan lagi di Arena?”


Diskusi telah pecah di sana sini karena hampir semua murid mengetahui tentang perselisihan antara Long Hua dan Li Han.


“Murid Inti peringkat ketiga dan keempat? Menarik. Aku tidak menyangka murid Inti akan sekuat ini.” Batin Lin Yan.


“Jangan campuri urusan orang lain, Li Han!” Long Hua berkata dengan nada dingin saat ini.


“Mencampuri? Ha-ha-ha! Anak itu adalah rekan kami, apakah menurutmu aku berlebihan untuk ikut campur?” Li Han menyeringai dan auranya sedikit bocor.


Mata Long Hua pun semakin dingin dan melirik Lin Yan sekilas. Ia tentu tau apa maksud dari perkataan Li Han. Ia pun mengeluarkan sedikit qi miliknya karena sangat terlihat Li Han saat ini sedang menantangnya.


Semua murid di sana sedikit gemetaran saat merasakan qi milik Li Han dan Long Hua. Bahkan untuk Lin Yan pun merasakan ancaman luar biasa saat ini.


“Jika kalian ingin bertengkar, lakukan di tempat lain. Sekte Naga Langit bukan tempat untuk melakukan perselisihan!” Seorang Tetua dikejauhan berkata dengan nada dingin.


Kedua aura mereka pun surut karena tentu tau bahwa bukan hal bijak untuk memulai pertarungan di tempat itu.


“Ayo pergi!” Long Hua pun berbalik dan melirik sekilas ke arah Lin Yan. Semua bawahannya pun langsung ikut pergi setelah menatap Lin Yan dengan permusuhan yang sangat besar.


Lalu tatapan Lin Yan tertuju kepada Li Han setelah mengabaikan kepergian kelompok Long Hua.


“Apa maksudnya bahwa aku seorang rekan?” Batin Lin Yan dan tidak tau apa maksud dari perkataan Li Han.